NovelToon NovelToon
Menikahi Pembunuh Kekasihku

Menikahi Pembunuh Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Obsesi / Tamat
Popularitas:223k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

Dituduh sebagai pembunuh wanita yang menjadi kekasih dari calon suaminya, entah bagaimana nasib rumah tangga Seanna dan Noah nantinya.

Namun memendam cinta selama 3 tahun kepada Noah, membuat Seanna menutup mata dan menulikan telinganya. Ia serakah hingga ingin memiliki pria itu hanya untuk dirinya sendiri.

Bagaimana Seanna bisa tiba-tiba menjadi tersangka pembunuhan di mata Noah, suaminya?

Mampukah Seanna menghangatkan rumah tangganya bersama Noah yang sedingin gunung es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Aku ingin… pulang!

“Tidurlah! kamu memang harus banyak istirahat.”

Noah tak berharap Sea membalas ucapannya. Pria itu sangat menyadari jika, jangankan untuk bicara dengannya, untuk menatap dirinya saja, Sea tampaknya enggan.

Semua itu Noah simpulkan setelah melihat sikap dingin istrinya. Bagaimana usaha istrinya untuk kembali terlelap, meski dirinya baru saja terbangun dari tidur panjangnya setelah diberikan obat penenang.

Meski kedua manik matanya tertutup rapat, Sea bisa merasakan kehadiran Noah di sisinya. Sea tahu jika Noah tak sedikitpun berpindah tempat dari posisinya terakhir kali. Pria itu tetap setia duduk di samping hospital bed dengan tenang. Bahkan sangat tenang karena tak sekalipun Noah berbicara.

Noah hanya akan bergerak, saat pria itu hendak membenarkan posisi selimut istrinya. Noah juga tak hentinya mengecek suhu tubuh atau hanya sekedar mengecek laju cairan infus miliknya. Semuanya ia lakukan dengan sangat pelan dan hati-hati. Sea tahu tujuan Noah seperti itu karena tak ingin mengusik tidurnya.

Harusnya hatiku menghangat… bukankah perhatian seperti ini yang kuharapkan? Sea coba mencari tahu apa yang diinginkan oleh hatinya. Semakin melihat ke dalam hatinya, akan tetapi hanya rasa bersalah dan kekecewaan yang ia temukan di sana.

................

Jarum jam rasanya bergerak sangat lambat dari biasanya. Keheningan menemani sepasang suami istri itu untuk melewati malam ini. Hingga saat adzan subuh berkumandang, barulah Sea merasakan ada pergerakan dari suaminya.

Sea mengintip dari celah-celah kecil netranya yang terpejam. Ia bisa melihat punggung suaminya berjalan memasuki kamar mandi yang masih berada dalam ruang perawatan VVIP yang sama. Bunyi gemericik air yang samar-samar terdengar menandakan jika suaminya sedang membersihkan tubuhnya.

Sea segera membuka mata. Meski tubuhnya terasa sulit untuk bergerak terutama di bagian perut, namun Sea berusaha untuk bangun. “Aku harus menghubungi seseorang yang bisa membawaku pergi dari sini,” gumamnya sangat lirih.

Tangannya yang terbebas dari jarum infus ia gunakan untuk meraba nakas yang berada tepat di sampingnya. “Huf… tak ada! Di mana ya, ponselku.”

Bahkan, dengan susah payah Sea membuka laci nakas dan mencari ponselnya di sana. Hasilnya tetap sama, nihil.

“Auucchhh….” Sea meringis tatkala perih terasa di sekitar area perutnya yang terbalut perban. Bertepatan dengan Noah yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Sea!” pekik Noah. Dengan langkah lebarnya, Noah segera menghampiri istrinya.

“Ada apa? Katakan bagian mana yang sakit?” tanya Noah seraya membantu Sea kembali berbaring seperti semula.

Sea menggeleng. “Kamu mencari sesuatu?” tebak Noah.

“Aku mencari ponselku,” jawab Sea.

