NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

(Hari ini, aku akan buat salah satu jajanan yang cukup saya sukai. Yaitu, Cireng ayam suwir)

Aku tersenyum melihat diriku sendiri yang memperkenalkan bahan-bahan masakanku.

(Tepung tapioka, garam, penyedap rasa, bawang putih, tepung terigu, bawang daun, lada dan air)

Kamera menyoroti bahan-bahan masakanku satu persatu lalu kembali menyorot ke arahku.

(Pertama-tama kita panasin dulu air, lalu kita tuangkan tepung tapioka semuanya dan sedikit tepung terigu. Lalu iris bawang daun dan tak lupa juga mengulek bawang putih dan di campur dengan lada, setelah itu bawang putih yang di campur lada masukan ke dalam baskom kecil, begitu pun dengan bawang daun. Nah sekarang sedikit demi sedikit campurkan air panas dan mulai mengaduk menggunakam sendok. Di rasa sudah agak sedikit dingin, barulah pake tangan ya guys, di ulenin pokoknya, tambahkan garam dan penyedap rasa, eum.. ini udah jadi adonannya menurutku udah pas sih)

Aku pun mengedit beberapa bagian video yang ku rasa tidak perlu, tak lupa juga memambahkan sound yang menurutku cocok.

(Untuk isian ayam suwirnya, kebetulan aku masih ada stok dari kulkas guys dan untuk resepnya pernah aku share juga ya. Bagi yang belum nonton, aku sematin videonya. Nah, jadi, si adonannya kita buletin dulu dan bentuk pake cetakan kayak gini.. lalu isi deh pake ayam suwirnya, dan setelahnya tinggal di taruh di wadah bersih)

Kamera menyoroti beberapa cireng yang sudah berhasil ku buat dan untungnya cireng buatanku terlihat cantik dan pastinya menggoda..hehe

(Nah guy, cirengnya udah aku goreng, ini resep cireng anti meledak ya guys, pokoknya aman selama ngikutin resep aku. Rasanya gurih pedas gitu guys, pokoknya pas banget lah. Segitu aja video dari aku untuk hari ini ya guys, thanks for watching)

Ku hela nafasku lega tatkala sudah mengedit video yang akan ku apload untuk hari ini ke toktok__dan tentu ini adalah pekerjaan terakhir sebelum aku bisa membuatkan makan siang untuk anakku Bintang.

“Mama..“Seru Bintang yang langsung membuatku tersenyum ceria ke arahnya, video yang baru selesai ku edit langsung aku upload saja ke toktok. hah leganya, semoga kembali fyp ya, dan pastinya semoga mendatangkan cuan juga, aamiin.

“Ada ap Bin? Udah puas mainnya?.“Tanyaku sambil mengelap keningnya yang terlihat berkeringat, suara nafasnya terdengar senggal-senggal dan kulitnya menjadi menghitam serta kusam__sebulan kami tinggal di sini, Bintang sudah menemukan temannya. Katanya dia jetemu teman yang seumuran dan kebetulan satu kelas dengannya. Namanya Eza dan Fahmi, yang kebetulan lagi rumahnya tak jauh dari rumah kami, hingga Bintang kerap meminta izin untuk main ke rumah mereka, tentu saja aku mengizinkan, bagaimana pun seusia Bintang haruslah main dengan teman sebayanya, walau kerap kali aku meringis sedih melihat wajahnya yang kusam dan lepek begini, tapi tak apa. Toh Bintang juga laki-laki dan laki-laki memang suka sekali mainnya keringetan serta panas-panasan begini.

“Laper mama..“Tuh baru saja aku berniat menbuatkan makanannya untuknya lho, aku pun mengangguk lalu mulai berdiri dan siap untuk membuatkan makanan, Bintang mereengel ingin ikut dan pada akhirnya aku pun menggandeng tangannya ke dapur dan membuatkannya makanan.

“Hari ini telor ceplok aja ya, Bin? Mama belum sempet belanja, adanya tinggal sambal cumi pedas sama bakso mercon di kulkas.“Ujarku sambil meminta persetujuan pada Bintang dan untungnya Bintang itu selalu manut, apapun yang ku buat dia menghabiskannya__betapa beruntungnya aku memiliki anak manut sepertinya.

“Nanti sore kita belanja, mau nggak?.“Tawarku sambil membawakannya sepiring nasi dan telor ceplok yang baru saja matang, Bintang terlihat mengangguk semangat dan membuatku mengelus kepalanya pelan.

“Ok, habis makan siang. Tidur ya? Biar gak rewel nanti sore.“

“Siap mama.“

“Makasih mama untuk makanannya, Bintang selalu suka makanan yang di buat mama.“Ucapnya penuh ketulusan, aku pun tersenyum lebar sambil mengangguk.

