NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Yang Di Ingkari

Pukul 09.00 pagi Dewa baru saja selesai mengantarkan Bu dosen kekampus, melangkah masuk ke gedung perkuliahan dengan perasaan bercampur aduk—antara seneng dan rasa was was; pembatalan dinner, dan ancaman Prof Hadi.

Namun baru saja ia melewati pintu masuk—namanya dipanggil

"Dewa!"

Sekelompok mahasiswa teman satu angkatan kelas Ekonomi Bisnis langsung menyergapnya didepan pintu, tiga orang, wajah-wajah penasaran senyuman mesum.

"Bro! Bro! Kita mau tanya!" kata Joko, pemuda kurus tengil rambut keriting ketua angkatan biang rusuh.

Dewa mengerjap. "Ngapain lo, Jo?"

"Kita denger lo jadi asistennya Ibu Dian?"

Dewa diam apa ini sudah tersebar?bisiknya

Rina, cewek berkacamata dengan gaya detektif amatir, ikutan nimbrung. "Lo tahu berapa lama posisi asisten kosong? Setahun! Enam asisten sebelumnya kabur dan hilang ingatan"

Budi gendut dan suka gosip menambahkan, "Ada yang stress, pindah kampus, dan hampir DO —"

"Udah, udah." Dewa mengangkat tangannya." Kalian berlebihan, gue cuma membantu mengurus berkas, antar jemput, itu biasa aja."

Joko menyipitkan matanya "Biasa aja? Lo anter jemput dosen killer tiap pagi? Lo udah masuk sarang macan."

Rina mencondongkan badannya menatap "Terus gimana dengan kondisi rumahnya? Lo udah pernah masuk ? Apa bener penuh dengan tengkorak mahasiswa gagal ujian?"

Dewa tertawa ngakak "Apaan sih, Lo, Rin? Rumahnya... ya rumah biasa aja, ada sofa, buku. Ada—"

"Ada apa ?" Mereka kompak berseru.

Ia menggeleng, "Udah ah, gue mau masuk kelas."

Tapi Joko menarik tangannya dengan tidak sabar, "Dewa, gue harus tahu rahasia apa yang terkandung di dalam sebuah nama DR Dian Wulandari, MSi?"

" Ya mana gue tahu, keripik, Lo nanya aneh aneh aja." Dewa sedikit jengkel menjambak rambutnya.

" Tapi, menurut Lo gimana caranya Ibu Dian nggak killer di kelas?"

Laki laki itu berpikir sesaat memikirkan kalimat yang pantas untuk kaum kepo ini, "Ibu Dian bukan dosen galak, beliau orang baik."

Semua diam menatap nya gak percaya.

"Atau apa Lo udah digerayangi, kena hipnotis?"tanya Budi penuh selidik.

" Setan Lo, " Dewa menjerit alisnya terangkat. "Ibu ... nggak seperti yang lo kira, bangke. Mungkin Ibu Dosen galak karena... ya emang bawaannya serius. Tapi di luar kelas, dia manusia biasa."

Rina menganga matanya membesar, "Manusia biasa? Ibu Dian? Yang nilai ujian kayak hakim pengadilan?"

" Lo aja yang Oon, gak lulus."

" Lo juga, dodol, " Gadis itu meradang. " Nilai Lo aja cukup makan.

Dewa nyengir masam, " Gue udah berusaha menjadi mahasiswa baik budi pekerti, Rin, buktinya gue diangkat menjadi asisten dosen."

Semua saling pandang menganggap laki laki ini sedang jual obat

"Jangan .. jangan lo naksir?"Budi nyeletuk

" Jangan jangan Lo pelet, Ibu Dian," tambah Rina

" Jangan jangan Lo ada maksud untuk nilai." Joko ngeledek.

"Apa? Sembarangan kalian."

Mereka tertawa,

"Nah ini dia, Dewa naksir perempuan tua," ujar Budi m "

"Diem lo, Bud!"

Rina cekikikan. "Cinta terlarang mahasiswa dan dosen killer! kayak sinetron gagal tayang!"

