" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpamitan
Pagi ini Yura dan Arjuna sudah sah menjadi pasangan suami istri, beberapa keluarga terdekat yang ikut hadir menyaksikan pernikahan mereka pun satu persatu mulai meninggalkan kediaman Raharja.
Intan dan Marta pun sudah berpamitan pulang, padahal kedua sahabat nya datang sedikit terlambat dari waktu yang sudah di tentukan karena ban motor Intan yang bocor di tengah jalan,namun kedua nya harus segera pulang karena sungkan berada di tengah para orang kaya.belum lagi lirikan maut milik Rahmi membuat kedua sahabat Yura merasa tidak nyaman.
" Bagaimana ini Pa, kita gagal memasukkan obat itu ke dalam rahim anak nakal itu." ujar Rahmi sejak tadi merasa gelisah karena tidak bisa melakukan sesuatu untuk masa depan sang putri tercinta.
" Papa juga bingung Ma! Seharusnya kemarin kita sudah berhasil.jadi sekarang kita tinggal menikmati hasil nya." balas Bambang dengan wajah tegang dengan kepala yang sibuk memikirkan cara untuk meloloskan obat yang mereka bawa sehingga masuk ke dalam tubuh Yura dengan sempurna.
Baik Bambang maupun Rahmi sangat syok saat mendengar langsung dari mulut Arjuna yang mengabarkan kalau Yura tidak akan pernah kembali lagi ke rumah mereka.tak ada yang berani membantah keputusan Arjuna karena nasib bisnis mereka berada di tangan sang menantu.
Alhasil rencana yang mereka susun rapi pagi kemarin kembali menemui kata gagal dan gagal.
Tidak mungkin mereka pura-pura datang ke kediaman Raharja hanya untuk menjalankan aksi nekat tersebut, pulang-pulang mereka tinggal nama saja.
" Pasti anak nakal itu yang sudah memohon kepada Arjuna agar tidak pulang ke rumah lagi." ujar Rahmi memanaskan suasana.
" Dia memang pandai berakting sama persis seperti ibu nya yang miskin itu." lanjut Rahmi begitu tega.
Prok...Prok
" Sekarang Yura adalah istri sah saya, sedikit saja kalian berani menyentuh istri saya,nyawa kalian menjadi taruhan nya.kebetulan singa peliharaan Papa saya sedang membutuhkan asupan makanan lezat.jika kalian berani melanggar batas yang sudah saya tentu kan,terima saja nasib buruk kalian." Arjuna tiba-tiba muncul dan langsung menyambar ucapan Rahmi.
Bambang dan Rahmi menjadi gelapan,semua kata-kata yang ingin mereka ucapkan untuk membela diri tercekat di tenggorokan.
Tubuh kedua nya gemetaran membayangkan betapa buas nya singa jantan itu mencabik-cabik tubuh mereka jika sampai ucapan Arjuna menjadi kenyataan.
" Acara nya sudah selesai,silahkan pergi dari sini." usir Arjuna mengibaskan tangan di udara seperti sedang menepuk sebutir kotoran.
Pasangan suami istri itu langsung balik badan tanpa berani menoleh lagi ke arah lain.
" Ini sangat memalukan Pa! Bisa-bisa nya kita di usir seperti ini oleh menantu kita sendiri." gerutu Rahmi berjalan tergesa-gesa sambil mengangkat gaun yang kepanjangan.
" Apa dia bilang tadi? Kita tidak boleh menyakiti Yura? Mana bisa seperti itu.Mama tidak rela melihat anak nakal itu bahagia dengan keluarga baru nya." tanpa mereka sadari apapun yang mereka katakan saat ini bisa di dengar dengan jelas oleh Arjuna.
Kediaman Raharja memakai cctv yang canggih yang mampu menangkap dengan jelas semua jenis suara.Arjuna bergegas menghubungi seseorang karena sudah muak melihat kelakuan suami istri ini.
" Lakukan sekarang Arya." perintah Arjuna setelah nya kembali mematikan sambungan telepon.
Sementara saat ini Bambang dan Rahmi sudah duduk manis di dalam mobil dengan mang Ujang yang bertugas sebagai juru kemudi.wajah kedua nya terlihat begitu tegang.Mang Ujang hanya melirik dari kaca spion tanpa berani membuka suara.
