NovelToon NovelToon
ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Misteri / Tamat
Popularitas:219.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
Novel lanjutan dari CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].

Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.

Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.

Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?

Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?

"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. First Time.

...~•Happy Reading•~...

Sontak Marons mengelus punggung Kaliana. Dia tidak ingin Kaliana salah menafsirkan apa yang dilakukan sebelumnya. Apalagi dalam kondisi sekarang, dia khawatir Kaliana tidak meneruskan rencananya untuk bekerja dan tinggal di rumahnya.

"Niii... Kita tidak akan maju-maju, kalau kau seperti ini. Coba lihat yang baru aku lakukan. Aku pindah dari sana ke sini untuk mendekatkan jarak di antara kita." Marons berkata serius, untuk meyakinkan Kaliana dan tangan kirinya terus mengelus pundak Kaliana.

"Hal yang tadi juga, bisa mendekatkan kita. Aku lakukan spontan karena mengingat apa yang pernah kau lakukan untukku di waktu lalu, dan juga sekarang ini." Kaliana hanya diam mendengar, sebab suasana hatinya terus berubah seiring dengan ucapan dan tindakan Marons.

Melihat Kaliana tetap diam menunduk, Marons meneruskan apa yang ada di pikiran dan juga perasaan hatinya. "Sekarang aku belum bisa mengatakan banyak untukmu. Selain situasi, statusku jadi pertimbangan."

"Aku bertanya, apa kau percaya padaku, bukan karena mau menciummu. Itu hanya bagian terkecil dari rasa percayamu. Semua yang aku lakukan padamu, aku serius." Marons berkata sambil terus mengelus punggung Kaliana pelan.

"Yang aku lakukan tadi terjadi begitu saja, karena banyak faktor penyebabnya." Marons mengingat Kaliana yang dulu dan sekarang berada di dekatnya dengan berbagai rasa di hati.

"Bukankah tadi kau katakan percaya padaku?" Marons menarik punggung Kaliana lalu memeluknya, karena melihat air mata Kaliana mulai mengalir. Marons makin mempererat pelukannya dengan rasa sayang.

"Maafkan aku soal yang tadi. Itu bukan iseng. Namun aku janji, tidak akan lakukan lagi, sampai kau bersedia." Marons mengusap punggung Kaliana yang sudah menangis terseduh di pelukannya. Dia mengira Kaliana menangis karena dia menciumnya.

"Kau tahu perasaanku padamu, sebelum mengetahui kau Anny. Apalagi sekarang sudah tahu kau adalah Anini. Jadi jangan pernah meragukanku." Marons berbisik sambil memeluk Kaliana.

"Kau tahu kondisiku dan statusku. Aku belum bisa mengatakan lebih dari ini, dan aku tidak bisa mengumbar perasaanku. Tapi semua yang aku lakukan untukmu, dari hatiku." Marons terus berbicara, karena Kaliana tidak mengatakan apapun. Semua yang dikatakan Marons mempengaruhi hati dan pikiran Kaliana.

"Kau bisa rasakan hatiku padamu. Jadi jangan pernah meragukanku, apalagi berpikir aku mendekatimu, dengan niat negatif." Marons tetap memeluk Kaliana dengan sayang. Apalagi Kaliana mulai terisak dalam pelukannya.

"Jangan pernah berpikir aku menjadikanmu tempat pelarian, dari semua persoalan yang aku hadapi saat ini. Hal itu jangan pernah terselip di antara banyak pohon di kepalamu." Marons melepaskan pelukannya untuk melihat wajah Kaliana. Tetapi Kaliana malah memeluknya, karena tidak mau Marons melihat wajahnya yang sudah banjir air mata.

"Sssssttttt... Hapus air matamu. Nanti Yicoe dan Novie berpikir aku sudah berlaku kasar padamu." Kaliana melepaskan pelukannya, saat mendengar Marons katakan Yicoe dan Novie.

Hal itu membuat Marons bisa melihat wajah Kaliana yang basah dan air mata masih mengalir. Sehingga Marons memegang wajah Kaliana dengan kedua tangannya, lalu menghapus air matanya dengan kedua jempol.

"Melihatmu seperti ini, apa ada yang percaya kau detektif yang galaknya lewatin atap rumah?" Marons berbicara serius, sambil menghapus air mata Kaliana. Namun dia jadi tersenyum melihat Kaliana yang berusaha menahan tangis, dan mendelik, saat mendengar ucapannya.

Kaliana merangkul lehernya, untuk menyembunyikan rasa malunya. Membuat pipi Kaliana menyentuh pipi Marons. "Astagaaa... Pipimu sangat halus dan lembut. Sering-seringlah salam tempel seperti ini." Marons tidak menyembunyikan rasa senang dan sukanya pada kelembutan pipi Kaliana.

Mendengar ucapan Marons, Kaliana jadi melepaskan pelukan. "Aku akan dibully Novie dan Yicoe, jika lakukan itu. Apalagi kalau dilihat Putra, karikatur salam tempel akan menghiasi laptopnya." Kaliana berusaha mengendalikan perasaannya, dengan mengingat anggota team. Hal itu membuat air matanya berhenti mengalir.

"Hahahaha... Kau masih mikirin itu juga. Mereka semua sudah dewasa, sudah mengerti perasaanmu. Nantinya mereka juga akan alami hal yang sama." Marons jadi tertawa mendengar ucapan Kaliana.

"Kalau Putra, biarkan saja dia lakukan. Jangan masukan ke hati. Dia akan buat gambar kartun yang paling bagus, karena dia sangat menyayangi dan bangga padamu." Marons kembali memegang wajah Kaliana dengan kedua tangannya.

"Sekarang, masuk ke kamar lalu tidur yang nyenyak. Supaya bisa bangun pagi. Jadi aku bisa pamit darimu sebelum pergi." Marons melihat mata Kaliana untuk memastikan. Kaliana mengangguk, mengiyakan.

"Semua keperluanmu sudah disiapin?" Kaliana sudah bisa berpikir baik. Dia merapikan wajah dan membersihkan sisa air matanya.

"Tadi ko', lupa tanya Bibi. Biasanya Bibi yang nyiapin. Sebentar, ya. Aku akan hubungi Bibi. Semoga Bibi belum tidur." Marons berdiri mengambil ponsel yang diletakan di sofa sebelum pindah ke tempat duduk Kaliana.

"Bibi, sudah siapin keperluan saya untuk berangkat besok?" Tanya Marons saat Bibi merespon panggilannya.

"Belum, tuan muda. Bibi kira semua disiapkan Nyonya besar di mansion." Bibi terkejut mendengar pertanyaan Marons, karena belum menyiapkan apa yang diperlukan.

"Oh... Baik, Bi. Tidur saja, nanti saya saja." Marons segera mengakhiri pembicaraan mereka.

"Ni, ada hikmanya juga ciumanku. Kau jadi keluar lagi. Hahahaha..." Marons tertawa mendengar ucapannya sendiri.

"Tolong ambilkan koper di kamarku. Jas dan kemejanya, kau pilih saja 4 pasang. Sisanya terserah padamu." Marons jadi serius memikirkan keperluan yang harus dibawa.

"Arrow... Begini, aku belum terbiasa dengan semua ini dan pakaianmu sangat banyak. Mari kau pilih saja, nanti aku lihat dulu. Aku kan, tidak tahu seleramu. Dulu kita bertemu hanya kenakan putih biru, jadi tidak tahu seleramu setelah dewasa." Kaliana berkata serius.

"Anny, aku tidak enak masuk kamar. Ada Yicoe dan Novie sudah tidur. Tidak baik ada orang laki masuk kamar saat mereka sedang tidur. Kalau begitu, aku bilang Ibu siapin di sana saja, biar sopir Ayah yang bawah ke kantor." Marons memikirkan solusi yang cepat dan baik.

"Arrow... Ngga pa'pa. Sekarang Yicoe dan Novie sudah jalan-jalan di mimpi dan mereka membungkus tubuh seperti lontong. Dan juga, kau tidak sendiri masuk kamar, kan? Ada aku. Biar aku juga lihat dan belajar siapin." Kaliana tidak mau salah pilih, hingga merusak segalanya.

"Kau yakin?" Tanya Marons. Kaliana mengangguk. "Tadi banyak yang aku pikirkan, sampai lupa untuk keluarin keperluan, sebelum mereka masuk." Marons masih merasa tidak enak.

"Ayooo... Lakukan sebelum terlalu malam atau mereka terbangun." Kaliana menarik tangan Marons.

Setelah di kamar, Marons menurunkan koper, lalu membuka lemari pakaiannya. Kemudian mengeluarkan yang akan dibawa dan berikan kepada Kaliana dengan isyarat akan dimasukan ke koper di luar kamar. Kaliana mengganguk mengerti dan memeluk pakaian Marons lalu berjalan keluar kamar.

"Tolong ambil perlengkapan mandiku di kamar mandimu, ya." Kaliana mengangguk lalu berjalan kembali masuk kamar.

Marons memasukan semua keperluan yang dibawa Kaliana ke koper. "Sudah semua. Sekarang masuk kamar, tidur yang nyenyak dan sebangunnya saja." Kaliana mengangguk lalu berjinjit dan menempelkan pipinya ke pipi Marons.

Marons refleks memeluknya dan mencium tepian kepalanya. "Salam tempel pertama dan ....eeehmmm..." Marons tidak meneruskan ucapannya, agar tidak jadi kasus. Kaliana refleks memukul belakang Marons yang sedang memeluknya. Dia mengerti maksud Marons, tentang ciuman pertamanya.

...~°°°~...

...~●○¤○●~...

1
Hariyanti Katu
novelx mantaf🥰🥰🥰
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih sudah baca & dukung karya ini & timggalkan jejak, Kak.🤗 Smg kita bisa bertemu di karya yg lain, ya. 🙏 Makasih 4 all Kak♡ 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
aktorx trnyta jaret🫣🫣
Hariyanti Katu
mantaf🥰🥰
Hariyanti Katu
serasa nonton film detektif😁
Hariyanti Katu
kena p.rikus..ooohhh kamu kthuan🤣🤣
Hariyanti Katu
kerjasama yg manis🥰
Hariyanti Katu
grecep🤗🤗
Hariyanti Katu
waspada pak bram,banyak nyamuk mengintai,jgn sampai d gigit😄😄
Hariyanti Katu
saya suka sekali🥰team kaliana dan bram..kalian top banget...lanjut thoorr
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaaah...🤭😄 Makasih 4 all Kak♡🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
🥰🥰🥰
Hariyanti Katu
sosialita😆gaya hedon
Hariyanti Katu
cerdas kaliana sm bram🥰
Hariyanti Katu
saya tdk bisa berkata2,damai negeriq🥰
Hariyanti Katu
wiih pak dany pengertian banget🤗
Hariyanti Katu
tuntaskn thoorrr
Hariyanti Katu
mm garet mainx luar biasa..ngeri🫢🫢
Hariyanti Katu
wauuoo..
Hariyanti Katu
mantul thoor,serasa saya jg ikut2 jadi detektif😅
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah.. 🤭😊 Makasih 4 all Kak🙏😍❤️🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
lanjut thoorr,trpesona diriq😄
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih dukungannya Kak 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
perikitiww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!