Dewa mendorong mereka "Udah pada bubar! Gua mau kuliah!"

---

Pukul 10.00, ruang kuliah Statistik.

Dewa duduk di bangku paling belakang ?mencoba fokus pada materi. Tapi bisik-bisik setan nggak berhenti.

"Dewa... lo anter Ibu Dian tadi pagi?" bisik Sari duduk disampingnya.

"Iya."

"Naik motor butut lo?"

"Lha Ia, emang gue naik mobil sport."

Sari menahan tawa. "Ibu Dian naik motor? Pakai rok?"

"Dia pakai celana."

"Oh... syukurlah, Lo gak bisa ngintip."

Dewa mengatupkan bibirnya, gadis ini perlu dihajar masuk parit. Namun godaan belum berhenti begitu saja. Dari baris depan, Joko menoleh "Dew, tadi lo liat Ibu Dian senyum nggak?

"Kadang... dia senyum kadang enggak, gue bukan Emaknya yang merhatiin."

Anak anak mendengar langsung heboh.

"Apa? Ibu Dian senyum?"

"Itu berita palsu!"

"Lo jangan tipu, Dewa!"

Dosen masuk kelas seketika hening. Tapi tatapan curiga tetap tertuju padanya

---

Pukul 12.00, kantin.

Dewa makan siang sendiri menjauh dari teman temannya yang tengil. Roby datang sambil membawa nasi goreng. "Bro, gue denger lo udah jadi artis kampus."

Ia menghela napas berat "Udah pada tahu, By."

"Ya iyalah. Lo anter jemput dosen killer. Itu berita besar." Roby menyuap nasinya pelan "Bahkan ada yang nyebar gosip Lo tidur di apartemennya."

Dewa hampir tersedak. "Apa? Siapa yang bilang?"

"Entahlah, pokoknya gosip berkembang." Roby menghitung jari. "Dari 'Dewa jadi asisten' ke 'Dewa masuk apartemen' ke 'Dewa tidur di apartemen' ke 'Dewa—'"

"Udah, udah!" Ia memegang kepalanya berat. "Ini gila."

Roby menepuk pundaknya, "Bro, lo main api Lo tahu itu."

"Apa maksud lo?"

"Lo deket sama dosen cantik, kaya brondong deketin tante - tante. Itu bahan gosip utama sepanjang masa." Rob jeda sebentar. "Apalagi ada Pak Dekan yang juga naksir dengan beliau, habis hidup lo"

" Terus gue harus gimana?"

"Lo harus siap, bro, kalau situasi semakin panas... lo bisa jadi bulan-bulanan."

"Gue cuma... jagain dia, By, gue cuma membantunya."

Roby menatapnya serius. "Lo jagain dia, atau lo sayang dia?"

Dewa tidak jawab.

"Udah, gue tahu jawabannya." Roby menghela napas. "Yang penting lo hati-hati jangan sampai lo yang hancur."

---

Pukul 14.00, koridor kampus.

Dewa berjalan ke perpustakaan. Tapi di tengah jalan, dua orang mahasiswi menghadang.

"Hei, lo Dewa?" yang satu bertanya.

"Iya."

Mereka cekikikan. "Lo yang jagain Ibu Dian? Dosen galak dari planet mars ?"

Dewa mengangguk hati-hati.

"Gimana caranya lo bisa bertahan? Apa dia nggak pernah marah?"

" Apa maksud kalian bertanya seperti itu ?"

Mereka bertukar pandang. "Kata orang... lo lebih dari asisten?"

Dewa mengerutkan dahi. "Maksud kalian apa?"

"Itu... katanya lo ada di apartemennya malem-malem?"

Dewa tertegun gosip sudah keterlaluan.

"Itu urusan pekerjaan Ibu Dian, gue cuma antar berkas."

"Iya, iya. Urusan kerja. Kita percaya kok."

Mereka pergi sambil cekikikan.

Dewa terhenyak di koridor, merasa dikelilingi mata-mata, setiap langkahnya diawasi dan setiap geraknya diperhatikan.

