Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-29
Keesokan paginya nampak suasan di rumah pak firduas tampak sangat tenang dan damai, terlihat pak firdaus tengah membaca koran pagi sambil meminum teh miliknya.
Karena hari ini dia memilih untuk libur sejenak, pekerjaan kantor membuat nya sangat pusing dan tak memiliki waktu bersama dengan Anastasya.
"Ayah." Panggil Anastasya.
"Ah, ada apa Tasya?" Tanya ayahnya.
Lalu Anastasya langsung meraba-raba kursi dan setelah di rasa itu cocok untuk di dudukki, Anastasya langsung mendudukkan bokongnya di atas kursi.
"Kenapa ayah gak kerja?" Tanya Anastasya sambil memegang tongkat miliknya.
"Ayah ingin punya waktu banyak untuk anak ayah yang satu ini." Ucap ayahnya.
Dan Anastasya langsung tersenyum mendengar ucapan dari ayahnya, lalu tak beberapa lama terdengar suara keributan dari depan rumah pak firdaus.
"Suara apa itu ayah?" Tanya Anastasya.
"Entahlah, kamu tunggu di sini ayah akan memeriksanya." Ucap ayahnya, lalu pak firduas langsung bergegas melihat siapa yang mencari keributan di rumahnya.
Karena Anastasya penasaran lalu dia berusaha berjalan menghampiri ayahnya, dengan bantuan dengan tongkat yang ada di tangannya Anastasya berhasil berjalan menghampiri ayahnya.
Nampak terdengar suara orang yang sangat Anastasya kenal dan tak lain adalah Sabrina dan juga ibu tirinya.
"Kamu harus tanggung jawab mas, aku hamil anak kamu. Dan aku harus kembali menikahi ku." Ucap Laura sambil memberikan hasil laporan kehamilan.
"Tidak mungkin, bisa saja kau berbohong dan itu bukan anakku" Ucap pak firduas.
"Kau lihat janin ku sudah berumur 2 bulan dan kita baru bercerai selama 1 bulan." Jelas Laura.
Nampak pak firdaus melihat laporan tersebut, dan dia membaca jika kehamilan Laura sudah berumur 2 bulan.
"Ayah ada apa ini? Kenapa aku mendengar suara Tante Laura dan Sabrina." Tanya Anastasya.
"Nak." Ucap pak firdaus.
"Ah, Anastasya sayang. Tante kangen banget sama kamu." Ucap Laura sambil berjalan mendekati Anastasya dan memeluk nya.
Nampak Anastasya hanya terdiam saat Laura memeluk dirinya, dia masih tak mengerti tentang situasi saat ini.
"Bagaimana kabarmu sayang, apa kau baik. Tante mohon maaf atas tindakan Tante waktu itu." Ucap Laura meminta maaf sambil melepaskan pelukannya dari Anastasya.
"Ada apa ini Pah? Kenapa Tante Laura ada di sini?" Tanya Anastasya yang masih Bingung.
"Nak sebenarnya begini..." Sebelum pak firdaus menyelesaikan ucapannya Laura sudah memotong nya.
"Nanti kamu bakalan jadi seorang kakak sayang, karena Tante sedang mengandung anak dari ayah kamu." Ucap Laura menjelaskan.
Nampak Anastasya sangat terkejut saat mendengar penjelasan dari Laura.
"Bagaimana bisa?" Tanya Anastasya tak percaya.
"Iya tentu bisa, dulu kami suami istri jadi pasti wajar jika kami melakukan hubungan intim." Jelas Laura.
Nampak Anastasya hanya terdiam saat mendengar hal itu.
"Jadi keputusan Aya bagaimana?" Tanya Anastasya.
Dan pak firdaus tak menjawab ucapan Anastasya, dia bingung harus bagaimana. Dia sudah bisa lepas dari Laura tapi sekarang Tuhan berkata lain.
"Kamu harus menikahi aku mas, jika tidak nanti siapa yang akan menjadi ayah anak ini. Dan aku tak mau jika anakku tak mempunyai seorang ayah. Kamu harus memikirkannya juga mas, karena anak ini juga anakmu." Ucap Laura sendu.
Anastasya yang mendengar hal itu langsung berpikir secara jernih, dia tak boleh egois. Dia harus bersikap dewas, lalu Anastasya langsung menghembuskan nafas kasar.
"Ayah harus menikahi Tante Laura, dan lagi pula menurut ajaran agama kita. Suami tak boleh menceraikan istrinya yang tengah hamil." Ucap Anastasya.
Lalu pak firdaus menatap Anastasya tak percaya, dia sangat bangga pada putrinya itu yang bisa bersikap dewasa.
"Aku akan menikahimu lagi, tapi hanya karena anak itu dan juga permintaan dari Anastasya." Jelas pak firdaus.
"Terimakasih mas." Ucap Laura, lalu Laura langsung mendekati Anastasya dan memeluknya. "Terimakasih Anastasya, karena kau telah meyakinkan ayahmu." Ucap Laura .
Dan Anastasya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sementara itu Sabrina hanya tersenyum puas saat dirinya dan ibunya bisa kembali ke rumah ini lagi.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa