(Baca Ulang, Sudah aku edit)
Harap Bijak karena beberapa episode mengandung adegan dua puluh satu plus. Thankyou 😘😘
***
Nasta Ayruma
Gadis itu sedang duduk bersimpuh diatas tempat tidurnya. Bahu nya bergetar hebat merasakan sakit yang menusuk dalam kerelung hatinya. Kedua tangannya mencengkram kuat sprei yang terlihat mulai lusuh.
Tangis yang seharusnya terdengar keras, kini hanya tercekat didalam tenggorokan.
Tak mampu dia bagikan.
Langkah nya tidak bisa mundur. Tak ada pilihan dalam situasi yang sulit ini untuk mengatakan Tidak ataupun Menolak.
Dia tidak punya kuasa saat harus terpaksa menikah dengan laki-laki penguasa yang arogan itu.
Pandu Bragistandara.!
Nasta : Bagaimana bisa aku egois memilih masa depanku sedangkan ibu sedang membutuhkan bantuan ku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AioraAghfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagai Langit Dan Bumi
Nasta sampai di toko ketika matahari sudah mulai meninggi. Ketika para pembeli sudah ramai, ketika itulah semua karyawan sibuk memberi pelayanan dengan gontai.
Sedangkan, tugas Nasta sebagai kepala toko hanya memantau operasional pelayanan sehari-sehari untuk menjaga kepercayaan konsumen. Agar kegiatan sehari-hari tetap berjalan dengan efisien.
"Nas..."
"Iya mbak." Jawab Nasta cepat, ketika salah satu temannya penjaga stand boneka memanggilnya. "Gimana-gimana?"
"Bantuin ambil stok boneka beruang ukuran tanggung yang ini yaa." Lala menyerahkan sebuah boneka berwarna pink. "Ambilin dua, itu ada adek-adek kembar pinginnya sama-an..."
"Oke mbak.. Aku ambilin bentar."
Dan begitulah Nasta. Walaupun itu bukan tugasnya, namun gadis itu selalu ringan tangan kalau ada salah satu temannya yang sedang kualahan menghadapi pembeli saking banyaknya.
Nasta tidak sekalipun merasa tinggi hati atas jabatannya yang mungkin lebih berada di atas teman-temannya yang lain. Sikap yang seperti itulah yang membuat dia mudah dekat dan mudah di terima yang lainnya.
"Ibu kamu apa kabar Nas.? Kemaren kata bu boss, ibu kamu sakit makanya kamu dikasih libur." Dina, temannya yang paling dekat bertanya penuh perhatian. Kini, Nasta dan Dina tengah menikmati giliran jam istirahat mereka sambil makan siang.
"Alhamdulillah sudah membaik Din. Sekarang juga masih dalam perawatan." Nasta menjawab. "Bantu doa in ya Din biar ibu aku cepet sembuh."
"Itu pasti. Aku pasti doa in ibu kamu." Dina menjawab dengan nada yang menenangkan.
"Eh Nasta, kamu itu saudaranya bu boss atau gimana sih? Kok keliatannya kalian akrab banget?" Sekarang giliran indah yang bertanya ketika dia selesai buang air kecil dari kamar mandi. "Akrab juga gak sama anaknya yang super tampan itu?"
Nasta yang bingung mau menjawab apa, hanya mengkerutkan dahinya ketika Dina dengan cepat menyahut.
"Hemm, mulai deh indahh, mulai..."
"Mulai kenapa?" Nasta bertanya.
"Indah tuh naksir sama anaknya bu boss. Makanya dia nanya-nanya ke kamu." Seakan sudah menjadi rahasia umum, Dina menjawab dengan enteng.
"Oh iya?" Nasta membulatkan mata. "Bener itu Ndah?"
"Ih Dina mah gitu, bikin malu aja... " Sambil menjawab, pipi Indah bersemu merah. "Habisnya Mas Pandu tampan banget sih, siapa coba yang nggak terpesona. Hehe."
"Dihh.." Nasta menjawab dengan cepat sambil tersenyum tidak menyangka. "Saran aku lebih baik jangan deh Ndah. Dia memang tampan, tapi dingin angkuh dan super arogan... Jadi lebih baik jangan deh, dari pada sakit hati ntar nangis kamuu."
"Justru yang begitu Nas... kalau udah bucin dan bisa di takhlukin dia gak bakal lirik sana sini." Indah membela diri dengan mata yang berbinar. Terlihat jelas kalau dia benar-benar bersungguh dengan apa yang dia katakan. "Kalian jangan ikutan suka ya, saingan ku diluar sana udah banyak soalnya"
"Ya enggak lah..." Kali ini giliran Dina yang menjawab pernyataan indah, dengan suara yang menggebu-gebu. "Kita mah tau diri ya Nas, beda kasta udah kaya langit dan bumi. Kita cuma karyawati di swalayan milik mamanya, sedangkan dia, bos besar cuy."
Deg. Nasta seketika diam tertohok.
Aku bahkan sudah menikah dengan nya Din. Suara batin Nasta.
Meskipun Dina berkata dengan setengah bercanda, tapi tetap saja pernyataan itu membuat Nasta kembali dipenuhi rasa curiga penuh tanda tanya. Kira nya apa yang membuat tante Maria nekad meminta dirinya menikah dengan sang putra, jika diluar sana ternyata banyak sekali gadis-gadis yang jelas memandang Pandu dengan tatapan suka.
