Menikah adalah suatu keinginan setiap orang tapi apa yang terjadi jika menikah dengan orang yang tidak di kenal.
Itulah yang kini dialami oleh seorang gadis bernama Adhiba Noora Yasmin.
Gadis berusia 18 tahun baru saja masuk kuliah semester pertama itu pun terpaksa menikah atas permintaan Ayahnya yang kini sedang sakit parah.
Tanpa di duga itu adalah permintaan terakhir sang Ayah karena setelah acara ijab kabul selesai sang Ayah pun menghembuskan napas terakhirnya membuat nya hatinya terpukul.
Kesedihan pun menyelimuti hatinya.
Apa yang harus dia lakukan nya sekarang?
Lalu apakah suami yang tidak di kenalnya itu akan menerimanya sebagai seorang istri ataukah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Airina Nu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Jam menunjukkan pukul 6 pagi tapi kesibukan di salah satu kamar mulai terlihat. Langkah sendalnya pun terdengar begitu berisik karena dia sedang mandar mandir membuat seseorang yang tadinya masih tertidur pun akhirnya terpaksa bangun.
Perlahan-lahan dia pun duduk dan mencari seseorang.
"Mom".panggilnya dan seseorang yang di panggil itupun langsung melihat nya.
" Daddy sudah bangun? tanyanya sambil memasukkan ponsel nya ke dalam tasnya.
"Mau kemana? tanyanya saat melihat wanita yang menjadi istrinya itu sudah rapih dan cantik.
" Mommy mau ke rumah sakit Dad".jawabnya dan membuat suaminya pun terkejut.
"Sepagi ini? tanyanya sambil melihat kearah jam dinding waktu menunjukkan pukul 6.
" Iya Dad memang nya kenapa? tanyanya sambil melihat kearah suaminya.
"Kan jam besuk nya belum di buka My".
" Masa sih Dad? Bukannya bebas ya kalau mau besuk kan pasien VIP".
Suaminya pun tersenyum.
"Ya bebas sih Mom tapi kalau Mommy ke sana mereka berdua masih tertidur gimana?
Istrinya pun terdiam tidak bicara seperti nya memikirkan ucapan suaminya barusan.
" My".
"Iya".
"Ada yang Mommy pikir kan?
" Ada.Makanya semalam Mommy nggak bisa tidur memikirkan nya hingga harus menunggu pagi ini harus segera menemui seseorang.Sungguh Dad emosi Mommy sudah ada di ubun-ubun dan rasanya mau meledak kalau nggak di keluar kan".
Suaminya pun hanya diam karena diri nya tau apa yang membuat istrinya itu kesal.
"Daddy ikut".katanya sambil bangun dari tempat tidur lalu bergegas menuju ke kamar mandi.
Sedangkan istrinya hanya melihat nya lalu mengambil sebuah koper yang berisi pakaian ganti untuk suaminya.
Sementara itu di rumah sakit
semua petugas medis sudah bersiap untuk bertugas.Begitu pula dengan pasutri yang berada didalam ruang rawat khusus VIP, Noora sudah bangun.Saat diri nya bangun gadis itu tidak melihat keberadaan suaminya yang ada hanya seorang perawat yang sedang menjaganya.
"Selamat pagi".sapanya sambil tersenyum ramah.
" Pagi Sus ".jawabnya sambil mencari sosok suaminya.
"Anda mencari suami Anda?
" Iya."
"Suami Anda sedang ke kantin mau beli sarapan".
Noora pun mengangguk.
" Sus bisa bantu saya ke kamar mandi?
"Tentu Nyonya mari saya bantu".jawabnya.
Dengan langkah pelan Noora pun turun dari tempat tidur dan langsung naik ke atas kursi roda karena luka habis operasi tidak boleh terkena air.Setelah nya perawat itupun langsung mendorong kursi roda itu menuju ke kamar mandi.
Bersamaan dengan Emir masuk sambil membawa beberapa kantong plastik berisikan makanan dan air mineral untuk mereka minum.
Dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, terlihat kursi roda istrinya keluar oleh perawat yang dia suruh untuk menjaga istrinya selama dia pergi.
Perawat itu mendorong kursi roda menuju brangkar dan saat perawat itu ingin membantu turun dari kursi tiba-tiba terdengar suara
"Biar saya saja Sus".ucap Emir sambil berjalan mendekat ke kursi roda istrinya.
" Baik Tuan kalau begitu saya permisi".katanya sambil berbalik untuk keluar dari ruang rawat.
"Tunggu Sus".katanya sambil mengambil kantong kresek kepada perawat itu.
" Iya Tuan, apa ada lagi yang saya bantu? tanyanya.
