Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________
"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-
Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.
Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.
"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.
Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?
Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Adakah Rasa Itu Untukku ??
^^^~ Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ~^^^
^^^Q.S. Ar Ra’d : 11^^^
Happy Reading !!!
“Assalamualaikum ma, pa.”
“Waalaikumsalam. Eh, kalian udah sampai,” sambut wanita paruh baya yang diyakini adalah mamanya Tristan.
“Iya ma, kita baru aja sampai,” jawab Tristan. “Papa mana, ma ?” Tanya Tristan kemudian.
“Papa lagi diruang kerjanya, tadi ada meeting sebentar tapi kayaknya udah selesai deh sekarang,” jawab sang mama.
Wanita paruh baya itu beralih menatap sang menantu yang hanya terdiam dari tadi. “Hallo sayang.” Rania – Mamanya Tristan langsung saja memeluk Zizi setelah menyapanya.
“Ha-Hallo juga tante,” jawab Zizi.
“Eh, kok tante sih. Kan sekarang udah jadi mantu mama, jadi panggilnya sama aja kayak Tristan. Panggil mama dan papa,” titah Rania.
“I-iya ma.” Zizi tersenyum kikuk.
Tristan hanya menahan tawa melihat kegugupan sang istri. Seorang gadis yang biasanya selalu membuat suasana menjadi rusuh kini tampak terdiam karena merasa gugup. Dan itu benar-benar membuat Tristan ingin tertawa keras.
Tak lama kemudian seorang pria paruh baya tampak menuruni anak tangga. Perlahan berjalan mendekati anak dan istri juga menantunya. Sudut bibirnya terangkat ketika melihat gadis cantik yang kini telah menjadi menantu dalam keluarganya.
“Hallo pa, udah selesai meetingnya ?” Tristan langsung mencium punggung tangan sang papa, diikuti oleh Zizi.
“Iya, papa baru aja selesai meeting,” jawab Toni – Papanya Tristan. “Kalian baru sampai ?” Tanya nya kemudian.
Tristan mengangguk sebelum menjawab, “Iya pa.”
“Udah, bawa mantu mama kekamar gih. Kasihan dia udah capek kayaknya,” ucap mama Rania.
Tristan mengalihkan pandangannya pada Zizi. Memang benar, wajahnya terlihat sangat lesu. Mungkin istrinya itu masih capek karena acara kemarin. Tristan akhirnya memutuskan untuk membawa Zizi kekamarnya.
“Mau jalan sendiri atau digendong ?” goda Tristan.
Mendengar itu, Zizi langsung menatap tajam pada Tristan. Suaminya ini masih sempat-sempat menggodanya dihadapan orang tuanya. Warna merah mulai menjalar diwajah putih Zizi, ia sangat malu saat ini.
Sementara orang tuanya Tristan hanya tersenyum melihat sang putra yang menggoda sang istri. Pemandangan langka karena biasanya mereka berdua hanya bisa berdebat. Sementara Tristan, bukannya takut ia malah tertawa terbahak-bahak melihat pelototan sang istri.
Zizi semakin kesal dengan Tristan, tapi ia hanya memilih diam. Puas dengan tawanya, Tristan pun akhirnya menggenggam tangan Zizi lalu membawanya menuju kamar.
“Huh… Aku capek banget.” Tristan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur setelah sampai dikamar. Sementara Zizi hanya terdiam didepan pintu sembari melihat aksi suaminya.
Sadar akan tatapan sang istri, Tristan segera bangkit lalu berjalan mendekat kearah Zizi. Tatapannya saat ini sangat sulit diartikan dan itu membuat nyali Zizi menciut.
“Aaaa.” Zizi kaget saat tubuhnya tiba-tiba diangkat oleh Tristan. Karena takut jatuh, Zizi pun akhirnya mengalungkan tangannya dileher sang suami. Tanpa banyak bicara, Tristan langsung membaringkan tubuh Zizi diatas tempat tidur lalu menindihnya.
“Ka-kamu mau ngapai ?” Zizi menahan dada Tristan agar tidak terlalu dekat dengannya. Tristan masih tak bergeming, matanya masih setia memandang wajah gadis yang baru saja dinikahinya itu.
Zizi terlihat memucat karena mengira kalau Tristan sedang menangih haknya sebagai seorang suami. Bukan tidak ingin melakukannya, hanya saja Zizi ingin memantapkan dulu hatinya. Ia ingin melakukan hal itu ketika hatinya telah benar-benar menerima pernikahan ini.
Namun melihat tatapan Tristan saat ini, Zizi malah berfikir apakah ini adalah saatnya ia menyerahkan mahkota yang selalu ia jaga selama ini ? Zizi memejamkan matanya sembari menghembuskan nafasnya dengan berat.
Tapi ternyata pemikiran Zizi salah, karena Tristan tidak ingin melakukannya sekarang. Entah apa alasannya, hanya dia yang tahu. Laki-laki itu malah mengecup bibir Zizi sekilas sebelum berkata, “Kamu cantik, tapi sayang kenapa aku baru sadar sekarang !” Seru Tristan.
Zizi membuka matanya, lalu menatap sang suami dengan lekat. Tristan tersenyum lalu segera merebahkan tubuhya disamping Zizi. Satu tangannya dibiarkan untuk menumpu kepala, lalu wajahnya menghadap keatas.
“Aku tahu bahwa aku sangat bodoh. Bahkan karena kebodohan ku, aku hampir saja kehilangan kamu.” Tristan menjeda ucapannya sejenak. “Huft… Bahkan aku ngak tau, apa yang akan terjadi padaku jika kamu benar-benar menikah dengan Kavindra.” Tristan beralih menatap Zizi kembali. Untuk sesaat pandangan mereka bertemu.
“Apa kamu menyesal menikah dengan ku ?” Tanya Tristan setelah cukup lama terdiam.
Zizi mengalihkan pandangannya. Ia terdiam sejenak sebelum memutuskan menjawab, “Entahlah, aku tidak tahu,” jawab Zizi apa adanya.
“Apa kamu pernah mencintai Kavindra ?” Tanya Tristan lagi.
“Entahlah, aku juga tidak tahu.” Lagi-lagi hanya jawaban itu yang diberikan oleh Zizi. “ Tapi bohong jika aku tidak mencintai laki-laki sebaik dia. Bagaimana pun juga selama beberapa bulan terakhir ini, dia selalu ada menemaniku melewati hari-hari sulit,” tambah Zizi.
“Lalu masih adakah rasa itu untuk ku ?” Kalimat itu akhirnya lolos juga dari mulut Tristan. Sudah sejak kemarin ia ingin menanyakan itu tapi selalu ditahannya.
Zizi menoleh setelah mendengar pertanyaan itu. Ia terdiam bukan karena tidak punya jawaban. Tapi bukankah Tristan sudah mengetahui semua perasaannya setelah membaca catatan cintanya. Lalu kenapa masih bertanya seperti itu lagi.
Meskipun masih bimbang, tapi rasa cinta itu masih ada. Bahkan masih tersimpan rapi di sisi hatinya yang terdalam. Tapi entah kenapa, untuk mengungkapkannya secara langsung, Zizi masih tidak bisa.
Tristan tersenyum getir melihat kebisuan Zizi. Sepertinya laki-laki itu salah paham dengan diamnya Zizi. Ia menganggap diamnya Zizi sebagai jawaban tidak atas jawaban dari pertanyaannya.
Sungguh demi apapun itu, Tristan merasa sesak dengan semua itu. Hatinya seperti dihujam oleh ribuan belati. Ingin sekali ia menangis, tapi ia tidak ingin terlihat lemah dimata Zizi.
Sempat terlintas di kepalanya, apakah ini adalah hukuman atas kebodohannya selama ini ? kebodohan yang tidak mengerti akan perasaannya sendiri hingga membuat gadis yang ia cintai menderita selama ini.
Apa seperti ini rasa sakit yang di rasakan oleh Zizi ? Jika ia, Tristan akui bahwa istrinya itu benar-benar wanita tangguh. Bahkan tak ada keluhan sedikit pun darinya selama ini. Ia melewatinya sendiri tanpa ada bahu tempatnya bersandar dan tanpa ada nya tangan yang menghapus air matanya.
Sementara dia ? Bahkan apa yang ia rasakan saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang dirasakan oleh istrinya.
“Kamu istirahat aja, aku tahu kamu capek.” Tristan bangkit dari tidurnya lalu berjalan kearah sofa yang tersedia di kamarnya. Laki-laki itu membaringkan tubuhnya disana lalu mulai memejamkan matanya.
Saat ini, Tristan memilh untuk tidur disofa bukan karena marah, hanya saja ia ingin memberikan ruang untuk Zizi. Sementara Zizi menatap sendu pada Tristan yang menjauhinya. Entah kenapa, ia sangat sedih melihat ini semua.
To Be Continue…
Hallo Gengs !!!
Maaf ya, telat lagi updatenya. Soalnya baru kelar nulis sekarang.
Jangan lupa untuk tetap dukung karya-karya author dengan cara Vote, Like dan Koment ya.
Terima kasih.
Update jam 8.44 Pm.
21 Nov 2020
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu