NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Sang Perenggut Mahkota

Waktu terus berjalan.

Malam ini, hujan deras mengguyur bumi. Gadis yang tengah berbadan dua itu menangis terisak-isak di tengah guyuran air hujan. Pakaiannya basah kuyup. Badannya menggigil. Hatinya remuk redam.

Hilang sudah semuanya. Hancur sudah segala impiannya. Ia hamil, tak punya suami, pacarnya pergi, dan ayah mengusirnya di dari rumah masa kecilnya.

Wanita itu tak punya tujuan hidup. Tak punya harapan. Tak punya siapapun yang bisa ia mintai pundak untuk bersandar. Dunianya seolah berhenti saat ini. Seolah di hadapannya semua gelap. Kehidupan berikutnya, masa depannya. Gelap.

Alina berteduh di sebuah ruko, tepat di seberang jalan sebuah pelataran luas dengan gapura cukup tinggi bertuliskan "terminal bus".

Alina duduk di sebuah kursi kayu di sana dengan tubuh yang menggigil. Dipeluknya badan basah kuyup itu. Memandangi sekitar yang gelap lantaran hari sudah mulai malam.

Alina melepaskan tas ranselnya. Mengeluarkan sebuah kotak bekal berisi makanan yang sempat ibunya siapkan sebagai bekal bersama dengan beberapa lembar uang sebagai pegangan. Sebagai seorang ibu, Bu Yanti tak sepenuh hati tega melepas anak semata wayangnya pergi meninggalkan rumah tanpa pegangan. Di sela suasana yang panas, wanita itu berpesan, cari laki-laki itu, jujurlah, besarkan anakmu, dan kelak pulanglah dengan kehidupan dan pribadi barumu yang lebih baik.

Alina menyantap bekalnya sambil menangis. Beberapa butir telur dengan bumbu merah pedas kesukaannya. Biasanya setiap malam ia menyantapnya di meja makan bersama kedua orang tuanya. Kini, ia harus menyantapnya sendiri, di bawah atap ruko yang reyot dengan guyuran air hujan dan hembusan angin yang cukup menusuk tulang sebagai teman bicaranya.

Alina menyudahi makannya dengan terisak-isak. Diambilnya sebuah botol minum yang juga bekal dari ibunya lalu menenggaknya. Gadis itu diam sejenak. Menatap lalu lalang kendaraan yang keluar masuk gapura terminal itu dengan sorot mata nanar. Alina membuka ponselnya. Sebuah pesan balasan dari Murni berisi sebuah kontak dengan nama Tuan Vincent terpampang jelas di sana.

"Memangnya ada apa kamu minta nomor Tuan, Al? Ada masalah?" bunyi pesan tambahan dari Murni.

Alina tak meresponnya. Ia tak membalasnya. Ia fokus pada nomor itu. Menyentuhnya, lalu mencoba menghubunginya.

Tuut... tuut... tuut...

Tidak dijawab. Diabaikan. Wanita itu menghela nafas disela tangisannya. Jam sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam. Bis malam yang akan mengantarkannya menuju ibu kota akan segera berangkat. Wanita itu mengemas bekalnya. Memasukkannya ke dalam ransel dan pergi dari tempat itu.

Malam yang sunyi. Hawa dingin yang melilit tulang. Suasana sunyi sepi di dalam bus seolah menjadi sandaran hangat bagi Alina yang berduka. Para penumpang hampir semua sedang tertidur, namun tak demikian dengan Alina. Air mata itu terus menetes. Meski tanpa suara lantaran tak mau menjadi pusat perhatian penumpang lain. Hatinya remuk redam, otaknya terus berputar, pikirannya terus menerka-nerka. Bagaimana kisah hidupnya setelah ini.

