Rafa adalah seorang pelayan yang menyembunyikan identitasnya bahwa dia sebenarnya orang kaya.
Rafa sengaja menyembunyikan identitasnya untuk mengejar wanita yang di cintainya dan juga untuk mendapatkan cinta yang tulus.
Namun di sisi lain ayah Rafa telah menjodohkan Rafa.
Apakah Rafa akan mendapatkan wanita yang di cintainya?
Mendapatkan cinta tulus yang dia inginkan?
Lalu bagaimana dengan perjodohannya?
Apakah Rafa akan menerima perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba-tiba
Fandi dan Rara pun saling tatap.
"Kalian mau saling pandang disini ajah, nggak mau masuk kelas" ucap Rafa tiba-tiba mengagetkan Rara dan Fandi.
"Ehh Rafa kita mau masuk kok, ayo kita masuk, ayo Fandi" ucap Rara gugup sambil mengajak Fandi dan Rafa masuk.
"Loe kalau mau mesra-mesraan jangan di kampus" bisik Rafa kepada Fandi, mereka berdua berjalan di belakang Rara.
Fandi pun hanya diam sambil berjalan di belakang Rara, Fandi tidak menggubris ucapan Rafa.
Sedangkan Zahra yang melihat kejadian itu benar-benar semakin membenci Rara. Fania pun sama dia benar-benar semakin membenci Rara yang selalu beruntung di bandingkan dengan dia.
"Ayo kita masuk" ucap Fania mengajak Zahra.
Mereka pun berjalan bersama masuk ke kelas.
Di kelas Fandi dan Rara sudah duduk berdekatan sedangkan Rafa lagi menunggu Zahra.
Begitu masuk kelas Zahra sangat iri melihat kedekatan Rara dan Fandi. Zahra pun mencoba mendekat ke tempat Rara dan Fandi.
"Rara boleh nggak gue duduk di sini dulu, loe duduk di tempat lain" ucap Zahra dengan wajah pura-pura baiknya.
Fandi yang melihat wajah Zahra yang berpura-pura baik benar-benar merasa jengkel apalagi kalau dia mengingat apa yang mereka telah rencanakan buat Rara.
"Oh boleh Zahra" ucap Rara sambil tersenyum.
Zahra yang mendengarnya sangat bahagia.
Lalu Rara pun ingin segera pindah tempat duduk namun tangannya di tahan oleh Fandi.
"Rara loe mau kemana?" tanya Fandi.
"Mau pindah Fandi, Zahra mau duduk di sini" ucap Rara.
"Ya sudah gue pindah juga, Zahra loe duduk ajah di sini" ucap Fandi lalu menarik tangan Rara buat pindah ke tempat lain.
Rafa pun mengambil kesempatan buat duduk di dekat Zahra, dia dengan cepat ke tempat duduk Fandi sebelumnya.
"Zahra gue duduk dekat loe yah" ucap Rafa dengan senyumnya.
Ngapain sih nih pelayan mau dekat-dekat gue, jijik banget gue tahu nggak dekat-dekat pelayan miskin batin Zahra.
"Nggak, gue nggak mau duduk dekat dengan loe" ucap Zahra sinis.
"Tapi Zahra... ucapan Rafa berhenti karena Zahra sudah memotong bicara Rafa.
"Hei dengar yah pelayan miskin gue nggak mau dekat-dekat dengan loe, nanti gue ketularan miskin, lagian gue udah tolak loe, loe nggak malu yah. Tapi emang sih pelayan kayak loe mana mungkin punya malu" ucap Zahra lalu tertawa sinis.
Teman-teman yang lain benar-benar kasihan merasa terhadap Rafa yang selalu di tolak dan di hina oleh Zahra secara terang-terangan begitu pun Rara dan Fandi merasa kasihan terhadap Rafa. Tapi kasihan Fandi berbeda dia kasihan kepada Rafa yang cinta buta terhadap Zahra.
"Zahra gue cinta sama loe tulus, apa itu nggak berarti buat loe" ucap Rafa kepada Zahra.
"Sangat-sangat nggak berarti pelayan, udah deh loe nggak usah ngejar-ngejar gue terus kita itu beda kasta tahu nggak, mau di liat dari segi manapun loe itu nggak ada pantas-pantasnya dengan gue. Gue terlalu sempurna buat loe yang hanya seorang pelayan" maki Zahra kepada Rafa.
