Claudia telah menikah selama dua tahun dengan Briant suami nya, tapi selama dua tahun dia belum juga dikaruniai seorang anak sehingga membuat keluarga suaminya menuding Claudia sebagai wanita mandul. Ibu Briant meminta anaknya untuk menikah lagi agar segera memberinya cucu. Akankah Briant memenuhi permintaan ibu nya? Akankah Claudia mampu mempertahankan rumah tangganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah keputusan
Claudia melepas kan kaki nya dari pegangan Briant dan melangkah mundur."Bangun mas,jangan berbuat seperti ini"kata nya
Ibu Briant melihat anak nya berlutut di kaki Claudia langsung menghampiri Briant dan menarik tangan nya dengan kencang
"Briant,Jangan mempermalukan keluarga kita hanya gara-gara seorang perempuan!"kata ibu nya kesal.
Briant bangkit berdiri dan kembali menatap Claudia."Please sayang.mau ya memberikan kesempatan kedua untuk ku."pinta nya lagi
Claudia menarik nafas nya dalam-dalam,kali ini dia akan mengakhiri semua nya dan tidak akan melarikan diri lagi.
"Maaf mas,aku tidak bisa."kata nya dengan yakin
"Kenapa sayang?kita bisa hidup berdua lagi seperti dulu."katanya
"Sebelum aku meninggalkan rumah mu,aku sudah memberi mu kesempatan mas."
Briant mencoba mengingat-ingat kejadian yang telah berlalu."Maaf kan aku,waktu itu aku terlalu bodoh untuk mengambil keputusan.tolong kembali lah pada ku."pinta nya lagi.
"Tidaaaakkkkkk......!"Teriak Adelia tiba-tiba.
Adelia yang sedari tadi mendengar pembicaraan kedua orang itu sudah tidak tahan lagi,melihat Briant yang tidak mau melepas kan Claudia membuat nya semakin takut jika rencananya akan gagal.
Dia berteriak dengan kencang supaya pembicaraan kedua orang itu berhenti.
"Adelia,ada apa dengan mu?"tanya ibu Briant heran
"Aku sudah tidak tahan lagi tante."kata nya sambil menitik kan air matanya
"Sedari tadi aku hanya diam mendengar pembicaraan kalian,tapi aku sungguh-sungguh tidak tahan lagi"kata nya lagi sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Claudia memutar bola matanya malas,apa lagi yang akan dimain kan oleh wanita itu.
"Briant,kau sungguh keterlaluan akan meninggal kan ku.bukan kah kau telah berjanji akan menikahi ku?"
"Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan ku,apa kau pikir aku ini barang yang bisa kau buang kapan saja ?"tanya nya lagi
Briant mengusap wajah nya dengan kasar."Maaf Adelia,hubungan kita ini adalah sebuah kesalahan."Katanya
"Tidak...aku tidak mau berpisah dengan mu"teriak Adelia
"Maaf,aku tidak mau lagi berhubungan dengan mu.aku ingin Kembali dengan istri ku."kata nya lagi
Adelia menggigit bibir bawah nya,seperti nya Briant tidak mudah digertak.
"Briant,aku....aku sedang hamil anak mu"katanya dengan ragu-ragu
Briant kaget mendengar perkataan Adelia.sedang kan ibu nya langsung melonjak gembira mendengar perkataan Adelia.
Wanita itu langsung mendekati Adelia dan memegang bahu nya."Benar kah itu Del?"tanya nya dengan gembira
Adelia mengangguk dengan pelan.ibu Briant segera memeluk wanita itu dengan bahagia,sedang kan Adelia menyeringgai penuh kemenangan dalam pelukan ibu Briant.
Briant terhuyung kebelakang,dia tidak percaya dengan perkataan Adelia.kenapa harus disaat seperti ini baru dia mengatakan nya.
Dia segera kembali memandangi Claudia yang tampak melihat dengan nanar ke arah ibu nya yang begitu bahagia.
"Selamat ya mas,akhir nya kau bisa punya anak juga."kata Claudia lirih.
Briant menggeleng pelan."tidak sayang,jangan percaya pada nya.aku hanya menginginkan anak dari mu."
Claudia tertawa dengan getir."Mau punya anak dari ku mas?seperti nya tidak mungkin!"
Ibu Briant segera menarik Adelia untuk mendekati Briant."Benar kan kata ibu,istri mu itu mandul.sekarang Adelia sudah hamil,segeralah cerai kan dia dan menikah dengan Adelia."kata wanita itu dengan nada bahagia.
Briant tertunduk lesu,tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.Claudia tidak akan mau kembali lagi pada nya saat mengetahui Adelia sedang mengandung anak nya.