"Tidak ada,saya hanya ingin memberikan ini sebagai ucapan terima kasih karena sudah menjaga istri saya. "katanya dan perawat wanita itupun langsung menerima nya
"Terima kasih Tuan saya permisi".ucapnya sambil berjalan ke arah pintu untuk keluar.
Adegan live itu pun tak luput dari pandangan Noora yang sedari melihatnya karena posisi nya masih duduk di kursi roda itu pun menjadi kebingungan saat melihat perlakuan laki-laki yang berstatus suaminya itu pertama kali mengucapkan kata terima kasih.
"Wah ini adalah kejadian yang sangat langka. Aneh memang tapi membingungkan untuk ku?Sejak kapan Abang berubah jadi lebih baik ke orang lain padahal kan selama ini sikap laki-laki itu begitu dingin dan datar-datar saja".batin Noora berkata.
Emir kembali melihat kearah istri nya hingga tanpa berkata-kata laki-laki itu pun langsung menggendong tubuh istri nya dan langsung menurunkan nya di atas tempat tidur.Setelahnya dia pun bertanya
"Mau tiduran atau duduk? tanyanya masih berdiri di samping brangkar istrinya.
" Duduk saja ".jawabnya dan laki-laki itupun dengan sigap langsung menyusun bantal untuk bersandar istri nya.Dan dia pun tersenyum senang karena melihat istrinya sudah duduk sambil bersandar di bantal yang telah di susunnya.
" Apakah sudah nyaman? tanyanya ingin tau dan istrinya pun mengangguk mengiyakannya.
"Mau sarapan?
" Iya".
Mendengar suara istrinya yang mengatakan iya dia pun dengan cepat mengambil salah satu kantong berisikan bubur ayam.
Tangan besarnya begitu lihai membuka tutup hingga saat tutup makanan itu di buka maka tiba-tiba tercium wangi yang membuat perut Noora yang sedang lapar pun akhirnya berbunyi.
"Biar aku suapi".katanya menawarkan diri.
" Tidak usah, saya makan sendiri saja ".jawabnya menolak bantuan suaminya.
" Apa kamu bisa? tanyanya sedikit khawatir.
"Tentu saja saya bisa,kan yang sakit adalah kaki saya bukan tangan saya".jawabnya dan membuat laki-laki itupun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal juga tiba-tiba timbul lah rasa sedikit malu kepada istrinya.
" Ya sudah makanlah sampai habis, ini minumnya aku taruh diatas nakas.
"Anda mau ke mana?tanyanya saat melihat laki-laki seperti nya akan pergi.
"Aku mau ke kamar mandi".jawabnya dan langsung bergegas meninggalkan istrinya yang seperti nya sedang tidak ingin di tinggalkan sendiri.Sungguh kehadiran laki-laki itu membuatnya merasakan sedikit kenyamanan.Dan entah mengapa setelah ingatannya kembali dirinya tidak ingin jauh dari suaminya.
Noora pun hanya mengangguk lalu fokus menikmati sarapannya hingga pintu pun terbuka dari luar.
Ceklek
Pintu pun terbuka dan terlihat kedua mertuanya yang kini tersenyum lebar sambil berjalan menuju ke arahnya.
"Assalamualaikum". salam keduanya sambil berjalan kearah brangkar di mana menantu kesayangan mereka kini berada.
" Waalaikumsalam, My Dad".jawabnya sambil menghentikan makan nya dan menaruhnya di atas nakas.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang sayang? tanya Mommy mertuanya sambil memeluk nya.
" Alhamdulillah sudah jauh lebih baik My".jawabnya sambil membalas pelukan Mommy mertuanya.
"Alhamdulillah, kami senang mendengarnya".katanya sambil tersenyum bahagia mendengar nya.
"Suami kamu kemana? tanya Daddy mertuanya yang mencari sosok putra nya.
Belum sempat gadis itu menjawabnya tiba-tiba pintu kamar mandi pun terbuka.Terlihat sosok suaminya keluar dari sana dengan wajah terlihat lebih segar.Dia pun mencium aroma wangi mendadak dirinya sedikit terkesima.
"Sepertinya Abang mau berangkat kerja".pikirnya tapi semuanya buyar saat melihat penampilan suaminya.
" Tapi kok Abang pake baju santai.Apa Abang tidak kerja tanyanya lagi dalam hati.
Semua pertanyaan itu berputar di kepala nya.Hingga suara Daddy mertuanya itu menyadarkan nya.
"Daddy kira kamu pergi! sindirnya membuat Emir pun mendengus kesal.
" Jangan menyindir Dad".katanya dan Daddy hanya tertawa pelan sungguh diri nya begitu senang telah berhasil membuat laki-laki itu kesal.
bersambung