"Siapa kamu? Kenapa kamu masih virgin?" teriak Zico saat malam pertamanya dengan Nirmala yang ia sangka adalah Viola, istrinya. Jika kebanyakan laki-laki akan marah jika mengetahui istrinya sudah tidak virgin lagi, tapi Zico malah marah saat mengetahui istrinya masih virgin.
Bagaimana tidak marah kalau sebelum dirinya menikah dengan Viola, mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri.
Lalu kenapa bisa Viola berganti menjadi Nirmala? Mari kita ikuti cerita Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Melihat Paman Dru yang baru datang di taman hotel, Bibi Below pun langsung menghampiri Paman Dru.
"Tuan.." sapa Bibi Below seraya menundukkan kepalanya.
"Bagaimana, apa semua berjalan dengan baik?" Tanya Paman Dru.
"Iya Tuan, semua berjalan dengan baik." Jawab Bibi Below.
"Bagus lah." Balas Paman Dru.
"Tapi ngomong-ngomong Tuan, kenapa acara pernikahan Tuan Muda mendadak sekali lagi?" Tanya Bibi Below penasaran.
"Bukan kah itu bagus?" Paman Dru malah balik bertanya.
"Kita tidak perlu lagi mendengar curhatan Tuan Muda karena merindukan Nona Nirmala." Lanjut Paman Dru.
"Iya sih." Balas Bibi Below.
"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu Tuan." Bibi Below pun pamit undur diri.
Namun baru saja Bibi Below memutar tubuh-nya, Paman Dru kembali memanggil Bibi Below.
"Below.."
Bibi Below memutar tubuh-nya.
"Iya Tuan."
Paman Dru malah diam. Tiba-tiba saja kata-kata yang sudah ia rangkai untuk mengajak Bibi Below menikah hilang entah kemana. Lidahnya juga terasa kelu.
"Tuan, ada apa?" Tanya Bibi Below sekali lagi.
"Ah.. tidak jadi. Aku lupa apa yang ingin aku katakan." Jawab Paman Dru.
"Kalau begitu saya permisi dulu." Bibi Below pamit undur diri lagi.
Dasar pria tua pikun!
Gerutu Bibi Below pelan sambil berjalan menjauh dari Paman Dru.
Ah.. sial!! Kenapa tiba-tiba nge-blank!!!
Paman Dru mengumpat dirinya sendiri.
• • • • •
Kembali ke kota kecil.
Nirmala sudah selesai memakai pakaiannya dan siap berangkat bekerja.
Namun saat keluar dari kamar, ia mendapati Zico sedang tertidur pulas.
Nirmala hendak membangunkan Zico, tapi Ibu Aruni melarang.
"Biarkan saja dia tidur. Mungkin dia lelah." Ucap Ibu Aruni.
Nirmala menghela nafasnya kasar lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Kalau begitu Nirmala pergi dulu Bu." Pamit Nirmala lalu keluar dari dalam rumah.
Setelah Nirmala keluar, Ibu Aruni kembali ke kamar, lalu mengambil selimut untuk Zico dan menyelimuti calon menantu-nya itu.
Sedangkan di luar rumah.
Nirmala sudah mendapati keempat bodyguard ada di depan rumah-nya.
Melihat Nirmala keluar dari rumah, keempat bodyguard itu pun mendekati Nirmala.
"Kalian sudah lama disini?" Tanya Nirmala pada keempat bodyguard itu.
"Sudah." Jawab tim laki-laki.
"Baru saja." Jawab tim wanita.
"Oh.." hanya itu yang bisa Nirmala katakan.
"Lalu dimana Tuan Muda?" Tanya bodyguard Me.
"Ada di dalam." Jawab Nirmala.
Bodyguard Me dan Hi pun hendak berjalan menuju pintu, namun Nirmala menahannya.
"Tuan Muda kalian sedang tidur. Jangan di bangunkan! Biarkan dia bangun dengan sendirinya!" Ucap Nirmala tegas.
"Baik Nona." Balas kedua bodyguard laki-laki itu.
"Ayo, kita pergi." Ajak Nirmala pada bodyguard Hida dan Meda.
Nirmala dan kedua bodyguard-nya pun pergi bekerja, meninggalkan bodyguard Hi dan Me yang terpaksa harus menunggu Tuan Muda mereka di dalam mobil.
Jujur mereka juga lelah.
Setelah mengetahui Tuan Muda mereka keluar dari hotel dan menyetir mobil sendirian, bodyguard Me dan Hi pun tahu kemana arah tujuan Tuan Muda mereka, kemana lagi kalau bukan ke rumah Nirmala.
Kedua bodyguard itu pun menyusul Zico ke rumah Nirmala. Tapi sayangnya karena waktu masih subuh dan belum ada angkutan umum yang melintas, mau tak mau dari hotel ke rumah Nirmala mereka menggunakan fasilitas GL alias Goyang Lutut.
• • • • •
Pukul 12.00
Zico baru bangun dari tidurnya. Padahal niat awalnya hanya ingin mengistirahatkan matanya sampai menunggu Nirmala selesai memakai pakaian, tapi malah ketiduran dan bangun saat jam makan siang.
"Eugh.." lenguh Zico.
"Anda sudah bangun?" Tanya Ibu Aruni yang sedang menyiapkan makan siang.
Ibu Aruni tidak memasak. Nirmala memesan makanan katering untuk Ibu dan adiknya. Ibu Aruni hanya memindahkannya ke piring.
Mendengar suara Ibu Aruni, sontak Zico langsung membuka matanya lebar-lebar dan mendudukkan dirinya.
"Nirmala!!" Pekik Zico.
"Nirmala sudah berangkat bekerja." Sahut Ibu Aruni.
"Hah.. berangkat bekerja?! Jam berapa ini?" Zico mengambil ponselnya untuk melihat jam digital yang ada di layar ponselnya.
"Astaga!! Jam dua belas!!" Pekik Zico lalu berdiri dari duduknya.
"Sini makan dulu." Ajak Ibu Aruni.
"Tidak usah Ibu. Saya harus menemui Nirmala." Tolak Zico.
"Makan dulu." Ajak Ibu Aruni sekali lagi dengan suara yang lembut.
Zico menghela nafasnya suara lembut Ibu Aruni membuat dia tidak tega untuk terus menolak tawaran calon Ibu mertuanya itu.
Mau tidak mau Zico pun berjalan menuju meja makan yang jaraknya hanya beberapa langkah dari tempatnya berdiri sekarang.
Di meja makan itu sudah ada Galang.
"Bagaimana keadaan mu, apa sudah baikan?" Tanya Zico seraya menarik kursi makan yang seperti bangku sekolah itu.
"Sudah Tuan." Jawab Galang malu-malu. Galang terlihat segan dengan Zico.
"Jangan memanggil ku Tuan. Aku ini calon kakak ipar mu." Balas Zico penuh percaya diri.
Galang hanya membalas dengan anggukkan kepala.
"Makan lah dulu, baru bisa pergi." Ucap Ibu Aruni sambil menyendokkan nasi dan lauk pauk ke piring Zico.
"Apa makanan ini Ibu yang memasaknya?" Tanya Zico.
Ibu Aruni menggeleng.
"Ini makanan katering. Nirmala selalu memesan makanan katering untuk Ibu, dan akan datang setiap jam sebelas siang." Jawab Ibu Aruni.
"Hanya jam sebelas siang? Lalu makan malamnya?"
"Ini semua sampai malam." Jawab Ibu Aruni.
Melihat lauk pauk sederhana yang ada di meja makan dengan jumlah yang sedikit, hati Zico miris melihat itu.
Zico mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. Lalu menghubungi bodyguard nya, yang Zico pikir masih ada di hotel.
Ia ingin menyuruh kedua bodyguardnya itu datang kerumah Nirmala sekalian membelikan makanan mahal untuk makan siangnya bersama Ibu Aruni dan Galang.
"Halo Tuan Muda, apa Anda sudah bangun?" Tanya bodyguard Me.
"Darimana kamu tahu kalau aku baru bangun?" Tanya Zico heran.
"Karena sejak tadi kami menunggu Anda di depan rumah Nona Nirmala, Tuan." Jawab bodyguard Me.
Zico langsung menutup teleponnya lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Mau kemana?" Tanya Ibu Aruni.
"Sebentar Ibu, aku akan menyuruh bodyguard ku membeli makanan untuk menambah lauk pauk ini. Karena lauk pauk ini tidak akan cukup untuk kita berlima." Jawab Zico.
Zico ingin makan siang bersama dengan calon Ibu mertua, calon Adik ipar, serta kedua bodyguardnya.
Setelah selesai makan siang, Zico pun pergi dari rumah Nirmala.
Zico tidak kembali ke hotel, melainkan menyusul Nirmala ke kedai mie tempat Nirmala bekerja.
Tapi sayangnya sampai di tempat kerja Nirmala, Nirmala tidak ingin bertemu dengan Zico.
Zico mengira kalau Nirmala marah padanya karena ketiduran.
Dan saat Zico ingin menerobos masuk ke dapur, bodyguard Hida dan Meda langsung menahan langkah Zico.
"Apa kalian berdua mau ku pecat?! Minggir!!"
"Maaf Tuan, kami hanya menjalankan perintah Nona Nirmala." Jawab bodyguard Hida.
"Nirmala.. Nirmala..." Zico berteriak agar Nirmala keluar.
Karena kesal Zico membuat keributan di tempatnya bekerja, mau tidak mau, Nirmala pun keluar dari dapur lalu menarik Zico keluar dari kedai mie.
"Apa kamu tidak ingat perjanjian kita?!" Tanya Nirmala kesal.
"Perjanjian kita? Perjanjian apa?" Tanya Zico, ia masih belum ingat tentang perjanjiannya dengan Nirmala yang melarang Zico bertemu Nirmala sampai mereka menikah.
"Hish!! Perjanjian kalau kita tidak boleh bertemu sampai kita menikah!!" Geram Nirmala.
"Ah.. iya. Maaf aku lupa." Jawab Zico sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Jadi sekarang lebih baik sekarang Anda pulang dan mempersiapkan pernikahan impian saya yang tadi Anda janjikan. Kalau Anda tidak pulang dan terus mengganggu saya bekerja, maka tidak ada pernikahan!" Ancam Nirmala.
"Baiklah.. baiklah, aku pulang!! Tapi bolehkah aku mencium mu, sedikit saja." Tawar Zico.
Mata Nirmala membulat.
"Tidak!!" Jawab Nirmala dengan sorot mata tajam.
"Hish pelit!"
"Apa?"
"Tidak ada!"
"Ya sudah sana pulang!" Usir Nirmala sekali lagi.
"Woah.. ada UFO.." ucap Zico sambil menunjuk ke langit.
Spontan Nirmala ikut mendongakkan wajahnya melihat ke langit.
Dan kesempatan itu Zico pakai untuk mencuri ciuman Nirmala.
Cup.
Satu kecupan basah mendarat di bibir Nirmala sekilas, setelah mengecup bibir Nirmala, Zico pun cepat-cepat lari sebelum terkena amukan Nirmala.
• • • • •
Bersambung...