NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Transmigrasi Menjadi Figuran Di Novel Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / Lari Saat Hamil / Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel
Popularitas:65.7k
Nilai: 5
Nama Author: yulia setiani

Ziva adalah seorang penulis novel romantis, tapi walaupun begitu dia tidak pernah sekali pun menjalin hubungan di dunia nyata.

tinggal sendiri tanpa orang tua,membuat dia semakin menutup dirinya tentang cinta, atau mungkin dia lebih ke tidak peka.

Suatu hari salah satu novel nya akan di jadikan sebuah film oleh salah satu sutradara, tapi mereka menyuruh ziva menambah peran figuran tambahan sebagai pemanis cerita.

Sebuah kejadian menimpa nya, dia di nyatakan koma setelah menolong seorang aktris papan atas, yang meninggal kan sebuah tanda tanya di akhir kesadaran ziva.

Keanehan terjadi saat dia bangun dan ternyata masuk ke dalam novel yang dia tulis, dan menajdi figuran menyedihkan yang dia tulis malam hari nya.

Posisi aneh di mana dia malah berpindah di saat sangat figuran telah melakukan malam panas dengan sang antagonis pria.

Bagaimana kelanjutan nya, ikuti kisah nya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29 takdir yang di pastikan

Silas berjalan menuju kamar mandi yang sudah pasti Netta ada sekarang, ia mengepalkan tangan nya.

"Kenapa aku kembali melukai nya. " ucap silas pelan.

Ia merasa sakit saat melihat wajah Netta yang tertoleh karena tamparan nya yang kuat itu.

Ia sungguh tidak bermaksud seperti itu, ia tadi berniat menampar Jesica, gadis yang telah menghina Michael.

Silas sungguh marah, hingga kemarahan nya itu membutakan dia saat itu, dan berakhir Netta yang tidak tau apa apa menjadi korban nya.

Silas menatap pintu kamar mandi perempuan yang tertutup, ia menguatkan hati nya, untuk meminta maaf pada Netta.

Gadis yang sudah berkali-kali ia lukai.

Silas membuka pelan pintu kamar mandi itu, dan menatap selulet Netta yang berbicara sendiri sambil menatap cermin dengan pandang sendu.

'Apakah ini sudah menjadi nasib ku. '

'Bahkan laki-laki yang aku cintai membela perempuan lain nya dengan begitu hebat nya. '

Ucapan Netta begitu menampar Silas saat itu juga, benar kenapa? Kenapa dia selalu menyakiti netta.

"Maaf." gumam Silas sendu.

Ia melangkah masuk ke dalam, namun langkah nya berhenti, tepat saat melihat netta yang terdiam.

Dengan hidung yang mengalir darah segar, ia terkejut melihat itu, apanya terjadi pada Netta.

"Netta! " ucap silas khawatir.

Ia mendekati Netta dan langsung mengambil tisu yang ada di toilet itu, ia menggelapkan nya pada hidung Netta.

"Jangan bernafas melalui hidung. " ucap Silas khawatir.

Netta menganggukan kepala nya pelan, ia tidak menunduk atau pun mendongak, takut darah nya kembali mengalir ke dalam tubuh nya.

Karena itu sangat tidak nyaman, Silas  khawatir saat melihat darah yang mengalir dari hidung Netta sangat banyak.

"Kamu okey. " tanya Silas setelah darah itu berhenti mengalir.

Banyak tisu yang sudah Silas pakai untuk menahan darah Netta berjatuhan di lantai kamar mandi.

"Okey." ucap Netta lemas.

'Apa yang terjadi riri. ' ucap netta dalam hati.

'Takdir apa yang kau maksud. 'Ucap netta lagi.

'Sesuatu yang akan menjadi jalan anda yang kembali nanti nona' ucap Riri penuh teka teki.

'Jalan untuk kembali? 'Tanya netta bingung.

'Anda akan segera tau nanti. 'Ucap riri.

'Menyebalkan kenapa tidak bilang sekarang. 'Gerutu netta.

"Hey, are you okay. " ucap Silas sedikit mengguncang tubuh Netta.

