Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Tidak jadi mengasah pedang .
Walaupun badan terasa letih tetapi wajah mempelai pria terlihat sumringah ,bagaimana tidak , malam pengantin yang sudah di khayalkannya selama dua Minggu ini, akan segera dapat di laksanakan malam ini.
" semoga nanti malam berjalan lancar ya Luk , aku akan menagih janjimu yang akan menceritakan kisahmu mengasah pedang dan aku harap pedangmu tidak tumpul " bisik Ginta kepada Lukas saat bersalaman sekalian pamitan pulang ,
para tamu yang memang tidak banyak diundang oleh kedua belah pihak mempelai , satu persatu mulai meninggalkan rumah kediaman orang tua Dewi.
" tenang saja , malam nanti akan menjadi malam yang tidak akan terlupakan untuk kami , terutama untuk istriku " jawab Lukas juga berbisik dengan penuh percaya diri.
"semoga saja ! " ucap Ginta pelan .
" Wi, ntar kau akan pake gaya apa , gaya kupu kupu atau katak ? " Flora menggoda Dewi dengan menggerakkan tangannya
" aku akan pake gaya bebas " Dewi mencebikkan bibirnya sembari mengangguk angguk .
mereka berdua cekikikan .
" Flo, ayo pulang ! " ajak Ginta "kita yang akan menggunakan gaya kupu kupu dan gaya katak ,seperti yang kamu bilang tadi , mau berenang dimana? di bak mandi atau di kasur ? " tanya Ginta manas manasi Lukas. sembari tangannya menarik pergelangan tangan Flora.
keduanya berbicara tepat didepan Lukas dan Dewi.
" Gin, yang pengantin baru itu kami bukan kalian ? " ucap Lukas melotot.
Ginta pura. pura tidak mendengar .dengan acuh melenggang pergi.
" Kak, kakak mendengar apa yang aku katakan pada Dewi tadi ? " tanya Flora begitu keduanya sudah berada di dalam mobil yang menuju pulang kerumah .
" suaramu kencang seperti pakai toa ,Flo " saut Ginta melirik ke arah Flora yang duduk di sebelahnya .
Flora hanya senyum meringis .
" kak , tadi aku dengar kalau taman kakak mau ngasah pedang , serem amat ,malam pengantin kok justru mengerjakan yang lain , apa tidak bisa dikerjakan lain waktu , atau kemarin kemarin , buat apa buru buru menikah kalau justru mengutamakan pedangnya ,sungguh kasihan Dewi " ucap Flora dengan wajah sedikit prihatin
Ginta hanya tersenyum tanpa berniat menjelaskan .
*
*
Lukas dan Dewi sudah masuk ke dalam kamar mereka , karena semua tamu sudah pulang menjelang senja tadi .
Lukas mendekati Dewi yang sedang kesusahan membuka resleting kebanyanya .
" kamu perlu bantuan ? " tanya Lukas yang berada di depan Dewi.
Dewi mengangguk
tanpa melihat punggung Dewi Lukas membukanya dari depan .
" Wi, eee...kamu sudah siapkan kalau aku meminta hak ku sebagai suami malam ini , maaf jika aku terlalu berterus terang ? " tanya Lukas yang langsung menatap wajah Dewi.
" kita berdua sudah sama sama dewasa , jadi tidak perlu berpura pura lagi " ucap Lukas mengambil handuk yang sudah tersedia di atas kasur
" iya , aku sudah siap " jawab Dewi tanpa rasa malu
sudah lama sekali aku siapnya , sekarang tinggal menunggu eksekusinya.
gumam Dewi dalam hati.
" baguslah , aku kira seperti cerita di novel novel itu , yang harus menunggu beberapa lama juga tidak jelas , menunggu siap , memang harus pakai persiapan apa ? " Lukas berkata sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi
Dewi hanya bisa melongo .
ternyata pria yang sudah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu tidak jauh berbeda dengan dirinya .
benar juga ,jodohmu cerminan dirimu .
Dewi tertawa sendiri .
setelah dua puluh menit , Lukas keluar dari kamar mandi . gantian Dewi yang masuk ke dalam kamar mandi .
Lukas membaringkan badannya diatas kasur sembari melihat lihat ponsel , siapa siapa saja ,teman atau rekan yang diundangnya yang tidak bisa datang karena berhalangan dan mereka mendo'akan serta mengucapkan selamat lewat pesan .
setengah jam setelahnya Dewi keluar dari kamar mandi dengan wajah yang kusut serta tidak enak untuk dilihat .
Lukas yang mendapati wajah muram Dewi ,hatinya tiba tiba merasa tidak nyaman ,firasatnya membisikkan sesuatu .
Dewi terus berjalan melewati Lukas yang terus menatap gerak geriknya.
Dewi melangkah menuju lemari , mengambil sesuatu , lalu masuk lagi kekamar mandi .
ekor mata Lukas menangkap jika Dewi mengambil benda tipis berwana putih , seketika sekujur tubuh Lukas menjadi lemas .
ia mengambil bantal lalu menutup mukannya
kenapa harus sekarang dan malam ini ? tidak bisakah Minggu kemarin atau Minggu depan ? gagal total aku , pasti si Ginta itu akan tertawa sangat keras penuh kepuasan .
Lukas merutuki keadaan yang sangat dia benci untuk saat ini , terutama pada tamu bulanan yang tidak tahu waktu itu .
Dewi yang baru keluar dari kamar mandi , memakai piyama yang tertutup, menatap Lukas yang menyembunyikan wajahnya dibalik bantal dengan sangat prihatin.
kan bukan salah Dewi .
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