NovelToon NovelToon
Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Time Travel / Romansa Fantasi
Popularitas:208.3k
Nilai: 5
Nama Author: Widisiera

Hua Chunran hidup sebatang kara dan setiap hari harus bekerja keras untuk membayar hutang ayahnya kepada rentenir.

Namun meskipun dia telah bekerja keras untuk melunasi hutang ayahnya, tapi dia tetap tidak bisa membayar lunas hutang ayahnya. Sehingga dia harus merelakan satu ginjalnya di ambil paksa oleh rentenir.

Karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat dan kurang gizi , dia harus kehilangan nyawa di meja operasi saat ginjalnya di ambil paksa.
Hua Chunran mengira dia sudah meninggal, tapi ketika dia membuka matanya dia menemukan dirinya terlempar ke masa ribuan tahun lalu.

Ternyata semua penderitaannya selama ini akibat karma dari kehidupannya yang lalu. Dia hanya punya waktu Lima bulan untuk memperbaiki kesalahannya dan merubah takdirnya .

Mampukah dia mengubah takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Hua Chunran segera memeriksa hasil tugas Zhao Xifeng didalam tenda, sementara Zhao Xifeng diluar tenda segera mengumpulkan kayu kering dan mulai membakarnya.

Jiang Zhen dan yang lainnya tak lama kemudian juga sudah menyelesaikan tugasnya. Mereka segera memasuki tenda untuk beristirahat. Begitu juga Dan Yin yang tinggal di tenda terpisah sendirian tak jauh disamping tenda Hua Chunran. Total ada empat tenda yang mereka dirikan.

Hua Chunran yang sedang memeriksa hasil tugas Zhao Xifeng merasa takjub karena dia tidak menemukan satupun jawaban yang salah. Baru beberapa hari mereka belajar dan Zhao Xifeng sudah menguasai cara membaca dan menulis. Apalagi dengan tulisan tangannya yang bagus , Zhao Xifeng tidak terlihat seperti orang yang baru belajar membaca dan menulis.

" Penjaga Zhao kemarilah.." panggil Hua Chunran dari dalam tenda.

Zhao Xifeng yang mendengar panggilan Hua Chunran ragu sejenak , tapi dia akhirnya tetap berdiri melangkah ke arah tenda.

"ada apa nona? " tanya Zhao Xifeng dari depan pintu tenda. Dia tak berani masuk ke tenda seorang gadis malam-malam.

" Masuklah.." Suara Hua Chunran terdengar lembut dari dalam. Dada Zhao Xifeng berdebar , dia berusaha mengusir pikiran aneh di kepalanya.

" Tapi nona.." Suara Zhao Xifeng terdengar ragu.

" Tidak apa-apa, ada yang ingin aku tanyakan tentang tugasmu ."

Zhao Xifeng menghela nafas lega, sepertinya dia yang terlalu berpikir yang tidak-tidak.

Zhao Xifeng membuka pintu tenda dengan pelan lalu kemudian masuk. Hua Chunran terlihat sedang memegang arang dan batu tulis ada didepannya.

Zhao Xifeng kemudian duduk perlahan didepan Hua Chunran.

"apa yang ingin nona tanyakan?" tanya Zhao Xifeng pelan sambil menatap wajah Hua Chunran yang menawan . Tenda hanya disinari cahaya api unggun dari luar jadi sedikit remang-remang , tapi cukup jelas karena Zhao Xifeng telah menambah banyak kayu ke api unggun.

" Zhao Xifeng aku ingin menguji kemajuanmu, bisakah kamu membaca kalimat apa ini?" Hua Chunran menunjuk ke arah batu didepannya.

" Kaisar " sahut Zhao Xifeng. Hua Chunran mengangguk lalu menghapus tulisan itu dengan kain lalu menulis tulisan lagi diatas batu .

" ini apa?" Hua Chunran bertanya lagi

" Negara Kita."

Hua Chunran mengangguk puas. Lalu kembali menuliskan kata-kata lain di atas batu.

" kalau ini apa? " Hua Chunran menatap dalam pada Zhao Xifeng.

