NovelToon NovelToon
The Cleaner

The Cleaner

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

Di Chicago modern, kekuasaan bukan lagi soal siapa yang paling banyak menembak. Tapi siapa yang paling bersih menutupinya.
​Kenalan dengan Luca Rossi, si Cleaner. Dia bukan tukang bersih-bersih biasa, tapi Consigliere dingin yang jadi otak di balik organisasi mafia Moretti. Dinding kantornya rapi, suit-nya mahal, tapi tangannya berlumur semua dirty work Keluarga—dari pembukuan yang dimanipulasi sampai menghilangkan jejak kejahatan.
​Masalahnya, kini Keluarga Moretti di ambang collapse. Bos lama sekarat. Kekuasaan jatuh ke tangan Marco, si pewaris baru yang psikopat, ceroboh, dan hobi bikin drama. Marco melanggar semua aturan, dan Luca tahu: kalau dia diam, seluruh empire mereka hancur. Dengan bantuan Sofia, istri Bos yang terlihat polos tapi menyimpan banyak kartu, Luca memutuskan satu hal brutal: Ia harus mengkhianati bos barunya sendiri.
​Di tengah rencana kotornya, Luca bertemu Isabella. Dia cantik, pintar, dan vibe-nya langsung nyambung sama Luca yang kaku. Luca akhirnya merasakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: THE GHOST’S INHERITANCE

​Kantor Senator Elena Moretti di Capitol Hill adalah ruang yang memancarkan kekuasaan yang bersih. Dindingnya dihiasi dengan foto-foto dirinya bersama para pemimpin dunia, sertifikat penghargaan kemanusiaan, dan potret besar mendiang ayahnya, Marco Moretti, yang kini dicitrakan sebagai "pengusaha visioner." Tidak ada foto Luca Rossi di sini. Tidak pernah ada.

​Elena duduk di kursi kulitnya yang empuk, menatap salinan laporan rahasia yang baru saja tiba dari Como melalui saluran diplomatik pribadi. Luca Rossi dinyatakan meninggal karena kegagalan jantung alami. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tidak ada investigasi polisi. Jenazahnya telah dikremasi dalam waktu enam jam setelah kematiannya, sesuai dengan instruksi "Protokol Pembersihan" yang telah ia tulis bertahun-tahun lalu.

​Wajah Elena tetap tenang, sebuah topeng porselen yang telah ia sempurnakan selama dekade karir politiknya. Namun, jemarinya yang memegang pulpen emas sedikit gemetar.

​"Apakah dia meninggalkan sesuatu untukku?" tanya Elena pada bayangannya sendiri di jendela yang menghadap ke arah monumen Washington.

​Jawaban itu datang bukan dalam bentuk surat cinta atau warisan materi, melainkan dalam bentuk notifikasi di layar komputer pribadinya. Sebuah email tunggal dengan subjek: "ACCOUNT CLOSED."

​Isinya adalah data akses terakhir ke dana abadi The Elena Foundation. Dengan kematian Luca, seluruh struktur keuangan yayasan itu secara otomatis beralih menjadi entitas yang sepenuhnya legal dan mandiri, terputus secara permanen dari setiap sisa bisnis gelap Moretti. Luca telah melakukan tindakan terakhirnya untuknya: ia telah memotong tali pusar antara "Orang Suci dari Chicago" dan "Hantu dari Palermo."

​Elena menutup matanya. Air mata yang keluar bukanlah karena cinta yang hilang, melainkan karena rasa bebas yang menakutkan. Dia sekarang benar-benar bersih, tetapi dia juga benar-benar sendirian di puncak dunia yang dibangun dari pengorbanan pria yang baru saja ia hapus dari sejarahnya.

​Di sebuah apartemen penthouse yang sangat aman di Zurich, Isabella Mancini sedang memantau sepuluh monitor yang berbeda. Saat garis jantung Luca berhenti di Como, sebuah skrip program yang disebut "The Final Sweep" secara otomatis aktif di peladen (server) rahasia yang tersebar di seluruh dunia.

​Selama dua puluh empat jam terakhir, Isabella tidak tidur. Tugasnya adalah mengawasi penghapusan jejak digital Luca Rossi yang paling dalam. Foto-foto lama, catatan imigrasi palsu, jejak transaksi di pasar gelap—semuanya terbakar secara digital, berubah menjadi kode yang tidak bisa dipulihkan.

​"Kau selalu ingin menghilang, Luca," bisik Isabella pada layar monitor. "Sekarang, kau adalah kekosongan yang sempurna."

​Namun, di tengah proses penghapusan itu, sebuah jendela pesan muncul di layar utama Isabella. Itu adalah pesan yang telah dijadwalkan oleh Luca untuk dikirimkan hanya jika ia meninggal.

