AFI seorang gadis yang berusia 21 tahun ,yang masih menduduki bangku perkuliahan yang harus menikah muda karna perjodohan dengan seorang abimana
salah seorang dokter muda ,sifat nya yang dingin ,cuek, dan muka datar nya namun tidak untuk istri nya ,ketika bersama istri nya Abi selalu bersikap lembut ,bawel, dan yang tentunya selalu menyayangi dan mencintai AFI,,,
jangan lupa mampir ke cerita ku ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17
Saat terbangun, Abi tak menemukan Afi di sebelah nya, entah kemana istri nya itu.
Abi turun dari ranjang untuk mencari Afi.
baru keluar dari kamar, dia langsung tau di mana istri nya itu berada, aroma masakan yang mengunggah selera memberi tahu jika si nyonya rumah sedang memasak di dapur.
"Masak apa ?" Afi yang sedang mencuci sayuran langsung menoleh saat mendengar suara Abi.
"Afi masak sayur asem, ayam goreng, sama udang goreng ." jawab Afi kembali melanjut kan masak nya.
Afi kaget saat sepasang lengan melingkar si perut nya "Mau mas bantu" ujar Abi di dekat telinga Afi.
"Nggak usah! Lagian ini masakan nya udah mau jadi" Afi berusaha melepas kan belitan tangan Abi di perut nya, kalau begini mana bisa ia konsentrasi memasak.
"mas Abi lepas dulu, Afi mau balik udang nya dulu biar nggak gosong" kata Afi masih berusaha melepas kan tangan Abi di pinggang nya.
"nggak mau sayang !" Abi masih saja enggan melepas kan pinggang Afi
"mas Abi ih, lepas dulu nanti udang nya gosong ," rengek Afi, gadis itu masih berusaha melepas kan belitan tangan abi, karna dia kesulitan untuk membalik udang goreng karna pergerakan nya terbatas.
"kalo gosong tinggal kamu masak lagi sayang" Sahut abi enteng, dia kembali mendekat kan bibir nya ke telinga Afi. Membuat bulu kuduk gadis itu kembali meremang dan jantung nya berpacu begitu cepat, Abi meniup-niup telinga istri nya itu hingga kegelian.
Setelah Afi mematikan konfor nya, Abi langsung membalik kan tubuh istri nya itu hingga menghadap nya.
"I love you my wife" ucap Abi
Abi yang melihat ekspresi istri nya itu , pipi nya yang memerah blushing. Langsung tertawa dia melepas kan pelukan nya, lalu mencium pipi Afi .
"Mas mandi dulu ya, bye istri ku, eummmmach" Abi memberi kan kiss bye sambil berlari kecil menuju tangga.
"I love you to my husband" teriak Afi yang membuat Abi langsung menghentikan langkah nya, lalu berbalik menatap istri nya tak percaya, Abi berjalan kembali menghampiri Afi.
"Boleh mas abi mendengar nya sekali lagi ?" tanya Abi menangkup pipi istri nya itu.
Afi tersenyum "I love you so much, my husband." ucap afi "I Adore you so much, my husband ,you mean the world to me my husband." sambung Afi
(aku mencintai mu suami ku sangat-sangat, aku sangat mengagumimu, kamu segala nya bagi ku)
Abi yang mendengar perkataan Afi tak bisa menyembunyi kan kebahagiaan nya Abi langsung memeluk Afi.
laki laki itu takbisa menyembunyi kan betapa ia sangat bahagia
"Kamu bukan sedang bergurau kan sayang?" tanya Abi memasti kan ucapan istri nya itu sungguhan atau hanya bercanda semata.
"Tidak ada alasan untuk Afi berbohong mas Abi, wanita mana yang tidak akan jatuh cinta dengan laki-laki yang selalu meratu kan nya, menyayangi nya dan mencintai wanita nya lebih dari pada ia mencintai dirinya sendiri ." Tutur Afi, mengelus pipi suami nya .
Abi yang mendengar itu langsung mencium seluruh wajah istrinya, dari kening, kedua mata istrinya, pipi yang bulat, dan hidung dan yang keterakhir bibir merah muda yang selalu menggoyah kan iman nya.
"Terimakasih sayang ..." kata Abi setelah membuat istri nya itu kaget.
Abi langsung berlalu dari hadapan istri nya itu, Afi meraba pipi nya sambil tersenyum.
dia yakin saat ini pipi nya sudah Semerah kepiting rebus, abi pintar sekali membuat jantung nya jedag-jedug
🍁🍁🍁
setelah semua makanan siap, Afi menata nya di meja makan. saat meletak kan piring berisi udang , Afi kembali teringat kejadian tadi, yang membuat gadis itu tersenyum- senyum sendiri.
Ting tong Ting tong.
Suara bel rumah membuat Afi bergegas kedepan untuk melihat siapa tamu yang datang, saat membuka pintu doa melihat seorang pria membawa sebuket bunga.
"Dengan Mbak Afi ?"
"Iya, saya sendiri"
"Ada kiriman bunga dari Mbak"
"Dari siapa ?"
"Nggak ada nama pengirim nya mbak. Sipengirim sengaja meminta identitasnya untuk di sembunyi kan."
Afi mengerut kan kening nya, menimang-nimang mau menerima bunga itu atau tidak....
BERSAMBUNG.....