" Kaisar negara kita adalah pilar dan lambang kekuatan ."sahut Zhao Xifeng pelan.

Hua Chunran tertegun dia menatap Zhao Xifeng dengan matanya yang indah. Sudut mulutnya bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi dia terdiam cukup lama tanpa sepatah katapun.

Ditatap seperti itu, membuat Zhao Xifeng sedikit gelisah . Apa ada yang salah dengan jawabannya?

Hua Chunran kemudian menarik nafas panjang dan bertanya sambil menatap pria tampan nan mempesona di depannya" Zhao Xifeng jujurlah padaku, apakah kamu sudah bisa membaca dan menulis sebelumnya?"

Zhao Xifeng tercengang tak menyangka Hua Chunran akan menanyakan pertanyaan ini . Zhao Xifeng tak bisa begitu saja mengatakan bahwa dia bisa membaca dan menulis, itu akan sangat mencurigakan dengan identitas dan latar belakangnya .

Tapi sepertinya Hua Chunran yang pintar tak akan mudah dibodohi , jika Zhao Xifeng berbohong saat ini ,itu akan lebih mencurigakan.

Akhirnya Zhao Xifeng memutuskan untuk mengakuinya. Dia mengangguk pelan.

" ya nona , saya memang sudah bisa membaca dan menulis.."

Hua Chunran tercengang, meski dia sudah menduganya sebelumnya tapi jawaban Zhao Xifeng tetap mengejutkan. Dengan latar belakang Zhao Xifeng tidak mungkin dia sudah bisa membaca dan menulis. Zhao Xifeng belajar darimana?

"Darimana kamu belajar membaca dan menulis?" selidik Hua Chunran sambil menatap lekat bola mata Zhao Xifeng,mencoba membaca kejujurannya.

" Hamba belajar dari guru beladiri hamba, tapi hamba hanya bisa dasarnya saja ,belum terlalu pandai. Karena itu hamba berharap bisa lebih menguasai membaca dan menulis dari nona." Zhao Xifeng menjawab dengan penuh keyakinan seolah berkata jujur.

Hua Chunran masih melihat ke mata kelam Zhao Xifeng yang teduh. Tak terlihat sedikitpun dusta di bola matanya. Hua Chunran mengangguk mengerti.

Zhao Xifeng memiliki ilmu beladiri dan tenaga dalam luar biasa. Tentu saja tak heran jika dia belajar membaca dan menulis dari gurunya. Meski hanya dasarnya.

Hua Chunran akhirnya kembali menguji beberapa kalimat yang lebih panjang untuk dibaca Zhao Xifeng. Hua Chunran terlalu bersemangat menguji Zhao Xifeng dan Zhao Xifeng juga tak merasa keberatan meski dia sebenarnya sudah sangat mahir membaca dan menulis.

Sementara diluar gerimis mulai turun setetes demi setetes tanpa mereka sadari . Saat mereka tersadar tiba-tiba hujan telah turun dengan derasnya memadamkan cahaya semua api unggun di depan tenda.

Kegelapan menyergap mereka berdua. Hua Chunran dan Zhao Xifeng terdiam beberapa saat. Hua Chunran merasa sedikit takut ,ini sangat gelap dan juga mereka ada ditengah hutan. Hua Chunran sebenarnya bukan penakut karena di kehidupan sebelumnya dia terbiasa hidup sendiri. Tapi saat ini mereka berada di tengah hutan. Mau tak mau Hua Chunran merasa sedikit ngeri.

"Nona tidurlah ,malam sudah larut. Hamba akan kembali ke tenda." Zhao Xifeng hendak berdiri pergi keluar tenda

" Diluar hujan deras , juga disini sangat gelap...." Hua Chunran merasa ragu untuk mengatakan bahwa dia takut.

Zhao Xifeng mengurungkan niatnya untuk berdiri. " Apakah nona takut? " tanya Zhao Xifeng pelan , nada suaranya dalam.

Tanpa sadar Hua Chunran menggeleng, sesaat kemudian Hua Chunran baru sadar Zhao Xifeng tak akan melihat gelengan kepalanya karena gelap.

Tak mendengar jawaban dari Hua Chunran, Zhao Xifeng tahu kalau Hua Chunran merasa takut.

" Hamba akan memanggil Dan Yin untuk menemani nona tidur disini." Lanjut Zhao Xifeng lagi .

" Dan Yin pasti sudah tidur, lagipula akan basah jika dia kemari. Penjaga Zhao bisakah kamu tidur disini saja?. Lagipula ini bukan pertama kali kita tidur bersama." Hua Chunran tercengang mendengar kata-katanya sendiri.

Kenapa kata-katanya terdengar ambigu?. Seolah-olah dia adalah orang cabul yang sedang mencoba merayu.

Hua Chunran langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya menyesali apa yang dikatakannya. Untungnya karena gelap, Zhao Xifeng tak menyadari gerakan refleks Hua Chunran.

Zhao Xifeng tertegun mendengar kata-kata Hua Chunran, seulas senyum tipis tersungging di bibirnya.

" Baiklah , hamba akan menemani nona sampai tertidur. Setelah nona tidur hamba akan kembali ke tenda. Tidak baik ,jika yang lain tahu hamba bermalam di tenda nona ." Ujar Zhao Xifeng pelan.

Hua Chunran merasa tersentuh mendengar kata-kata Zhao Xifeng. Penilaiannya tidak salah , Zhao Xifeng memang pria baik yang tidak akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

" Baiklah terima kasih Penjaga Zhao, aku akan segera tidur." Hua Chunran lalu merebahkan diri dan menarik selimut menutupi tubuhnya.

"selamat beristirahat nona.." ujar Zhao Xifeng pelan. Dia tetap duduk diposisinya semula.

Beberapa menit telah berlalu dan Hua Chunran masih belum bisa tertidur. Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan berkata pada Zhao Xifeng.

" Penjaga Zhao bagaimana menurutmu kaisar negara ini?"

1
Putri K
thor ini ngga ada kelanjutannya?
justFlio
autor novel ini gk dilanjut yaa..sambil nunggu lin xeyue ak mo baca ini..tp ak liat kok update terakhirr jauhh amattt 2025
Vivo Abang
kok aku kesel sama MC ceweknya,ga bisa apa",lemah.
Nana Nana
MC gak dikaseh ruang ajaib😏
Herna Yulita
gk dunia modern gk didunia kuno ko cunran tetap bodoh,kenapa gk bilang saja btlin pertunangan dan pembrontak,ini mah ribet bget bkin emosi
Aprillia Syafitri Delhis
up dong thor
Aprillia Syafitri Delhis
GK up thor
Riska Mustikasari
akhirnya up.. semangat ya kak💪
UChi3
up lg kak😍
Lina Hibanika
laki2 mah gitu,, dikejar bilangnya mengganggu,, giliran dicuekin dipikirin
Lina Hibanika
mulai tumbuh rasa kagum di hati masing2,, lama lama benih lope muncul deh 🤭
Lina Hibanika
harus seperti itu cara hukumnya kalo cuman ditampar mah ga kan ngaruh
Arix Zhufa
tak sabar menunggu Yue Qui sekeluarga dimusnahkan
Arix Zhufa
sang primadona jadi rebutan para pangeran
kasih visual ulang mereka ber 3 thor
Arix Zhufa
semoga kehidupan ke 2 ini Hua chunran bahagia
Arix Zhufa
ini Helian yg cemburu, sekali waktu gantian bikin putra mahkota cemburu thor
Widisiera: siap kak,.makasih masukannya 🙏😍😍
total 1 replies
UChi3
jalan cerita nya sangat bagus...😍😍👍👍
Widisiera: mohon terus dukungannya ya kak 🙏😍😍
total 1 replies
Arix Zhufa
setiap intrik mempunyai daya tarik sendiri...keren
Arix Zhufa
yue Qi....tunggulah hbis ini kamu bakal lebih malu
Arix Zhufa
Calon permasuri dari masa depan kok dilawan. .siapa pun yg menjadi suami nya kelak pasti berjaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!