Marsha harus dihadapkan dengan kenyataan pahit, di usia yang masih sangat muda harus menikah dengan gurunya sendiri. Bukan karena sebuah perjodohan tetapi karena kejadian satu malam yang tidak sengaja mereka lakukan.
Apakah Bastian akan benar benar mencintai Marsha? atau hanya rasa bertanggungjawab saja dan terpaksa menikahi Marsha? sementara Bastian masih mencintai mantan calon istri nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjelaskan
Keduanya saat ini terdiam, baik Bastian maupun Nadia tidak ada yang bersuara, mereka sama-sama membungkam mulutnya sendiri.
Meskipun satu bangku tetapi jarak duduk keduanya tidak menempel dengan kata lain Bastian memang sengaja jadi jarak. Bastian tahu batasannya saat ini, dirinya bukan laki-laki single,.dirinya bukan lagi pacar dari Nadia ataupun calon suami Nadia, tetapi saat ini ia dan Nadia hanyalah orang lain yang mungkin saja jika Nadia mau, status mereka hanyalah berteman tetapi kalau tidak yang terserah, Bastian tidak bisa berbuat banyak, karena itu semua kesalahan ada pada dirinya.
Bastian sadar diri, kini dirinya berstatus sebagai suami orang dan tidak pantas jika duduk hanya menempel dan berduaan saja meskipun di taman kota itu banyak orang tetapi Bastian harus sadar diri
,.ia harus jaga jarak dengan Nadia.
"Kenapa kamu tidak cerita padaku ? ke nama kamu baru jujur di saat pernikahan kita? kamu tidak tahu bagaimana perasaan aku?"
Hingga akhirnya Nadia memberanikan diri untuk membuka mulutnya, ia yang sudah berdiam hampir tiga puluh menit, rasanya ingin sekali mendengar penjelasan dari Bastian.
Bastian menoleh, menatap sekilas ke arah Nadia yang saat ini pandangannya masih lurus ke depan, ia tahu jika gadis cantik di sampingnya itu masih sedih bahkan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Jujur saja bukan hanya Nadia yang masih belum percaya, Bastian juga... hingga saat ini masih tidak mempercayai jika perempuan yang dinikahinya itu bukanlah perempuan yang ada di sampingnya melainkan gadis kecil yang tidak ada apa-apanya di ata Bastian, bahkan gadis itu dibilang bukan level Bastian.
"Maaf. Ini memang semua kesalahanku, tetapi aku mau jujur sama kamu, aku takut ... aku tidak bisa membuat kamu sedih dan terluka, aku takut jika membuat kamu kecewa dan aku takut jika kamu pergi meninggalkan aku."
"Kamu lucu sekali .. kamu takut jika aku kecewa, kamu takut jika membuat aku sedih, kamu takut jika aku pergi meninggalkan kamu, tetapi kenyataan nya apa? sekarang Kamu sudah melakukannya, bahkan di hari pernikahan kita. Padahal jika kamu mau jujur dengan aku satu bulan yang lalu, mungkin rasa kecewa Aku tidak seperti ini, mungkin hanya aku sendiri yang merasakan sakit hati dan kecewa tetapi tidak dengan orang tua aku. Kamu egois Yan, Kamu egois!! kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri, kamu hanya memikirkan rasa ketakutan kamu tetapi kamu tidak memikirkan orang lain, terutama aku."
Kembali lagi air mata Nadia mengalir begitu saja, tidak mungkin ia melupakan kejadian tadi pagi, tentunya itu suatu pukulan berat baginya.
Jika mungkin yang melakukan itu bukan Bastian, bukan laki-laki yang dicintainya selama 4 tahun ini, mungkin saja Nadia tidak mempermasalahkan, ia akan terus menjalaninya.. tetapi ini adalah Bastian, Bastian ... laki-laki yang dicintainya, laki-laki yang sudah berjanji akan sehidup semati dengannya, tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan.
Kembali lagi terdiam, Bastian bahkan tidak mampu untuk berkata apa-apa lagi, memang semua ini salahnya, ia menyesal.. bukan karena menyesal telah meninggalkan Nadia tetapi menyesal kenapa tidak jujur dari awal meskipun kejujurannya dari awal itu begitu menyakitkan dan pastinya dengan Bastian jujur, ia juga tidak akan bersamanya tetapi tidak sampai seperti ini.
"Kalau aku jujur dari awal, aku juga akan kehilangan kamu, apa bedanya dengan sekarang.."