Briant memejamkan mata nya,akhir nya dengan berat hati dia mengangguk menyetujui permintaan ibunya kembali"Baik lah bu,aku akan mencerai kan Claudia"kata nya dengan berat
Mendengar itu Claudia bernafas dengan lega.akhirnya Briant mau mencerai kan nya dengan kemauan nya sendiri.
"Baik lah,aku rasa tidak ada yang peru dibahas lagi.aku harap kita segera bertemu di pengadilan mas."kata nya.kemudian Claudia memutar tubuhnya hendak meninggal kan mereka.
"Tunggu!"kata Ibu Briant
Claudia menghentikan langkah nya dan memutar kembali tubuh nya.
"Claudia,ibu harap kau mau mencabut tuntutan mu dan melepaskan Briant.jika kau ingin cepat bercerai,maka jangan memperpanjang masalah ini"kata wanita itu lagi
Claudia menyungging kan bibir nya sejenak."Aku memang tidak berniat memperpanjang masalah ini,tante tenang saja.tujuan ku melakukan ini hanya semata-mata supaya mas Briant mau mencerai kan ku."
"Sekarang mas Briant sudah mau mencerai kan ku,aku sudah sangat puas.ini lah hasil yang aku ingin kan."kata nya lagi.dia tidak ingin memanggil wanita itu dengan sebutan ibu lagi.
"Claudia"panggil Briant
"Ada apa lagi mas?"tanya nya
"Boleh kah aku memeluk dan mencium mu untuk terakhir kali nya.?"tanya pria itu
Adelia dan Kevin melotot mendengar permintaan Briant,mereka menahan amarah melihat kedua orang itu.
"Untuk terakhir kali nya,setelah ini aku akan sungguh-sungguh mencerai kan mu"kata Briant lagi
Claudia memejam kan mata nya sejenak"Baik lah,ini untuk yang terakhir kalinya"katanya dengan lirih.
Briant segera melangkah menghampiri Claudia dan menarik wanita itu kedalam pelukan nya.
"Maaf kan semua kesalahan ku sayang."bisik Briant pelan ditelinga Claudia
"Aku sudah memaafkan mu mas"jawabnya
Briant mengencang kan pelukan nya dan memejam mata nya,tubuh nya bergetar dan air mata kembali mengalir.ini untuk terakhir kali nya dia memeluk wanita yang sangat di cintai nya itu.dia menarik nafas nya untuk menghirup aroma tubuh Claudia yang akan dia ingat seumur hidup nya.
"Aku mencintai mu,sampai kapan pun kau adalah wanita yang aku cintai."bisik nya
Claudia pun tidak bisa menahan air mata nya,dia segera membalas pelukan pria yang masih dia cintai itu.
"Aku juga mencintai mu mas,kau pria pertama dalam hidup ku.tapi takdir berkata lain.maaf mas"kata nya sambil terisak
"Aku tahu,ini semua karena kebodohan ku."
Claudia mengangguk dalam pelukan pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan suami nya.Briant melepas kan pelukan nya dan menatap lekat wajah wanita itu.
Kemudian tangan nya mengangkat dagu Claudia dan pengecup dahi nya pelan,Claudia menutup mata nya sejenak untuk merasakan sentuhan bibir Briant yang terakhir kali nya.
Saat itu adalah hari paling sulit bagi mereka dan Briant merasakan penyesalan yang begitu besar di dalam hati nya.
Briant segera melepas kan bibir nya dan menangkup wajah Claudia dengan kedua tangan nya"Jaga dirimu baik-baik diluar sana"pesan nya
Claudia mengangguk dan mengusap air mata yang terus mengalir dari kedua mata pria itu."Kelak,kau harus menjaga isrti mu dengan baik mas,jangan kau sia-siakan lagi."
Briant segera melangkah mundur dan membalikan tubuh nya,dia tidak sanggup lagi melihat wanita yang dia cintai itu pergi selama nya dari nya.
Claudia segera berbalik dan berlari dengan air mata yang terus mengalir dikedua mata nya.dalam hati nya selalu bertanya kenapa mereka harus mengalami semua ini?tapi dia tidak menyesal dengan keputusan nya.
Dia berlari dengan cepat meninggal kan semua orang yang ada disana.hati nya sakit,ini lah yang dia takut kan.dia tidak sanggup menghadapi perpisahan ini,tapi pada akhirnya semua nya dapat segera berakhir.
Walaupun dia masih sangat mencintai Briant tapi dia tidak bisa menerima perbuatan pria itu.bagi nya perselingkuhan adalah perbuatan hina yang tidak akan pernah dia terima dan maaf kan seumur hidup nya.
Briant mengumpat marah dan mengusap air mata nya dengan kasar.dia tidak pernah menyangka akibat kebodohan nya akan membuatnya kehilangan wanita yang paling di cintai nya.