​"Isabella, jangan menangis untuk hantu. Jika kau membaca ini, artinya kau adalah satu-satunya orang yang memegang kunci kebenaran. Jangan gunakan itu untuk menghancurkan Elena. Gunakan itu untuk menjaganya agar tetap jujur. Kau adalah Auditor-ku yang terakhir. Jadilah hantu yang memiliki hati."

​Isabella tertawa getir. Hantu yang memiliki hati. Ide itu terdengar sangat tidak logis bagi wanita yang menghabiskan hidupnya dengan angka dan algoritma. Namun, ia melihat saldo di rekening pribadinya bertambah sebesar lima puluh juta dolar—dana pensiun yang disiapkan Luca untuknya agar ia bisa berhenti dari dunia spionase digital.

​Isabella menyadari bahwa Luca tidak hanya membersihkan masa lalunya; ia mencoba memberikan masa depan kepada orang-orang yang ia cintai, meskipun dengan cara yang paling dingin dan terhitung.

​"Satu pekerjaan terakhir, Luca," kata Isabella, tangannya mulai menari di atas keyboard. Ia bukan lagi sekadar pelindung data Moretti. Ia kini menjadi pengawas tak terlihat atas Washington, seorang penjaga bayangan yang akan memastikan bahwa Senator Elena Moretti tidak pernah melupakan harga dari kursinya.

​Di sebuah kafe kecil di Milan, Julian duduk dengan buku catatan kecil yang diberikan Luca kepadanya di Como. Buku itu terasa berat di sakunya, seperti membawa bom waktu yang bisa meledakkan tatanan sosial Amerika jika jatuh ke tangan yang salah.

​Julian, yang tumbuh dengan kebencian terhadap Luca, kini mendapati dirinya dalam posisi yang paling ironis: dia adalah pewaris dari hati nurani sang pembunuh.

​Ia membuka buku itu. Di dalamnya bukan berisi daftar musuh yang harus dibunuh, melainkan daftar nama anak-anak yatim piatu, komunitas yang tertindas, dan individu-individu yang pernah dihancurkan oleh mesin kekuasaan Moretti di masa lalu. Di samping setiap nama, terdapat koordinat rekening bank rahasia dengan dana yang cukup untuk mengubah hidup mereka.

​"Dia tidak ingin dimaafkan," gumam Julian, menyadari strategi terakhir Luca. "Dia ingin menebus kesalahan tanpa perlu dikenal."

​Tiba-tiba, seorang pria berjas gelap duduk di hadapannya. Itu adalah Vito. Mantan tangan kanan Luca itu kini terlihat lebih tua, tanpa senjata yang terlihat, namun tetap waspada.

​"Tuan Rossi bilang kau mungkin akan ragu, Nak," kata Vito, suaranya parau karena bertahun-tahun menghirup asap cerutu dan ketegangan Chicago.

​"Kenapa dia memberiku ini?" tanya Julian. "Aku adalah orang yang ingin melihatnya mati."

​"Karena kau adalah satu-satunya orang yang tahu rasa sakit yang sesungguhnya," jawab Vito. "Dia bilang, orang yang pernah hancur adalah orang yang paling tahu cara membangun kembali. Dia memberikanmu alat untuk melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan: menjadi arsitek kebaikan yang tulus, bukan kebaikan yang dirancang untuk perlindungan."

​Vito meletakkan sebuah kunci brankas di atas meja. "Ada gudang di pinggiran Chicago. Isinya adalah arsip fisik terakhir. Jika Elena atau siapapun setelahnya menjadi haus kekuasaan dan mengulangi kesalahan Don Moretti yang lama, kau punya bukti untuk menjatuhkan mereka. Itu adalah rem darurat dari sistem yang Luca bangun."

​Julian mengambil kunci itu. Ia menyadari bahwa Luca tidak memberinya beban; ia memberinya kekuasaan. Kekuasaan untuk menjaga agar "The Saint of Chicago" tetap suci, atau untuk membakarnya jika ia menjadi noda.

​Dua bulan kemudian.

​Elena Moretti berdiri di depan ribuan pendukungnya di Grant Park, Chicago. Dia baru saja memenangkan pemilihan ulang dengan mayoritas suara yang memecahkan rekor. Langit dihiasi dengan kembang api biru dan putih.

​"Kita telah membangun Chicago yang baru!" teriak Elena ke arah mikrofon, suaranya bergetar dengan keyakinan yang tampak begitu nyata. "Chicago yang transparan! Chicago yang bersih dari bayang-bayang masa lalu!"

​Di tengah kerumunan, seorang wanita dengan kacamata hitam dan jaket kulit sederhana berdiri dengan tangan terlipat. Itu adalah Isabella. Dia melihat ke panggung, ke arah wanita yang ia bantu bangun tahtanya.

​Melalui earpiece kecilnya, suara Julian terdengar. "Semua dana untuk proyek perumahan di South Side sudah masuk ke rekening pembangunan, Isabella. Tanpa melalui komisi politik."

