"Kaluna, putri mahkota yang terhukum penggal karena kesalahan dan dosa yang tidak pernah dia lakukan. Fitnah dan kebencian telah menghancurkan hidupnya, tetapi Kaluna tidak akan menyerah. Sebelum ajalnya tiba, dia berdoa kepada dewa untuk diberikan kesempatan kedua. Dia berjanji untuk tidak menjadi putri mahkota lagi, tetapi untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Apakah Kaluna akan berhasil kembali ke masa lalu dan membalas dendamnya? Ataukah dia akan terjebak dalam lingkaran kebencian dan dendam yang tidak pernah berakhir? Ikuti perjalanan Kaluna dalam cerita ini, dan temukan jawabannya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady_Xiyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembelajaran Kaluna
Pangeran Mahkota Kael, ialah pangeran mahkota yang ambisius dan licik, memiliki rencana untuk merusak reputasi Pangeran Alaric. Dia tahu bahwa Pangeran Alaric adalah saingan utama dalam perebutan tahta kerajaan, dan dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menjadi raja.
Pangeran Mahkota Kael mulai menyebarkan rumor dan fitnah tentang Pangeran Alaric, berusaha untuk membuatnya terlihat sebagai orang yang tidak layak untuk menjadi raja. Dia menggunakan semua sumber daya yang ada padanya, termasuk pengaruhnya di istana dan jaringan informan yang luas, untuk menyebarkan kebohongan dan memfitnah Pangeran Alaric.
Sementara itu, Pangeran Alaric tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Dia terus menjalankan tugasnya sebagai pangeran dengan integritas dan kejujuran, tidak menyadari bahwa reputasinya sedang dirusak oleh Pangeran Kael.
Tapi, ada satu orang yang menyadari apa yang sedang terjadi. Pangeran Christian, adik kandung dari Pangeran Alaric, mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dia melihat bahwa Pangeran Mahkota Kael semakin agresif dan licik dalam tindakannya, dan dia mulai curiga bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang merencanakan sesuatu yang buruk.
Pangeran Christian memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut dan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Dia mulai mengumpulkan informasi dan mencari saksi yang dapat membantu membuktikan bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang merusak reputasi Pangeran Alaric.
Pangeran Christian semakin yakin bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk Pangeran Alaric. Dia memutuskan untuk mengikuti Pangeran Mahkota Kael dan melihat apa yang sedang dilakukan olehnya.
Pangeran Christian mengikuti Pangeran Mahkota Kael ke sebuah tempat rahasia di luar istana. Dia melihat Pangeran Mahkota Kael bertemu dengan beberapa orang yang tidak dikenal, dan mereka berbicara dengan bisikan.
Pangeran Christian mencoba untuk mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh mereka, tapi dia tidak bisa mendengar dengan jelas. Dia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut dan mencari saksi yang dapat membantu membuktikan bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang merusak reputasi Pangeran Alaric.
Keesokan harinya, Pangeran Christian memutuskan untuk berbicara dengan Pangeran Alaric tentang apa yang sedang terjadi. Dia ingin memberitahu Pangeran Alaric tentang rencana Pangeran Mahkota Kael dan membantu Pangeran Alaric untuk menyelamatkan reputasinya.
Tapi, apakah Pangeran Alaric akan percaya pada Pangeran Christian? Dan apakah mereka dapat menghentikan Pangeran Mahkota Kael sebelum terlambat?
Pangeran Christian memasuki ruangan Pangeran Alaric dengan wajah yang serius. "Kak Alaric, aku perlu berbicara denganmu tentang sesuatu yang sangat penting," katanya.
Pangeran Alaric memandang Pangeran Christian dengan penasaran. "Apa itu, Christian? Kamu terlihat sangat serius."
Pangeran Christian mengambil napas dalam-dalam sebelum berbicara. "Aku telah menemukan sesuatu yang sangat mencurigakan tentang Pangeran Mahkota Kael. Aku pikir dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk untukmu."
Pangeran Alaric memandang Pangeran Christian dengan keheranan. "Apa yang kamu maksud? Mengapa kamu pikir Pangeran Mahkota Kael ingin merusak reputasiku?"
Pangeran Christian menjelaskan apa yang telah dia lihat dan dengar tentang Pangeran Mahkota Kael. Pangeran Alaric mendengarkan dengan saksama dan wajahnya semakin serius.
"Terima kasih, Christian," kata Pangeran Alaric setelah Pangeran Christian selesai berbicara. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku percaya padamu. Kita harus melakukan sesuatu untuk menghentikan Pangeran Mahkota Kael."
Pangeran Christian mengangguk setuju. "Aku setuju, Kak Alaric. Kita harus bekerja sama untuk menghentikan Pangeran Mahkota Kael dan menyelamatkan reputasimu."
Mereka berdua kemudian mulai merencanakan strategi untuk menghentikan Pangeran Mahkota Kael.
Pangeran Alaric dan Pangeran Christian memutuskan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat membuktikan bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang merencanakan sesuatu yang buruk. Mereka memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang kegiatan Pangeran Mahkota Kael dan mencari saksi-saksi yang dapat membantu mereka.
Mereka berdua memulai penyelidikan mereka dengan menyelidiki kegiatan Pangeran Mahkota Kael di istana. Mereka menemukan bahwa Pangeran Mahkota Kael telah sering bertemu dengan beberapa orang yang tidak dikenal, dan mereka mencurigai bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang merencanakan sesuatu yang buruk dengan orang-orang tersebut.
Pangeran Alaric dan Pangeran Christian kemudian memutuskan untuk mengikuti Pangeran Mahkota Kael dan melihat apa yang sedang dilakukan olehnya. Mereka mengikuti Pangeran Mahkota Kael ke sebuah tempat rahasia di luar istana, dan mereka menemukan bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang bertemu dengan beberapa orang yang terlihat seperti penjahat.
Pangeran Alaric dan Pangeran Christian mencurigai bahwa Pangeran Mahkota Kael sedang merencanakan sesuatu yang buruk dengan orang-orang tersebut, dan mereka memutuskan untuk menghentikan Pangeran Mahkota Kael sebelum terlambat.
Tapi, ketika mereka berdua mencoba untuk menghentikan Pangeran Mahkota Kael, mereka menemukan bahwa Pangeran Mahkota Kael telah mempersiapkan sebuah perangkap untuk mereka. Pangeran Mahkota Kael telah memanggil beberapa penjaga istana untuk menangkap Pangeran Alaric dan Pangeran Christian, dan mereka berdua harus berlari untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
...****************...
Kaluna sekarang sedang bersama Countess Gina di ruang kerja Grand Duchess Muda Kaluna. Setelah seminggu belajar pedang, memanah dan berkuda akhirnya sudah selesai sekarang dia harus menjalankan sebagai istri dan grand duchess muda.
"Yang Mulia Kaluna saya di perintahkan oleh Grand Duchess Elianora untuk anda memulai pembelajaran keuangan kastil winterbourne." sahut Countess Gina tegas.
"Baik aku mengerti."
Kaluna mengangguk dan memandang Countess Gina dengan serius. "Saya siap untuk memulai pembelajaran keuangan kastil Winterbourne. Tolong beritahu saya apa yang harus saya lakukan dan apa yang saya harus pelajari."
Countess Gina tersenyum dan mengangguk. "Baik, Yang Mulia. Pembelajaran keuangan kastil Winterbourne akan meliputi pengelolaan keuangan, penganggaran, dan pengawasan keuangan. Anda juga akan belajar tentang cara mengelola sumber daya kastil dan cara membuat keputusan keuangan yang tepat."
Kaluna mengangguk dan mencatat beberapa hal yang disebutkan oleh Countess Gina. "Saya mengerti. Apakah ada dokumen atau buku yang saya harus baca untuk mempersiapkan diri?"
Countess Gina mengangguk dan menyerahkan beberapa dokumen dan buku kepada Kaluna. "Ya, ini beberapa dokumen dan buku yang akan membantu Anda memahami keuangan kastil Winterbourne. Silakan membacanya dan jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya kepada saya."
Kaluna menerima dokumen dan buku tersebut dan memandang Countess Gina dengan terima kasih. "Terima kasih, Countess Gina. Saya akan mempelajari dokumen dan buku ini dengan baik dan siap untuk memulai pembelajaran keuangan kastil Winterbourne."
Kaluna mulai mempelajari dokumen dan buku yang diberikan oleh Countess Gina. Dia membaca tentang pengelolaan keuangan, penganggaran, dan pengawasan keuangan. Dia juga membaca tentang cara mengelola sumber daya kastil dan cara membuat keputusan keuangan yang tepat.
Setelah beberapa jam membaca, Kaluna merasa bahwa dia telah memahami dasar-dasar keuangan kastil Winterbourne. Dia merasa siap untuk memulai pembelajaran keuangan yang lebih lanjut.
Countess Gina masuk ke ruangan dan melihat Kaluna yang sedang membaca. "Bagaimana, Yang Mulia? Apakah Anda telah memahami dasar-dasar keuangan kastil Winterbourne?"
Kaluna mengangguk dan menutup buku yang sedang dibacanya. "Ya, Countess Gina. Saya telah memahami dasar-dasar keuangan kastil Winterbourne. Saya siap untuk memulai pembelajaran keuangan yang lebih lanjut."
Countess Gina tersenyum dan mengangguk. "Baik, Yang Mulia. Sekarang, saya akan membawa Anda ke ruangan keuangan kastil Winterbourne. Di sana, Anda akan bertemu dengan kepala keuangan kastil dan memulai pembelajaran keuangan yang lebih lanjut."
Kaluna mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya. "Baik, Countess Gina. Saya siap untuk memulai pembelajaran keuangan yang lebih lanjut."
Mereka berdua berjalan ke ruangan keuangan kastil Winterbourne, yang terletak di bagian lain dari kastil. Di sepanjang jalan, Kaluna melihat beberapa orang yang bekerja di kastil, termasuk beberapa pelayan dan beberapa penjaga.
Setelah beberapa menit berjalan, mereka tiba di ruangan keuangan kastil Winterbourne. Ruangan ini dipenuhi dengan beberapa meja dan kursi, serta beberapa lemari yang berisi dokumen dan buku.
Countess Gina memperkenalkan Kaluna kepada kepala keuangan kastil, yang bernama Lord Mark. Lord Mark adalah seorang pria yang berusia sekitar 50 tahun, dengan rambut yang berwarna abu-abu dan mata yang berwarna biru.
"Selamat datang, Yang Mulia," kata Lord Mark dengan hormat. "Saya senang dapat membantu Anda mempelajari keuangan kastil Winterbourne."
Kaluna mengangguk dan tersenyum. "Terima kasih, Lord Mark. Saya sangat senang dapat mempelajari keuangan kastil Winterbourne."
Lord Mark kemudian memulai pembelajaran keuangan Kaluna, dengan menjelaskan tentang cara mengelola keuangan kastil, serta cara membuat keputusan keuangan yang tepat. Kaluna mendengarkan dengan saksama dan mencatat beberapa hal yang penting.
Setelah beberapa jam belajar, Lord Mark meminta Kaluna untuk mengerjakan beberapa soal yang berkaitan dengan keuangan kastil. Kaluna menerima soal-soal tersebut dan mulai mengerjakannya dengan saksama.
Sementara itu, Countess Gina meninggalkan ruangan keuangan dan pergi ke ruangan lain untuk melakukan beberapa tugas lainnya. Kaluna dan Lord Mark terus belajar dan bekerja sama untuk mempelajari keuangan kastil Winterbourne.
...To Be Continued...
Note:
Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰Biar saya tambah semangat membuat kelanjutan ceritanya Terima kasih love you all
kalau saya cepetin nantinya malah gak ada pembahasan sih😊 nanti saya akan mencoba saran kamu/Smile//Smile/