haii semua..
kali ini author akan menulis sebuah cerita yang berjudul My teacher is My Husband..
cerita kali ini rada sedikit berbeda ya..
kiran gadis cantik berumur 17 tahun harus terpaksa menikah dengan guru nya sendiri yang bernama arya.
Arya adalah lelaki tampan berumur 23 tahun yang menyembunyikan identitas diri nya dengan menjadi guru di SMA favorit..
karena sebuah jebakan mereka menemukan jodoh yang di kirim kan tuhan untuk diri nya.. hingga Kiran harus rela menerima kepahitan dalam Lika liku pernikahan nya.. setiap hinaan, cacian serta fitnah orang harus ia dengar..
mampukah kiran menjadi istri yang baik untuk arya??
dan mampukah Arya menjadi suami yang baik pula untuk Kiran??
yuk.. di kepo in..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; hampir saja
Hampir saja
untuk readers ku semua, sebelum membaca Jangan lupa sempatkan untuk like, komen, dan rate bintang 5 cerita karangan author ya.
boleh ko jika mau vote author.. author pasti akan senang..
seikhlasnya saja.. semoga dengan dukungan vote dari kalian. bisa membangun cerita author lebih baik kedepan nya..
Maaf banyak typo bertebaran
.....
Setelah sampai di depan pintu
Arya segera menutup kembali pintu dan mencubit Lana.
"Apa kau gila?! Mulut tanpa filter mu itu hampir saja membongkar semua identitas ku!" Ucap Arya kesal.
"Maafkan aku. Aku kira, istrimu sudah tau. Dan juga istrimu sangat asik di ajak mengobrol hingga aku kelepasan" ucap Lana.
"Jujur saja, aku belum siap memberitahu semua ini kepada istri ku. Jadi, berhati hatilah dalam berucap! Mulut mu itu harimau mu! Bahkan mulut mu itu lebih tajam dari pisau sekalipun!" Ucap Arya kesal.
"Iya iya bro. Santai saja. Aku minta maaf, ya sudah kalau begitu aku pamit dulu" ucap Lana lalu segera pergi.
Setelah lana pergi, Arya pun segera masuk kembali kedalam.
"Mas, teman mas tadi sangat cerewet ya. Dia juga lucu" ucap Kiran
"Iya dek, dia memang begitu. Tidak bisa di rem ucapan nya. Besok mas akan membelikan nya rem agar bisa mengerem ucapan nya" ucap Arya terkekeh kecil.
"Mas, apa mas menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Kiran
"Ti..tidak. mana mungkin mas menyembunyikan hal dari adek." Ucap Arya menghindar
"Mas, maafkan aku. Selama ini aku sudah sanggar egois pada mu." Ucap Kiran tertunduk malu.
"Dek dengarkan mas. Adek tidak salah, mas lah yang salah. Seharusnya sejak awal mas punya inisiatif untuk menjelaskan semua nya kepada adek. mas lebih egois daripada adek. Mas minta maaf ya dek" ucap Arya sembari mengangkat dagu Kiran.
"Nggak mas, aku lah yang salah. Jika sejak awal aku mau mendengarkan mas. Semua ini pasti tidak akan terjadi" ucap Kiran yang tanpa sadar air mata nya sudah lolos dari bendungan nya.
"Dek. Mas mohon, setelah ini jangan hiraukan perkataan ibu ibu itu. Kita hadapi semua nya bersama sama. Cukup adek berada di sisi mas. Insyaallah semua masalah bisa kita hadapi bersama sama" ucap Arya sembari menghapus air mata Kiran
"Mas, apakah aku masih mendapatkan pengampunan dari Allah. Aku sudah begitu jahat sama mas, entah sudah berapa dosa yang menyelimuti ku. Hiks hiks hiks" ucap Kiran penuh penyesalan
"Sholat taubat dek. Insyaallah, Allah pasti memberikan pengampunan kepada setiap hamba nya." Ucap Arya lalu merengkuh Kiran dengan lembut. Sesekali ia mengecup pelipis Kiran
"Terimakasih banyak mas sudah mau memaafkan adek. Sungguh adek menyesali segala nya" ucap Kiran lirih
Belaian halus Arya berikan kepada Kiran agar Kiran merasa lebih baik.
"Ya Allah terimakasih engkau telah megembalikan istri ku. Sungguh berikanlah ampunan kepada istri ku ya Allah " gumam Arya sembari membelai halus kepala Kiran
"Sudah, sekarang adek tidur." Ucap Arya melepaskan pelukannya.
"Mas, bolehkah aku menyelesaikan pendidikan ku di sini selama satu bulan?, Setelah itu aku akan pulang bersama mas" ucap Kiran
"Baiklah. Mas, izinkan. Tapi, mas akan ajukan. Tidak menjadi satu bulan tapi, menjadi 2 Minggu. Mas tidak bisa jauh jauh dari adek dan juga calon anak kita". Ucap Arya
"Terimakasih mas." Ucap Kiran lalu kembali merengkuh Arya.