Ponselnya bergetar dari Roby, ' Gue bertemu dengan Ibu Dian katanya Lo harus jemput dia

pukul 5 sore."

Dewa membaca pesan melihat sekelilingnya. Mahasiswa lain berbisik menunjuk, tersenyum-senyum.

Ini baru mulai, ya

---

Pukul 17.00, parkiran.

Dewa menunggu tapi bukan hanya dia yang menunggu. Di pojok parkiran, Prof Hadi berdiri dengan jas hujan—padahal cuaca cerah. Memegang payung—padahal nggak hujan. Dan segepok kertas—mungkin surat cinta yang dia tulis tujuh hari tujuh malam.

Dewa menghela napas. 'Bapak ini nggak kapok-kapoknya,' bisiknya sedikit kesal .

"Dewa, " sapa Prof Hadi riang. "Kita sama-sama nunggu Ibu Dian, ya?"

Ia mengangguk sopan.

"Kamu tahu, Nak, Bapak sudah siapkan ini." Ia menunjukkan kertas-kertas itu. "Puisi untuk Ibu Dian karya sendiri."

Dewa menahan tawa. "Wah... hebat, Pak."

"Tentu! Bapak ini dekan bisa apa saja." Prof Hadi mengangkat dagunya. "Bapak yakin malam ini dia akan terkesan."

"Malam ini, Pak?"

"Iya, rencananya mau dinner sudah janji." Prof Hadi tersenyum lebar.

Dewa terdiam. Janji? Tapi Ibu Dian mengatakan batal.

Tidak lama perempuan itu keluar dari ruangan nya menuju tempat parkiran dengan wajah datar.

Prof Hadi langsung menyambut dengan wajah sumringah "Dian! Ibu Dian! Apakah kamu siap untuk dinner malam ini ?"

"Maaf, Prof. Ia menghela napas pendek," Saya ada perubahan rencana."

Pria paruh baya itu mengerjap. "Perubahan?"

"Iya. Saya tidak bisa dinner malam ini, urusan mendadak."

"Urusan apa?" nadanya mulai berubah tegang.

"Saya ada janji sama asisten untuk mengurus berkas."

Prof Hadi menoleh ke arah Dewa, matanya menyipit, senyumnya hilang."Oh... begitu."

" Maaf Prof Hadi, lain kali saja."

Ia berjalan ke motor " Ayo Dewa."

Laki laki itu tidak berani menatapnya menyalakan motor pergi.

Dari arah kaca spion, ia melihat pria paruh baya itu berdiri memegang lembaran puisi dengan wajah merah.

1
D_wiwied
ya Allah kak jahat banget sih jd orang tega2 nya bikin Dian cintaku sayangku kecelakaan.. gak pren ah
D_wiwied
dan empat kata itu yg akan membawa Dewa kembali pulang ke kamu Di sayang.. 🤭😆
D_wiwied
jangan cuma dijadikan pelarian lho pak, kasian bu Lastri.. btw selamat dulu deh selamat menempuh hidup baru smg berbahagia selalu dan cepat lupakan Dian, dia bukan untukmu dia milik Dewa 😆😁
D_wiwied: waahh 😍
total 4 replies
D_wiwied
ternyata aisyah orang baik 😁
Ddie: ya mba ..baik kaya mba tapi gak cerewet 🤣🤣
kalau Aisyah suka dewa, kacau deh mba ...ntah kemana cerita nya😄
total 2 replies
D_wiwied
yups, bodoh pake bangetttt
D_wiwied: gemes kak gemessss aku tuh