“Semua barang milikmu masih berada di kantor polisi,” kata Noah.

“Ka-kantor po-polisi?” tanya Sea terbata.

“Iya benar, di kantor polisi.” Anggukan kepala Noah semakin meyakinkan jika yang diucapkan pria itu benar.

“Kamu tentunya ingat, apa yang terjadi hingga akhirnya kamu berakhir di sini ‘kan?” lanjutnya.

Sea mengangguk sekali lagi. “Kapan aku bisa mengambilnya kembali?”

“Segera setelah semua pemeriksaan selesai,” jawab Noah. “Apa ada sesuatu yang penting?”

“Hemm… tak ada. Hanya ponselku,” jawab Sea.

“Juga ada foto hasil USG anakku. USG eyang pertama dan terakhir….” Lanjut Sea lirih setelah memalingkan wajahnya.

Meski lirih, namun semuanya masih bisa didengar oleh Noah. Rasa kehilangan yang begitu menyakitkan kembali menyayat hatinya. Kembali ia melangkah mendekati Sea, dengan lembut ia membawa wajah Sea agar kembali menatapnya.

“Anak kita, Sea,” ucapnya lembut.

“Aku janji… besok akan ke kantor polisi. Jika diizinkan, aku akan mengambil kembali tas dan barang milikmu yang lain,” imbuhnya.

Jarak wajah keduanya cukup dekat, bahkan Sea dan Noah bisa saling merasakan hangatnya embusan napas masing-masing. Lalu, tiba-tiba …

Cup.

Sebuah kecupan lembut Noah daratkan di kening istrinya. “Aku juga sangat ingin melihat foto USG anak kita,” sahutnya.

Setelah itu, tanpa mencemaskan bagaimana keadaan jantung Sea yang memompa lebih cepat, Noah berlalu tanpa beban kembali menuju kamar mandi untuk mengulang wudhu-nya.

Dengan pipi yang merona, Sea menatap punggung kekar suaminya yang berjalan menjauh. “Harusnya aku terus saja pura-pura tidur,” gumamnya.

“Jika, Mas Noah terus bersikap hangat, lembut, dan manis seperti ini… aku yakin hatiku yang membeku akan lebih cepat mencairnya.”

“Aku belum siap untuk kembali bertaruh dengan cintanya,” gumam Sea.

...…………...

Pagi menjelang… bukannya membaik, Noah dan Sea kembali saling mendiami. Meski Sea tak lagi harus berpura-pura tidur, namun bukan berarti wanita itu mau menatap suaminya lama-lama.

Pandangan Sea hanya tertuju pada jendela besar yang menampakkan birunya langit dan gedung-gedung tinggi lainnya di sekitar rumah sakit.

“Bagaimana keadaanmu, Sea?” tanya Owen.

Dokter sekaligus sahabat suaminya itu, mengunjungi ruang perawatan Sea segera setelah jam kerjanya selesai di IGD.

“Sudah lebih baik, terima kasih perhatian kalian,” balas Sea ramah.

Sementara Sandy, sahabat Noah yang lain yang datang bersama Owen bisa melihat jelas bagaimana ketegangan antara kedua sahabatnya.

“Noah, kamu masih belum kembali bekerja?” tanya Sandy yang berusaha mencairkan suasana.

Noah menggeleng. “Tidak,” jawab Noah yakin. “Sampai istriku benar-benar pulih, barulah aku akan kembali bekerja.”

Noah sengaja menekankan kata istriku dalam ucapannya. Sementara Owen, jelas sekali terlihat dari senyumnya seperti sedang mencibir ucapan Noah.

Menurut Sandy, suasana pagi itu lebih terasa mencekam dibandingkan dengan ketika ia menonton film bergenre horor. Akhirnya, dokter muda itu putuskan untuk mengajak Owen pergi sebelum keadaan semakin memanas.