“Sama-sama Bintang, makan yang lahap ya? Inget__.“

“Bintang harus habisin nasi dan lauknya. Karena di beli pake uang dan Bintang harus bisa menghargai semua yang Bintang punya.“Ujarnya memotong ucapanku, aku tersenyum lebar seraya mengusap-ngusap rambutnya dan memberikan kecupan banyak di sana.

“Pinternya anak mama.“

“Hm..“

©©©©©©

Biasanya aku selalu belanja di warung depan. Tetapi khusus kali ini, aku mengajak Bintang untuk belanja di super market, sekalian juga mengajaknya jalan-jalan. Rasanya sudah lama aku tak memanjakan Bintang, kasihan dia. Ya, walupun selama ini Bintang tak pernah komplain atau merengek ingin main seperti dulu, yang sering ke mall dan time zone lalu membeli semua yang dia mau__aku merasa kasihan saja sebagai seorang ibu, terlebih. Selama sebulan ini dia benar-benar baik dan penurut sekali, apa yang ku suruh, dia selalu kerjakan. Apa yang ku larang, dia menjauhi.

Tak seperti anak-anak di usianya, padahal masih lima tahun, tapi Bintang sudah mempunya pemikiran dewasa dan aku sangat berungung sekali punya anak macam dia.

“Mama, Bintang gak minta buat ke time zone, lho. Memang mama punya uang? Katanya harus hemat supaya bisa nyekolahin Bintang, bayar kos dan juga makan.“Tutur anakku yang membuatku meringis malu, itu adalah kata-kataku sesaat setelah pindah ke kosan itu__dan ya, aku mengatakannya supaya Bintang mengerti, kalau kami tidak sekaya dulu. Tak ku sangka ucapanku akan terus membekas di ingatannya.

Ya Alloh, aku jadi menyesal karena sudah mengatakan itu. Harusnya aku tak mengatakannya dan harusnya aku bisa mengusahakan yang terbaik untuk Bintang, termasuk mengajaknya ke tempat-tempat yang di sukainya, ya. Walaupun tidak se sering dulu.

“Maafin mama ya, Bin?.“Ucapku sambil menaatpnya penuh rasa sesal.

“Kenapa minta maaf, ma? Mama gak salah kok.“

Aku tersenyum kecut”Hidup kita yang sekarang kayak gini, Bintang bahkan gak bisa main sesering dulu, gak bisa jajan terlalu banyak juga dan malah tinggal di rumah kecil. Maaf ya, Bin? Mama__.“

Tangan mungilnya teracung ke arahku dan pada akhirnya aku memeluk tubuh kecilnya, tak lupa sebelumnya ku naikan dia ke kursi, supaya aku tidak terlalu menatapnya ke bawah dan membuat kepalaku pegal__beberapa orang terdengar bisik-bisik tentangku dan Bintang. Tapi aku tak peduli, biarlah orang mau mengatakan apa.

“Bintang sayang mama.“Ucapnya di tengah isak tangiski dan membuat sudut-sudut bibir ini terangkat dan membentuk sebuag garis lebar di sana.

****

Tampaknya hari ini bukanlah hari keberuntungan untuk kami. Jauh-jauh amu mencari tempat kos dan juga menghilang sebulan ini terasa sia-sia, sebab malah bertemu dengannya.

Ah sial, kalau begini aku sudah tidak nisa mundur lagi. Lagi pula andai aku berlari, malah justru menunjukan aku sebagai seorang pengecut di matanya__aku tidak takut, sungguh. Tapi aku hanya tidak mau melihat wajahnya, rasanya muak saja.

“Nadia..“Panggilnya lirih, tatapan matanya dalam dan seolah mengatakan kalau dia merindukanku, cih aku tak percaya sedikit pun. Mana ada? Dia kan sudah punya istri baru dan anak baru yang lebih di sayang ketimbang aku.

Tatapan jatuh pada Bintang dan tiba-tiba tubuhnya mendekati kami, aku dan Bintang refleks mundur dua langkah dan membuatnya tertegun heran.

Heuhh ada apa sih? Apa dia mau berakting di hadapan banyak orang??

Tak mau menyerah, hingga Afif berhasil membungkuk di hadapan Bintang lalu memeluknya erat dan apa yang di lakukan Afif tentu saja membuat tertegun tak percaya.

Ini nyata kan? Sungguh? Karena dari sekian banyaknya kejadian, terutama setelah Afif punya istri lagi, enggak pernah anakku di peluk. Atau karena kebetulan saja dia sendirian dan ingin mencari perhatianku atau perhatian orang lain? Mungkin.

“Papa kangen kamu, Bin..“Ucapnya dan Bintang balas memeluk papanya erat, aku hanya menjadi penonton yang sungguh sangat muak sekali.

Tapi biarlah, barang kali Afif hanya ingin melakukan salam perpisahan dengan anaknya.

1
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!