" Jangan melakukan apapun tanpa ada izin dari Papa,kali ini anak nakal itu tidak sendirian.kita harus mencari cara paling aman untuk mengamankan posisi Sela di keluarga Raharja." ucap Bambang memperingati istri nya karena tidak mau sang istri salah langkah.
Tch...Rahmi tentu saja tidak terima dengan ucapan sang suami.hati nya masih terlalu menggebu-gebu untuk merampas semua yang Yura miliki seperti apa yang sudah mereka lakukan selama ini.
Kini di dalam rumah yang begitu luas,hanya tersisa Raharja,Ningsih ,Arjuna dan juga Yura.
" Hari ini Mama sangat senang sekali, pernikahan kalian berjalan lancar.terimakasih ya sayang, sudah bersedia menjadi istri dari Arjuna." ucap Ningsih begitu tulus.
Padahal seharusnya ia tak perlu mengatakan ini.Ningsih bahkan tanpa sungkan memberikan satu set hadiah mewah dan bernilai tinggi kepada Yura.beruntung Rahmi sudah pulang dan tidak melihat hadiah tersebut.jika sampai wanita itu tahu, pasti dia akan marah besar dan mencari cara untuk merebut perhiasan tersebut dari tangan Yura.
" Sama-sama Ma, terimakasih juga untuk hadiah nya."balas Yura lagi.
" Jika Kamu sudah siap untuk mempublikasikan pernikahan kalian, segera katakan kepada Arjuna,Kami akan mempersiapkan pesta pernikahan mewah untuk Kamu.semua orang harus tahu kalau putra tunggal Raharja sudah bukan bujangan sejati lagi." ucap Ningsih dengan senyum merekah di wajah nya.
" Iya Ma, untuk sekarang Yura ingin seperti ini dulu.maaf ya Ma." Wajah Yura tertunduk lesu karena tidak bisa mewujudkan keinginan Ningsih yang satu ini.bukan ingin nya tapi ini terpaksa ia pilih sebagai jalan pintas untuk masa depan yang masih abu-abu.
" Tidak perlu minta maaf,Kamu tidak bersalah.Mama paham dengan pilihan mu." balas Ningsih begitu lembut sangat keibuan sekali, berbeda jauh dengan tutur bahasa yang sering Rahmi berikan kepada Yura.
" Kamu cantik sekali sayang, menantu Mama memang terbaik."puji Ningsih lagi sudah yang kesekian kali nya ia memuji kecantikan Yura.
"Ma ,Yura jadi besar kepala nih kalau di puji terus sama Mama.bisa- bisa Yura lupa daratan lalu berubah jadi Putri duyung karena Mama yang terus muji Yura."tawa Ningsih pecah.Raharja dan Arjuna pun ikut tertawa.
Biasa nya Ningsih di kelilingi oleh orang-orang kaku dan berwajah datar,kali ini Yura datang di tengah keluarga mereka membawa suasana baru.Ningsih jadi senang punya teman baru yang bisa menghibur hari-hari nya.
"Rasa nya sudah terlalu lama Papa tidak pernah melihat Mama tertawa selepas sekarang,lihat lah Arjuna! Mama mu pasti sembuh jika terus bahagia seperti sekarang."ucap Raharja kepada sang putra.
" Kenapa nggak dari dulu Papa paksa Aku menikah, mungkin Mama tidak akan merasakan sakit terlalu lama." ucap Arjuna ngasal padahal dia sendiri yang menolak untuk di jodohkan.jika bukan karena sang ibu yang memohon dengan kondisi kesehatan yang semakin menurun, mungkin sampai saat ini Arjuna juga belum ingin menikah.
" Lihat lah, mereka berdua terlihat begitu kompak." sambung Arjuna mengabaikan tatapan mata tajam dari sang Ayah yang masih tertuju kepada nya.
" Ia mereka sangat kompak,akan lebih kompak lagi jika segera ada cucu di tengah-tengah keluarga kita." sahut Raharja sambil berlalu pergi.