Arya merasa nafas Kiran sudah teratur. Lalu Arya merebahkan Kiran. Karena, Kiran sudah tertidur di pelukan Arya.
"Dek, maafkan mas. Mas masih menyembunyikan hal ini dari adek. Hampir saja semua nya terungkap karena mulut Lana yang tak bisa di kontrol" gumam Arya sembari membelai Kiran
Keesokan pagi nya.
Ketika Kiran di antarkan kembali Arya ke ponpes. Di jalan Kiran menangis tanpa alasan.
"Hei dek kenapa menangis?" Tanya Arya
"Mas, kenapa hati ku sangat sakit ketika mengingat kejadian waktu itu?" Tanya Kiran yang masih menangis
"Dek, sudahlah. Lupakan kejadian waktu itu. Kita mulai yang baru, kasihan anak kita jika adek terus terusan begini" ucap Arya sembari mengelus pelan perut Kiran yang masih rata.
"Mas, janji. Setelah adek menyelesaikan pendidikan adek. Mas akan segera menjemput adek. Dan membawa adek pulang" ucap Arya dan di angguk i oleh Kiran.
Setelah itu Arya pun segera kembali. Karena ada hal yang harus dia selesaikan.
"Kenapa kau melukai istri ku?" Tanya Arya
"Aku tidak melukai nya! Kaulah yang melukai hati nya.! Dengarkan aku baik baik pak Arya. Jika, Kiran meneteskan air mata nya kembali karena mu.! Maka akan ku pastikan, Kiran tak akan pernah bisa melihat mu kembali!" Ucap Randa mengancam
"Aku bisa berjanji kepada mu. Aku tidak akan melukai Kiran kembali.! Dan pegang ucapan ku ini" ucap Arya dengan penuh penekanan
"Huuhhh.. kita buktikan saja" ucap Randa dengan nada menantang.
"Yudis, pastikan dia pergi jauh dari negara ini" ucap Arya.
Sedangkan di sisi lain. Kiran masih di dalam kamar bersama Mutia. Dan Mutia pun sibuk bercerita karena permintaan sang bumil itu.
"Mulutku rasanya sudah tidak bisa berbicara kembali. Huh kenapa kau meminta ku bercerita tentang suami mu sih?" Ucap Mutia kesal.
"Karena ini permintaan anak ku" ucap Kiran santai
Anak Kiran POV :"fitnah aja terus.."
"Ya Allah sabarkanlah hamba dalam mengahadapi ibu hamil yang satu ini" ucap Mutia menyerah
"Jadi, kamu tidak ikhlas bercerita? Ya sudah hentikan saja" ucap Kiran sambil memanyungkan bibirnya.
"Siapa yang bilang aku tidak mau bercerita? Aku hanya lelah" ucap Mutia
"Sudah hentikan, eum Mutia maukah kau nanti menemani ku mencari mangga muda?" Tanya Kiran
"Ok " ucap singkat Mutia.
siang nya setelah mendapat izin dari Abah. Kiran dan Mutia pun pergi untuk mencari mangga muda.
setelah beberapa lama berjalan kaki. akhirnya Kiran pun berhenti.
"sudah sampai" ucap Kiran
"hah? yakin?" ucap Mutia memastikan kembali
"iya, sekarang minta lah mangga muda itu untuk ku" ucap Kiran santai
"astaghfirullahaladzim Kiran, yang punya mangga muda itu punya anjing.. dan aku sangat takut dengan anjing" ucap Mutia berkedok ngeri.
"dasar cupu" ucap Kiran kesal.
tiba tiba
"ada apa dek?" tanya pembantu rumah itu yang sedang keluar membuang sampah.
"ini Bu, teman saya sedang mengidam ingin memakan buah mangga muda itu. tapi, saya tidak berani meminta nya." ucap Mutia
"opo begitu. kalau begitu biar saya ambilkan. lagipula, majikan saya malah bilang ingin memberikan mangga itu untuk warga." ucap pembantu itu.
"yang benar Bu?" tanya Mutia memastikan nya kembali.
"tentu saja, majikan saya sedang di luar kota. tunggu sebentar saya akan ambilkan dulu" ucap pembantu itu.
"selamat lah aku," gumam Mutia yang baru saja bernafas lega
tapi, tiba tiba anjing di dalam sana menggonggong hingga membuat Mutia tersentak terkejut.
tidak lama kemudian pembantu itu keluar sembari membawa kresek hitam berisi mangga muda.
"ini mangga muda nya" ucap pembantu itu menyodorkan kresek yang dia bawa.
"terimakasih banyak Bu," ucap Mutia dan Kiran bersama.
"sama sama "
"kalau begitu kami pamit dulu" ucap Kiran lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah itu.
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois