NovelToon NovelToon
Pengasuh CEO Cacat

Pengasuh CEO Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: Era Pratiwi

Membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatan orang yang sangat ia sayangi, membuat seorang Fiorella harus merelakan sebagian kebebasan dalam kehidupannya.
"Pekerjaannya hanya menjadi pengasuh serta menyiapkan semua kebutuhan dari anaknya nyonya ditempat itu, kamu tenang saja. Gajinya sangat cukup untuk kehidupan kamu."
"Pengasuh? Apakah bisa, dengan pendidikan yang aku miliki ini dapat bekerja disana bi?."
"Mereka tidak mempermasalahkan latar belakang pendidikan Dio, yang mereka lihat adalah kenerja nyata kita."
Akhirnya, Fio menyetujui ajakan dari bibi nya bekerja. Awalnya, Dio mengira jika yang akan ia asuh adalah anak-anak usia balita ataupun pra sekolah. Namun ternyata, kenyataan pahit yang harus Fio terima.
Seorang pria dewasa, dalam keadaan lumpuh sebagian dari tubuhnya dan memiliki sikap yang begitu tempramental bahkan terkesan arogan. Membuat Fio harus mendapatkan berbagai hinaan serta serangan fisik dari orang yang ia asuh.
Akankah Fio bertahan dengan pekerjaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Era Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PCC. 29.

"Dasar wanita ja**ng! Lepas tangan kamu, hah!" Arabella, dialah wanita yang datang diruangan tersebut.

Tubuh Fio tiba-tiba mendapatkan tarikan dan tancapan dari kuku milik Arabella. Sedangkan Elio, ia melepaskan tangannya ketika Arabella berjalan menghampiri.

Ada perasaan marah, rindu dan juga sayang pada wanita itu, akan tetapi perasaan sayang dan cintanya masih begitu besar pada wanita itu. Hingga ia menutup matanya dengan apa yang terjadi saat ini, seakan membiarkan hal itu terjadi.

Brugh!

"Aaaa, Elio." Arabella berteriak saat tubuhnya terhuyung, karena Fio memberontak melepaskan diri.

"Fio! Jaga sikap kamu." Suara tegas itu membuat Fio terdiam.

Mengatur nafas yang memburu, Fio menekan beberapa luka terkena kuku milik Arabella yang mengeluarkan darah. Sedangkan Elio, ia hanya berdiam diri pada posisinya.

"Elio, usir wanita ini. Dia mendorongku, rasanya sakit sekali." Arabella membela dirinya, ia segera menghampiri Elio.

"Lihat Elio, kuku ku jadi rusak gara-gara wanita sialan ini. Usir dia." Arabella terus membela diri, mencari perhatian pada Elio.

Tidak ada reaksi apapun dari pria itu, ia hanya berdiam diri dengan apa yang dilakukan Arabella padanya. Namun, kedua matanya menatap ke arah Fio yang sedang menekan luka pada tubuhnya.

"Elio, kamu dengar aku nggak sih. Usir dia dari sini." Arabella terus merengek.

Mendapati pintu ruangan Elio terbuka, Max yang sedang membawa berkas laporan pun kaget. Ia segera memastikan apa yang sedang terjadi didalam ruangan itu, alangkah kagetnya ia mendapati kehadiran wanita yang telah membuat tuannya menderita. Dan anehnya, tuannya pun hanya berdiam diri.

Saat ia masuk, Max mencari keberadaan Fio. Karena ia tahu jika Fio masih berada disana, dan benar adanya. Fio berdiri sedikit di ujung ruangan, lalu Max menghampirinya.

"Nona Fio, ada apa?" Max belum menyadari akan apa yang terjadi.

"Tuan Max, bisa pinjam obat luka?" Rasa perih itu semakin menjalar.

"Obat luka?" Sejenak Max berpikir, lalu kedua matanya mendapati luka pada tubuh itu.

Max yang kaget, lalu ia menatap ke arah Elio. Dan Arabella merangkul lengan pria itu dengan sangat manja, membuat Max semakin mual.

"Ikut keruangan saya saja, nona. Disana ada obat luka, daripada disini hanya menambah luka saja." Max mengisyaratkan Fio untuk mengikutinya.

Fio pun menganggukan kepalanya, ia berjalan mengikuti langkah Max didepannya. Baru beberapa langkah, Max berhenti dan meletakkan berkas yang diminta Elio sebelumnya.

"Laporan yang anda minta, tuan. Ah lupa, pengkhiat tetap pengkhianat. Jika mereka kembali, tentu anda sudah tahu akan tujuan dari itu, saya harap anda bisa menepis rasa menjijikan itu." Max menjauh dan membawa Fio ikut ke ruangannya.

Mendapati ucapan Max pada Elio, membuat Arabella menjadi tersinggung. Lalu ia mulai berakting dengan begitu bagusnya, karena ia yakin jika Elio masih mencintainya.

"Elio sayang, kamu baik-baik saja kan? Ah, maaf. Aku baru bisa menyempatkan diri untuk mengunjungimu, jadwalku sangat padat." Arabella masih bersikap manja.

