Novel ini menceritakan kisah dari Andini Putri Atmaja, anak tunggal dari Hendra Atmaja, Pengusaha terbesar di kota ini.namun kisah cintanya yang indah di waktu SMA akan hilang dan menjadi kesedihan ketika dia harus menerima perjodohan orang tuanya dengan anak dari sahabat mama dan papanya yang sekaligus sahabat pacarnya.
Akankah Andini akan tetap bersama Cinta pertamanya ataukah dia akan bisa bahagia dengan perjodohan keluarganya???
Ikuti ceritanya ya guys...😄😄
Jangan lupa untuk vote, like dan coment ya 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cintya Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo Bangun Sayang
Setibanya deva di ruang ICU, hatinya begitu sakit melihat orang yang dicintainya dipenuhi selang disekujur tubuhnya. Deva tak sanggup melihat andini yang terbaring lemah.
Didekatinya pacar kesayangannya, kini deva sudah duduk di kursi sambil memegang tangan andini.Deva melihat wajah andini yang cantik itu, sekarang sudah dipenuhi luka memar.Dia membelai rambut andini dan dia sudah tidak sanggup menahan kesedihannya itu.
Baru tadi dia melihat kekasihnya tersenyum, kini yang dilihatnya hanyalah bibir andini yang pucat.
"yank... Maafin aku. Gara gara aku kamu jadi kayak gini. Kamu cepet sadar yank, please jangan tinggalin aku. Aku percaya kamu kuat yank. Aku janji kalo kamu sembuh aku bakal ajak kamu Jalan jalan , kita nonton yaa, mau beli apa, boneka, es krim atau apa?? Kamu minta apa aja aku beliin yank. Tapi kamu janji dulu harus bangun dari tidur kamu yank. "ucap deva dengan suaranya yang gemetar sambil mencium tangan andini.
Namun tak ada pergerakan sama sekali dari andini.
Deva yang mulai stres mulai mengajak bicara andini lagi namun dengan nada yang agak tinggi.
" yank bangun, aku tanya kok gak dijawab, dimana andini yang cerewet, dimana andini yang manja, dimana andini Pacarku. andini ayo bangun.AYO BANGUN SAYANGG....!"ucap deva kembali sambil menggoyangkan badan andini.
Aldo yang hendak masuk untuk meminta deva segera pulang malah melihat deva yang memaksa andini untuk bangun.
" Dev,,, apa yang loe lakuin. "teriak aldo sambil menarik deva.
" lepasin gue al,loe liat andini, liat andini gue. Dia belum bangun al. Liat dia al, kenapa banyak selang di tubuhnya, dia pasti kesakitan al, loe liat itu. Bibirnya pucat al."ucap deva seraya kembali mencoba membangunkan andini.
Namun aldo menarik deva kembali
"loe gila dev, apa yang loe lakuin bisa fatal. Yang ada kalo sampai selang itu lepas andini bakal ninggalin kita."
"enggak andini gak bakal ninggalin kita kan, loe liat al, pacar gue yang selalu ceria, selalu buat kita ketawa, loe liat dia sekarang, dia cuma menutup matanya. "tangis deva.
" sadar dev, loe liat gue, andini pasti bisa ngelewatin ini semua. Sekarang mending loe balik. Bentar lagi mama papanya andini dateng."ucap aldo.
"tapi al, gue masih mau nemenin andini sampai dia sadar."balas deva.
"iya gue ngerti dev, gue usahakan ada waktu buat loe jengukin andini, loe bantu doa aja ya biar andini cepet sadar."bujuk aldo
"oke gue pamit ya, tapi bentar al. "jawab deva
Deva yang hendak pulang kembali mendekati andini dan mencium keningnya, tak lupa deva mencium tangan andini sambil berkata:
" yank aku pamit pulang dulu ya, besok aku janji bakal balik kesini, kamu harus janji ya, besok aku kesini harus udah bangun. "pamit deva sambil mengelus pipi andini.
Akhirnya deva pulang walau pun berat rasanya meninggalkan pacarnya.
Aldo yang sekarang berada di ruangan andini, melihat andini terbujur lemah dipenuhi luka lebam, membuat aldo kini akhirnya menangis setelah dia berusaha menguatkan dirinya didepan Sahabat sahabat nya.
"andini kenapa loe bisa jadi gini,ayo din bangun, gue udah bawa deva ke elo.liat muka loe sekarang, gue tau loe habis nangis kan, keliatan tau tu matanya gede banget,jelek banget loe sekarang(aldo berusaha menggoda andini seperti kebiasaannya),kok loe gak marah sih din, ayo bangun dini. "aldo langsung memeluk andini.
" gue sayang ma loe din, gue cinta ma loe, loe jangan tinggalin gue, gue mending liat loe ma deva daripada gue harus liat loe sekarang. "aldo berbicara sambil menangis menatap wajah andini.
Aldo terus memandang wajah andini,sambil terus berharap andini akan membuka matanya.