namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17bbjkzzz
Dengan sarung berwarna hitam loreng biru,baju kokoh putih dan kopia yang melekat dikepalanya.gus Hanif melangkah dengan senyum yang merekah diwajahnya.wajahnya selalu terlihat teduh.
" Seir calon suami Lo datang.ingat yach,kali ini Lo ngak boleh jutek,ngak boleh kasar.lo harus Nerima dia.ngak boleh nolak."
Hmm
Dengan wajah ditekuk seira berdehem singkat.
" Assalamualaikum seir."
" Waalaikum salam."
" Saya punya hadiah buat kamu seir."
Seir menerima paper bag yang diberikan Gus Hanif, tanpa penolakan seperti biasanya,tanpa kata kasar dan itu cukup membuat senyum tipis muncul dibibir Gus Hanif.
" Terimakasih."
" Sama sama.saya harap kamu memakainya."
Tidak ada Jawaban dari seira,dia hanya diam memengang pemberian Gus Hanif semakin erat.
" Kalau begitu saya permisi seir.assalamu Alaikum."
" Waalaikum salam."
Gus Hanif melangkah menjauh dari seira,Hana dan Ratih menepuk jidatnya.
" Lo kok ngak bilang kalau Lo mau menikah dengan dia?"
" Dia ngak bilang dia mau menikah dengan gue lagi.masa gue yang harus ngomong nikah kedia duluan."
" Kemarin kemarin kan dia udah ngomong seir tapi Lo nolak dia terus."
" Tapi sekarang dia udah ngak bilang itu lagi."
Hana memutar bola matanya.
" Seira Aurora yang cantik dan manis, Sekarang katakan kalau Lo mau nikah sama dia.jangan sampai kamu terlambat.ingat karir Lo seira."
Seira mendongak menatap punggung Gus Hanif dengan perasaan kesal karna harus berada di situasi seperti ini.
" Gus Hanif.."
Teriaknya.
" Gus Hanif,saya mau menikah dengan Gus Hanif."
Degggghhhhhh.
Rasanya jantung Gus Hanif mau copot,kakinya terasa tidak mampu berpijar dibumi ini lagi.rasanya lumpuh total.
Semua orang yang berada di lokasi mendengar hal itu.
" Apa saya tidak salah dengar,seira Aurora mau menikah dengan Gus Hanif."
" Wah berita heboh nih."
Dengan cepat Ratih dan Hana menutup mulut seira dengan tangan.
" Astagfirullah ngak pake teriak juga seira.!"
" Kalian yang nyuruh gue."
" Kita ngak nyuruh Lo teriak teriak,kan kesanya kamu yang lagi ngelamar Gus Hanif."
Karna sudah merasa tidak enak dengan situasi disekitar mereka.hana dan Ratih menyeret seira menjauh dari sana.
Gus Hanif berbalik namun netranya menangkap seira yang ditarik oleh Hana dan Ratih segera mengejar mereka.
" Kalian mau bawa gue kemana sih."
"Seira."
Panngil Gus Hanif.
Hana dan Ratih menghentikan langkah mereka.
" Seira,apa benar yang kamu katakan tadi?"
" Ia." Jawab seira singkat tanpa berbalik kearah Gus Hanif karna menyembunyikan air matanya.
" Kamu serius."
" Ia saya serius mau menikah dengan Gus Hanif." Suara seira semakin terdengar serak,air matanya kian tidak terbendung karna mendapatkan takdir yang tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
Gus Hanif tersenyum Bagai mendapatkan hujan ditengah kemarau melandah,rasanya legah,senang,dan pada akhirnya apa yang ia inginkan dikabulkan oleh Allah.
" Alhamdulillah, terimakasih seira.insya Allah.saya akan mempersiapkan semuanya."
" Saya ingin mahar Gus."
" Katakan kamu mau mahar apa.?"
" Saya ingin mobil sport,rumah dan tas tas brended.berlian juga"ucap seira disertai tangis yang begitu pecah.
Ratih dan Hana melotot,mencubit lengan seira.
Diberikan mahar serupa itu memang impian seira,namun seira sadar Gus Hanif bukanlah Kevin nander yang mampu memberikan mahar sedemikian rupa.
Gus Hanif menunduk,merasa tidak mampu memenuhi permintaan dari seira.
" Gus seira hanya bercanda!,"ucap Hana cegegesan.
" Berikan mahar semampu Gus saja." Ucap seira pada akhirnya.
"Saya minta maaf seira,mungkin sekarang saya tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan.tapi saya janji setelah menikah saya akan mengusahakan nya untuk kamu."
Hana dan Ratih bisa melihat kesungguhan dari Gus Hanif.
<<
Flash of
" Tante.seira Udah pulang dari tadi."
" Tante Tidak ingin ketemu dengan seira.tante hanya ingin ketemu dengan kamu."
" Dengan aku."
" Kalau begitu silahkan duduk Tante."
Hana mempersilahkan Risma duduk.
" Tante mau minum apa,kopi, atau teh."
" Tidak usah repot-repot nak.tante kesini hanya ingin meminta tolong."
Dahi Hana mengrenyit, perasaannya sudah diliputi perasaan tidak enak.
" Minta tolong apa yach Tante."
" Ini soal seira."
Lagi dan lagi jantung Hana berdetak tak karuan,ia tahu jika ini menyangkut tentang seira.ini bukan soal main main.
" Tante minta kamu membantu Tante agar seira menerima Gus Hanif."
Hahhhhhhhahhha
Tawa Hana pecah.
Entah setiap kali mengingat Gus itu mengejar ngejar seira,rasanya Hana ingin selalu tertawa.
" Maafkan saya Tante,saya tidak bermaksud."
" Saya serius hana.tante khawatir seira tidak ingin menikah dengan siapapun setelah putus dengan kevin.seira itu anak satu satunya tante.hanya dia yang Tante punya didunia ini.dan Tante yakin Gus Hanif adalah laki laki yang tepat untuk anak Tante."
Helaian nafas Hana berat disusul dengan menjatuhkan bokongnya kesandaran kursi.
" Tante tahu, permintaan Tante sungguh berat bagi hana.aku lihat sendiri seberapa gigih Gus itu ngejar seira dan seberapa keras seira nolak.memaksa seira untuk menerima Gus Hanif bukan perkara mudah Tante,belum lagi seira masih gamon."
" Dan seira nolak Gus Hanif karna seira tahu dunia mereka berbeda,prinsip dan cara hidup mereka berbeda dan itu yang membuat seira tidak mau memulai ataupun menerima."
" Kamu bisa memanfaatkan karir seira."
Bola mata Hana membulat,kali ini duduknya tegak dengan tatapan lurus kearah risma.
" Maaf Tante saya tidak bisa melakukan itu pada seira.seira bukan hanya artis yang selalu saya urus tapi dia sudah seperti saudara saya."
" Karna kamu menganggap seira itu saudara Han. Tolong bantu Tante."
" Saya tidak ingin seira marah sama saya Tante jika suatu hari nanti seira tahu kebenaranya."
" Apa kamu tidak mau melihat suatu kebaikan untuk seira hanya karena takut seira marah kepada kamu.",?
Hana meremas tangannya,
" Baiklah Hana, terimakasih atas waktumu Tante mengerti dan Tante Tidak akan memaksa.assalamu Alaikum."
" Waalaikum salam."
" Tante,baik saya akan melakukan semuanya sesuai skenario Tante."
Risma berbalik,memeluk Hana dengan penuh cinta.
" Terimakasih Hana."
" Aku selalu bisa Tante andalkan."