CINTA TAK PERNAH SALAH,
semua sama di mata Tuhan, namun tidak semua beranggapan seperti itu, harta masih menjadi peringkat pertama dalam mencapai tujuan yang hakiki. begitu pun yang terjadi dengan Siska Angelica, dia harus berpisah dengan salah satu anak nya, karena di bawa dengan paksa oleh Ayahnya sendiri. Karena keluarga sang pria yang sudah merenggut kesucian nya tidak menginginkan wanita seperti dirinya menjadi bagian keluarga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isti.n, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 29
Happy Reading 😍
"Bukankah kalian sendiri yang menandatangani nya" Antonio tersenyum penuh kemenangan. kini Siska dan yang lainnya bisa tinggal dengan aman tanpa takut diusir oleh Caroline maupun Shelly.
"Ingat sayang, bila ingin bagian aman maka jadilah anak yang baik" ucap Antonio dengan penuh penekanan, Antonio tidak main-main dengan apa yang ia ucapkan, Antonio pun meninggalkan mereka di ruangan itu.
"Aaaakh bang***" Caroline sangat emosi, kini dia harus berdiam diri melihat musuhnya tinggal satu atap dengannya. namun bukan Caroline namanya bila ia benar-benar tidak melakukan apapun. Caroline bisa melakukan nya tanpa diketahui oleh suaminya. dengan cara tentunya meminjam tangan orang lain. asal ada uang, Caroline masih bisa mencari cara agar Siska sendiri yang pergi dari rumah ini.
"Sebaiknya kita pergi" ucapnya kepada Shelly, Caroline pun berjalan menuju kamarnya, Shelly pun mengikuti jejak nya menuju kamarnya.
Antonio duduk di teras menunggu kedatangan Keanu dengan tersenyum, setidaknya dia sudah sedikit menekan pergerakan istrinya, meski dia tahu istrinya akan mencari berbagai macam cara untuk mengusir Siska dari rumahnya itu.
"Siska???
Shelly sepertinya tidak asing dengan nama yang baru saja keluar dari mulutnya. apa dia itu ibunya Kenzo, anak yang ingin dia singkirkan dari dulu. Shelly belum tahu persis seperti apa Siska, namun dia pernah mendengar nya dari orang lain.
Tak berapa lama, Siska dan yang lainnya sudah tiba di rumah itu. Keanu merasa sedikit khawatir, bagaimana bila ibunya sudah berada di depan pintu dan langsung mengusir mereka semua.
Siska pun sama khawatir nya, kini rasa gugup tiba-tiba menyerangnya, Siska lebih mengkhawatirkan anak-anak yang nantinya akan melihat hal itu.
" Jangan takut, semua akan baik-baik saja" ucap Kenzo, lalu menarik tangan Siska agar mau masuk ke dalam.
"Keeeen, tunggu du... luu.... "Siska terkejut saat melihat isi rumah kini sudah tidak berantakan lagi.
" Sepiii?!
"Apa ini tidak ada orang?! tanya Siska kepada Kenzo yang di balas dengan senyuman.
" Jangan takut ibu, semua sudah aman kok" Kenzo sudah mendapatkan kabar dari kakek Antonio bahwa semuanya sudah terkendali. tidak ada lagi yang bisa menekan bahkan mengusir Keyla, Siska, dan Jessica tentunya.
"Ada apa?! tanya Keanu saat melihat Ayahnya sedang menikmati secangkir kopi hitam yang masih mengepul.
" Lihat saja sendiri" ucapnya dengan meneguk kopinya secara perlahan.
Keanu pun kini ikut masuk menyusul yang lainnya. Jessica pun begitu khawatir karena Siska tidak keluar lagi, akhirnya dia juga masuk ke dalam. namun melihat keadaan di dalam tidak sesuai dengan espektasi nya. dia pikir hari ini adalah hari terakhir tinggal bersama keluarga Siska. sepertinya malam ini dia masih bisa tidur nyenyak di atas ranjang nya.
"Kemana mereka?! tanya Keanu kepada Ayahnya. dengan tersenyum Antonio menjelaskan semuanya, sehingga semuanya kini sudah mengerti. dan kini bisa bernafas lega.
" Tapi kalian juga harus berhati-hati, karena meski mereka tidak bisa mengusir kalian, mereka pasti akan melakukan segala cara, untuk menyakiti kalian" ucap Kakek Antonio dengan mimik wajah yang cukup serius.
"Ya kakek...
" Kami paham, kami akan semakin berhati-hati ke depannya" Siska kini benar-benar harus extra hati-hati. lengah sedikit saja, mungkin nyawa yang akan menjadi taruhannya, dan Siska tidak akan memberikan peluang untuk kedua orang itu melakukan sesuatu kepada anggota keluarga nya.
"Tenang saja kakek, aku akan memperketat penjagaan, mulai hari ini ibu akan dijaga oleh bodyguard, kemanapun ibu pergi" titah Kenzo dengan santai nya. Kenzo diam-diam sudah merekrut beberapa bodyguard terbaik di kotanya untuk menjaga Siska sepanjang malam.
"BODYGUARD...
Siska sungguh terhenyak, dia merasakan ini terlalu berlebihan. Apalagi Kenzo anaknya sudah menyuruh dan mencari bodyguard nya.
" Tunggu nak, ibu rasa ini terlalu berlebihan nak, lagipula ibu bisa menjaga diri ibu sendiri, ibu tak mau semua itu"Siska tidak ingin gerak-geriknya di ikuti terus sepanjang jalan.
'Tidaak buuuu, bodyguard akan menjaga ibu saat ibu berada di tempat kerja dan di luar rumah "Ken sudah punya orang kepercayaan, Kenzo bersikeras untuk tetap memberikan bodyguard kepada Siska.
" Tapii naaak... " Siska tetap protes dengan masalah bodyguard untuk nya.
"Sudaah terima saja, lagipula Ken itu keras kepala seperti mu" ujar Keanu dengan tersenyum.
"Baiklah, terserah... " Siska kini pasrah saja, ia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya nanti.
"Ya sudah kita bahas nanti, ini sudah malam, sebaiknya kalian beristirahat" ucap kakek Antonio sebagai penengah antara Kenzo dan Siska.
"Ya, besok kita lanjut kembali" Keanu menyetujui ide Ayahnya, Siska pun menggendong Keyla masuk ke kamarnya, Jessica mengikuti nya dari belakang.
"Hmmm, Jess... bagaimana menurut mu?! Siska bertanya kepada Jessica, setelah meletakkan Keyla di atas ranjang nya dan menyelimuti nya.
" Apanya yang bagaimana?! tanya Jessica, meski Jessica tahu persis apa yang dimaksud oleh Siska. kini Jessica juga belum menemukan jawaban yang tepat untuk masalah ini.
"Come on Jessica, carikan solusi untuk masalah ini atau kita akan terjerat dalam masalah yang lebih besar lagi" Siska merasakan gelisah dan khawatir. apa yang akan dia lakukan bila berhadapan langsung dengan ibunya Keanu untuk kedua kalinya.
"Tidak ada yang harus kamu lakukan untuk sekarang ini" ujar Jessica dengan santainya.
"Tidak, tidak... gue gak bisa hidup tertekan dan rasa takut" Siska kini mulai berpikir untuk mencari solusi yang tepat dan cepat.
"Terus... apa yang ingin kau lakukan sekarang?!
" Pergi dari sini dan meninggalkan Kenzo lagi, memisahkan Keyla dari kakaknya untuk kedua kalinya?! Jessica seolah tahu apa yang ada dalam pikiran Siska saat ini.
"Lalu apa yang harus kulakukan?!
" Apa aku harus diam saja" Siska kini semakin bingung dengan masalah yang di hadapi nya.
"Rebut Keanu, dan jadikan dia suamimu, itu satu-satunya cara, agar kau tidak terpisah lagi dengan Kenzo" ucap Jessica dengan tersenyum.
"Apa kau sudah gila Jessica" Siska semakin membulat kan matanya. ia tidak mungkin melakukan apa yang baru saja Jessica katakan.
"Ini satu-satunya jalan, agar si nyonya besar tidak ada alasan untuk mengusir mu dari sini" Imbuh Jessica yang masih berusaha meyakinkan Siska.
"Ayo sekarang lebih baik kita tidur, kupikir otakmu sudah terkontaminasi oleh hal yang tidak masuk akal" Siska menarik Jessica agar keluar meninggalkan kamar Keyla.
"Pikirkan baik-baik sayang, good niiiiight" Jessica tersenyum bahagia lalu melangkah pergi dari hadapan Siska.
"Haiiish.... Jesss kau malah menambah beban hidup ku saja" Siska pun pergi dari kamar Keyla setelah mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur.
Siska menuju kamarnya, Siska dengan segera mencuci wajahnya, setelah selesai dia pun berbaring di atas ranjang nya. rasa kantuk dengan cepat membuat nya tertidur.
Sedangkan para pria masih berkumpul di ruang tengah, Kenzo pun ikut Andil dalam rencana yang akan mereka susun.
Happy Reading😍