Tak lama setelah kepergian Owen dan Sandy, kedua orang tua Noah pun tiba. Kedatangan Ayah Peter dan Mami Joanna kembali mengakhiri keheningan yang terjadi antara Sea dan Noah.

“Syukurlah kamu sudah lebih baik,” ucap Mami Joanna seraya satu tangannya terus membelai lembut puncak kepala menantu yang ia sayangi.

“Terima kasih, Mami,” balas Sea singkat.

Ayah Peter dan Mami Joanna saling pandang. Pikiran keduanya sama, menantunya masih sangat terguncang atas musibah yang menimpanya.

“Mami bawakan nasi tim ayam kesukaanmu,” ucap Mami Joanna dengan riang. “Kamu makan ya, sayang….”

Tanpa menunggu perintah, Noah membuka bekal yang dibawa oleh ibunya. Aroma nasi tim ayam yang menggugah selera segera menyeruak ke seluruh penjuru ruangan.

Dari bagaimana Noah yang dengan sabar menyuapi Sea, Mami Joanna bisa melihat perhatian tulus putranya pada menantunya. Harapan akan membaiknya keadaan rumah tangga keduanya kini semakin besar.

....................

Pukul 10.00 pagi, Noah meminta izin pada Sea lalu pada kedua orang tuanya untuk pergi ke kantor polisi. Selain untuk memeriksa bagaimana kelanjutan kasus kecelakaan yang menjadikan istrinya korban, Noah ingin menepati janjinya pada Sea. Pria itu juga sudah tak sabar ingin melihat foto USG calon buah hati mereka yang kini telah kembali kepangkuan Sang Khalik.

Ayah Peter memutuskan untuk menemani putranya ke kantor polisi. Sesaat setelah kepergian keduanya, Sea menatap lama pada wajah teduh ibu mertuanya. Wanita yang ia hormati dan sayangi seperti ibu kandungnya sendiri.

“Mi… bolehkah Sea meminta sesuatu?” tanyanya.

“Tentu saja, sayang. Katakan, apa yang kamu inginkan.”

“Maafkan aku, Mami …”

“Aku ingin… pulang!”

...-----------...

1
Sunny Kwok
Luar biasa
@ Teh iim🍒🍒😘
Siap mampir
Ades Astiti
panas ..panass...panasss...kipas mana kipas....hhuhh
Santi Olak
Lumayan
Santi Olak
Luar biasa
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Hadeeh masalah datang, it pasti Roy dan pasti minta Alesandra buat ngancurin hubungan Sea dan Noah dengan ancaman video yg Roy punya, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
penasaran jadi nya sm Kisah Tessa, pengen ke sebelah tapi ini belum kelar, 🤭🙈😅
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Alfio kah pria it, 🤔😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
hubungan Noah dan Sea semakin baik apalgi jika bneran Sea Hamil, tpi ad raa khawatir akan badai yg akan menerpa, krna g mungkin akan adem ayem aj, entah apa yg disiapkan Al dan Alesandra buat memisahkan mereka berdua, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Sperti nya Sea dan Tessa lagi ngidam ya 🤔😏
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Masalah akan dtang lagi di Antara Sea dan Noah nih, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
jadi tau ternyata Al ini lah yg buat Tessa hamil dan Akhirnya Owen yg menikahinya,, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
dasar sableng iih, 🤭
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Al kamu harusnya mencoba buat nyari kebenaran atas meninggalnya Aneesa kamu harus cari tau kenapa dia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, 😌 tanpa harus menyalahkan Noah,
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Ayoo lah Al, sadar kalau Sea it sdh punya seseorang, jangan coba merusak kebahagiaan mereka deh, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Iiish kesel bnget sm Alfio, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
bner Al, Roy ud mulai jatuh cinta ke Alesandra😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
Aduh Roy jangan jadi penghianat ya, 😌
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
lupa sama kesalahan ya Alesandra
⏤͟͟͞R𝐀⃝🥀𝐑𝐚𝐧 ℘ṧ㊍㊍👏
apa wanita ini Alesandra ya, 🤔🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!