Kalara Sinta baru saja putus dari kekasihnya. Kegalauan Kalara bertambah ketika tantenya justru mengajukan Kalara sebagai istri kedua Danuraja. Meskipun awalnya Kalara dan Danuraja menolak pernikahan, kedua orang tua Kalara dan keluarga besar justru mendukung pernikahan tersebut.
Perdebatan, sikap cuek dan perselingkuhan mewarnai pernikahan Kalara dan Danuraja. Witing tresno jalaran soko kuliner. Makanan dan berbagi cerita pelan pelan menyatukan hati Kalara dan Danuraja. Cinta yang bersemi mendapat cobaan berat lantaran anak anak Danuraja bersatu "menyatakan perang" terhadap Kalara.
Akankah Kalara dan Danuraja bisa menyatukan cinta dan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama nya_fia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29 - MENGHALANGI RIKA
Tok
Tok
"Masuk ma."
"Makan siang yuk Kal? Mama masak tumis jamur dan empal daging kesukaan kamu."
"Iya." Kalara keluar kamar. Usai menginap semalam di apartemen Danuraja, Kalara memutuskan mengunjungi kedua orang tua nya. Kalara belum siap bertemu kembali dengan Danuraja.
Home sweet home. Itulah yang Kalara rasakan. Kegelisahan yang menyergapnya tadi malam, seperti menghilang tanpa bekas.
"Kal, kita liburan kemana gitu? Udah lama kita gak ngebolang.
"Gimana kalo touring ma? Kita ke Bali atau malang touring pake mobil. Kita bertiga aja. Nyetirnya gantian papa sama Kal."
"Berenam pa. Malah bertujuh kalau Lidya ikut."
"Berenam? Lidya? Ngapain nenek gayung ikutan touring?"
Cuiittt
Jemari Erniwari terampil mencapit lengan Azhari. "Adududuhh. Mama ih, cubitan mama tuh sakit bin panas. Jangan jangan kuku mama banyak kuman nya."
"Lagian papa sembarangan ngatain Lidya nenek gayung. Kalau orang nya ada di depan pintu gimana? Lidya kan suka datang tak diundang, pulang selesai makan."
Kalara tertawa. "Kirain mau belain besan. Gak tau nya mencela juga." Azhari nyeletuk sambil mengusap bagian lengannya yang kena cubit. "Pokoknya kita touring bertiga aja. Papa mau liburan sama istri dan anak. Ngapain ajak tukang cilok." Kalara dan Erniwati tertawa.
"Kasih tau tanggal nya 2 minggu sebelum nya ya pa? Biar bisa ngajuin cuti dan atur serah terima pekerjaan."
"Assalamualaikum." Ucapan salam Danuraja diikuti riuh suara Pinkan dan Danish.
"Waalaikum salam..euleuh aya budak geulis jeung jajaka kasep. Makan ya? Tante masak enak nih."
Azhari mengambil makanan di dekat Erniwati. Secepat kilat Azhari berbisik pada Erniwati. "Panjang umur tukang cilok. Baru diomongin tau tau muncul."
Kalara yang mendengar suara Danuraja berubah tegang. Apa yang terjadi tadi malam bersama Danuraja muncul begitu saja di memorinya. Meskipun inti vital mereka tidak menyatu, namun sentuhan Danuraja di sekujur tubuh Kalara mampu memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
RUANG KERJA KALARA
"Untuk kerjasama produk bisa dilanjut mba Kal?"
"Bisa mba Sita. Semua poin yang diajukan untuk kerjasama sudah saya baca. Hanya saja, untuk poin menfasilitasi kerjasama pemakaian produk oleh dokter spesialis, kami hanya bisa memberi tempat bagi mba Sita dan teman teman mempresentasikan produk mba dalam rapat komite medik. Selanjutnya, biar dokter dokter sendiri yang memutuskan akan memakai produk mba Sita atau produk lainnya."
"Saya dan team siap mempresentasikan produk kami di depan dokter dan manajemen RS Medical. Beberapa hari ke depan saya akan menghubungi mba Kal untuk tahu kepastian rapat komite medik ya mba?"
"Silahkan mba. Pelaksanaan rapat komite medik kemungkinan akan digelar di akhir bulan. Bertepatan dengan laporan pertanggung jawaban manajemen kepada para pemegang saham. Kami harus rapat internal sekali lagi untuk membahas tanggal pastinya. Mau dilaksanakan di week day atau week end."
"Akhir bulan ini mba Kal?"
"Iya mba Sita."
"Berarti kurang dari 10 hari ya mba?"
Kalara mengangguk. "Iya mba, singkat memang persiapannya. Tapi jika rapat komite medik dan laporan pertanggung jawaban saham tidak dilakukan bulan ini, khawatir tertunda sampai tahun depan. Bulan depan dan seterusnya, kami akan fokus mempersiapkan akreditasi rumah sakit."
"Wah bagus kalau begitu mba. Banyak dokter yang akan datang. Jadi saya dan team bisa say hello secara personal. Kebetulan awal bulan besok ada 2 seminar besar di Bali mba."
