Shafira dan Arya sudah lama menjalin hubungan rumah tangga tapi tak kunjung memiliki anak, mereka akhirnya mengadopsi anak perempuan bernama Kinara yang berusia sepuluh tahun.
Delapan tahun hidup dalam sebuah keluarga mereka terhitung harmonis, sampai akhirnya Shafira menyadari bahwa hubungan Arya dan Kinara lebih dari ayah dan anak pada umumnya, kecurigaan itu terbukti saat Shafira mendapati sang suami satu ranjang dengan sang anak angkat.
Rasa sakit hati, membuat Syafira berniat membalas dendam. Dia tak mau terpuruk dengan pengkhianatan sang suami. Dia ingin mengambil alih pimpinan perusahaan. Di bantu seorang pria bernama Garvin. Mampukah Syafira membalas sakit hatinya?
Harap baca setiap bab yang update. Jangan menumpuk bab. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua Puluh Sembilan
Syafira langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ini dia lakukan juga untuk menghilangkan kegugupan karena harus sekamar dengan Garvin. Saat keluar dari kamar mandi, dia melihat pria yang telah menjadi suaminya itu telah tidur di ranjang. Tatapan pria itu tertuju padanya tanpa kedip. Dia tersenyum dan mendekati laki-lakinya.
"Kamu tak mandi?" tanya Syafira.
"Aku mau kamu yang mandikan," jawab Garvin sambil tersenyum. Mendengar jawaban pria itu, Syafira cemberut. Dia bertanya serius, tapi selalu saja dijawab dengan candaan.
"Aku mandi sebentar lagi. Sinilah tidur dekatku," ucap Garvin dengan menepuk kasur.
Syafira lalu naik ke ranjang dan berbaring di samping pria itu. Jantungnya berdetak cepat. Dia sangat gugup.
"Apa kamu bahagia menikah denganku?" tanya Garvin dengan berbisik.
"Hhhaaa ...." Syafira kaget dengan pertanyaan spontan Garvin itu.
Syafira memandangi Garvin yang telah menjadi suaminya dengan penuh perhatian. Wajah Garvin terlihat jauh lebih tampak jika ditatap dari jarak begitu dekat.
"Tentu saja aku bahagia," jawab Syafira akhirnya.
Garvin menghela nafas, “Aku takut kamu menikah denganku hanya untuk balas dendam dengan Arya, tak ada cinta untukmu dihatiku."
Syafira mencubit pelan lengan Garvin, "Jangan berpikir yang bukan-bukan. Aku menikah bukan karena ingin balas dendam."
"Apa alasan lainnya?" tanya Garvin lagi.
"Karena kamu. Aku melihat kamu pria yang bertanggung jawab. Aku suka itu," ucap Syafira dengan malu.
Garvin menatap Syafira dengan tatapan tak percaya, “Sungguh?”
Syafira mengangguk, “Ya. Dan kamu tahu, akad nikah kemarin adalah salah satu momen terbaik dalam hidupku. Aku bahagia. Terima kasih telah memilihku. Padahal aku yakin, banyak wanita yang mau menjadi istrimu, dan pasti lebih segalanya dariku."
Garvin tersenyum, dan pelukan hangat mengikuti. Mereka memiliki banyak cinta dan rasa sakit di antara mereka. Namun tiba-tiba semuanya berubah semenjak Syafira menerima lamarannya.
Garvin menarik pinggang Syafira agar wanita itu makin merapatkan tubuhnya. Saat ini jarak keduanya hanya sebatas pakaian mereka saja.
"Agar kebahagiaan kita sempurna, bagaimana kalau kita melakukan malam pertama dulu sebelum aku mandi," bisik Garvin.
Hembusan napas pria itu dapat dirasakan Syafira. Tubuhnya masih mengeluarkan bau wangi walau telah seharian beraktifitas. Mungkin parfum yang dipakai harganya sangat mahal.
"Kamu bicara apa?" tanya Syafira malu. Padahal sudah lebih dari lima belas tahun dia menikah dan sering melakukan hubungan. Saat Garvin mengatakan itu tetap saja dia malu.
Tangan Garvin mulai bekerja dengan masuk ke dalam baju tidur yang Syafira pakai. Tubuh wanita itu terasa kaku, dan detak jantungnya bekerja lebih cepat. Dia hanya diam dengan perlakuan suaminya.
Tangannya bergerak menuju ke depan, ke arah gunung kembar wanita itu. Wanita itu merasa gugup, karena takut Garvin tidak puas nanti. Lagi pula dia tak tahu apakah pria itu baru pertama kali melakukan hubungan atau pernah sebelumnya.
