Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita Pacaran
Alana mengerjap kaget lalu mendorong keras dada Archie. Gadis cantik itu bersandar di sandaran kursi yang lebih tinggi dari punggungnya dengan mata menyipit dan dada naik turun karena kaget bercampur kesal.
"Kenapa kau menciumku, hah?!" Alana mengusap kesal bibirnya dengan punggung tangan kanan dan semakin menyipitkan matanya.
Archie tersenyum dan sambil mengusap bibirnya ia menatap lekat wajah Alana lalu berkata, "Itu tadi stempel kepemilikan. Kamu milik aku mulai dari sekarang, Na"
"Stempel kepemilikan apa? Aku bukan milik siapa-siapa" Alana memajukan badannya dan sedikit mendongakkan dagu.
Archie menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi lalu berkata, "Kamu sudah mengakui aku sebagai pacar kamu di depan orang lain jadi kamu milikku sekarang"
"Itu hanya Jessy dan dia menyebalkan. Aku berkata seperti itu agar dia kesal dan segera pergi dari.......
"Atau mau dibalik saja?" Archie memotong ucapannya Alana karena bagi pria tampan itu tidaklah penting siapa orangnya yang paling penting adalah Alana sudah mengakuinya di depan orang lain karena bagi dirinya Jessy Wilde adalah orang lain.
"Dibalik saja? Apa maksud kamu?" Alana menumpuk berkas dengan kasar dan wajah cemberut kesal tapi pandangannya tetap mengarah ke Archie.
"Dibalik saja, aku jadi milikmu kalau kamu tidak menyukai kalimat kamu jadi milikku. Aku tidak keberatan menjadi milikmu"
Alana menggebrak meja, "Jangan macam-macam, Arch dan jangan cium-cium aku di ruangan ini! Seseorang bisa saja tiba-tiba masuk dan melihat kita"
"Apa salahnya kalau ada orang yang melihat kita berciuman? Kita, kan, pacaran"
Alana menghela napas panjang, "Oh, astaga! Kita tidak pacaran,Archie Cavendish"
"Kamu mengakui aku ini pacar kamu di depan orang lain, Na"
Alana melepas kacamatanya dan setelah meraup kasar wajahnya, ia berucap, "Sial! Kamu keras kepala seperti......seperti....." Alana mengayunkan tangan di udara dengan wajah kesal.
"Seperti kamu" Potong Archie.
"Hah?! Enak aja. Aku tidak keras kepala dan aku bukan pacar kamu"
"Ada CCTV di lorong depan pintu ruangan ini, kan?"
"Apa maksud kamu?"
"Aku bisa meminta rekamannya dan menunjukkan ke semua orang untuk dinilai apakah ucapan kamu di depan pintu ruangan ini tadi serius atau tidak?"
"Kau.....kau.......kau nggak boleh seperti itu! Itu.....itu....."
"Kita pacaran, Na, dan terima kasih sudah mengakui aku sebagai pacar kamu di depan orang lain. Aku sangat bahagia, Na" Archie bertepuk tangan dengan senyum lebar.
Alana kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan mata menyipit dan dada naik turun saking kesalnya. Saat Alana membuka mulut ingin menembakkan kata-kata yang berisi kekesalannya, Archie langsung mengucapkan, "Don Miguel adalah tersangka paling kuat yang meneror kamu beberapa hari ini, Na"
"Hah?!" Kedua alis Alana menukik tajam.
"Orang yang kemarin mengacak-acak rumah kamu adalah orang suruhannya Don Miguel"
"Apakah yang kemarin membuntuti kita juga orang suruhannya Don Miguel?"
Archie menurunkan matanya dan menjawab pertanyaannya Alana dengan gelengan kepala yang disertai suara pelan hampir seperti bisikan, "Yang membuntuti kita kemarin adalah orang suruhannya Arthur"
"Apa?! Tapi kenapa Arthur......."
Archie kembali menaikan bola matanya untuk menatap Alana, "Dia ingin tahu kenapa kamu menginap di rumahku"
"Tapi kenapa?" Kening Alana semakin berkerut.