Roda roda bis itu terus berputar menembus hujan. Sepanjang perjalanan Alina tak sedetikpun memejamkan matanya. Hanya lelehan air mata yang seolah menceritakan betapa rapuhnya wanita itu saat ini. Kini ia tengah dalam perjalanan menuju istana sang perenggut mahkota. Namun dalam hatinya ia pesimis. Ia tak menggantungkan harapan apapun. Ia pergi menemui Vincent hanya sekedar untuk memberitahukan tentang kehamilannya. Bagaimana respon Vincent nantinya, ia tak berharap banyak. Bahkan andai Vincent murka dan membunuhnya pun ia rela. Toh, tak ada harapan apapun lagi yang tersisa dalam hidupnya. Semua sudah hancur. Masa depan terenggut, pacar pergi, orang tua kecewa. Apa lagi yang harus dipertahankan oleh seorang Alina yang hina???

Awal pagi setelah subuh, sekitar pukul lima, bus itu berhenti di terminal kota besar itu. Alina turun. Penampilannya cukup untuk disebut kumal, rambut lepek karena kehujanan, mata bengkak, serta ujung bibir dan mata lebam bekas tamparan dan pukulan sang ayah.

Alina mengayunkan kakinya gontai. Keluar dari gerbang terminal tanpa peduli banyaknya tukang ojek dan angkot yang menawarinya tumpangan. Harusnya ia bisa minta diantar ke rumah Vincent, tapi Alina yang bahkan terlihat linglung itu memilih berjalan kaki menuju rumah sang perampas kehormatan. Entahlah, raganya ada di tempat itu, tapi tidak dengan jiwanya. Orang yang tak mengenalnya mungkin akan menyebutnya gelandangan, atau bahkan orang gila.

.....

Sementara di tempat terpisah, saat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Vincent keluar dari istananya setelah selesai dengan santap paginya. Menunggangi mobil mewah keluaran terbaru menyusuri jalanan luas komplek perumahan elit itu, laki-laki itu nampak memainkan ponselnya. Menghapus beberapa foto Alicia yang berada di galerinya. Matanya terlihat lelah. Ia yang baru pulang dari luar negeri sore kemarin memilih untuk tetap pergi ke kantor. Ia sama sekali tidak memiliki niatan untuk istirahat.

Pak Supri melirik sang majikan dari spion.

"Maaf, Tuan. Sepertinya Tuan sangat lelah. Kenapa tidak istirahat dulu saja di rumah?" ucap Pak Supri yang sedikit khawatir. Sejak kepulangannya dari luar negeri kemarin, Vincent terlihat sangat murung. Ia sama sekali tak pernah menampilkan senyumannya. Entahlah, mungkin ada masalah lagi antara dirinya dan sang wanita yang ia susul ke benua biru seminggu lalu itu.

Vincent menatap dingin ke arah spion.

"Kau hanya supir, bukan penasehat!" ucap Vincent tajam dan mengerikan.

Pak Supri menciut. "Ma-maaf, Tuan."

Pak Supri melajukan kendaraan itu melesat menuju gerbang kompleks yang tinggi. Sedangkan Vincent kembali fokus pada ponselnya. Hingga saat mereka baru saja berbelok memasuki kawasan jalan raya, tiba-tiba...

Ciiitt...

Daaggh...

"Supri! Apa-apaan kamu?!" bentak Vincent kesal.

"Ma-maaf, Tuan. Saya nabrak orang!" ucap Pak Supri gugup tanpa beralih dari kursi supirnya.

Vincent mengernyitkan dahinya.

"Apa? Kok bisa?! Ceroboh sekali kamu! Turun!!" gertak Vincent seraya membuka pintu mobilnya. Kedua pria beda kasta itu lantas berjalan menuju ke depan mobil. Dilihatnya di sana seorang wanita tergolek di atas aspal dengan luka di bagian kepala dan siku. Vincent meminta Supri mengecek wanita itu. Pria paruh baya itu menurut. Ia mendekat, menyingkapkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah wanita itu. Daann....

.

.

.

.

.

"Alina??!"

1
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
Georgia🤑
sebesar apa thor????
Wanita Tanpa Mahkota 👑: 😁😁😁😁🙈
total 1 replies
Georgia🤑
lha dalahhh...
Georgia🤑
parraaahhhh🤣
Desyi Alawiyah
Yakin Dion mau menikahi Alicia? Sepertinya Dion cuma main-main doang deh sama Alicia.. 🤭
Desyi Alawiyah
Nah, bener kan.. Dion bermain api sama Alicia.. 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!