NovelToon NovelToon
Aku Membangun Kota Hantu

Aku Membangun Kota Hantu

Status: tamat
Genre:Spiritual / Rumahhantu / Sistem / Hantu / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:43.6k
Nilai: 5
Nama Author: trishaa

Genre : Dark fantasi, Sistem, Cool head protagonis, supranatural meta, misteri

Namaku Yun fei, seorang Streamer konten horor yang berusia 20 tahun tidak secara tidak sengaja menemukan ponsel hitam yang bertahun-tahun mati kembali menyala.

Dalam ponsel tersebut tidak ada aplikasi lainnya. Namun, terdapat 1 aplikasi yang mengembangkan sebuah Kota Hantu?

Sejak itu, Aku telah mengalami serangkaian kejadian supranatural. Mulai dari gadis dalam cermin yang berdarah, Arwah pendendam, Komplek yang ternyata kuburan angker, dan serangkaian hal misik lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kill the killer

Pada koridor kotor, gelap dan berbau terlihat Yun fei sedang berhadapan dengan para pembunuh yang keluar dari persembunyian yang begitu gelap.

Sebagai seorang pembunuh, mereka terbiasa untuk melihat dalam kegelapan. Dengan kata lain adalah mata mereka cukup sensitif pada cahaya, sampai dapat sedikit melihat di tempat gelap.

Sesuai judulnya, kali ini Yun fei berniat membunuh para pembunuh secara mental dan jiwa. Membuat mereka mengalami koma secara permanen, tidak ada kemungkinan mereka untuk bisa sadar.

Pada dasarnya psikopat seperti mereka tidak layak untuk menghirup udara yang sama, setidaknya itu yang terpikir oleh Yun fei setelah melihat peristiwa kehidupan dan kematian mereka.

Penjara saja tidak akan cukup membuat mereka jera, rumah sakit jiwa hanya cukup menahan pergerakan mereka, dan mereka menganggap kematian adalah hal yang enteng seperti hanya permainan.

Dari semua peristiwa yang Yun fei lihat walaupun cuma sekilas saja, sampai mati mereka tidak akan pernah berubah.

Dan kali ini, Yun fei secara nekat berniat menghabisi 18 yang tersisa, kebetulan mereka sudah keluar dari persembunyian membawa senjata mereka.

Bukan tanpa persiapan Yun fei menghadapi mereka semua, rencana yang telah Yun fei susun walaupun sempat melenceng adalah membuat Lin Mei akan mengendalikan tubuh Yun fei seperti boneka.

"My lord, mereka ada banyak. Apa rencana yang Anda susun berhasil?" Lin Mei meragukan rencana Yun fei karena khawatir.

Yun fei sambil memegangi cutter seperti pedang menjawab, "Ini akan berhasil! Dan saya harap Lan jing dan pak tua berhasil menelpon polisi."

Selagi berbincang dengan Lin Mei, para pembunuh seperti berbaris untuk menghadapi Yun fei. Mereka nampak ingin bergantian, sebenarnya tidak. Melihat cara mereka berbaris seperti hendak mengeroyok Yun fei yang seorang diri.

Di depan dimulai dari 6 orang menggunakan pisau dapur di tangan, dilanjutkan 3 orang menggunakan kapak, selanjutnya 5 menggunakan golok, 4 orang pembunuh menggunakan celurit, 3 orang lainnya menggunakan gunting rumput dan terakhir gergaji mesin.

Kemudian Lin Mei mengendalikan tubuh Yun fei seperti boneka, gadis Arwah tersebut memegangi bahu dan tubuh Yun fei bergerak maju, pergerakan cukup cepat hingga melewati seorang di depan.

Lin Mei berniat mengabaikan pembunuh tersebut untuk mengecoh, lebih memilih menyerang yang berada di belakang pembunuh tersebut.

Menggerakkan tangan Yun fei seperti seorang anak perempuan memainkan boneka, Lin Mei langsung menebas pembunuh tersebut menggunakan cutter di tangan kanan Yun fei.

Craat!

Tidak ada darah sama sekali yang muncrat, namum sebagai gantinya energi berwarna putih menyerupai darah terciprat dari tebasan. Kemudian energi putih tersebut menghilang di udara kosong.

Melihat ini dengan jelas, Yun fei bergumam dalam hatinya, "Awalnya tidak yakin, tapi sudah aku yakin. Ternyata jika aku menebas jiwa eksistensi, hanya energi kehidupan mereka yang keluar. Terdapat satu perbedaan di antara manusia dan Arwah kedengkian, yaitu adalah warnanya."

"My lord, di belakang!" Lin Mei memperingatkan Yun fei sambil menarik badan Yun fei agar menjauh.

Sebuah pisau hampir menusuk punggung Yun fei jika tidak segara menghindar. Melihat ini adalah kesempatan, Lin Mei menggerakkan tangan Yun fei untuk memotong setengah kepala pembunuh itu.