"Hanya sedikit lemas. " ucap Netta sambil menatap Silas.

"Kenapa bisa seperti ini. " tanya silas.

'Mana aku tau. 'Ucap Netta dalam hati.

Netta pada akhirnya diam tidak menjawab pertanyaan Silas, ia meringis pelan saat luka di bibir nya kembali tergerak an.

Silas yang melihat itu menatap sendu bibir netta yang pecah di ujung nya, juga pipi putih gadis itu yang sedikit memar.

"Maaf, aku tidak bermaksud menampar sungguh. " ucap Silas sendu.

Netta diam, berpura-pura tidak mendengar kan ucapan silas, ia ingin tau apa yang akan di lakukan pemuda itu.

"Netta aku benar-benar minta maaf. " ucap Silas sambil menatap Netta.

"Gak papa. " ucap Netta pada akhir nya.

Silas menggeleng kan kepala mendengar itu, ia ingin Netta lebih baik marah dan memukul nya dari pada seperti ini.

"Engga, aku salah Netta. " ucap Silas.

"Aku sudah terbiasa dengan rasa sakit nya. " ucap Netta sambil menatap Silas.

"Jadi tidak usah merasa bersalah, dan juga... " ucap Netta menggantung.

"Kamu melakukan nya untuk membela kekasih mu. " ucap Netta lagi.

Silas menatap Netta sendu, hati nya benar-benar kacau saat ini, ia mencintai Michael tapi ada sesuatu hal yang membuat nya sakit saat Netta bersikap seperti ini pada nya.

"Hanya satu yang ingin ku ucapkan. " ucap Netta lagi.

"Jangan pernah mengangkat tangan mu pada perempuan Silas. " ucap Netta lagi.

"Kamu akan terlihat seperti bajingan brengsek yang tidak tau cara nya menjaga perempuan. " ucap Netta lagi.

Ia melangkah kan kakinya keluar dari kamar mandi, tapi tangan nya di tahan oleh Silas.

"Obati luka mu. " ucap Silas sendu.

Netta menyentak tangan Silas yang memegang tangan nya itu, ia menatap Silas datar.

"Kamu masih ingat perkataan ku bukan. " ucap netta dalam.

"Setelah kamu keluar dari apartemen ku tadi pagi, kita akan bersikap layak nya orang asing. " ucap netta lagi.

"Jadi bersikap lah seperti itu. " ucap nya lagi.

Silas mengepalkan tangan nya marah mendengar itu, ia menatap Netta dengan pandangan marah.

"Aku tidak akan melakukan itu. " ucap Silas datar.

Ia menarik tangan netta kasar hingga gadis itu terjatuh dalam pelukan nya, lalu dengan kasar Silas mencium bibir Netta.

Cup.

Ciuman kasar yang mana membuktikan jika Silas benar-benar marah saat ini, ia tidak suka mendengar ucapan netta tentang mereka yang harus asing.

Plak.

Netta yang memberontak berhasil lepas dari ciuman Silas, dan langsung menampar laki-laki itu cukup kencang.

"Kamu menganggap ku apa Silas. " ucap Netta marah.

"Kamu selalu seenaknya, dan melakukan hal-hal yang seharusnya tidak di lakukan oleh orang asing seperti kita. " ucap Netta marah.

"aku bukan jalang, yang bisa kamu sentuh sesuka kamu! " ucap Netta dengan berlinang air mata.

"Brengsek." umpat nya lalu pergi dari kamar mandi.

Silas mengusap wajahnya kasar, ia meninju tembok kamar mandi kasar, hingga membuat tangannya sedikit berdarah.

"Argh kenapa aku selalu bodoh jika berada di depan Netta. " ucap Silas marah.

"Sialan." umpat Silas kasar.

***

Di sisi lain Netta berjalan menuju ruangan wawancara nya untuk bekerja nanti, ia juga sudah mengoleskan salep pada luka nya.

Dan menutupi memarnya dengan sedikit make up, setelah merapihkan penampilan nya, Netta akhirnya di panggil masuk ke dalam ruangan.

"Permisi." ucap netta sopan saat masuk.

Ia melihat ada 3 orang berpakaian rapi di sana, mungkin untuk meng interview nya nanti.

Netta duduk di kursi yang menghadap langsung pada ketiga orang itu, mereka menatap netta kagum.

Ya tentu saja karena kecantikan gadis itu yang tidak ada dua nya.

"Perkenalkan diri mu. " ucap salah satu orang bertanya pada netta.

"Nama saya Agnetta, saya kuliah di universitas AHU, semester 4 dan usia saya 20 tahun. " ucap netta padat.

"Ah Agnetta ya. " ucap mereka terkejut.

"Benar." ucap Netta bingung.

"Kamu di beri arahan untuk langsung menghadap CEO perusahaan ini, di ruang sebelah. " ucap mereka pada Netta.

"Eh, kenapa. " tanya netta bingung.

"Ini perintah dari CEO langsung. " ucap mereka.

Netta yang kebingungan hanya bisa menganggukan kepala dan keluar dari dalam ruangan itu, untuk masuk ke dalam ruangan CEO nya.

Tok.

Tok.

Tok.

Netta mengetok pintu ruangan itu, dan membuka nya pelan saat pintu ruangan itu saat ia mendengar jawaban.

"Permisi." ucap netta pelan.

"Ah netta, sini duduk nak. " ucap seseorang di dalam dengan lembut.

Netta tersenyum kecil dan masuk ke dalam ruangan itu, dan duduk di samping orang yang memanggilnya tadi.

"Lama tidak bertemu dengan mu, daddy harap kamu masih mengenal daddy nak. " ucap orang itu, dia tuan Frederick.

Netta tersenyum kecil mendengar itu.

***

1
Nani Kurniasih
Silas mau disleding gak? disleding gajah
Nani Kurniasih
ya hidup dijalani saja, klo ada masalah tinggal selesaikan dan lanjut jalani hidup lagi. sesimple itu ya thor
Milaa Andraeny
sangat bagus😁ceritanya menarik
Misnawi Misnawi
ku tunggu kelanjutannya thorrrr💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Armyati
gpp kak yg penting ttp lanjut sampai happy ending🙏😍 selalu setia kq nunggu lanjutannya,, semoga sehat-sehat selalu ya kak n semangat trs💪💪💪🥰
Nadilla Dilla
ok Thor
Grey
sehat² ya kak❤
Grey
typo kak😀
Grey
apanya yang lupa kak😅
Diyah Pamungkas Sari
wes minggato sm robert ae. drpd di bully di anggap org ketiga ato perebut. jarne silas dewe an. itung2 balas dendam. netta ojo cinta2 sek karo silas.
Nurasia Asia: iya betul itu
total 1 replies
Diyah Pamungkas Sari
lah saya jg bingung disini kyk wong oneng, robert kaget apa gimana? kn dh tau netta hamil...piye to ki
Grey
bentar, bukannya Robert bilang tau semuanya ya? kok ini masih minta penjelasan?
Nurmalia Lia
lanjut Thor semakin semangat baca alur ny 💕💕🔥😘😘😘
Yulia Setiani
jawaban nya ada di chapture selanjutnya
Grey
Silas?
Armyati
lannjuutttt kak🙏 lagi lagi lagi😍😍
Yulia Setiani: tentuuu
total 1 replies
Dede Mila
laaah lu yg bikin karakter begitu ziva🤣🤣🤣🤣
Yulia Setiani: aneh kan
total 1 replies
Herlina Susanty
lanjut thor
di tunggu up selanjutnya 😍
Herlina Susanty: di tunggu selalu up ny kak/Angry/
Yulia Setiani: tentu sayang
total 2 replies
Grey
tapi terkadang di waktu yang kurang tepat, bukan begitu kak?
Yulia Setiani: nah benar nih,
total 1 replies
Grey
yang perlu di ingat, kita memang figuran di kisah orang lain. tapi dalam kisah kita sendiri, kita adalah pemeran utamanya ☺
Yulia Setiani: dunia adalah panggung untuk kita pemeran utama nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!