"Tolong lepaskan saya!" seru gadis cantik itu saat tubuhnya di seret menuju ke kamar yang sangat ingin dia hindari, salah rasanya dia telah menerima tawaran dari teman nya karena dia sangat butuh uang sekali.
"KAU! BISA DIAM ATAU TIDAK, ATAU KAU INGIN AKU PENGGAL DI SINI JUGA KEPALAMU!" teriak pemuda tampan namun sangat mematikan itu, bahkan wanita yang tadi di bentak oleh pria itu langsung diam dengan tubuh bergetar hebat.
"Tolong lepaskan saya tuan." seru gadis itu memohon.
"ck kau lupa bahwa aku sudah membeli mu dengan harga mahal." seru pria itu.
"Akan saya ganti tuan, tapi mohon lepaskan saya."
"Aku tidak butuh uang mu, karena mulai sekarang kau akan menjadi pemuas dan j*lang ku." bisik pria itu dengan begitu tegas dan dinginnya yang terdengar sangat menyeramkan.
Bagaimana kelanjutannya??
kepoin ceritanya yaaa!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23_Berita Murahan
"Saya tidak ada perempuan tuan, dan bagi saya pekerjaan saya lebih penting dari pada memikirkan soal wanita." jawab Dave membuat tuan Niko hanya mengangguk kan kepalanya paham.
"Aku harap kau segera memikirkannya karena jika terlalu lama maka kau akan susah menikah, lihat lah diriku yang sudah tua ini baru menikah dan di karunia anak." ucap tuan Niko sambil tertawa menceritakan dirinya di usia empat puluh tahun baru menikah dan di karunia anak.
"Menikah bukan soal umur tuan." balas Dave.
Setelah cukup lama berbincang akhirnya tuan Niko pamit pergi karena harus segera menghadiri sebuah acara dan Dave pun memilih untuk kembali ke villa.
"Atur jadwal pulang ku."Seru Dave saat berada di parkiran ingin menaiki mobil nya, namun sebelum itu ada yang sudah memanggil nama nya.
"Dave." panggil seseorang dan langsung mencium bibir Dave membuat Dave begitu terkejut dengan tindakan tersebut.
"Luna apa-apa an kau?!!!" teriak Dave sambil mendorong kuat tubuh Luna hingga dia hampir saja terjatuh.
"Aku hanya rindu sama kamu Dave." jawab Luna dengan manjanya.
"Jangan pernah melewati batas jika kau ingin hidup mu damai." tegas Dave kemudian pergi dari sana.
Ada rasa takut dari diri Luna tapi tekad nya untuk mendapatkan Dave begitu besar sehingga jalur apapun akan dia lakukan.
Dia langsung menelepon seseorang di sebrang sana untuk menanyakan rencana mereka.
^^^Luna: [Bagaimana apakah berhasil?]^^^
A: [Aman.]
Setelah itu dia menutup telepon nya dan tersenyum senang, dia bisa membayangkan bagaimana heboh nya nanti orang orang di luar sana.
Sedangkan Dave setelah sampai di villa dia mencari keberadaan Mikaila yang tidak tampak batang hidung nya.
"Dimana Mikaila?" tanya Deva kepada anak buah nya yang berada di depan villa sedang berbincang-bincang.
"Aku lihat dia ada di kolam renang sama Tara, mungkin sekarang masih di sana." jawab Robi dan langsung membuat Dave pergi dari sana.
"Aku harap Mikaila bisa membuat bos bisa merasakan cinta." tutur Jonathan dan di angguki oleh yang lain.
"Aku juga berharap seperti itu." sahut Willi.
Sampai di dalam Dave mencari keberadaan Mikaila namun tak juga terlihat hingga dia melihat Tara yang berjalan masuk sendirian.
"Dimana Mikaila?" tanya Dave.
"Dia ada di pinggir kolam renang bos sendirian, tadi udah aku ajak masuk tapi katanya masih mau di sana." jawab Tara dan Dave langsung pergi ke arah kolam renang tanpa berpamitan kepada Tara.
"Dasar kalau emang udah bucin tuh repot." ejek Tara saat bos nya sudah pergi, mana berani dia jika sang bos masih di depan nya.
Sampai area kolam renang Dave bisa melihat Mikaila yang bermain dengan air dengan kakinya masuk ke dalam kolam renang, dia tertawa riang sendirian.
"Segar nya." seru Mikaila yang memang sangat suka dengan air namun sayang dia tidak bisa berenang.