"Zahra sudah loe jangan bilang seperti itu terus sama Rafa, loe nggak usah bilangin dia pelayan terus, walaupun pekerjaan dia seperti itu tapi dia benar-benar tulus banget sama loe Zahra, dia itu cinta banget sama loe, susah mendapatkan cinta tulus seperti itu Zahra" ucap Rara tiba-tiba yang sudah tidak tahan mendengar Rafa di hina terus oleh Zahra.
Rafa pun terkejut dengan Rara yang membelanya.
"Tapi gue nggak cinta sama dia dan emang kenapa kalau gue mau bilangin dia pelayan terserah gue dong dia emang pelayan, lagian cinta itu nggak akan buat bahagia, orang tua gue juga nggak mungkin setuju gue ada hubungan dengan seorang pelayan" ucap Zahra.
"Hei kalian berdua baru cocok sama-sama pelayan, kenapa kalian nggak pacaran saja atau menikah" ucap Zahra lalu tertawa.
"Zahra loe benar-benar keterlaluan tahu nggak" ucap Rara.
"Diam loe, kalian sepasang pelayan pergi deh dari hadapan gue, gue malas banget liat muka kalian" ucap Zahra.
"Fania ayo sini loe duduk di dekat gue" ucap Zahra kepada Fania.
Fania pun ke tempat Zahra, Rara dan Rafa pun pergi ke tempat duduk lain dimana Rara duduk berdekatan dengan Fandi dan Rafa yang duduk di belakang dengan perasaan kecewa lagi dengan perlakuan dan omongan Zahra kepada dirinya.
Tak lama dosen pun masuk yang lain sangat memperhatikan dosen menjelaskan, hanya Rafa, Zahra dan Fania saja yang tidak memperhatikan.
Zahra dan Fania memang sudah biasa tidak memperhatikan ketika dosen menjelaskan karena raga mereka saja yang berada di kelas sedangkan pikiran mereka entah berada di mana.
Sedangkan Rafa dia tidak memperhatikan karena dia mengingat perlakuan Zahra kepada dirinya dan juga kata-kata Rara dan pembelaan Rara terhadap dirinya padahal Rafa selalu seenaknya kepada Rara.
Sampai dosen selesai mengajar dan memberikan tugas, Rafa sama sekali tidak memperhatikan lagian yang di ajarkan dosennya pun sudah Rafa tahu inti-intinya. Bahkan Rafa bisa saja menjadi dosen kalau dia mau.
Sedangkan Rara mulai lagi membereskan buku-bukunya. Zahra pun datang lagi mendekati Fandi.
"Fandi abis ini loe mau kemana?" tanya Zahra kepada Fandi karena mereka ada jam mata kuliah lagi tapi nanti sore.
"Mau pulang" ucap Fandi singkat dengan wajah yang sama sekali tidak bersahabat, entahlah semenjak Fandi mengetahui kelakuan jahat Zahra dan Fania dia benar-benar jijik dan jengkel walaupun cuma bicara saja.
"Loe nggak niat gitu buat pergi jalan-jalan, gue bakalan temenin loe" ucap Zahra lagi dengan sok manisnya.
Fandi benar-benar ingin muntah melihat Zahra yang bersikap sok manis di depannya. Rara pun sengaja sibuk membereskan bukunya ulang dan lambat-lambat sedangkan Rafa terus memperhatikan Rara yang pura-pura sibuk sendiri sambil membereskan bukunya ulang.
Rafa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Rara, aneh saja pikir Rafa.
"Gue nggak niat sama sekali Zahra, gue niat kecuali Rara yang ajak gue" ucap Fandi lalu tersenyum kepada Rara.
Rara pun membalas senyum Fandi dan itu membuat Zahra kesal.
Sok banget sih pelayan ini batin Zahra.
Fania pun hanya duduk melihat usaha Zahra.
"Tapi Fandi kali ini saja, loe emangnya nggak bosan sama Rara terus, loe juga seharusnya kenal sama teman loe yang lain, jalan bareng teman loe yang lain, sama gue misalnya. Loe pasti bakalan lebih senang jalan sama gue daripada sama Rara" ucap Zahra dengan percaya dirinya padahal Fandi sudah benar-benar kesal.
"Gue nggak mau cukup dengan Rara saja gue jalan, nggak ada yang seperti Rara, hanya dengan Rara gue bakalan senang kalau jalan" ucap Fandi datar kepada Zahra.
"Rara ayo kita pergi kerja" ucap Rafa tiba-tiba yang sudah dekat dengan tempat duduk Rara lalu menarik tangan Rara.
ini ni novel yang slalu di tunggu2.
apalagi citra sma fandi..
gimana thor kelanjutan nya.
apa fanda dan citra bersatu atau ngk....
semagat thor buat berkarya lagi💪💪💪