"Lepaskan tangan kotormu itu!" Dalam sikapnya, masih sangat tegas jika berkata.

Elio tidak hanya berkata, ia juga menepis tangan Arabella dari tubuhnya. Dan hal itu membuat Arabella kaget dan terdiam, dimana biasanya Elio akan selalu merespon dan membalas dengan baik setiap apa yang ia lakukan.

"Elio, kenapa kamu seperti ini?" Seakan tidak terima, Arabella mendapati perubahan pada pria itu.

"Keluar lah, jangan pernah menginjakkan kakimu lagi disini." Tegas Elio.

"Tapi Elio, aku ingin memperbaiki hubungan kita lagi. Aku dan Rayyan sudah membatalkan pertunangan kami, dia selingkuh Elio." Air mata yang dipaksakan itu mengalir, melengkapi peran yang sedang dilakukan.

"Tidak ada urusannya denganku, keluarlah." Elio masih mencoba meredam amarahnya.

"Elio, aku masih sangat mencintaimu." Tanpa rasa malu, Arabella mengatakannya.

Sementara keduanya masih saling meluapkan semua apa yang mereka rasakan, diruangan lainnya. Max Memberikan obat luka pada Fio, luka akibat goresan dari kuku milik Arabella cukup banyak. Apalagi kulit putih milik Fio begitu indah, mendapati luka goresan itu cukup membuat kulitnya begitu terluka.

"Kenapa nona tidak melawan? Masa kalah lawan wanita stres sih, lawan tuan saja bisa. Masa sama itu nggak bisa." Max hanya bisa menatapi Fio yang sedang mengobati lukanya.

"Kenapa anda begitu cerewet, tuan Max?" Fio tak habis pikir dengan orang seperti Max.

"Cerewet? Perasaan nona saja kali, saya ini tidak cerewet. Hanya saja sedikit banyak bicara." Max memainkan senyumnya.

"Itu sama saja, tuan. Saya saja tidak cerewet, kenapa anda yang seperti wanita?" Geleng Fio.

"Enak saja, saya bukan wanita ya nona."

Kedua bercanda hingga suasana begitu menyenangkan, sendau gurau bahkan tawa canda mereka terasa begitu sangat dekat. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengawasinya dari celah pintu yang tidak tertutup dengan rapat.

"Tuan, saya bantu disini saja ya." Fio melihat, ruangan itu sangat nyaman.

"Saya sih mau saja nona, tapi anda kan tahu sendiri kalau tuan Elio itu tidak bisa ditolak." Max menyusun berkas yang baru saja ia selesaikan sebelum ke ruangan Elio.

"Disana tidak ada yang bisa saya lakukan, duduk manis dan hanya seperti patung hidup. Eh tuan, tadi itu mantannya tuan Elio kan?" Fio melepas rasa penasarannya.

"Yang mana?" Max pura-pura tidak mengetahuinya.

"Wanita yang datang tadi, tuan. Ish, pura-pura tidak tahu apa pura-pura buta?" Fio mencibirkan bibirnya.

"Hahaha." Suara tawa itu, membuat Max terlihat seperti anak kecil.

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari pintu ruangan yang tidak tertutup dengan rapat. Mendapati kedekatan diantara keduanya, membuat orang itu menjadi tidak suka.

Brakh!

Suara pintu yang terbuka dengan cukup keras, membuat Max maupun Fio menjadi kaget.

"Kamu, ikut aku." Elio, menunjukkan ke arah Fio.

"Lah, kok tuan disini? Si kuyang mana?" Max melihat dan memeriksa sekitar Elio.

"Mulutmu semakin lincah, Max! Dorong aku." Elio memberikan perintah pada Elio.

Tidak ingin semakin mendapatkan masalah, Fio berjalan dengan gontai menghampiri Elio. Mengambil alih kursi rodanya dan membawanya kembali ke ruangannya, disana Elio nampak begitu serius.

Max menyusul dengan beberapa orang yang telah diperintahkan untuk menghadap CEO, Fio merasakan jika ada sesuatu yang cukup serius.

Elio melempar berkas-berkas dihadapan orang-orang tersebut, nampak wajah-wajah itu begitu takut. Bahkan ada yang sudah mengeluarkan keringat dinginnya, namun tatapan tajam Elio membuat mereka menunduk.

"Jelaskan! Apa saja yang sudah kalian lakukan selama aku tidak ada?" Suara tegas Elio begitu menyeramkan.

1
try astuti
cerita bagus
Akos
yuk mampir "MENGEJAR CINTA CEO TUA" . mengisahkan kisa seorang gadis yang berjuang mendapatkan pria kaya dingin demi balas dendam kepada orang tuanya dan orang-orang yang telah menyakitinya.
Umiie'ne Naza
knp vio ga bantu ellio sih tor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thir
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
rayyy
BALAS DENDAM FIO OMELIN AJA ELIONYA 3 HARI😠
rayyy
parahh lu elioooooooooooo, jahat bgt dijatohin gitu😠
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Abiyan Malikrafaza
lanjut Thor bagus ceritanya..
Reni Anjarwani
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!