"Pastinya mba Sita dan team akan bersaing dengan produk lain yang juga akan mensponsori dokter dokter untuk seminar di Bali."
"Betul mba. Untungnya, saya sudah mendapatkan persetujuan dari dr. Danu dan dr. Robert. Produk kami dipilih untuk mensponsori kehadiran mereka di Bali bulan depan."
"dr. Robert kepala bedah dari RS International?"
"Iya mba. Kemarin saya baru mengurus tiket dan akomodasi dr. Robert bersama istri, dr. Alan, dr. Wita dan mba Rika."
"Rika?"
"Iya mba Kal, Rika mantan asisten mba Kal."
"Memang nya boleh kalangan non medis disponsori ikut seminar?"
"Mba Rika hanya titip jadwal pesawat terbang dan akomodasi mba. Semua dibayar pribadi oleh mba Rika. Seperti yang lalu."
Kening Kalara mengernyit. "Sebelum ini mba Sita sudah pernah mengurusi kepergian Rika dengan tim medis ke seminar?"
"Iya mba, 2 tahun lalu, saya pernah mengurusi tiket pesawat ke Bali dan akomodasi untuk mba Rika. Dia bilang ingin berlibur ke Bali. Tapi saya dan team juga tahu, mba Rika pergi ke Bali ingin menemani dr. Danuraja. Selama seminar berlangsung mba Rika terlihat bolak balik ke hotel tempat seminar berlangsung."
"Sudah jadi rahasia umum ya hubungan Rika dan dr. Danuraja?"
"Iya mba Kal. Dokter dokter juga banyak yang tahu. Selain di hotel tempat seminar berlangsung, mba Rika dan dr.Danuraja juga terlihat makan berdua di restoran di Legian. Yaaah begitulah mba."
Sita melanjutkan bicaranya. "Sebagai perempuan saya pribadi merasakan kesal tiap melihat mba Rika. Setelah pindah ke RS International masih kelihatan mengejar dr.Danu. Sebenarnya saya malas mengurusi tiket dan akomodasi mba Rika. Tapi saya gak punya alasan untuk menolak. Mba Rika beralasan akan liburan di Bali."
"Mudah mudahan mba Rika batal berangkat karena panu kadas kurap di wajahnya menggila ya mba." Komentar Kalara asal.
"Hahaha iya mba. Kayaknya puas deh kalo ngeliat tiba tiba wajah mba Rika dipenuhi panu kadas kurap. wkwkwk" Imbuh Sita.
POLIKLINIK OBSGYN
"Mba Kalara, silahkan masuk. dr.Lidya sudah menunggu di dalam."
"Makasih sus."
Kalara melangkah masuk ke dalam ruang praktek Lidya. Ia disambut hangat oleh tante sekaligus istri pertama suaminya. "Kal? Ayo masuk. Ada keperluan apa nih? Bukan mau bikin surprise untuk tante dan om lagi kan?"
Kalara tersenyum kecil. "Bukan tan. Kal kesini mau meminta tante Lidya untuk ikut om Danu seminar di Bali."
"Seminar di Bali? Kenapa Kal?"
"Awal bulan depan, persatuan bedah mengadakan seminar di Bali. Om Danu dipastikan ikut seminar. Yang jadi masalah, ternyata Rika juga berencana pergi ke Bali dengan alasan liburan. Karenanya, tante Lidya juga harus ikut. Rika pasti berencana menjerat om Danu lagi."
"Tante gak bisa Kal. Setelah rapat komite medik, tante akan pergi ke Jerman. Mulai mempersiapkan untuk studi S3 tahun depan. Prof Sudono sudah merekomendasikan tante ke salah satu universitas terbaik di Jerman."
"Om Danu dan anak anak sudah tahu tante akan melanjutkan sekolah tahun depan di Jerman?"
"Sudah Kal. Minggu siang kemarin tante sudah memberitahu mas Danu dan anak anak. Daann..karena itu kami bertengkar." Ujar Lidya sendu.
Jadi itu alasan nya kenapa om Danu dan anak anak tiba tiba main ke rumah dan menginap.
"Tante tetap akan lanjut studi di Jerman?"
"Iya Kal. Ini kesempatan emas. Tante dapat rekomendasi dari Prof Sudono untuk dibimbing langsung oleh Prof Adler."
"Lalu gimana dengan om Danu? Tante akan membiarkan Rika mendekati lagi om Danu?"
"Tante minta tolong sama kamu, Kal. Tolong jauhkan Rika dari mas Danu. Kamu pasti bisa menjaga mas Danu dan anak anak untuk tante."
Kalara terdiam. Perlahan Kalara mulai paham mengapa Danuraja beralih ke perempuan lain. Meskipun selingkuh tidak pernah dibenarkan. Ambisi tante Lidya sedikit menampilkan bukti, om Danu, Pinkan dan Danish tidak berarti apapun.
Mantap..
apa pun terima kasih kak thor dalam penulisan nya..
terbaik dan semangat terus 👍👍😘😘