Garvin mengecup seluruh bagian di wajah Syafira. Setelah itu turun ke leher. Meninggalkan beberapa jejak kemerahan tanda kepemilikan.
Garvin lalu bangun dari tidurnya, menaiki tubuh Syafira. Dia membuka kancing baju tidur itu satu persatu. Setelah itu dia mengangkat baju bagian bawah hingga ke dada. Tampak perut putih mulus wanita itu.
Garvin mengecup perut rata wanita itu dengan lembut. . Pria itu mendekati wajah Syafira, membuat wanita itu terdiam dengan menahan napasnya.
"Jangan di tahan nafasnya. Nggak lucu malam pertama, wanitanya pingsan," ucap Garvin menggoda Syafira, membuat wajah istrinya itu makin memerah.
Syafira memukul dada Garvin pelan. Dia tidak menyangka ternyata pria itu suka menggoda. Selama ini yang dia kenal pria itu selalu tampak serius.
Dia kembali mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir wanita itu. Melihat sang wanita hanya diam suaminya melanjutkan ciuman lebih dalam lagi.
Kecupan yang awalnya lembut akhirnya menuntut. Garvin mulai memasukan lidahnya ke dalam mulut Syafira yang terbuka karena kaget di cium pria itu. Pria itu bermain lidah di mulut wanitanya. Membelit lidah sang istri. Wanita itu awalnya hanya diam, tapi setelah beberapa saat mencoba mengimbangi permainan lidah Garvin.
Syafira tidak percaya karena ternyata walau dia masih lajang, tapi tahu cara berhubungan. Memang semua bisa dipelajari.
Saat ini mereka saling membelit lidah. Hingga Garvin menghentikan lu*mat*annya di mulut Syafira, karena melihat istrinya itu sedikit sesak. Dihapusnya saliva mereka di mulut sang istri.
Garvin lalu menaiki tubuh wanita itu dengan tangan yang menahan bobot tubuhnya agar tidak menghimpit tubuh istrinya. Dia mengecup seluruh bagian di wajah Syafira. Setelah puas, ciuman turun ke leher jenjangnya dan meninggalkan jejak kepemilikan.
Tangan Garvin merayap ke dada Syafira dan membuka kancing baju tidurnya. Pria itu meloloskan baju itu dari tangan sang wanita. Tersisa saat ini hanya pakaian dalamnya. Wanita itu menarik napas dalam.
Garvin berdiri dan membuka semua kain yang melekat di tubuhnya hingga polos. Melihat tubuh pria itu yang sangat bagus, wajah Syafira makin memerah seperti kepiting rebus.
Garvin kembali menaiki tubuh Syafira. Membuka pangait bra memperlihatkan dada sang wanita yang masih indah seperti gadis. Dia mengecupnya, meninggalkan jejak kepemilikan.
Setelah puas bermain di dada, kecupan Garvin turun ke perut. Syafira merasakan suatu gelenjer aneh menjalar ditubuhnya. Pria itu membuka satu-satunya kain yang masih melekat di tubuh istrinya hingga keduanya saat ini sama-sama polos.
"Kamu sudah siap, Sayang? Kita akan mulai permainan ini?" tanya Garvin. Syafira hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
Garvin mulai memasuki bagian inti tubuh Syafira . Wanita itu sedikit merintih, mungkin terkejut. Setelah merasa tepat, dia mulai menggoyangkan tubuhnya dan dibalas sang istri. Wanita itu membalas setiap tusukan yang dilakukan suaminya dengan goyangan tubuhnya.
Sang pria itu tidak menyangka jika wanitanya bisa membalas setiap goyangannya. Bahkan wanita itu minta posisi dibalik. Dia kini yang memimpin permainan mereka.
Hingga Garvin berbisik, "Sayang, aku mau sampai."
"Aku juga. Kita keluar bareng saja," ucap Syafira, makin mempercepat goyangannya di atas tubuh Garvin.
Kedua insan yang sedang bahagia itu melenguh bersamaan. Menandakan keduanya sampai pada puncak permainan mereka.
Dengan posisi masih di atas tubuh Garvin, Syafira menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan pria itu. Garvin mengecup dahi dan memeluk pinggang istrinya itu.
"Terima kasih, Sayang," ucap Garvin.
"Ternyata kamu pro juga walau mengakunya masih lajang. Dikira cupu ternyata suhu," balas Syafira membuat Garvin jadi tertawa mendengar ucapan sang istri.
...----------------...
basartttt jabingan
semangat berkarya, mom...👍🏻
udah dipungut dari kecil malah gak berterimakasih