"Karena dia ingin mencari celah untuk mengejar kamu lagi, Na. Dia masih sangat mencintai kamu"
"Apa?! Dia sudah punya tunangan dan astaga! Arthur tidak bilang ke aku kalau dia sudah punya tunangan"
"Aku terpaksa memukulnya karena ia bersikeras akan mengejar kamu tapi dia juga tidak akan memutuskan tunangannya. Dia mencintai kamu dan dia sudah mulai jatuh hati sama tunangannya, Na. Dia mau memiliki kamu dan tunangannya. Punya istri dua katanya dia mampu"
Alana terhentak di punggung kursi yang ia duduki lalu meraup wajahnya. "Itu alasan kenapa mama kamu datang lalu menuduh aku dan menghina aku. Kamu memukul Arthur"
"Maafkan aku, Na"
"Kamu nggak salah" Alana lalu menghela napas panjang.
"Oke, kita lupakan dulu soal Arthur. Kita sekarang fokus ke Don Miguel karena aku yakin orang yang tadi membikin kekacauan di ruang sidang adalah suruhannya Don Miguel juga. Apakah kamu mengusik ketenangannya Don Miguel, Na?"
"Oke, kita pacaran sungguhan saja"
"Apa?!" Kedua alis Archie sontak menukik tajam.
"Untuk menghalangi Arthur mengejar aku, kira temui Arthur nanti sore dan bilang ke Arthur kalau kita pacaran"
"Oke, aku senang mendengar ide kamu itu meskipun beberapa menit yang lalu kamu bersikeras menolak pernyataan kita pacaran. Tapi tunggu dulu, dari tadi kamu nggak memperhatikan ucapanku soal Don Miguel, ya?"
"Nggak! Karena bagiku soal Arthur lebih penting. Aku tidak mau Arthur mengejarku karena......."
"Kamu mencintaiku" Potong Archie.
Alana sontak menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai terasa panas karena Archie menebaknya dengan benar. Dia memang mencintai Archie tapi dia belum ingin mengakuinya. "Mana ada seperti itu? Aku tidak mau Arthur mengejarku karena aku tidak mau mama kamu mendatangiku lagi"
"Katakan saja, Na kalau kamu mencintai aku" Archie menunduk untuk melihat wajahnya Alana.
Alana langsung menarik wajahnya menjauh dari wajah Archie sambil berkata, "Tapi, Don Miguel juga penting"
Archie mendengus geli lalu berkata sambil menegakkan kembali wajahnya, "Oke, kita bahas Don Miguel sekarang. Apakah kamu mengusiknya akhir-akhir ini?"
"Aku harus segera ke ruang sidang lagi" Alana tiba-tiba berdiri lalu bergegas keluar dari balik meja kerjanya dengan melangkah lebar ke pintu.
Archie sontak tergagap mengikuti langkah Alana dan pria tampan itu melangkah lebar sambil bergumam, "Kamu masih saja suka mengalihkan perhatian, Na"
"Kamu ngomong apa?" Tanya Alana tanpa menoleh ke belakang.
"Aku senang kita pacaran sekarang, Na"
"Jangan keras-keras ngomongnya" Alana melirik Archie dari balik pundaknya sambil tetap melangkah lebar.
Archie terkekeh geli sambil berlari kecil menyusul Alana dan saat ia sudah berhasil mensejajarkan langkahnya dengan Alana, pria tampan itu menundukkan wajahnya.
"Apa lihat-lihat?" Alana langsung memutar kepalanya ke depan.
"Hai, pacar" Archie mengulas senyum lebar sambil menegakkan kepalanya. Dia memang suka menggoda Alana.
Alana semakin mempercepat langkahnya karena ia ingin menyembunyikan wajahnya yang merona merah.
"Hei, jangan jalan secepat itu nanti jatuh pacar cantikku" Teriak Archie.
Dasar gila! Kenapa dia malah berteriak? Alana menghela napas panjang lalu berlari kecil.
"Hei pacar cantikku! Jangan tinggalin pacar kamu ini, aku bisa merindu"
Dasar gila! Alana mempercepat lari kecilnya dan bergegas masuk ke dalam ruang sidang. Dia ingin secepatnya menjauh dari Archie agar pria itu tidak semakin gila menggodanya.
Archie kembali duduk di bangku yang sama sambil terkekeh geli.
Alana beberapa kali menghela napas panjang lalu memalingkan wajahnya untuk tersenyum karena dia sejujurnya merasa bahagia dan lega bisa berpacaran dengan Archie meskipun, yeeaahhh banyak halangan di depan mereka.
Archie pun merasa lega karena pada akhirnya Alana mau berpacaran dengannya meskipun alasannya untuk menghalangi Arthur mengejar Alana. Apapun alasannya yang paling penting bagi Archie, dia sudah resmi berpacaran dengan Alana.