NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taman

"Boleh juga itu Ma. Dari pada membeli rumah kan mending di sana. Mana rumahnya lebih besar dan mewah dari ini lagi. Apalagi lokasinya berada di tengah-tengah kota dan dekat pula sama rumah sakit tempat kami bekerja. Aku yakin kalau Perlita pasti akan nurut sama mama. Kan biasanya Perlita paling nggak bisa ngebantah mama," kata Ariana sambil tersenyum senang.

        Ariana tentu sangat setuju dan merasa senang kalau bisa merebut rumah milik Perlita.

      "Aku yakin kalau aku pasti bisa merebut rumah milik Perlita. Calon suaminya saja bisa aku rebut apalagi rumahnya," pikir Ariana begitu percaya diri.

     "Nanti mama akan hubungi Perlita. Kamu tenang saja. Apapun yang membuat kamu bahagia pasti akan mama usahakan kok," ucap Diana sambil mengusap rambut putrinya.

      Ariana tersenyum dengan bahagianya mendengar ucapan mamanya. Beruntung mama dan papanya lebih menyayangi dirinya di banding adiknya.

      "Kamu senang kan sayang kalau kita tinggal di rumah milik Perlita dan rumah itu nantinya akan jadi milik kita. Dari pada mengeluarkan uang buat beli rumah mending tinggal di sana aja. Apalagi rumahnya lebih besar dari rumah ini. Mending uangnya kamu pakai buat membuka usaha."

       "Kamu benar juga. Kenapa dari kemarin aku tidak berpikir seperti itu yah? Aku jadi sangat senang menikah dengan kamu. Kita akan menata masa depan keluarga kecil kita di rumah itu. Rumahnya juga besar dan mewah dan ada kolam renangnya lagi. Interior rumahnya itu tambah bikin nyaman kita tinggal di sana. Pokoknya rumahnya itu akan menjadi tempat pulang paling nyaman nantinya. Kita juga tidak perlu lagi membeli perabotan rumah karena di rumah itu sudah lengkap semuanya. Kita tinggal menempatinya saja."

        Vito tentu sangat tahu keadaan rumah tersebut. Sebelumnya Vito memang ingin membeli rumah yang lebih besar dari rumah itu. Biar sama seperti rumah sahabatnya, tapi setelah mendengar ucapan Ariana yang ada benarnya juga akhirnya sekarang dia memutuskan tidak akan jadi membeli rumah. Dia akan menggunakan uangnya untuk berbisnis. Rumah Perlita itu juga sangat bagus, dan apalagi di sana adalah perumahan elit yang hanya ditempati oleh orang berduit saja.

♡♡♡♡♡♡♡♡

     Pagi-pagi sekali Perlita sudah bangun dari tidurnya. Pagi ini dia berencana untuk lari pagi dan mengelilingi taman yang ada di perumahan. Perumahan yang ditempati Perlita memang sudah dilengkapi dengan taman yang bisa dijadikan tempat bersantai pada pagi dan sore hari.

     Perlita keluar dari rumahnya dan menghirup udara segar. Perumahan tersebut memang banyak ditumbuhi oleh tumbuhan hijau dan pepohonan di sepanjang jalan, membuat udara di sekitaran rumah Perlita menjadi sejuk dan segar. Tinggal di perumahan tersebut tidak serasa tinggal di tengah-tengah kota karena dirancang dengan lingkungan yang sangat asri.

      "Hmmm, segarnya. Ternyata enak juga tinggal di sini. Kenapa nggak dari dulu aja aku pindah ke sini. Tinggal di sini membuat pikiran semakin menjadi tenang."

       Perlita mulai berlari dengan pelan menuju taman perumahan tersebut. Pagi itu memang masih sepi dan hanya ada beberapa orang saja yang melakukan lari pagi.

      "Wow, ternyata tamannya juga sangat bagus. Tertata rapi lagi." Kata Perlita dengan raut wajah kagum.

       Perlita mengelilingi taman tersebut dan memperhatikan sekeliling taman yang memang penataannya sangat indah.

       "Perlita."

        "Hai, kak Nathan. Kok ada di sini juga? Rumah kak Nathan di sini juga yah?" tanya Perlita sembari menatap ke arah Nathan.

        "Kakak memang tinggal di sini Perl, belum lama juga sih. Baru sekitar sebulan kakak pindah ke sini," terangnya.

        "Sama dong kak, aku juga baru kemarin pindah ke sininya."

       "Kebetulan sekali yah."

