"Aku ingin mati saja, buat apa aku hidup toh semuanya sudah berakhir. Tidak ada yang bisa dibanggakan lagi dari diriku. Semuanya telah hancur. Keluargaku akan hancur bila mengetahui ini semua, akulah kebanggaan mereka tapi kini leyaplah semua" ucapku dengan melempar buku-buku. Aku duduk terdiam dengan fikiran menerawang entah apa yang aku fikirkan. Aku gak punya semangat lagi, seakan semuanya musnah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Nara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 LAMARAN
Gak terasa hari yang ditunggu tunggu akhirnya tiba. Saat ini dirumah kecil yang Najwa tempati bersama kedua orang tuanya lagi dipadati para tetangga karena hari ini adalah hari lamaran Najwa dan Farel. Para tetangga berbondong-bondong menyiapkan sajian untuk menyambut keluarga Farel yang notabannya orang kaya. Para tetangga begitu penasaran dengan sosok Farel yang menurut cerita orangnya sangat tampan. Najwa hanya diam dikamar karena fikirannya selalu kacau. Najwa takut kejadian yang menimpa panji Alm. Suaminya akan dialami juga dengan Farel karena ada sebagian tetangganya yang bilang kalau suaminya pernah meninggal biasanya suami kedua akan sama. Najwa dirundung pilu karena dia tidak akan sanggup kehilangan orang-orang yang dia sayang. Akhirnya Najwa menghampiri ayah dan ibunya dan membawanya kekamar.
"Ada apa nduk? " Tanya sang ayah yang heran dengan sikap anaknya yang tidak seperti biasanya.
"Ayah, ibu, Najwa kok merasa takut ya"
" Takut kenapa nduk? Kamu jangan buat ibu khawatir nak"
"Kamu kenapa nduk cerita sama ayah"
"Aku takut yah, buk kalau menikah lagi, kejadian mas panji akan terulang lagi. Katanya kalau pernah punya suami meninggal maka suami kedua kemungkinan akan sama. Aku tidak mau kehilangan lagi yah, buk" Air mata yang sedari tadi Najwa tahan akhirnya jatuh juga. Kejadian yang menimpa Najwa dulu kita terngiang kembali. Rasa takut yang berlebihan membuat dia ragu menerima lamaran Farel. Najwa hanya takut Farel akan mengalami kesialan seperti panji dulu.
"Nduk manusia tidak ada yang tahu nasib yang akan menimpa kita. Tugas kita hanya berdoa semoga jalan yang akan kita jalani baik dan barokah. Serta kebahagiaan menanti. Jangan berprasangka buruk dulu kepada Allah, jalani dulu baru kamu akan tahu hasilnya. Yakinkan hatimu nak bahwa apa yang saat ini kamu fikirkan itu tidak benar. Itu semua hanya mitos yang tidak perlu kamu yakini. Buang jauh-jauh pemikiran itu ya. Jangan sampai kecewakan nak Farel yang datang jauh-jauh kesini untuk melamar kamu". Panjang lebar sang ayah memberikan nasehat agar Najwa tidak sampai mengambil keputusan yang salah.
"Tapi yah bagaimana kalau nanti hal itu terjadi?"
"Tidak ada manusia yang bisa tahu hal apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Sudah buang jauh-jauh pikiran seperti itu"
"Iya nduk jangan punya pikiran seperti itu. Justru kalau kamu meyakini hal itu akan terjadi maka akan terjadi oleh karena itu buang jauh-jauh pikiran jelek dan rasa takut kamu. Yakin bahwa nak Farel yang terbaik dan rumah tangga kalian selanjutnya akan bahagia. Ibu sama ayah sudah sangat menginginkan cucu. Ibu sudah tua gini masak belum punya cucu. Si ningsih sudah punya cucu" Goda ibu Najwa agar sang anak bisa ceria kembali dan melupakan rasa takutnya.
Tok tok tok
Terdengar pintu kamar Najwa diketok. Ibu Najwa segera membukanya.
"Iya ada, oh kamu in ada apa? "
"Anu bude.. Rombongan mas Farel sudah datang"
"Oww ya sudah kamu temani Najwa ya, Nanti kalau sudah acara mulai, kamu temani Najwa keluar" Ucap ibu Najwa yang segera keluar untuk menyambut calon besannya. Warga begitu heboh saat melihat Farel yang memakai jas berwarna biru dongker senada dengan baju yang dipakai Najwa. Farel terlihat sangat tampan dan gagah. Membuat orang yang melihatnya merasa dag dig duh ser. Sikap Farel yang ramah dan selalu tersenyum pada setiap orang, hal itu menambah nilai ples. Acara pun dimulai, Najwa sudah memasuki ruang tamu dimana disana sudah ada Farel dan keluarganya. Farel terpaku menatap Najwa yang sangat cantik memakai gaun pilihannya. Farel sampai tidak berkedip. Hal itu membuat orang-orang menggodanya.
"Ehem awas mas Farel nanti ilernya jatuh" Semua orang tertawa mendengarnya. Farel yang sadar sedang di goda cepat-cepat menunduk sambil tersenyum. Acara demi acara dilalui hingga sampailah ke acara inti yaitu tukar cincin. Farel memasangkan cincin di jari Najwa begitupun sebaliknya Najwa memasangkan cincin di jari Farel. Kedua belah pihak sudah menyetujui bahwa 2 bulan lagi mereka akan menikah. Acara ijab qabul akan dilakukan di rumah Najwa dan acara resepsinya akan diadakan di sebuah hotel mewah. Karena Farel merupakan anak satu-satunya dari keluarga kaya raya. Mereka akan mengadakan acara 3 hari 3 malam yang akan mendatangkan beberapa artis tanah air.
Tidak lupa pula Farel mengundang semua karyawannya, para staf-staf dan para claennya.Farel juga mengundang beberapa stasiun TV agar pernikahannya bisa disaksikan oleh seluruh orang. Najwa tidak pernah mengira akan memiliki pasangan yang super duper berpengaruh di negara ini bahkan Najwa menjadi sorotan saat ini karena mampu menaklukkan hati Farel yang terkenal super dingin seperti kulkas 7 pintu. Najwa dan Farel menikmati hidangan yang disediakan oleh keluarga Najwa.
"Maaf ya mas kami hanya menyediakan hidangan sederhana seperti ini"
"Ini sudah mewah kok. Maaf ya aku sekeluarga sudah merepotkan kamu sekeluarga dan para tetangga disini"
"Disini memang seperti ini kok mas saling bantu. Apalagi acara nikahan. Behh rame banget mas tapi gak semewah dikota mas"
" Yang penting sah, aku udah gak sabar ingin segera menikahimu" Goda Farel yang membuat wajah Najwa merah seperti kepiting rebus.
"Oiya untuk 2 bukan ini kamu gak usah masuk kerja ya,kamu tetap disini buat ngurus keperluan nikah kita. Seminggu sekali aku akan kesini. Jadi kamu gak usah mikir kerjaan. Sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya Farel jadi gak usah kerja lagi cukup dirumah aja"
"Mas... Boleh ya aku tetap kerja, bosen mas kalau dirumah terus gak ada kerjaan"
"Kata siapa kamu gak ada kerjaan. Kamu akan melayani aku sayang"
"Iya mas tapi setelah mas berangkat kerja, aku sendirian dirumah. Itu sangat membosankan mas"
"Emmm terus maunya kamu gimana? "
"Aku tetap boleh kerja ya.. "
"Baiklah kamu boleh kerja tapi jangan capek-capek. Ruangan ku akan aku renovasi lagi biar kamu ada ruangan buat istirahat"
"Terserah mas aja yang penting aku gak kesepian heee"
"Hemmm bilang aja kamu gak mau jauh dari aku haaaaa atau kamu takut aku diganggu cewek lain"
"Yeeee gak juga sih heeeee " Secara reflek Farel memegang tangan Najwa. Najwa memberi kode kalau disekitar banyak orang. Hal itu disadari oleh Farel.
"Maaf aku reflek. Udah gak sabar pengen halalin kau Naj" Goda Farel kembali.
" Sabar mas kan tinggal 2 bulan lagi"
"Buat aku lama nunggu 2 bulan itu, serasa nunggu 2 tahun"
"Lebay ach... Baru kali ini seorang Farel yang cueknya melebihi kulkas 7 pintu bisa lebay juga hemmm perlu diapresiasi ini" Ucap Najwa yang membuat Farel ikut tertawa.
"Aku bisa seperti ini gara-gara kamu Naj, kamu sudah memberi warna dalam hidup aku" Merekapun larut dalam suasana yang membahagiakan.