******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. TCA 2
"He... He...! Maaf Alan lupa bunda sama Helen habis Alan kesel sama Helen saat Alan pergi dia sibuk dengan dunia nya sampai lupa sama kakak nya." ucap Alan dengan sengaja agar sang ibu tak curiga.
"Hust... Gak boleh ngomong kayak gitu. Biar bagaimana pun dia adik kamu." ucap Vina.
"Iya bunda. Oh iya sudah dulu ya bun, Alan mau lanjut makan, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, jaga diri di sana." ucap Vina.
"Oke bunda....!" ucap Alan dengan senyum manis.
Setelah sambungan terputus Alan menatap sedih diri nya dari pantulan kaca jendela kantin, dia terdiam sejenak dan tersenyum kecil mengingat betapa bodoh nya diri nya mencintai orang yang tak mencintai dia.
Setelah beberapa hari berada di malay Alan selalu menghabiskan waktu bersama dengan teman - teman dan tim nya di balap sepeda, hingga tak terasa waktu pertandingan tiba.
Saat pertandingan Alan tersenyum bahagia saat melihat kedua orang tua nya hadir, begitu juga dengan keluarga Ken dan Saga mereka juga hadir untuk melihat pertandingan pertama Alana di negara orang.
"Alan...!" panggil Vina.
Alan berbalik dan tersenyum bahagia saat melihat kedatangan sang ibu dan semua keluarga nya, dia berlari mendekat dan senyum itu hilang saat dia melihat ada Helen ikut bersama dengan keluarga nya.
"Bunda apa kabar, kenapa gak bilang kalau mau datang?" tanya Alan.
"Kejutan dong." ucap Ken.
Alan hanya tersenyum saat mendengar ucapan Ken dan dia lanjut bersama bunda nya. Tanpa perduli dengan perkataan Ken.
"Kangen sama bunda dan ayah." ucap Alan dengan memeluk kedua orang tuanya.
Setelah memeluk kedua orang tua nya Alan juga memeluk Ken dan Saga yang sejak tadi hanya menatap Alan saja.
"Kangen Alan sama kedua abang Alan gak mau peluk Alan kah?" tanya Alan.
"Uluh.... uluh.....! Sini sayang nya abang Ken, abang peluk kangen juga lah sama si tengil Alan." ucap Ken.
"Iya sepi gak ada kamu, gak ada yang jahil." jawab Saga.
Ken dan Saga memeluk Alan sebelum dia memulai pertandingan yang selalu dia impikan.
"Kak Alan." sapa Helen yang sejak tadi hanya diam saja dan Alan juga tak menyapa nya.
Alan yang mendengar suara Helen memanggil nya menatap ke arah Helen dan melepas pelukan kedua abang nya, Alan terpaksa tersenyum kearah Helen karena tak ingin ada yang tau jika dia menjauhi Helen karena Riski.
"Hai.... adik kakak apa kabar?" tanya Alan.
"Baik. kakak apa kabar? Maaf waktu itu Helen gak tau kalau kakak mau pergi jadi gak sempat antar kakak." ucap Helen.
"It's oke." ucap Alan singkat.
Helen memeluk Alan dengan perasaan bahagia, tapi berbeda dengan Alan dia ragu untuk membalas pelukan Helen, saat tangan nya ingin memeluk Helen teman satu tim Alan memanggil nya.
"Alan buruan." ucap nya.
Alan pun langsung melepas pelukan Helen dan pamit ke semua orang.
"Alan kesana dulu ya bunda." ucap Alan.
Alan melambaikan tangan kearah semua orang dan mulai bersiap dengan semua perlengkapan balap nya. Saat tiba waktunya pertandingan semua penonton mulai duduk di tribun penonton begitu juga dengan keluarga Alan. Sedangkan Helen hanya bisa menatap saja kearah Alan yang sudah berada di area balapnya.
Saat pertandingan di mulai semua mata tertuju pada pertandingan dan idola mereka masing - masing, semua orang bersorak dengan menyebut nama idola mereka hingga saat semua penonton berteriak, mereka di kejutkan dengan aksi seseorang yang terus menerus memotong para pembalap sepeda yang lain nya hingga dia berhasil berada di urutan ke dua.
"Alannn... kerenn....!" teriak Ken.
Terikan Ken membuat semua orang menatap kearah Ken dan Ken yang di tatap hanya nyengir saja.
Saat hampir di garis finish Alan dengan tersenyum langsung mengayuh sepeda dengan cepat hingga dia bisa mendapatkan gelar juara pertama di pertandingan pertama nya di negara orang.
"Wah..... Alan menang bang....!" teriak Ken dengan merangkul bahu Saga hingga Saga harus menunduk sedikit karena ulah Ken.
"Ken kondisi kan kelakuan kamu." tegur Saga.
Vino dan Jesica kedua orang tua Ken hanya bisa menggeleng kepala saat melihat putra nya Ken begitu bahagia dengan kemenangan Alan.
"Maaf bang Ken bahagia saat lihat Alan menang." ucap Ken.
Sedangkan kedua orang tua Alan tersenyum bahagia saat melihat jika putri yang mereka besarkan bisa membuat mereka bangga dengan apa yang dia lakukan.
"Gak sia - sia ya kak, Alan pergi kesini dia buktikan jika dia mampu menjadi yang terbaik." ucap Vina.
"Iya kakak bangga sama dia walau dia tak mau melanjutkan kuliah tapi dia bisa membuktikan jika mampu, kakak yakin suatu saat Alan bisa menggantikan ayahnya memimpin rumah sakit kan ada Arya yang akan membimbing dia suatu saat nanti." ucap Aditya yang percaya penuh dengan kemampuan putrinya.
"Iya, Gak sia - sia Arya memilih kuliah di luar negri dengan jurusan kedokteran karena dia tau dia akan membimbing Alan suatu saat nanti." jawab Vina.
Sedangkan mahendra yang melihat Alan menang ikut bangga dengan memeluk putri.
"Ayah bangga bisa melihat Alan menang nak, dia kakak yang hebat buat kamu, kamu harus contoh Alan yang bisa melakukan semua tanpa campur tangan kedua orang tua nya." ucap ayah Helen.
Helem menarik nafas dan menatap kearah Alan yang bahagia saat dia menjadi pemenang di acara pertandingan. Tarikan nafas Helen serta lirikan mata nya memperlihatkan jika dia kesal saat ayah nya membanggakan Alan.
"lagi - lagi kak Alan, kak Alan terus yang di bangga kan semua orang, apa mereka gak bisa lihat keberadaan aku yang cemburu saat semua orang begitu sayang dan perduli dengan kak Alan." batin Helen dengan wajah sedikit tak suka tapi tak dia perlihatkan.
Semua orang mendekat kearah Alan yang sedang merayakan kemenangan pertama nya bersama teman - teman nya dan yang dulu selalu menjadi juara menghampiri Alan untuk memberi ucapan selamat.
"Selamat ya awak bisa mengalahkan saya karena selama ini belum ada yang bisa mengalahkan saya." ucap nya dengan mengulurkan tangan dan senyum manis kearah Alan.
"Iya sama - sama aku juga gak nyangka bisa mengalahkan kamu, mungkin hanya kebetulan saja." ucap Alan dengan sengaja merendah agar tak ada permusuhan saat seseorang kalah dalam bertanding.
"Iya, lain kali jika kita bertemu lagi aku tak akan biarkan gelar juara ku kamu ambil. Mau berteman." ucap nya.
"Iya dengan senang hati aku mau berteman." jawab Alan.
Setelah mengucapkan selamat untuk Alan dia pun pergi menemui rekan nya yang lain dan Alan memeluk ayah nya dengan manja.
"Ayah.... Alan menang Alan bisa membuat ayah bangka kan?" tanya Alan.
"Iya ayah bangga sama kamu, bukan hanya ayah tapi semua keluarga pun bangga dan senang saat kamu bisa menang. Kamu sudah buktikan jika kamu mampu." ucap Adit.
Semua kluarga memberi ucapan selamat dengan penuh kebahagiaan berbeda dengan Helen, dia memberi ucapan selamat dengan rasa kesal tapi tak dia perlihatkan, karena tak ingin keluarga nya, Helen tau semua orang akan berpihak ke Alan bukan ke dia.
Bersambung....!!!
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
wihh kelakuan Ken bikin semua keluarga besar nya pada penasaran, kalau sampai saga tau bakalan ngamok nggak ya sama ken😅😂
rekomendasi bgt buat di baca