       "He...he...he, iya yah kak."

      "Kakak nggak kerja?"

       "Kerja kok, nanti masuk jam delapan pagi. Kakak memang sudah terbiasa setiap hari lari di sekitaran sini. Hitung-hitung olahraga. Oh iya, kamu masih mau di sini atau mau balik?"

        "Balik kak, udah satu jam juga aku lari."

        "Kalau begitu ayo barengan. Oh iya, tiketnya sudah kakak kirim lewat email kamu, lengkap dengan penginapannya juga. Nggak apa-apa kan kalau liburannya minggu depan? Soalnya kakak juga pengen liburan ke Bali. Nggak apa-apa kan kita liburan bareng?"

        "Makasih yah kak. Nggak apa-apa kok kak. Asalkan jangan satu kamar aja tidurnya." 

       "Ya nggak lah Perl. Masa satu kamar kitanya. Tapi kalau kamu mau kita satu kamar juga nggak apa-apa kok. Tapi kita ke KUA dulu yuk!"

         "Hah."

         Perlita langsung menghentikan langkah kakinya ketika mendengar ucapan Nathan. Dia benar-benar terkejut mendengarnya.

          "Bercanda kok Perl, jangan dibawa serius lah. Kamu mana mau sama kakak yang jelek ini. Apalagi umur kakak juga sudah tua. Pasti kamu ingin mencari pria yang tampan dan masih muda kan?" tanya Nathan seraya menatap Perlita dengan tatapan yang sulit diartikan.

            "He...he...he, nggak juga kok kak. Aku bukan tipe orang yang seperti itu. Aku cuma mencari yang cintanya tulus buat aku aja dan yang terpenting setia sih. Tapi untuk sekarang aku lagi malas saja buat mikirin itu. Lebih baik aku fokus cari duit dulu. Biar aku nggak diremehkan sama orang lain."

          "Kenapa pula kamu diremehkan. Orang yang meremehkanmu pasti adalah orang bodoh. Padahal kamu itu perempuan yang mandiri dan patut menjadi panutan banyak orang. Karena di usia kamu yang masih muda ini sudah bisa membeli rumah. Mana rumahnya di kawasan elit lagi. Rumah di sini itu harganya M an Perl, yang berarti kamu itu termasuk perempuan mapan loh."

        "Tapi tidak dengan pemikiran orang lain kak. Aku ini hanyalah pedagang yang nggak berseragam jadi nggak ada harga dirinya lah. Entah apa salahnya kita berdagang kan?"

       "Nggak ada yang salah kok, malahan pedagang itu pendapatannya lebih banyak dibandingkan kami yang beragam ini. Apalagi kamu yang bukan pedagang lagi tapi sudah seorang pebisnis kan? Aku tidak bodoh Perl. Aku tahu mana yang pedagang kecil dan mana seorang pebisnis. Cuma kamu aja yang tidak memperlihatkannya ke banyak orang."

         "Kakak sok tau ih."

         "Benar kan? Bukan sok tahu tapi kakak memang tahu Perl."

        "Eh, tau dari mana kak?" tanya Perlita sembari menatap Nathan.

       "Nebak aja sih, secara kamu punya rumah di kawasan elit ini. Kan yang punya rumah di sini cuma orang yang memang duitnya banyak aja."

     "Nah ini rumah kakak. Mau mampir nggak?" tanya Nathan menghentikan langkahnya di depan gerbang rumah milik dirinya.

     "Lain kali aja kak, rumah aku yang sebelahnya loh."

    "Oh iya, berarti kita tetanggaan dong."

    "Kok bisa kebetulan begini yah kak?"

    "Iya...iya, kakak juga nggak tahu. Berarti kapan-kapan kakak bisa numpang sarapan nih di rumah kamu."

     "He...he...he, kakak bisa aja. Ya udah aku pulang dulu yah. Sana siap-siap kak, nanti bisa telat berangkat kerjanya."

      "Iya Perl, ya udah kakak masuk dulu yah. Bye."

  

    

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

1
checangel_
Rencana apalagi yang ingin kau goreskan Aria/Grimace/, Readerkan sudah bilang jangan mengusik orang baik, jika kau mengusiknya sedikit pun ia mungkin akan menjadi lebih baik (naik darahnya) /Facepalm/
checangel_
Ku kira sepupunya Perlita 🤣, tahunya masih satu jalur dengan si Pito /Facepalm/
checangel_
Wah, apakah ini akan ada pernikahan antar sepupu?/Hey/
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!