"Eh aku ke depan duluan ya, mau gantiin mbak Dita jaga in kasir. Biar dia gantian istirahat dan makan siang..." Berniat menghindari pembicaraan tentang Pandu lagi, apalagi makanan milikknya juga sudah habis. "Mumpung jam segini toko agak sepi..kalian selesaiin dulu gak papa..."
Nasta akhirnya berlalu dari sana. Alasannya yang masuk akal membuat Dina dan Indah sama sekali tidak menaruh curiga. Selain karena memang ingin menggantikan sang kasir, sebenarnya Nasta memang menghindar karena tidak ingin menciptakan kebohongan lainnya jika saja Indah terus bertanya perihal Pandu, suaminya.
Sementara di tempat yang berbeda, Pandu baru saja keluar dari ruang meeting dengan langkah nya yang tegas. Pandu berjalan angkuh penuh kebanggaan karena meeting yang dia pimpin bisa berjalan dengan lancar dengan hasil yang sangat memuaskan.
Jas pilihan Nasta yang dia kenakan ternyata membuat lelaki itu semakin kuat auranya. Dibelakangnya ada Abraham, sang sekretaris yang tak kalah menakutkan.
"Pandu, tunggu..."
Suara seorang wanita yang memanggilnya membuat Pandu mau tidak mau harus menghentikan langkah dan memutar badan. Pun dengan Abraham.
"Selamat ya.." Dia adalah Sheizas. Wanita cantik dan dewasa yang akhir-akhir ini namanya melejit sebagai seorang model profesional. Dia mengulurkan tangan ke arah Pandu yang membuat Abraham memicingkan mata. "Selamat atas kerja sama kita..."
"Ehm.." Pandu hanya berdehem. Dan dengan angkuhnya memilih memasukkan tangan ke dalam saku celana, alih-alih membalas uluran tangan Sheizas.
Abraham yang peka, segera menggantikan Pandu untuk membalas uluran tangan itu, dan sambil berkata. "Terimakasih nona. Tapi anda tidak perlu berlebihan. Kerja sama seperti ini sudah biasa terjadi di dunia kerja."
Sikap Pandu membuat Sheizas menelan kecewa. Rupanya benar berita yang beredar di media. Pandu memiliki sikap yang angkuh dan arogan. Meskipun itu memang sesuai dengan kemampuannya, tapi tetap saja Sheizas merasa dihina.
Selama ini tidak ada yang berani menolak pesona Sheizas sebagai seorang model yang cantik dan memiliki tubuh hampir sempurna. Bahkan banyak pengusaha muda yang mengejarnya. Tapi Pandu nampaknya lain dan berbeda.
Kesombongan mu semakin membuat ku tertantang tuan.
"Ehm, tidak masalah. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Biar aku yang men-traktir kalian, sebagai ucapan selamat atas kerja sama kita."
"Sepertinya tidak perlu nona." Lagi-lagi, Abraham sang sekretaris yang menjawabnya. Membuat Sheizas berdecak kesal. "Kami harus kembali karena masih banyak pekerjaan. Permisi."
Abraham mempersilahkan tuannya berjalan. Namun ketika Pandu baru saja melangkah, tiba-tiba tangannya di tarik oleh perempuan itu.
"Pandu, tunggu."
"Jaga tangan anda, nona.!!!" Yang seketika membuat Abraham marah dan berkata dengan keras. "Jangan sampai anda menyesal."
Seketika itu pula, Sheizas yang terkejut segera melepaskan tangan Pandu dengan jantung berdebar ketakutan. Abraham sudah berubah mode menjadi bodyguard yang menjawab lawan dengan nada dingin penuh penekanan.
Sungguh menakutkan.
"Aku hanya ingin berteman baik, kenapa kalian seperti itu?"
"Maaf nona, tapi kami tidak punya banyak waktu. Kami permisi."
Kali ini, Sheizas melepas kepergian Pandu tanpa berniat menahannya lagi. Meskipun usaha nya belum berhasil, tapi setidaknya sudah ada kemajuan. Sheizas yang sebelumnya hanya melihat Pandu dari media masa, kini telah bertemu langsung dan bertatap muka.
Dia lebih tampan di dunia nyata. Bagaimana ini? Aku semakin tertarik mendapatkannya.!
Sheizas memperhatikan dirinya sendiri sambil bergumam di dalam hati.
Aku cantik, tubuhku seksi dan sempurna. Beberapa klien bahkan mengakui permainan ku yang memuaskan di atas ranjang. Jadi aku yakin, aku bisa mendapatkan mu, Pandu.! Aku cukup menggoda mu satu malam, setelah itu kau sendiri yang bertekuk lutut karena ketagihan. Tunggu saja !
Namun, ada satu hal lagi yang membuat Sheizas kembali membenarkan berita. Yaitu tentang sekretaris pribadi lelaki itu yang terkenal sangat kejam dan menakutkan.
Namanya Abraham, dia bisa berubah menjadi orang yang mengerikan ketika tuannya merasa terancam. Begitulah judul berita yang pernah Sheizas baca dan dia benarkan kenyataannya.
Lihat saja. Kalau aku berhasil mendapat Pandu, aku akan meminta dia untuk memecat mu, sekretaris si a lan !
buat mas ato kak Arya,ntar sama Rista aja ya,dia ga kalah cantik n baik ko ma nasta🤭
please..Jan lama² ya ndah resign nya🤭