Karya orsinil tanpa menjiplak karya lain.
Promo tanpa like mending gak usah!!
Update dari hari Senin-Jum'at.
Zenaya Calista, anak korban perceraian orang tua nya. Ibu nya yang selingkuh membuat keluarga kecil Zen berantakan dan hancur.
Zen bisa di katakan anak berada namun Zen tidak pernah meminta sedikit pun kekayaan orang tua nya. Zen anak tunggal, keadaan keluarga yang hancur membuat menjadi wanita yang mandiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tantiirosmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Pagi ini Zen sudah di perbolehkan pulang oleh dokter karena luka-luka di bagian tubuh nya sudah ada yang mengering.
Zen di jemput oleh Nyonya Lista dan Bu Tari beserta Ken yang menyupir sedang kan Pak Ali dan Elle harus segera balik ke Belanda karena ada masalah penting yang harus terselesaikan.
Selang beberapa jam akhir nya tiba di kediaman utama Nyonya Lista, Zen di papah turun dari mobil oleh ibu nya.
Zen di bawa ke dalam kamar nya dan di biarkan untuk istirahat, Zen melihat sekeliling kamar nya yang banyak tergantung foto dirinya beserta sahabat-sahabat nya.
Zen mengambil sebuah foto yang terletak di nakas dekat jendela, di dalam foto itu terukir senyuman Zen dan seorang pria yang tak lain ialah Ken.
"Aku ingat siapa nama mu, Ken. Tapi aku tak ingat siapa diri mu dalam hidup ku, saat aku dekat dengan mu rasa nya hati nyaman" Gumam Zen menangis.
Zen memyimpan kembali foto yang di pegang tadi kemudian Zen membuka lemari dan di dapati nya album foto, Zen mengambil album foto itu yang terlihat di penuhi debu, Zen meniup debu nya agar sedikit bersih.
Zen membawa album foto itu, Zen duduk di kasur nya dengan kaki yang menyila, perlahan Zen buka album itu.
Nampak foto masa kecil sewaktu sekolah dasar tertera nama dan tanggal nya tercantum nama Vanka, Ken, Reyka dan Zen.
Zen menangis kembali melihat lembar demi lembar foto masa kecil nya saat lulus sekolah dasar, sekololah menengah dan atas.
Terukir senyuman dari Vanka, Ken dan Reyka saat lulus menengah atas, saat Zen akan membuka halaman selanjut nya secarik kertas usang manarik perhatian Zen.
Dengan penasaran Zen membuka kertas tersebut, kertas tersebut bertuliskan universitas yang akan Vanka, Ken dan Reyka tempati sebagai tempat menuntut ilmu.
Album foto tersebut habis, Zen kembali menyimpan album foto itu. Dan Zen kembali menemukam album foto yang masih bagus beserta buku diary.
Zen mengambil barang yang di temukan nya dan kembali membaca di meja kerja nya yang terletak di pojok kamar.
Zen membuka lembar demi lembar halam album foto itu, ternyata itu adalah album foto saat Zen lulus dari universitas yang di Indonesia.
Terpampang wajah sahabat Zen yang baru yaitu Arul, Kevin dan juga Rara.
Usai habis melihat album foto itu kini Zen mengambil buku diary yang bercover Zenaya Diary, Zen membuka halaman pertama buku itu dan membacanya.
~Halaman Pertama.
*Perceraian orang tua yang tak ingin aku alami, ternyata menyakitkan dimana aku kurang di sayangi oleh ibu dan ayah. Sungguh sakit hati keluarga ku yang dulu nya harmonis dan rukun kini telah menjadi hancur dan berantakan.
Kini aku menjalani hidup tanpa kasih sayang, aku hidup sebagai anak broken home*.
Zen menagis kembali mengenang diri nya, bahwa diri nya ini adalah anak broken home korban perceraian orang tua nya.
"Ternyata ayah dan ibu sudah bercerai, pantas saja ayah tak tinggal di sini" Guman Zen menangis.
Zen kembali membuka halaman diary nya kedua yang berisikan.
~Halaman Kedua.
**Dalam kesediahan ku akibat perceraian kedua orang tua, aku mendapatkan pria tampan yang ramah dan bekerja keras. Pria itu Avin, Avin pria yang bekerja keras untuk menggantikan peran ayah nya yang sudah wafat.
Yaa.. bisa di katakan hati telah jatuh pada nya, Avin selalu menjadi penyemangat ku, saat aku di skor dari kampus kedua orang tua ku entah kemana, hanya ada Avin dan keluarga nya menyemangatiku hingga aku lulus dan sarjana*.
