"Kalian tidak membiarkanku mati tapi juga tidak memberikanku ruang untuk hidup. Maka dari itu aku akan menunjukan kepada kalian apa artinya menjadi sombong _!" Li Xuan menarik pedang dari sarungnya dan membuat langit berubah warna bak lautan darah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kurang Bumbu
"Kembalilah, tidak ada gunanya merasa cemas sekarang"
Zhou Yu berkata sambil kembali meminum teh di depannya dengan tenang
Disisi lain, Li Xuan terdiam sejenak setelah mendengar pernyataan tersebut sebelum kemudian berdiri dan berpamitan
Menyaksikan punggung pemuda tersebut semakin jauh
Harimau Emas yang terbaring di samping Zhou Yu sedari awal, namun gagal dilihat oleh Li Xuan pun berkata
"Apa kau tidak berniat menghilangkan pertanyaan di kepalanya ?"
"Dia tidak bertanya apapun, bagaimana aku tahu pertanyaan apa yang ada di kepalanya ?"
Zhou Yu mengangkat bahunya dengan tenang
Disisi lain, Harimau Emas tersebut mendengus dan berkata "Kau jelas tahu apa yang ada di kepalanya"
"Aku bukan dirimu"
Zhou Yu membalas sambil melirik Harimau Emas di sampingnya dengan ekspresi bercanda
Pria bertopeng tersebut kemudian mengalihkan perhatian ke arah Li Xuan yang meninggalkan taman bunga dan berkata
"Lagi pula, bahkan jika aku tahu apa yang ada di kepalanya, lalu apa ? Aku tidak punya kewajiban untuk menjelaskan ataupun menjawab sesuatu yang tidak pernah dia ucapkan"
"Tapi kau tahu dia tidak akan bertanya secara gamblang" Harimau Emas tersebut tidak setuju dan membalas
Zhou Yu mengangguk dan menjawab dengan tenang "Itu artinya bukan aku yang harus menjawab pertanyaan itu"
"Kau semakin picik"
Harimau Emas tersebut bergumam setelah mendengar pernyataan Zhou Yu dan mengalihkan perhatiannya ke arah lain
Namun Zhou Yu tidak marah dengan pernyataan tersebut dan menjelaskan dengan tenang
"Dia sangat waspada terhadapku, tapi pada saat yang sama dia ingin aku menjawab setiap pertanyaan yang enggan dia ucapkan"
"Di sini justru aku bersikap bijak"
***
Keesokan harinya, di taman bunga
Li Xuan dan Zhou Yu kembali saling berhadapan dengan pedang kayu di tangan keduanya
Li Xuan menggenggam pedang kayunya dengan erat dan bersiap menerima serangan Zhou Yu seperti latihan-latihan sebelumnya
Namun alih-alih langsung menyerang seperti biasanya
Kali ini, Zhou Yu justru menatap pemuda tersebut dan berkata dengan tenang
"Kau tahu ? Makanan hari ini sedikit lebih buruk dari biasanya"
Li Xuan yang bersiap menerima serangan seketika tertegun setelah mendengar pernyataan tersebut, ia kemudian menurunkan pedangnya dengan ragu-ragu dan meminta maaf
"Maafkan aku Tuan Zhou, aku pasti akan memperbaikinya"
"Aku tahu"
Zhou Yu mengangguk dan kemudian bertanya "Apakah kau tahu alasannya ?"
"Ini..."
Li Xuan terdiam sejenak dan menjawab dengan ragu-ragu "Mungkin karena aku kurang menambahkan bumbu?!"
"Itu mungkin benar"
Zhou Yu kembali mengangguk, namun sesaat kemudian ia menggelengkan kepalanya dan berkata "Tapi bukan itu masalah utamanya"
Li Xuan mengerutkan kening dan menunggu dengan tenang kalimat selanjutnya dari pria bertopeng tersebut
Disisi lain, Zhou Yu tidak menjual dan segera menjelaskan
"Masalah utamanya adalah karena kau terganggu sejak mengetahui kedatangan para bangsawan dan banyak kekuatan lain ke Xianyang"
"Aku tidak menyalahkanmu soal itu, tapi aku hanya ingin mengingatkanmu, tidak peduli siapa yang datang ke Xianyang dan berniat menjelajahi reruntuhan itu, tujuan utamamu sejak awal adalah menemukan tanaman ajaib untuk menyembuhkan ibumu"
"Tidak lebih dan tidak kurang, apa kau mengerti ?"
"Umm..." Li Xuan kembali di buat tertegun
Pemuda tersebut kemudian menatap lurus ke arah pria bertopeng di depannya selama beberapa saat sebelum kemudian mengangguk tegas dan membalas
"Aku mengerti"
***
"Berlibur satu hari, apakah membuat kemampuanmu menjadi sangat tumpul ?"
Zhou Yu bertanya ke arah Li Xuan yang terbaring di tanah
Mendengar pernyataan tersebut, Li Xuan tidak mengatakan apapun tetapi justru berdiri dengan susah payah
Pemuda tersebut kemudian menghela nafas kasar dan kembali mengangkat pedangnya sebagai jawaban
Melihat pemuda tersebut kembali bangkit, Zhou Yu tidak mengejek lebih jauh
Pria bertopeng tersebut kemudian kembali menghilang dan melakukan serangan
Pemandangan jatuh bangun seperti di minggu sebelumnya kembali terjadi
Meskipun ada perbedaan yang cukup jelas terlihat dalam situasi tersebut
Jika dalam latihan di awal, Li Xuan seperti sebatang kayu yang hanya menerima serangan Zhou Yu tanpa bereaksi sedikitpun
Dalam latihan kali ini, Li Xuan lebih banyak bereaksi atas serangan yang datang kepadanya meskipun terlihat canggung dan terlambat
Pemandangan tersebut jatuh di mata Harimau Emas yang menonton di samping sehingga membuat makhluk tersebut mengangguk kagum dan tidak bisa menahan diri untuk berbisik
'Anak yang menarik... '
Sementara itu, Li Xuan tidak mengetahui bahwa seekor Harimau Emas tak terlihat atau lebih tepatnya makhluk yang tidak diketahui usia dan kedalamannya memberikan penilaian menarik terhadap dirinya
Seluruh konsentrasi pemuda tersebut terfokus pada serangan demi serangan pria bertopeng yang menjadi lawannya
Namun meskipun demikian, terlepas dari kemajuan pesat Li Xuan dan usahanya mencurahkan seluruh konsentrasi untuk menangkap gerakan Zhou Yu
Pemuda tersebut masih belum berhasil dan ia tetap menjadi bulan-bulanan Zhou Yu sehingga membuat tubuhnya di penuhi memar dan luka yang menakutkan
Menghadapi situasi tersebut, Li Xuan tidak mengeluh apalagi patah semangat
Karena ia menemukan bahwa tubuhnya mulai ikut bereaksi akan bahaya dengan kecepatan yang sangat dapat dirasakan
Kemajuan tersebut bahkan lebih cepat dari pada kemajuan di minggu sebelumnya
Meskipun Li Xuan sedikit ragu alasan hal itu terjadi
Namun pemuda tersebut juga sangat senang dan bersemangat sehingga tidak peduli bagaimana Zhou Yu memukulinya
Ia akan dengan cepat bangkit dan kembali memasang postur bertahan
***