NovelToon NovelToon
The Crimson Legacy

The Crimson Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: BlueFlame

‎Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.

‎Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.

‎Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.

‎Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.

‎Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.

bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.

#System
#Transmigrasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29. Tak terduga

Ruang Dewan masih dipenuhi ketegangan setelah demonstrasi niat membunuh Arthur yang membuat Sir Gavriel memuntahkan darah. Para bangsawan duduk dengan postur lebih kaku dari sebelumnya, seolah satu gerakan yang salah bisa menarik perhatian seekor predator. Udara terasa berat, dan tidak seorang pun benar-benar berani bersantai.

Chancellor Fellborn berdeham pelan, mencoba mengembalikan suasana ke agenda resmi.

“Baik, jika tidak ada hal lain yang ingin disampaikan—”

“Sebenarnya,” sebuah suara dalam dan berwibawa memotong kalimatnya, “masih ada satu hal lagi.”

Semua kepala langsung menoleh ke arah singgasana.

Kaisar bangkit dari tahtanya dengan gerakan yang tenang dan terukur. Jubah ungu kebesarannya mengalir mengikuti langkahnya, sementara mahkota emas di kepalanya berkilau di bawah cahaya kristal dari lampu gantung besar di langit-langit aula.

Mata birunya yang tajam tertuju langsung kepada Arthur.

“Archduke Vancroft.”

Arthur berdiri secara refleks—sebuah bentuk penghormatan kepada Kaisar.

“Yang Mulia.”

Kaisar berjalan turun dari platform yang ditinggikan, mendekati meja panjang tempat para bangsawan duduk. Langkahnya perlahan, namun setiap langkah terasa berat, seolah seluruh ruangan menunggu sesuatu yang akan terjadi.

Tak seorang pun berbicara.

“Kau telah menunjukkan… demonstrasi yang mengesankan tadi,” kata Kaisar, jelas merujuk pada insiden dengan Sir Gavriel.

Ia berhenti di ujung meja, menatap sekeliling ruangan sejenak sebelum kembali memfokuskan pandangannya pada Arthur.

“Namun,” lanjutnya, “akhir-akhir ini ada rumor yang beredar di seluruh kekaisaran mengenai kekuatanmu yang… berkurang.”

Bisikan halus langsung muncul di antara para bangsawan.

“Rumor bahwa pertempuranmu melawan Dewa Iblis Zarathos telah meninggalkanmu dalam keadaan lemah,” kata Kaisar dengan nada datar.

“Bahwa The Crimson Aegis telah kehilangan… taringnya.”

Kaisar menyatukan kedua tangannya di belakang punggung. Posturnya tampak santai, tetapi tatapannya tetap tajam dan penuh pengamatan.

“Secara pribadi, aku tidak percaya pada rumor,” ujarnya.

“Namun sebagai Kaisar, aku memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa para bangsawan yang memegang wilayah-wilayah vital kekaisaran masih… mampu menjalankan tugasnya.”

Ia menatap Arthur dengan intensitas yang jelas menunjukkan bahwa ini bukan sekadar pertanyaan formal.

“Dan kebetulan,” lanjutnya, “dalam waktu dekat kita akan mengadakan acara peringatan untuk merayakan kemenangan atas Alam Iblis.”

Beberapa bangsawan mulai memperhatikan dengan lebih serius.

“Sebagai bagian dari perayaan itu,” kata Kaisar perlahan, “akan diadakan demonstrasi kehebatan para juara kekaisaran.”

Sebuah senyum tipis muncul di bibirnya.

“Jadi, Archduke Vancroft,” ujar Kaisar dengan suara tenang namun penuh tekanan, “aku ingin mendengar tanggapanmu. Apakah kau bersedia untuk… meredamkan rumor itu? Dengan cara yang lebih… konkret?”

Ruangan langsung jatuh dalam keheningan total.

Semua orang di sana mengerti maksud pertanyaan itu. Kaisar secara terbuka meminta Arthur untuk membuktikan kekuatannya di hadapan seluruh Dewan Kekaisaran.

Di samping Arthur, Valerine tidak bergerak sedikit pun. Namun di bawah meja, tangannya mengepal kuat di atas pangkuannya. Wajahnya tetap tenang—hasil dari bertahun-tahun pelatihan etiket bangsawan—tetapi matanya menyimpan kekhawatiran yang nyaris tidak bisa disembunyikan..

Mereka memang sudah berlatih keras. Ia yakin Arthur akan menang. Namun entah mengapa, sejak awal sidang ini dimulai, Valerine tidak bisa mengusir perasaan gelisah yang menggerogoti dadanya.

Meski begitu, wajahnya tetap menunjukkan ketenangan mutlak—tenang seperti danau yang membeku di pagi musim dingin.

Arthur berdiri dengan santai, seolah pertanyaan Kaisar tidak lebih dari percakapan ringan.

“Yang Mulia,” katanya dengan suara jelas dan tegas, bergema di seluruh aula Dewan, “jika seseorang merasa aku lemah, mereka bebas menantangku.”

Ia berhenti sejenak.

Kemudian sebuah senyum tipis muncul di bibirnya—senyum yang mengandung sesuatu yang berbahaya.

“Aku akan dengan senang hati… mengingatkan mereka siapa sebenarnya The Crimson Aegis.”

Tatapan Arthur berubah.

Ia tidak melepaskan niat membunuh—tidak perlu. Namun ketika mata merahnya menyapu ruangan, rasanya seolah seseorang sedang menatap langsung ke kematian itu sendiri.

Tatapan itu kosong dan dingin.

Seolah siapa pun yang menatapnya terlalu lama akan melihat akhir dari keberadaan mereka sendiri.

Beberapa bangsawan secara refleks langsung mengalihkan pandangan.

Duke Torrhen—yang sebelumnya tampak seperti hendak menawarkan diri—tiba-tiba sangat tertarik pada gelas anggur di tangannya.

Marquis Blackwell mendadak menemukan dokumen di depannya sangat menarik untuk dibaca.

Bahkan Count Ashford, yang biasanya hampir tidak pernah menunjukkan ekspresi, sedikit menggeser posisi duduknya—sebuah reaksi kecil dari ketidaknyamanan yang tidak disadari.

Tak seorang pun berbicara.

Tak seorang pun cukup berani—atau cukup bodoh—untuk menantang Arthur setelah melihat apa yang terjadi pada Sir Gavriel beberapa saat sebelumnya.

Kaisar tertawa kecil.

Kali ini senyumnya benar-benar menunjukkan rasa terhibur.

“Menarik sekali,” katanya ringan. “Sepertinya tidak ada yang… tertarik.”

Ia berbalik, berjalan kembali ke singgasananya dengan langkah santai, lalu duduk dengan gerakan yang anggun dan penuh wibawa.

“Kalau begitu, kita lanjutkan saja dengan rencana semula.”

Ia mengangkat tangan sedikit.

“Jenderal Viktor Stormbreaker, maju.”

Pintu samping ruang Dewan terbuka perlahan.

Seorang pria besar melangkah masuk.

Ia mengenakan zirah seremonial berwarna perak yang berkilau di bawah cahaya kristal. Tingginya hampir dua meter, dengan bahu lebar dan tubuh berotot yang tetap terlihat jelas bahkan di balik lapisan armor.

Wajahnya keras, dengan bekas luka panjang di dagu yang menambah kesan garang. Mata abu-abu yang tajam menatap lurus ke depan, penuh fokus dan disiplin.

Dialah Jenderal Viktor Stormbreaker.

Prajurit yang dikenal sebagai pendekar pedang terbaik keempat di seluruh kekaisaran.

Dan sekarang, ia berdiri di tengah aula Dewan—tepat di hadapan Arthur.

Jenderal Viktor Stormbreaker berjalan ke tengah ruangan dengan langkah mantap. Setiap langkahnya bergema pelan di lantai marmer aula Dewan. Ia berhenti beberapa meter dari Arthur, lalu membungkuk hormat ke arah singgasana.

“Yang Mulia.”

Setelah itu ia menegakkan tubuhnya kembali dan menatap Arthur. Ekspresinya menunjukkan rasa hormat—namun sama sekali tidak ada rasa takut di sana.

“Yang Mulia Archduke,” sapanya dengan suara dalam dan stabil. “Aku merasa terhormat bisa berlatih denganmu.”

Arthur hanya mengangguk pelan—sebuah pengakuan tanpa kata.

Kaisar mengangkat tangannya sedikit, lalu bertepuk sekali.

Dua pelayan segera masuk melalui pintu samping, membawa masing-masing sebuah nampan perak.

Di nampan pertama terdapat dua gelang logam berat, permukaannya diukir dengan rune-rune yang bercahaya redup. Garis-garis sihir itu bergerak perlahan seperti arus cahaya yang mengalir di dalam logam.

Di nampan kedua terdapat dua pedang kayu latihan. Bentuknya sederhana, namun jelas dibuat dengan presisi tinggi—ukuran dan beratnya sangat mirip dengan pedang sungguhan.

“Untuk memastikan bahwa ini adalah tes kemampuan pedang murni,” jelas Kaisar dengan nada santai, “kalian berdua akan memakai Gelang Penahan Sihir.”

Ia menatap ruangan seolah memastikan semua orang memahami maksudnya.

“Selama duel berlangsung, tidak ada mana yang bisa digunakan.”

Beberapa bangsawan tampak sedikit lebih rileks setelah mendengar itu. Tanpa sihir, duel ini menjadi sesuatu yang lebih… dapat diprediksi.

Di kursinya, Valerine sedikit melebarkan matanya.

Reaksinya sangat halus—hampir tak terlihat oleh orang lain. Namun Arthur tetap menyadarinya.

Pandangannya sekilas bertemu dengan milik Valerine.

Di balik ekspresi tenang yang sempurna itu, ia bisa membaca kegelisahan di sana.

Gelang Penahan?

Itu berarti koneksi kita akan terputus.

...Sial.

Rune pada gelang itu tidak hanya menekan mana. Mereka juga memutus berbagai bentuk resonansi sihir—termasuk ikatan halus yang menghubungkan Arthur dan Valerine.

Begitu gelang itu dipakai, Arthur akan benar-benar bertarung sendiri.

...***...

1
anak panda
🔥🔥🔥
anak panda
santai aja tor utamakan kesehatan
blueberry
semangat thor
blueberry
/Plusone/
anak panda
🔥🔥🔥
Xiao Ling Yi
Hei.. Dia ini melampaui batas kan?
blueberry
haha lucuuu
anak panda: lanjuttt
total 1 replies
blueberry
nanti kolo udah bertarung jangan sampai di gantung thor
anak panda
cepet sembuh tor
Fel N: Amiiiin, makasih kak.🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Nggak sekarat juga dong Kak~
Xiao Ling Yi: Istirahat banyak-banyak Kak Fel!💪/Determined/
total 4 replies
Xiao Ling Yi
Geloo🤣🤣🤣
Xiao Ling Yi
Cepet sembuh Kak Othor/Bye-Bye/💪
Fel N: Amiiiiiiin, makasih yah, kak.🥰🥰😭
total 1 replies
blueberry
cepat sembuh thor 👍👍
Fel N: Amiiiiiin, makasih yah.🥰🥰😭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Imutnya~
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kurangg/Frown/
Xiao Ling Yi
Semangat updatenya Thor~/Smile/
Fel N: Makasih banyak, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kawaii😍
Fel N: 🤭🤭🤭😅😅
total 1 replies
Khns_
setting yang detail, penjelasan yang rinci di setiap kejadian, bahasa yang enak dibaca, dan penggambaran karakternya yang joss bgt sih yg bikin betah baca 1 bab lagi, lagi, dan lagi.
Fel N: Makasih banyak, kak.😭😭😭🥰🥰🥰
total 1 replies
Khns_
kakak author update tiap kapan ya?
Fel N: Tiap hari, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
blueberry
lucu bgt pasangan ini🤭
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!