"Avin.. Emm siapa Avin apa dia pacar ku? Tapi aku tak merasakan nya jika dia pacar ku" Gumam Zen bertanya.
Zen kembali menyimpan album dan buku diary, kini meraih ponsel yang Ken berikan yang tak lain ialah ponsel milik Zen sendiri.
Zen mencari nomor telpon Arul untuk menelponnya menanyakan tentang siapa Avin.
----
Arul yang sedang bermajaan di kasur bersama Vanka merasa kesal dengan ponsel nya yang berdering.
"Ponsel mu berdering Hoon" Ucap Vanka.
"Aku tahu dan aku dengar" Balas Arul masih sibuk dengan cumbuannya.
"Hentikan! Dan cepat angkat telponnya siapa tahu penting" Ucap Vanka.
Dengan malas Arul meraih ponsel yang tergeletak di samping nakas, Arul menyenderkan tubuh nya di ujung ranjang dan Vanka menyenderkan kepala nya di dada bidang sang suami.
Arul melihat layar ponsel nya tertera nama Zen muncul di layar ponsel nya.
"Sayang Zen menelpon" Ucap Arul memberitahu Vanka.
"Angkat cepat Hoon siapa tahu ada yang penting" Balas Vanka.
Arul menggeser panel nya hingga warna hijau dan panggilan pun tersambung.
*Hallo Zen, ada apa?. Tanya Arul langsung.
*Aku ingin bertanya, apa aku sahabat mu?. Balas Zen bertanya.
*Iya tentu saja, dan istri ku pun sahabat mu. Balas Arul melirik Vanka.
*Jika begitu, apa kah kita bisa bertemu?. Tanya Zen.
*Tentu saja bisa. Balas Arul.
*Baiklah kita bertemu di cafe yang dekat rumah nenek ku saja. Ucap Zen.
*Baik, setengah jam lagi aku akan kesana. Balas Arul.
Arul mematikan sambungan telepon dari Zen, dengan sigap Vanka ingin mendengar percakapan suami nya dan sahabat nya itu.
"Zen kenapa?" Tanya Vanka penasaran.
"Zen mengajak kita bertemu di cafe dekat rumah nya" Balas Arul.
"Oh begitu mari kita bersiap" Ucap Vanka.
----
Zen keluar dari kamar nya, melangkah menuju ruang keluarga, di dapati nya Bu Tari dan Nyonya Lista sedang menonton.
"Zen, mengapa keluar kamar nak?" Ucap Bu Tari menuntun Zen duduk di sebelah nya.
Zen mengikuti ibu nya duduk, walaupun di hati sakit dekat ibu nya karena sebab ibu nya Zen menjadi anak broken home.
"Kau mau kemana Zen?" Tanya Nyonya Lista.
"Zen mau ke cafe yang dekat sini nek" Balas Zen.
"Apa kau sudah membaik?" Tanya Nyonya Lista.
"Jauh lebib baik nek" Balas Zen meyakinkan.
"Baiklah jika begitu kau pergi dengan Ken, kebetulan Ken masih ada di ruang tamu" Ucap Nyonya Lista.
Setelah mendapat izin dari nenek dan ibu nya, perlahan Zen melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu, saat mendekati ruang tamu langkah Zen terhenti melihat sosok Ken yang sedang menunduk menatap layar ponsel nya.
Kenapa hati ku berdebar saat melihat Ken, sebenar nya siapa Ken dalam hidup ku. Batin Zen bertanya.
Ken tak sengaja menoleh dan mendapati sosok Zen yang mematung melamun, Ken bingung dengan tingkah Zen dan dengan keberanian Ken mendekati Zen seraya melambaikan tanggan nya agar lamunan Zen buyar.
---
Haii readers kuu gimana nih cerita nya? Kasih saran dong buat author);.
Dan jika author bosan dengan cerita yang ini readers boleh mampir nih ke karya aku yang baru.
^Dokter Cantik Penakluk Hati Billioner.
Tentang Kenangan &
Cat and Dog
Semangaaat🌹🌹🌹🌹🌹
Awal yg baik👍👍👍👍👍
Berdamailah dengan Ken,..😇😇😇
Zen,senangnys dspat asisten baru dari Satria🥰🥰🥰🥰🥰
Zen masih cinta Ken😍😍😍😍😍
Lalu ,apa yang akan Ken lakukan selanjutnya...
Penasaran...🤔🤔🤔