"Kenapa di sini?" tanya Dave duduk di samping Mikaila.
Hal tersebut sontak membuat Mikaila terkejut namun dia senang karena Dave sudah sampai di villa dan tidak keluyuran lama di luar.
"Kamu sudah pulang?" tanya Mikaila mengeluarkan kakinya yang berendam di samping kolam dan menatap lekat ke arah Dave.
"Ayo masuk, di sini terlalu dingin." ajak Dave dan di angguki oleh Mikaila.
Dave masuk sambil menggenggam erat tangan Mikaila membuat anak buah Dave yang duduk di ruang tengah pun saling pandang namun hal itu tak di gubris oleh Dave dan langsung membawa Mikaila ke dalam kamar.
"Kenapa gak tidur? Ini udah malam?" tanya Dave saat merebahkan tubuh Mikaila di kasur.
"Gak ngantuk." jawab Mikaila.
"Sekarang tidur." titah Dave kemudian pergi ke kamar mandi.
Mikaila pun menurut dan langsung memejamkan matanya dan benar saja tak lama dia sudah berada di dunia mimpi nya.
Dave sudah segar dengan balutan celana pendek dengan atasan tanpa baju, itu lah kebiasaan Dave kalau tidur jarang menggunakan atas membuat Mikaila harus senang jantung setiap pagi karena melihat maha karya ciptaan tuhan yang begitu indah.
Dave lihat ke arah tempat tidur di mana Mikaila sudah terlelap di sana membuat kekehan keluar begitu saja dari bibir nya.
"Gitu katanya gak ngantuk." ucap Dave kemudian membaringkan tubuh nya di samping Mikaila dan membawa wanita tersebut ke dalam pelukannya.
Pagi harinya dua insan manusia itu masih terlelap dalam tidurnya tanpa tahu ada gosip terhangat di dunia maya sana.
Mikaila bangun terlebih dahulu dan melihat wajah Dave yang begitu tampan berada di depan nya.
"Aku tahu aku tampan." seru Dave dengan mata masih tertidur.
Entah sudah berapa kali Mikaila ketahuan sedang melihat ke arah pria itu yang selalu membuat Mikaila salah tingkah saja, Dave malah mengeratkan pelukannya membuat Mikaila tersenyum dibuat nya.
Tak lama terdengar telepon yang begitu mengganggu saja, dengan berat hati Dave pun melepaskan pelukan tersebut dan mengangkat telepon nya.
Dia bersumpah kalau tidak penting akan dia bunuh siapa yang menelepon nya itu.
"Aku angkat telepon terlebih dahulu." jawab Dave dan di angguki oleh Mikaila.
Dave pun memilih untuk mengangkat telepon tersebut di balkon kamar siapa tahu penting, Mikaila pun melihat ke arah balkon yang seperti nya begitu penting.
Tak lama dia melihat hp nya yang terus berbunyi dari tadi membuat Mikaila juga penasaran.
Baru saja dia membuka hp nya dia sudah mendapatkan sebuah berita yang begitu mencengangkan, bagaimana tersambar petir Mikaila langsung syok dibuat nya.
"Ternyata sebentar lagi aku akan di tendang dari kehidupan nya." gumam Mikaila dengan air mata yang tanpa permisi langsung jatuh begitu saja.
Sedangkan di balkon Dave sedang menahan emosi, dia tidak mau membuat Mikaila takut.
^^^Dave: [Cari tahu siapa yang sudah menyebarkan berita murahan itu, aku harap segera datang ke markas dan segera hapus semoga berita itu, aku tidak ingin ada yang salah paham.]^^^
Setelah itu Dave menutup telepon tersebut, dia begitu murkah dengan apa yang baru saja ramai di perbincangkan.
Dave masuk ke dalam membuat Mikaila langsung menutup hp nya dan menghapus air matanya, dia tidak boleh terlalu lemah, seharusnya dia sudah bisa memprediksi bahwa hal tersebut pasti akan terjadi.
Yap itu adalah berita tentang Dave dan juga Luna yang sedang berciuman kemarin yang membuat media sosial begitu heboh sekali, banyak yang mendukung dan banyak yang iri juga dengan percintaan mereka.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa follow akun author, favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan gift nya juga boleh biar tambah semangat buat nulis nihhh....
Ditunggu ulasan dan bintang 5 nya yaaa
FOLLOW IG AUTHOR : @LALA_SYALALA13
hanya tebak aja sih.