ya ampuuun mlh pake diwarning segala : komen terlalu cepat kata sistem 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
awas lho Wa, kalo sampe kamu main hati sm cewek lain aku blebekin kamu di Ciliwung 😏
D_wiwied: ide yg bagusss 🤭😆
total 2 replies
D_wiwied
harusnya kamu nanya dirimu sendiri Di, apa kamu sanggup?
Ddie: gaya nya Bu dian aja mba, padahal hatinya resah
total 1 replies
D_wiwied
sorry bu, Dewa mau pergi hiling ke luar negri sama aku.. jd gausah ditunggu yaaa 🤭🤭
D_wiwied: moso ke luar negeri bantar gebang, emoh ah
total 2 replies
D_wiwied
mbuhlah Di, sakarepmu
D_wiwied: tau tu bu dosen, ikutan plin plan ky si Dewa
total 2 replies
D_wiwied
ego mengalahkan cinta,, putus ya putus aja mungkin lbh baik saling menjauh dulu agar kalian mengerti arti kehadiran seseorang setelah orang itu tdk ada di sisimu
Ddie: heheh...nyeplos kadang membuat ngakak ya mba, tapi ada ilmu yang terselip ...
total 3 replies
D_wiwied
kapokmu kapan Wa kamu be to the go sih, membiarkan ketidakjujuran smpe berlarut-larut, wes terima nasib aja kalo nanti kamu didepak bu D.. rekor ini belum lama jadian udah di putusin aja 😆😆🤭
berjuang dong Wa, tunjukkan kesungguhan mu smg bisa meluluhkan hati Dian
Ddie: hahahah🤣🤣🤣🤣...aduh tuhan
total 3 replies
D_wiwied
itu bukan cinta tp obsesi, sebenarnya kamu tau kans mendapatkan Dewa kembali sdh tdk ada,, dahlah stop smpe disini aja
Ddie: namanya juga usaha mba..siapa tahu berubah, sifat manusia begitu, penyesalan datang disaat semuanya telah terjadi. Sasha gak akan mengerti, tapi usaha nya tidak akan mempan..Dewa bukan seperti laki laki cengeng...dia pasti berusaha
total 1 replies
D_wiwied
resiko yg hrs kamu tanggung Wa, resiko yg hrs kamu bayar krn kepengecutanmu yg tdk mau terus terang,, rasain kamu klo bu D ntar ngambek 🤣🤣
D_wiwied: wkwkwk pengen ku tampol pake parutan kelapa 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
cinta ternyata bisa bikin orang jd bodoh ya, mau2 nya kamu diperalat sm si micin masuk ke dlm jebakan yg bisa membuat kamu kehilangan integritas, selamat menikmati kehancuran pakdos 😆😆
D_wiwied: nahh, sok2 an pake acara menyesal segala.. kenapa penyesalannya hrs nunggu smpe 15 tahun? kemarin2 kemana kamuuu, andai istri Arif ga meninggoy pasti ga bakalan ada cerita mengejar cinta lama ya kaaan
total 2 replies
D_wiwied
ngarang banget bocah sstu ini, bukan Dewa yg mengkhianati tp kamu yg ninggalin dia krn kamu mikirnya Dewa adalah mahasiswa kere, dan setelah sekarang kamu tau Dewa anak orkay kamu ngejar dia lagi.. dasar gatau malu
Ddie: 🤣🤣🤣 oke siiip ...gak deh
total 3 replies
D_wiwied
nahkaan kumat lg kan di Dewa nya ngfreeze 🤣🤣
D_wiwied: jangan2 pengalaman pribadi ya thor 🤭😆✌
total 6 replies
D_wiwied
kenapa mlh jd insecure bu D, mana Dian yg galak yg tegar yg selalu percaya diri.. tunjukkan pesonamu bu D😆💪
D_wiwied: /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
total 4 replies
D_wiwied
sabar Wa sabaaar bu D ga kemana-mana🤭😆
D_wiwied
wah wah giliran bu D yg ngebet pengen dicium, tp ya ga di dkt ruang bedah mayat dong bu ntar kalo ada yg ikutan nimbrung gimana 😆😆🤣🤣🤭
Ddie: 🤣🤣🤣🤣..awas ya mba ...
total 3 replies
D_wiwied
woyy mulai berani ya kamu Wa,, sptnya krn sdh cerita sama bu D bikin perasaan dan hati kamu jd lbh plong ya Wa, jd lbh hidup n jd normal lg 🤭🤭
Ddie: 🤣🤣🤣...Dewa itu kadang baik dan sopan, terkadang acak adul, mba, tapi dia memang sayang dengan Bu Dian sepenuh hati😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!