NovelToon NovelToon
Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Duda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

“Pokoknya kakak harus nikah sama aku. Jangan sama yang lain.” “Iya, iya. Bawel banget jadi anak. Lagian masih sd udah ngerti nikah nikahan dari mana sih? Nonton tuh Doraemon, jangan nonton sinetron.” “Janji dulu,” Ayunda mengulurkan jari kelingking. “Janji.” Ikrar mereka saat masih kecil, menjadi pegangan untuk ayunda sampai dia remaja. Hanya saja, saat ayunda remaja, Zayan sudah bukan lagi anak kecil seperti dulu. Perjalanan hidupnya mengantarkan Zayan pada banyak kisah. Akankah kisah tentang janji pernikahan itu masih dipegang oleh Zayan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CMK#29

“Dosen tuh ya, baru pertama masuk udah disuruh bikin tugas. Baru dua minggu loh kita kuliah, iya kan?” Ayunda mengeluh sejak sore tadi.

“Aku sih belum ada tugas, dosen nya aja kadang masuk kadang nggak,” timpal Sri

“Biasanya kalau gak masuk, disuruh buat tugas kan? Gak ada?” tanya Mela.

Sri menggelengkan kepala dengan wajah putih karena masker. Sementara Mela sibuk mengerjakan tugasnya.

Drrrttttttth!

Ponsel ayunda bergetar. Dia lupa menyalakan nada dering selepas kuliah tadi siang.

“Halo, Kak.”

“Aku di bawah.”

“Eh? Tiba-tiba banget. Ada apa? Kok ke sini gak bilang-bilang.”

“Kebetulan lewat.”

“Kebetulan apa kebetulan nih, sengaja juga gak apa-apa kok. Hehehe. Tunggu bentar ya aku turun.”

Ayunda merapikan diri di depan cermin.

“Siapa yang datang?” Tanya Sri.

“Temen mas Elang. Bentar ya aku ke bawah.”

Mela dan Sri saling menatap sambil tersenyum licik. Mereka bergegas ke balkon untuk mengintip.

“Kakak.”

Alex segera menoleh bagiku mendengar suara Ayunda. Dia tersenyum meski hanya sekilas.

“Lagi apa tadi?”

“Tiduran. Bete banget banyak tugas.”

“Baru masuk udah dapet tugas?”

“Tau tuh dosen males kalo, gak mau menjelaskan panjang lebar malah kita yang sibuk suruh nyari materi.”

“Udah makan?”

“Udah tadi siang.”

“Makan yuk.”

“Sekarang? Aku belum mandi, Kak. Belum bilang juga sama ketua asrama.”

“Gak usah mandi, udah cantik.”

Ayunda yang hendak berbincara kembali menutup mulutnya saat mendengar ucapan Alex.

“Kak, kakak lagi muji aku? Minima mukanya jangan datar. Tunjukkan bahwa ucapan kakak itu memang benar. Nggak kayak orang cuma sekedar sabun aja.”

Alex tersenyum. “Ayo.” Dia menarik tangan Ayunda, mengajaknya masuk ke dalam mobil.

“Gimana, enak?” Tanya Alex saat mereka makan.

“Lumayan, tapi aku kurang suka. Rasanya aneh.”

“Itu namanya curry.”

“Sini deh kak,” ayunda menarik Alex semakin mendekat kalau berbisik, “jangan makan di sini lagi ya, aku gak suka.”

Alex tersenyum, lalu mengangguk.

“Ya udah, sebagai gantinya mau jajan apa setelah ini?”

“Eummm, apa ya? Pengen yang manis-manis.”

“Kamu maksdunya?”

“Hmm?” Ayunda menatap Alex tidak mengerti. Alex hanya tersenyum melihat wajah cantik Ayunda. Gadis itu akhirnya mengerti bahwa Alex sedang merayu nya.

“Ishhhh.” Ayunda salah tingkah.

Makan sambil ditatap seseorang itu memang sangat tidak enak. Baik tatoan kebencian ataupun tatapan sebaliknya. Ayunda bahkan merasa kesulitan saat menelan karena Alex tidak memberi jeda sedikitpun kepada matanya untuk tidak menatap Ayunda.

“Meski aku tidak tahu seperi apa kita ke depan nya, usahakan jangan membahas atau melirik laki-laki lain saat sedang bersamaku, ok?”

Refleks ayunda mengangguk, meski dia tidak mengerti kenapa.

“Jangan dihabiskan kalau memang tidak suka.”

“Bukan gak suka makanan nya, aku gelisah ditatap mulu dari tadi.”

Untuk pertama kalinya ayunda melihat dan mendengar Alex tertawa.

“Kakak, kalau senyum apalagi ketawa kayak gini tuh tambah ganteng tau. Jangan cemberut terus. Mukanya jangan datar, kakak itu bukan tembok. Sayang banget visual sesempurna itu tidak dihiasi dengan senyuman kakak yang indah.”

Panjang lebar ayunda berbicara tanpa sadar jika ucapan nya bisa membuat orang merasa sedang dipuji.

Alex kembali diam karena diapun merasa salah tingkah saat ini. Hanya saja dia bisa mengendalikannya dengan mencoba bersikap tenang seolah tidak peduli.

Selsai makan, ayunda tidak pergi untuk membeli makanan penutup sesuai rencana. Dia mendapat telpon dari Sri jika asrama ditutup jam sepuluh malam, kecuali untuk mengerjakan tugas.

“Kakak makasih ya. Tapi nanti kalau mau ke sini bilang dulu, biar aku bisa mandi sama berpakaian layak.”

“Siapa yang bilang pakaian kamu gak layak?”

“Mungkin di mata kakak aku pakai baju apa aja tuh cocok karena kakak suka sama aku. Tapi tidak di mata orang lain. Setidaknya jangan bikin aku terlihat tidak layak berdampingan sama kakak. Coba saja lihat, cara berpakaian kita sangat berbeda.”

“Maaf.”

“Untuk apa? Kan kakak gak salah.”

“Karena kamu merasa gak nyaman.”

“Sebenernya bukan gak nyaman. Aku cuma ingin saat kita jalan, orang menganggap aku layak ada di samojg kakak.”

Perkataan ayunda memberikan harapan di hati Alex. Dia merasa bahwa ayunda memang bersedia “berjalan” bersamanya.

“Oke, aku janji akan memberitahu lain kali.”

Ayunda mengangguk mantap.

“Soalnya tadi ada yang melihat kita. Tatoan dia saat melihat kakak kayak yang kagum, wajar sih mereka kagum orang kakak rapi dan ganteng banget. Eh, pas mereka lihat aku kayak yang menyepelekan gitu. Heheh.”

Raut wajah Alex langsung berubah. Sangat jelas terlihat bahwa dia begitu marah mendengar ucapan Ayunda.

“Kenapa gak bilang tadi?”

“Coba lihat, sekarang aja kakak kayak marah banget. Gimana kalau aku cerita tadi? Apa gak ribut hahaha.”

Alex menoleh ke arah lain lalu menghembuskan nafas kesal.

“Jangan marah, gak apa-apa kok.” Ayunda mengusap lengan Alex.

“Ya udah, aku ke atas ya. Sebentar lagi asrama tutup.”

Alex mengangguk.

Pria itu menatap penuh makna pada Ayunda yang berjalan meloncat-loncat riang seperti anak kelinci.

“Kenapa dia sangat imut bahkan dilihat dari belakang,” gumam Alex.

1
Sit Tiii
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!