Edrico Stevanus, pria single, belum pernah menikah, tiba-tiba harus menjadi hot daddy? Bagaimana bisa?
Ikuti yuk petualangan Rico—sang bodyguard dalam keribetannya mengurus seorang balita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sensen_se., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 ~ Aku Salah!
Dua hari kemudian ....
Rico meminta bantuan teman-temannya, untuk penjagaan ketat di apartemen miliknya. Karena Airin dan Rain tetap berada di sana sepulang dari rumah sakit. Pintu yang jebol, sudah diperbaiki. Kini ia harus segera bersiap menuju pelaminan.
Rico merasa ada keanehan, sebab keluarganya sama sekali tak ada yang menghubungi. Hanya pesan dari Tiger agar lelaki itu segera datang ke gedung pernikahannya.
Tidak ada kabar dari sang kekasih juga cukup membuatnya gusar. Saat berkunjung ke apartemen Lala, tempat itu kosong. Sejak pesan terakhir yang dikirim oleh Lala, tidak ada kabar apa pun lagi. Saat melacak ponsel Lala, ia mendesah lega karena titik lokasi berada di kediaman tuannya.
Tidak ada rasa curiga sedikit pun. Rico mengira, Lala memang tinggal di sana sampai pernikahan dilaksanakan.
Dengan hati berdebar-debar, Rico mengendarai mobilnya seorang diri. Tak sabar ingin segera mengucap janji suci bersama sang kekasih. Ditambah, ia juga sangat merindukan gadis pujaannya itu.
Sesampainya di pelataran gedung, kening Rico mengernyit dalam, “Kenapa sepi sekali? Apa para tamu belum pada hadir?” gumam Rico menatap jam yang melingkar pergelangan tangannya. Hanya ada beberapa mobil yang sudah terparkir.
Rico berlari masuk, melalui karpet merah yang membentang, dengan dekorasi simpel sesuai keinginan Lala. Tubuh pria itu mendadak kaku, ketika manik matanya mengeliling dan tidak menemukan apa pun.
Jantung Rico berdetak berkali-kali lipat. Tenggorokannya tiba-tiba tercekat. Ruangan yang seharusnya meriah dan gegap gempita, hanya ada kesunyian.
“Apa yang terjadi?” gumam Rico menelan salivanya susah payah.
Semakin masuk, Rico semakin mendapatkan kesunyian. Dadanya semakin terasa sesak. Hingga tak berapa lama, TIger dan Jihan memasuki ruangan diikuti ayah, ibu dan adik perempuannya.
“Rico!” panggil Tiger.
Tubuh Rico segera berputar, menatap nanar keluarga dan juga tuannya. “Tuan, a—apa yang terjadi?” tanya Rico terbata-bata.
“Bagaimana perasaanmu, jika diabaikan?” Jihan menyerobot, berdiri di depan suaminya. Sedikit mendongak untuk menatap Rico. “Boleh peduli dengan orang lain, tapi sesuai porsinya. Lala sudah berusaha mengerti posisi kamu. Tapi kamu sendiri yang sudah mematahkannya.”
Rico semakin tidak mengerti ucapan Jihan. Hanya mematung sembari mengingat-ingat kesalahannya.
Tak berapa lama, Rico tersentak. Baru teringat ketika ia tak sengaja meninggalkan Lala seorang diri tanpa menjelaskan apa pun. Ia pun tidak sadar bagaimana bisa Lala sampai di rumah sakit.
“Rico! Ayah kecewa sama kamu. Belum menikah saja, kamu sudah berani membentaknya. Kau tahu tidak bagaimana selama ini orang tuanya menjaganya? Ayah yakin, orang tua Lala yang melahirkan dan membesarkannya, pasti tidak pernah membentaknya. Sama seperti kami ketika membesarkan adikmu!” sentak ayah Rico menatap kecewa.
DEG!
Dada Rico bergetar ketika kilasan suaranya yang menggelegar di rumah sakit kala itu. Sadar atau tidak, ia telah membentak Lala.
“Sekuat apa pun wanita, akan rapuh dan jatuh hanya dengan satu bentakan, Rico!” Ibunya menimpali. “Apalagi wanita selembut Lala. Kali ini ibu kecewa.
“Kali ini aku tidak berada di pihakmu. Karena jika memang kamu mencintai Lala, kamu tetap menjadikannya prioritas. jika memang ada hal urgent, setidaknya kamu tetap menggenggam tangannya dan melangkah bersama! Kamu bahkan tidak mencarinya. cih! Bullshit dengan mulutmu itu!” seru Tiger dengan nada dingin.
“A ... aku ....” Rico tak bisa berkata-kata. Bayangan Lala setelah terakhir bertemu, perlakuannya dan pesan Lala pada Airin membuat hatinya seperti diremas hingga hancur. “Di mana Lala sekarang? Aku salah! Aku ingin minta maaf.” Rico berputar-putar di ruangan itu, berharap bisa menemukan kekasihnya.
“Tuan, di mana Lala? Ayah, Ibu, Lathisa, kalian tahu?” Tubuh Rico panas dingin, ia menatap orang-orang di ruangan itu bergantian. Panik mulai merajai dengan hujaman perasaan bersalah yang semakin menikam.
“Untuk apa mencarinya? Aku yakin dia justru bahagia di luar sana. Takutnya kalau menikah sama kamu, dia semakin tekanan batin!” cebir Tiger memicingkan mata.
“Tidak, Tuan! Ini tidak benar. Aku mencintainya. Lala! La keluarlah, Sayang. Kita akan menikah hari ini! Tolong jangan bersembunyi terus. Aku merindukanmu, La!” teriak Rico berlari mencari keberadaan Lala.
Bersambung~
Kok jadi tiga kubu. Aku sampe ga berani buka komentar 😆
Haters PU pria, haters PU wanita, haters tokoh pendamping. Nggak ada haters author kan? 😭🙏😅 jadi siapa antagonis sebenernya? Author yGy 😭
lanjutkan perjuanganku utknya...
bahagiakan Dia... kok jadi nyayi sih aku 😅