Satu lagi pembunuh telah tumbang, tetapi mereka tidak dapat bernafas lega. Karena masih tersisa 16 pembunuh yang belum menyerang.

Tanpa menunggu Yun fei mengambil nafas, lima di antara mereka yang menggunakan kapak maju dan hendak memotong tubuh Yun fei.

Dengan cepat, Yun fei langsung meniupkan death whistle kembali, membuat mereka terdiam. Setelah itu, Yun fei melirik Lin di belakangnya.

"Ah, benar!" Mengerti maksud Yun fei, dengan segera Lin Mei mengangkat tubuh Yun fei, membuat Yun fei seperti melayang di udara, mengambil kesempatan ini untuk memotong leher mereka.

Satu persatu, ke-lima dari mereka tumbang tidak sadarkan diri. Walaupun Yun fei menargetkan leher, tapi tidak ada darah yang keluar melainkan energi kehidupan Arwah mereka yang terkuras.

"Sisa 11 lagi?" gumam Yun fei menatap pembunuh yang tersisa.

Mendapati tatapan Yun fei yang sangat dingin, para pembunuh bergerak mundur perlahan karena rasa keraguan muncul dalam benak mereka.

"Monster macam apa dia? Kenapa serangan hanya menggunakan cutter dapat menumbangkan banyak dari kita? Ditambah kenapa mereka tidak berdarah?" Salah satu dari mereka mempertanyakan siapa Yun fei sebenarnya? dia bahkan menganggap monster macam apa Yun fei itu.

Rekan mereka yang memegang celurit menjawab, "Aku tidak tahu, sepertinya ketua memprovokasi orang yang salah!"

"Iya, sepertinya dia ahli hipnotis. Hanya mendengar peluit dengan suara mengerikan, kita menjadi diam tidak bergerak sama sekali." Rekan di sebelahnya menjawab hal tersebut.

"Apa kita bisa melawannya?" Rekan pembunuh lain mulai ragu dengan pilihannya.

Perkataan reken mereka itu, memicu untuk berpikir tiga kali menyerang Yun fei secara berkelompok. mengingat, tiba-tiba saja tubuh mereka terdiam begitu mendengar suara peluit dan gerakan Yun fei yang terbang di udara.

"Tidak ada yang menyerang lagi?" Yun fei bertanya kepada mereka sambil berjalan mendekati mereka.

Satu langkah Yun fei berjalan, mereka langsung saja berjalan mundur begitu Yun fei berjalan mendekati. Nampaknya, 16 pembunuh yang tersisa mulai takut menghadapi Yun fei secara langsung.

Bayangan Yun fei dalam koridor hotel yang gelap ini seperti menyatu, wajah yang tertutup sapu tangan tidak diketahui apa senyum atau biasa saja, dan juga tatapan mata yang dingin sangat tidak mengenakan seperti serangga yang menggeliat di otak mereka.

"Dia berbahaya dan lebih gila dari kita!" Setidaknya itu yang terlintas benak mereka secara bersamaan.

Dari ujung koridor, terlihat suatu keanehan terjadi pada pembunuh yang menggunakan gergaji mesin diesel tangannya. Sikap pria besar itu menjadi aneh, lubang pada bagian mata topeng karung menyala berwarna hijau dalam gelap koridor.

Tiba-tiba, pembunuh yang memiliki gergaji mesin di tangannya memotong salah satu rekan di depannya dengan kejam dan brutal.

Crast

Darah segar seketika langsung menyembur begitu beradu dengan daging hidup rekan sesamanya dan membasahi dinding serta lantai.

"Apa? Bodoh apa yang kamu lakukan?"

Seakan tidak bisa mendengar perkataan rekannya, pria besar itu memotong rekannya yang lain dengan gergaji mesin di tangannya.

"Bodoh, apa yang terjadi. Argh!" Begitu menoleh, dia di sambut dengan mata pisau yang memutar.

"Argh!" Orang yang di potong olehnya menjerit-jerit kesakitan.

Tidak memiliki pilihan, rekan sesama pembunuh mengabaikan Yun fei karena merasa tidak dapat mengalahkannya. Mereka lebih memilih membuat rekannya berhenti membantai.

Raungan ganas gergaji mesin kian berpadu dengan sempurna, seperti melodi musik pembantaian. Dari kejauhan, Yun fei dan Lin Mei melihat keanehan itu, mereka merasa sedikit bingung alasan kenapa Lin feng mengendalikan pria tersebut.

Yun fei dan Lin Mei hanya terdiam melihat melihat pria besar itu membantai rekan sesamanya, mereka juga tidak bisa mendekat untuk menghentikan atau melawannya untuk saat ini.

Membantu juga untuk apa? Mereka ini musuh dan tujuan Yun fei adalah menghabisi para pembunuh sebelum polisi tiba di lokasinya.