"Apa bedanya? Kamu bilang apa bedanya dengan sekarang? kamu tidak lihat bagaimana hancurnya kedua orang tuaku, bahkan keluarga besarku sekarang menatap sinis padaku, mereka berpikir aku yang salah di sini sehingga kamu membatalkan pernikahanku. Apa kamu tidak berpikir dampak ke belakangnya? Andai saja satu bulan yang lalu kamu mengutarakan semua ini, memang semua itu tidak bisa merubah takdir bahkan juga pernikahan kita yang tetap dibatalkan tetapi tidak hari ini Yan dan juga semua nya tidak seperti ini."
"Hari ini, hari di mana aku sangat bahagia sekali, beberapa bulan ini kita sudah mempersiapkannya bahkan Kamu sendiri yang turun tangan untuk mempersiapkannya tetapi kamu sendiri yang sudah menghancurkannya, kamu benar-benar kejam.."
"Lalu bagaimana itu semua bisa terjadi? atau jangan-jangan kamu selingkuh di belakangku? siapa perempuan itu?"
Lanjut Nadia lagi yang memang tujuannya bertemu dengan Bastian itu ingin tahu bagaimana kejadian itu terjadi, apa memang benar yang dikatakan Bastian kalau Bastian tidak sengaja melakukannya atau memang Bastian selingkuh atau karena mereka dijebak?
Entahlah Bastian bahkan belum memberikan konfirmasi, laki-laki itu sepertinya sengaja untuk membungkam mulutnya dan tidak menceritakan kejadian yang sudah terjadi.
Nadia sendiri belum tahu siapa perempuan yang sudah melakukan malam panas bersama dengan mantan calon suaminya itu, karena tadi pagi Bastian tidak menyebutkan dengan siapa Bastian melakukan itu.
"Malam itu...."
Akhirnya Bastian menceritakan semuanya, semuanya secara detail Bagaimana dirinya bertemu dengan Marsha dan bagaimana ia bisa berakhir satu ranjang yang sama dengan Marsha, tentu saja Bastian menampik semua tuduhan jika dirinya itu berselingkuh dengan Marsha dan juga tidak ada jebakan antara dirinya dan Marsha, semua itu dilakukan karena murni kesalahannya dan juga kesalahan Marsha dan juga semata-mata karena Bastian yang tidak bisa menolak segala sesuatunya ketika sudah berhadapan dengan Marsha.
"Marsha? murid kamu yang cantik itu?"
Nadia menggelengkan kepalanya, memang ia pernah satu kali bertemu dengan Marsha yang pastinya Nadia sendiri juga tidak begitu mengenal Marsha tetapi ia tahu bagaimana wajah cantik dari murid Bastian itu, di mana memang benar-benar cantik dan juga mempesona.
"Iya dan jangan kamu berpikir yang macam-macam, aku melakukan itu bukan karena aku tertarik dengan Marsha.."
"Tetapi karena kamu tidak bisa menolak pesonanya, kamu tidak bisa menahan hasratmu barang sekejap saja, dan karena kamu juga minum!!"
Potong Nadia dengan cepat, ia tahu bagaimana laki-laki itu jika dihadapkan dengan situasi yang seperti itu, mungkin saja jika Bastian tidak mabuk malam itu pastinya Bastian juga tidak akan pernah menyentuh Marsha.
Ya walaupun Bastian hanya minum sedikit saja tetapi efek dari minuman itu sangat luar biasa dan meskipun Bastian melakukannya dengan sadar tetapi sama saja ia sudah terpengaruh dengan minuman beralkohol.
Sekarang sudah terjawab sudah. Bukan berarti Nadia membenci Bastian tetapi memang kenyataannya seperti ini, ia tidak bisa lagi melanjutkan hubungannya dengan Bastian yang mana memang Bastian sudah melakukan sesuatu dengan perempuan lain dan tentu saja mendengar cerita dari Bastian, Nadia tahu jika Bastian itu melakukan dengan cara sadar dan itu sungguh memang tidak bisa dimaafkan lagi.
"Oke, aku salah .. maafkan aku. Mungkin hubungan kita tidak bisa seperti dulu lagi, tetapi kita bisa menjadi teman kan? dan apakah kamu mau berteman dengan aku?"
Ya sepertinya memang cara inilah yang terbaik, Bastian memang salah tetapi tidak berarti hubungan antara dirinya dengan Nadia putus begitu saja tanpa ada baik-baiknya.
mampir thor..🙋
hebat pengarangnya mengerti dgn keinginan pembacanya
the best👍
lanjut
kebeneran deh
betul2 harus d tertibkan
ha ha
lanjut