Kini Yura mulai menawarkan Ningsih untuk mengikuti pengobatan tradisional yang mungkin saja bisa membantu menyembuhkan penyakit sang mertua.Ningsih menyambut baik tawaran Yura karena sejujurnya ia pun ingin segera sembuh dan berkumpul lebih bebas lagi bersama keluarga nya.pembicaraan antara menantu dan mertua semakin berlanjut hingga kemana-mana dan tanpa terasa sudah menghabiskan waktu yang cukup lama.
Arjuna yang sejak tadi menepi di ujung sofa langsung mengangkat wajah ketika mendengar langkah kaki sang ayah menghampiri mereka.
" Sana ajak istri mu istirahat dulu Arjuna." ucap Raharja mengambil posisi duduk di samping sang istri.
" Kalau perlu langsung pergi bulan madu sekalian.malam ini adalah malam berharga untuk kalian berdua.jangan sampai terlewat kan malam pertama nya." ujar Raharja lagi sambil tersenyum tipis berhasil menggoda putra nya.
Wajah Yura merona mendengar kata malam pertama yang di ucapkan oleh mertua nya,pun begitu dengan Arjuna .
" Mau pulang sekarang?" tanya Arjuna menatap sang istri.
" Loh bukan nya kita sudah di sini? Memang nya mau pulang kemana lagi,Kamu ngga lagi ngajak Aku tinggal di rumah Mama Rahmi kan?" tanya Yura syok karena malas harus kembali ke rumah itu.
Bukan kah kemarin Arjuna sudah mengatakan kepada nya untuk tidak kembali ke rumah itu lagi? Tapi sekarang kenapa malah sebaliknya.ahhhh...Jika tidak ada kedua mertua nya di hadapan mereka saat ini, sudah sejak tadi Yura berteriak meminta penjelasan dari suami nya.kenapa dia sangat plin plan sekali begitu lah isi hati Yura saat ini.
Tak...
Arjuna menyentil dahi Yura sampai membuat Yura meringis padahal sakit nya tidak terlalu.
" Arjuna...Jangan seperti itu sama istri mu." tegur Bu Ningsih tidak terima bahkan sampai berdiri memukuli tangan Arjuna.
" Bercanda Ma! Nggak rela banget menantu nya di sakiti sampai-sampai anak sendiri di teriakin." kata Arjuna membela diri.
" Sakit Ma...Parah banget Kamu jadi suami,belum juga satu hari tapi udah kdrt saja." Yura malah semakin memain kan drama karena senang mendapat kan pembelaan dari Ningsih.
Baru kali ini dia di bela sebegitu nya oleh seseorang yang ia panggil Mama.Yura berhamburan memeluk tubuh Ningsih yang selalu memperlakukan nya dengan baik.bersama Ningsih, Yura bisa merasakan nama nya kasih sayang seorang ibu,selama ini ia sudah biasa mendapatkan nya dari asisten rumah tangga,tapi sekarang Yura memiliki pelindung yang baru.
" Nanti kalau Arjuna nyakitin Kamu lagi,kasih tahu Mama ya,biar Mama sendiri yang memarahi dia." ucap Ningsih ketiak Yura berpamitan kepada nya.
" Iya Ma." balas Yura memelet kan lidah nya ke arah Arjuna,semua pemandangan menggemaskan ini tidak luput dari pemandangan Raharja.
Diam-diam Raharja pun tertawa kecil menyaksikan tingkah menantu nya .setelah ini hari-hari Arjuna pasti akan seru bersama istri kecil nya.
" Tapi bilang dulu kita mau pulang kemana?" tanya Yura ingin tahu karena akan menolak dengan keras bila di ajak pindah ke rumah orang tua kandungnya.
" Arjuna sudah menyiapkan rumah untuk kalian tempati bersama keluarga kecil kalian, tinggal lah di sana,bukan karena Mama tidak suka tinggal bersama Kamu sayang! Tapi seperti ini jauh lebih baik karena kalian pun harus belajar mandiri tanpa ada campur tangan orang tua dalam rumah tangga kalian." ujar Ningsih begitu lemah lembut.
" Jangan lupa beri Mama cucu yang lucu-lucu ya." pinta Ningsih sebelum Yura menghilang dari pandangannya.
" Mama..." teriak Yura malu.
Bersambung