Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍
Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?
Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.
Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kilas Balik dan Perasaan yang Berkecamuk
Aku melihat kedua laki-laki di depanku dengan rasa kagum dan hormat. Meski mereka sering bertengkar seperti anak kecil, mereka berdua sangat baik kepadaku.
Mo Jiu, pemuda berusia dua puluh tahun, adalah anak pertama dari klan Mo yang dikenal sebagai Iblis Utara karena kekejamannya dalam membunuh musuh. Mo Jiu mempunyai seorang adik perempuan bernama Mo Liying.
Sementara itu, Hou Juntian adalah pemuda yang baru saja berusia delapan belas tahun namun sudah memegang pangkat Jenderal Panglima Perang berkat kehebatan dan kecerdasannya dalam menghadapi musuh. Ia merupakan anak tunggal dari klan Hou yang memiliki latar belakang sebagai jenderal nomor dua di Dinasti Tang.
Sedangkan aku, Tang Anning, usiaku baru memasuki delapan belas tahun, tapi aku sudah mendapat gelar Putri Tang Zhen di usia muda. Aku adalah anak tunggal dari Jenderal Tang Weiyan—jenderal nomor satu di Dinasti Tang yang dijuluki Jenderal Tangbei. Aku dijodohkan oleh Kaisar dengan ikatan pernikahan bersama klan Mo, Hou, dan Shen. Namun, karena kecerobohan Shen Changge, aku menceraikannya dan justru diberikan dekrit lisan oleh Kaisar berupa pertunangan dengan Putra Mahkota, sahabat kecilku hingga sekarang.
Aku sendiri mempunyai sifat yang jahil, jujur apa adanya, dan ketegasan yang membuat orang-orang di sekitarku tidak bisa berbohong di depanku.
Di sisi lain, Putra Mahkota yang merupakan keturunan darah kerajaan bernama Li Jing Xuan. Dia adalah pemuda berusia delapan belas tahun. Meski memiliki sikap yang absurd dan jahil di depanku, dia sebenarnya adalah pangeran yang kejam di depan musuh; tatapan dinginnya saat marah bisa membuat siapa pun yang menyentuhnya merasa ketakutan. Dia adalah pemuda yang menyukaiku apa adanya dari kecil, bahkan aku dan dia sering sekali bertengkar bagaikan musuh tapi sayang. Sekarang, dia adalah tunanganku sekaligus calon suami ketigaku.
Adapun Shen Changge, pemuda berusia dua puluh tahun yang seharusnya menjadi suami keduaku, justru tertipu oleh wanita palsu yang mengaku sebagai diriku dan penyelamat masa kecilnya. Semoga saja setelah bercerai, dia bisa menemukan wanita yang bisa menjaganya dengan tulus. Mungkin takdirku dengannya memang hanya sebatas pernikahan sebulan.
Setelah aku melamun begitu panjang, lamunanku buyar ketika Mo Jiu dan Hou Juntian mengagetkanku.
"Ning'er, kenapa kau melamun? Apa ada yang sakit?" tanya Hou Juntian penuh perhatian.
"Ning'er, jangan membuat kami takut," ucap Mo Jiu sambil menggenggam erat tanganku.
"Tidak, apa-apa. Aku hanya lapar," kataku beralasan.
Mencintai tanpa harus memiliki? Di dunia modern, aku Anna yang berusia dua puluh enam tahun terlalu lama menjomblo, dan ketika mendapat suami yang perhatian justru aku merasa salah tingkah, batinku merutuki diri sendiri.
Setelah perjalanan kembali ke kediaman, akhirnya kami tiba di gerbang pintu kediaman.
Aku melihat kakak angkatku, Wen Xie, sudah menunggu di depan pintu. Tanpa berpikir panjang, aku segera turun dari kereta tanpa memperhatikan Mo Jiu ataupun Hou Juntian, lalu langsung menghampiri kakak angkatku itu.
"Kakak, kau sudah sembuh? Kakak, aku khawatir padamu," ucapku cemas sambil mengamati tubuh Wen Xie yang kini sudah sembuh total setelah sebelumnya sempat terluka parah.
"Aku sudah sembuh, Adik. Berhentilah memutar-mutar tubuhku," ucap Wen Xie terkekeh pelan. Ia lalu mendekatkan wajahnya dan berbisik di telingaku, "Adik, kau melupakan kedua suamimu. Lihatlah wajah mereka, sepertinya mau meledak."
Haiya... kenapa aku melupakan dua orang pencemburu buta ini? Bisa-bisa aku harus membujuk mereka lagi nantinya, batinku panik setengah mati.
Benar saja, saat aku menoleh, Mo Jiu dan Hou Juntian tengah menatap sinis ke arahku—sebuah tatapan tajam penuh kecemburuan yang sukses membuatku merinding.
"Baiklah, A-Jiu, Tian-ge, kalian mau tetap di situ atau mau masuk? Aku sudah lapar," tanyaku berbasa-basi demi memecahkan keheningan yang mulai mencekam.
Alih-alih menjawab, Mo Jiu dan Hou Juntian sama sekali tidak merespons pertanyaanku. Mereka hanya membuang muka dan berjalan mendahuluiku masuk ke dalam.
Hah... kan, mulai jurus ngambek, batinku mengeluh pasrah.
Terimakasih yang sudah spam like.
author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.
author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.
bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".
pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰
ditunggu ya😍
Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.
Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖
Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.
Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨
Salam manis,
Author Diah Nation29 🌸