Mengabaikan pembunuh yang saling menghabisi satu sama lain, Yun fei melihat jejak tangan darah pada kegelapan koridor. Jejak terdapat pada pintu kamar di sebelahnya, seperti menginginkan mereka untuk masuk kedalam kamar tersebut.

"My lord, jejak tangan ini memiliki energi yang mirip dengan wanita itu." kata Lin Mei sambil menyentuh jejak tangan berdarah tersebut.

Yun fei melihat Lin mei, "Apa jenazahnya berada di kamar ini?"

"Sepertinya begitu." Lin Mei menjawabnya.

Setelah melihat ke arah para pembunuh yang saling menghabisi atau menghentikan, Yun fei dan Lin Mei membuka pintu kamar tersebut dan masuk ke dalam untuk mencari jenazahnya.

Sampai di dalam, Yun fei yang masih mengaktifkan Spirit Eye Vision melihat abnormalitas pada suatu dinding di dekat kasur. Lalu Yun fei berjalan ke arah tempat itu, sambil meminta Lin Mei mengambilkan mencari benda keras di sekitar kamar.

Kamar tersebut agak sedikit lebih luas dari kamar yang Yun fei sewa. Di sana terdapat dinding yang sudah rusak terlahap api, kasur ukuran besar yang terbakar hanya menyisakan kerangkanya saja dan beberapa perabotan kayu yang telah terbakar.

1
Story
Aku kiri ini PoV 1, soalnya sinopsisnya ada 'aku' gk taunya bukan toh
Dance Seaweed: Ooo.... kirain apaan 😅 author ini gak konek/Facepalm/
total 3 replies
Ayano
Mau kasian tapi ngakak🤣
Dance Seaweed: jahat amat dah😂😂
total 3 replies
Ayano
Iri gak bisa ngomong husband ke orang lain 🤣🤣🤣
Dance Seaweed: ho'oh /Hey//Hey/
total 1 replies
Ayano
Ini tiruan pocong gak sih 🤣
Dance Seaweed: tapi... di China itu namanya juga kafan sih😂 lebih ke arah baju kafan buat dandani mayat, kalo gak salah pas masa. Dinasti Ming/Han? aku lupa😅
total 3 replies
Ayano
Fix nikahin /Sneer//Sneer/
Dance Seaweed: kan ada di scane, tuh raja naga mamerin nikah ama loli dan ingin 10 anak. rajin amat dah😂😂🤣
total 3 replies
Ayano
Fix ini anak harus didukung🤣🤣🤣
Selera humornya ke Yun Fei bagus pake banget
Dance Seaweed: masih kaku aku pas nulis nih novel 😅
total 3 replies
Ayano
Berasa malak 🤣
Dance Seaweed: emang 😂
total 1 replies
Ayano
Kek mayat dong sekarang
Dance Seaweed: semacam itu, pada dasarnya pemilik sprit eye gak bisa mati😅 jadi, jiwanya bisa gentayangan seenak jidat
total 1 replies
Ayano
Yang kek gini masuk kemampuan user Bagus kali ya
Dance Seaweed: Bagus sih, bisa ngubah darah jadi benang. tapi, agak gore. harus sering terluka (btw, hatter cocok skill ini) untuk condition skill. menjahit dan benang, sesuai kemampuan aslinya di karya luwis Carol
total 1 replies
Ayano
Part ini keknya bagus ditambahin buat di sebelah wak/Proud//Proud/
Dance Seaweed: oh, membangkitkan mayat ya😂 necromance magic
total 1 replies
Ayano
Kamu sama kali maksudnya wak 😅
Sempet blunder beberapa menit akoh
Ayano
Mencoba kuat ceritanya
Dance Seaweed: iya, mencoba kuat, sebenarnya masih sakit😅
total 1 replies
Ayano
Gils. Pasti nyemburnya lumayan. Mirip sama yang di school days ga?
Dance Seaweed: persis, kayak pancuran dan cipratan air gitu
total 1 replies
Ayano
Membagongkan. Padahal aku pikir dia bisa diselamatkan si Xu wan itu
Dance Seaweed: gak semudah itu, muehehe
total 1 replies
Ayano
Real psikopat
Ayano
Iyuuuuh, serius gak bisa pulih atau ada rumus tertentu biar bisa pulih nih?
Dance Seaweed: iya, kau tau kan? konsep Jiangshi/Vampir China
total 3 replies
Ayano
Dibilang plot armor tuh ada kan
Ayano: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Ayano
Remember! The power of plot armored! It works
Ayano
Ngenes banget dah ampe disisain. Harusnya jan disisain
Dance Seaweed: kembung nanti🤣🤣
total 1 replies
Ayano
Kurang keras nendangnya woi😅😅
Dance Seaweed: nanti patah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!