NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Di Kamar Tante Feronica

Ruang Rahasia Di Kamar Tante Feronica

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yan duwei

Mahen selalu membenci Tante Feronica, bibinya yang menghilang 10 tahun silam. Ayahnya selalu mengatakan bahwa Tante Feronica adalah orang jahat yang telah membuatnya mendekam dipenjara selama 12 tahun.

Namun, ketika Mahen mencoba mencari petunjuk atas apa yang terjadi 10 tahun lalu, dia tidak menyangka bahwa dia akan menemukan sebuah ruang rahasia di kamar Tante Feronica. Di dalam ruang itu, Mahen menemukan petunjuk-petunjuk yang membuatnya mulai mempertanyakan apa yang selama ini dia percayai.

Mahen mulai menyelidiki tentang apa yang terjadi di masa lalu dan mengapa ayahnya dipenjara. Namun, semakin dia menyelidiki, semakin banyak rahasia yang terungkap. Mahen harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak seperti yang dia pikirkan.

Tante Feronica, yang selama ini dia anggap sebagai orang jahat, ternyata memiliki alasan yang kuat untuk melakukan apa yang dilakukannya. apakah Mahen akan bisa menemukan kebenaran dan memperbaiki kesalahan masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan duwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RENCANA NAOMI

Mahen dan teman-temannya telah mendarat di bandara hang Nadim Batam.

"kita istirahat dimana nih? langsung ke hotel?" tanya Adis. "kita kan belum booking hotel dis" celetuk Mahen. mereka memang belum membooking hotel yang akan di gunakan untuk menginap selama liburan.

"langsung ke restorannya tante Fero aja nggak sih?" usul Aidan. "gue udah laper bangettt" rengek Adis.

"nyari hotel dulu, yang deket-deket sini aja. makan makanan hotel dulu atau gofood, nanti makan malemnya baru nyari keluar sekalian jalan-jalan" usul Naomi.

"sip, gue setuju pake banget, habis makan bisa langsung tidur" ucap Ethan setuju dengan usulan Naomi.

"yaudah ayok buruan nyari hotel" Adis sudah tidak sabar ingin makan.

mereka pun berjalan keluar dari bandara untuk mencari hotel terdekat.

..

"ah... akhirnyaaa" Adis melompat ke kasur dan berguling-guling di sana. saat ini mereka sudah berada di dalam kamar hotel.

mereka memesan dua kamar triple room. Adis, Naomi, dan Oca tidur satu kamar sedangkan Mahen, Herdi, Aidan dan Ethan juga tidur satu kamar di kamar yang lain.

"makanan gue belum nyampe-nyampe yaa" keluh Adis sambil mengusap perutnya yang terasa sangat lapar. di dalam pesawat tadi mereka hanya makan sedikit karena sibuk tidur sehingga malas makan.

"sabar kali dis, baru aja di pesan" sahut Naomi. "tapi gue udah laper banget Naooo!!" rengek Adis.

"ck.. nih.. makan ini dulu buat ganjel" ucap Naomi seraya melemparkan sebungkus roti kepada Adis. "gue penginnya makan nasiii" Adis masih merengek.

"astaga! makan ini dulu sambil nunggu makanan yang di pesen dateng" tegas Naomi yang sepertinya kurang nyaman dengan rengekan Adis yang terus-menerus.

dengan malas Adis meraih roti yang tadi di lempar oleh Naomi lalu membukanya dan memakannya. saat Adis sedang memakan roti dengan bermalas-malasan tiba-tiba telepon kamar berdering.

Naomi yang kebetulan berada di dekat telepon itu pun bergegas menerima panggilan. terlihat Naomi berbicara sambil mengangguk-angguk.

setelah menutup telepon Naomi menoleh ke arah Adis, "udah nyampe noh, suruh ambil di pos security" ujar Naomi memberitahu Adis.

"lah? nggak di anter sampe sini?" tanya Adis heran. Naomi hanya mengendikkan bahunya karena ia sendiri tidak tahu.

"udah buruan ambil, katanya tadi laper" suruh Naomi saat melihat Adis yang tidak beranjak dari kasur. "magerrr" rengek Adis membuat Naomi menggelengkan kepalanya.

Adis mengotak-atik hpnya untuk menghubungi Mahen.

"halo hen, makanannya udah nyampe pos security tapi gue mager" ucap Adis memberitahu Mahen.

"lah? nggak di anterin nyampe kamar?" tanya Mahen. "kagaaa" rengek Adis. "yaudah nanti gue suruh Ethan" ucap Mahen membuat Adis tersenyum senang.

"oke, gue tunggu ya" ucap Adis lalu mematikan teleponnya dengan Mahen.

"bukan pacar tapi manjanya minta ampun" gumam Naomi dalam hati saat mendengar Adis yang mengadu pada Mahen karena makanannya tidak sampai kamar.

Naomi mengotak-atik iPadnya, ia sedang mencari kontrakan sederhana di dekat restoran tradisional cina milik tante Feronica agar memudahkannya saat mengawasi restoran itu.

"nao, kapan mulai nyari Tantenya Mahen?" tanya Adis tiba-tiba. "ini juga lagi nyari" jawab Naomi sekenanya.

"maksudnya?" tanya Adis tak paham. Naomi hanya menggeleng, entah kenapa ia merasa enggan berbicara dengan Adis setelah melihat bagaimana manjanya Adis pada Mahen tadi.

tok.. tok.. tok..

tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar kamar. "nao, tolong bukain dong, paling itu Ethan" pinta Adis pada Naomi.

Naomi menghela nafas, bahkan untuk sekedar membuka pintu saja Adis sangat malas.

"Ethan?" sapa Naomi setelah pintu terbuka dan terlihat Ethan sedang berdiri di depan pintu. "nih makanannya" ucap Ethan sambil mengulurkan beberapa plastik makanan.

"lah? bukan Mahen yang ambil?" tanya Naomi heran. ia pikir Mahen yang mengambil makanan untuk Adis. Ethan menggeleng, "Mahen nyuruh gue. yaudah gue balik kamar, ini gue bawa ya" pamit Ethan sambil mengangkat sisa makanan dalam plastik yang ia genggam. Naomi mengacungkan jempolnya lalu kembali masuk ke dalam kamar.

"itu apa nao?" tanya Oca yang baru saja keluar dari kamar mandi. "makanan, nih dis" jawab Naomi sambil menaruh makanan yang di bawanya di atas meja.

"yeee.." girang Adis sambil bergegas mengambil makanan itu lalu membukanya.

"ayo makan bareng nao, Oca juga" ajak Adis. Naomi dan Oca pun mendekat dan ikut makan bersama Adis.

setelah selesai makan mereka beristirahat di ranjang masing-masing.

..

sore harinya mereka pergi berjalan-jalan di dekat hotel sekaligus mencari makan malam.

"mau makan apa nih?" tanya Ethan. "bakso kali enak" celetuk Adis. "tuh, deket bandara ada bakso" ucap Aidan.

"ayok kesana?" ajak Adis. yang lain mengangguk setuju. mereka pun berjalan menuju warung bakso yang ada di dekat bandara.

"gilak, baksonya gede banget" heboh Ethan saat melihat bakso beranak dengan ukuran yang besar. saat ini mereka sudah berada di warung bakso dekat bandara.

jarak dari hotel tempat mereka menginap sampai ke warung bakso memakan waktu dua puluh menit berjalan kaki.

"nao, udah ada rencana belum?" tanya Herdi. Naomi mengangguk, "besok gue mau liat kontrakan di deket restoran tantenya Mahen. rencananya gue mau tinggal di sana" penjelasan Naomi membuat yang lain heran.

"terus kita gimana?" tanya Ethan. "kalian tetep di hotel biar nggak menimbulkan kecurigaan. kalau emang bener tantenya Mahen ada di sini dia pasti selalu waspada. ada yang aneh dikit dia pasti langsung curiga dan langsung nyari tahu sampai ke akar-akarnya. gue takutnya kalau tante Mahen tau lebih dulu nanti dia pergi dari tempat ini bawa kakaknya Mahen" jelas Naomi lagi.

"jadi lo ngawasin restoran itu sendirian?" tanya Mahen. Naomi mengangguk, "kalau ada apa-apa gue pasti langsung kasih tau kalian kok, tenang aja" jawab Naomi

Mahen dan teman-temannya setuju dengan rencana Naomi.

"eh, besok kita ke pantai yuk, di deket sini kan banyak pantai" celetuk Adis. "kalau saran gue sih ke pantainya kalau urusan Mahen udah selesai" ucap Naomi memberikan pendapatnya.

Adis cemberut, "terus selama lo ngawasin restoran itu kita ngapain aja di sini? tidur terus gitu di hotel?" tanya-nya kesal. dari awal Adis sudah excited ingin mengunjungi pantai dan tempat wisata lainnya yang ada di kota Batam ini.

"yaudah terserah kalian aja" jawab Naomi pasrah. "kalau kalian pada mau jalan-jalan tanpa gue tolong jaga Oca ya" pesan Naomi lagi.

"naonao tenang aja, babang tantan pasti bakal jagain neng Oca sepenuh hati, jiwa, dan raga, semua ku korbankan untuk neng Oca" ucap Ethan sok puitis

1
Rahma Amma
aku suka ceritanya,, ngak muter2
lanjut....
D_wiwied
saingan cinta.. 😂
D_wiwied: mahennya masih bingung tu, antara nao apa oca.. tp menurutku keknya cenderung ke nao ya
Dwi Ade: waduh😱 saingannya detektif handal nih😄
total 2 replies
Celty Sturluson
ceritanya keren abis! Thor, kamu hebat!
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan hati😊🙏
total 1 replies
Takahashi HitomiLửa
Lanjutin dong, penasaran banget!
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan senang hati 😊🙏
total 1 replies
Kelestine Santoso
Aku bisa merasakan perasaan tokoh utama, sangat hidup dan berkesan sekali!👏
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan senang hati 😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!