​"Bagus," jawab Isabella pendek. "Pantau setiap transaksi kampanye berikutnya. Jika Elena mencoba menggunakan dana Yayasan untuk kepentingan pribadi, kita aktifkan 'The Genesis Protocol'."

​"Apakah menurutmu dia akan berubah?" tanya Julian dari lokasinya di Milan.

​"Kekuasaan adalah narkotika paling murni di dunia, Julian," kata Isabella sambil menatap Elena yang sedang bersalaman dengan para pendukungnya. "Dia mungkin percaya pada pidatonya sendiri sekarang. Tugas kita adalah memastikan dia tidak pernah bangun dari mimpi indahnya dengan melakukan kesalahan yang sama seperti ayahnya."

​Isabella berbalik dan menghilang ke dalam kerumunan, menjadi hantu yang menjaga hantu lainnya.

​Dunia terus bergerak tanpa Luca Rossi. Moretti Corp secara resmi dibubarkan dan aset-asetnya dilebur ke dalam berbagai perusahaan logistik internasional yang sah. Tak ada lagi "Keluarga Moretti" di Chicago. Yang tersisa hanyalah sebuah dinasti politik yang dipuja dan sebuah yayasan kemanusiaan yang menjadi standar emas global.

​Di sebuah desa kecil di Palermo, seorang pemuda yang sedang belajar sejarah di universitas setempat menemukan sebuah dokumen lama yang tidak sempat dihapus oleh "The Final Sweep." Itu adalah sebuah catatan kelahiran dari seorang anak laki-laki bernama Luca Rossi, lahir dari keluarga petani miskin.

​Pemuda itu meneliti nama itu, namun tidak menemukan catatan kematian, catatan pernikahan, atau catatan kriminal apapun yang terkait dengan nama tersebut di seluruh database Italia atau Amerika.

​"Sepertinya orang ini tidak pernah ada," gumam pemuda itu, menutup bukunya.

​Di Como, di teras vila tempat Luca menghembuskan napas terakhirnya, Julian duduk sendirian. Ia telah mengubah vila itu menjadi tempat perlindungan bagi arsitek muda yang berbakat. Ia menatap danau yang tenang, memikirkan pria yang memberinya hidup yang baru.

​Julian menyadari sebuah kebenaran yang pahit namun indah. Kebaikan Senator Elena Moretti adalah fiksi yang paling sukses dalam sejarah Amerika. Kedermawanan yayasannya adalah sebuah opera sabun yang dipentaskan dengan sempurna. Namun, hasil dari fiksi itu nyata: rumah-rumah yang dibangun, anak-anak yang diselamatkan, dan hukum yang diperbaiki.

​Dunia membutuhkan pahlawan, meskipun pahlawan itu dibangun di atas fondasi dosa seorang hantu.

​Luca Rossi telah melakukan pembersihan yang mustahil: ia telah membersihkan dirinya sendiri dari sejarah sehingga warisan yang ditinggalkannya bisa hidup tanpa noda. Ia adalah martir dari dunia kegelapan, seorang pria yang membuang jiwanya agar orang-orang di sekitarnya bisa memiliki hati nurani.

​Malam itu, di Washington, Senator Elena Moretti duduk di kantornya, sendirian. Ia menatap sebuah gelas wiski, lalu membisikkan sebuah nama yang sudah tidak ia ucapkan selama bertahun-tahun.

​"Terima kasih, Luca."

​Hening. Tak ada jawaban. Hanya angin malam yang berhembus melalui celah jendela Capitol, membawa aroma dingin dari masa lalu yang kini telah menjadi rahasia abadi.

​Kisah The Cleaner berakhir bukan dengan ledakan pistol, melainkan dengan bunyi pelan tombol delete. Ini adalah epilog dari sebuah era di mana kejahatan berevolusi menjadi birokrasi, dan mafia berubah menjadi institusi.

​Luca Rossi mencapai apa yang tidak bisa dicapai oleh Al Capone, Lucky Luciano, atau Don Corleone sekalipun. Ia mencapai legitimasi abadi. Ia tidak hanya memerintah sebuah wilayah; ia memerintah sebuah persepsi.

​Dan di dalam kegelapan yang menyertai setiap cahaya yang terang, hantu-hantunya tetap terjaga—Isabella dengan datanya, Julian dengan nuraninya, dan Vito dengan kesetiaannya. Mereka adalah The Legacy Protocol, mekanisme pertahanan terakhir yang memastikan bahwa harga dari kesucian Elena Moretti tidak akan pernah terlupakan, selama hantu-hantu itu masih bernapas.

​Chicago tetap berdiri. Angin berhembus kencang di atas Danau Michigan, menyapu jejak kaki di pasir, sama seperti waktu yang perlahan menyapu ingatan tentang pria bernama Luca Rossi.

​Ia datang sebagai hantu, bekerja sebagai pembersihan, pergi sebagai legenda yang tak pernah tertulis.

Tamat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!