NovelToon NovelToon
Wanita Penggoda?

Wanita Penggoda?

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Tamat
Popularitas:870.8k
Nilai: 4.9
Nama Author:

Hi! Namaku Sarah Gibran, aku akan menceritakan kepada kalian tentang kehidupanku dan...kehidupan intimku, aku bisa mengatakan bahwa diriku adalah kriteria yang diinginkan oleh semua mahluk yang bernama laki-laki yang hidup di dunia ini, dikarenakan bentuk tubuhku yang proposional dan wajah yang manis dan menarik, tetapi...

Apakah dengan kelebihan yang aku miliki ini aku dikatakan sebagai seorang wanita penggoda?

Apakah salah juga jika aku memanfaatkannya ?

Atau sebenarnya kelebihanku ini merupakan kekuranganku?

Semua tergantung dari penilaian kalian, aku hanya bisa mengatakan...

“Don’t judge book by its cover”

MOVE ON (1)

Adzan subuh dari Masjid-Masjid di sekitar Panti sudah berkumandang, menemani diriku yang masih terbaring diatas tempat tidurku dengan mata yang tidak bisa tertutup dengan nyenyak. Aku duduk di tepi tempat tidurku, memandang sebuah amplop surat diatas meja belajarku dengan tatapan sendu. Aku ambil handphoneku di sebelah bantal kepalaku dengan harapan adanya sebuah pesan atau telpon darinya. Dave.

Aku memutuskan untuk keluar kamar dan melihat adik-adikku di Panti yang sedang bersiap-siap untuk bersekolah. Aku memang adalah yang paling tua tinggal di Panti, sebenarnya dulu ada beberapa keluarga yang ingin mengadopsiku, tetapi aku tidak mau karena aku kasihan melihat Ibu Aisyah yang mengurus Panti sendirian, jadi aku berinisiatif untuk tetap tinggal di Panti membantu Ibu Aisyah mengurus adik-adikku di Panti.

“Kak Sarah gak ke Sekolah?” Tanya Andi salah satu dari adik-adikku di Panti. “Enggak Dek, Kakak lagi gak enak badan, jadi izin dulu ke Sekolah.” Aku duduk didepannya, merapikan seragam sekolah yang sudah digunakannya dan menyisir rambutnya. “Kak Sarah sakit?” Dia menempelkan punggung tangannya di keningku. “Kak Sarah gak pa-pa.” Aku menarik tangannya dari keningku. “Kalian udah sarapan?” Lanjutku bertanya ke semua adik-adik Pantiku yang berjumlah sebanyak delapan orang. “Belum Kak.” Jawab mereka serentak.

“Ya sudah kalian siap-siap dulu ya, nanti Kakak panggilin kalo udah siap sarapannya.” Mereka semua pun mengangguk, setelah itu aku melangkahkan kakiku menuju ke dapur dan melihat Ibu Aisyah yang sedang sibuk dengan kuali yang berisikan nasi goreng yang sedang di gorengnya. “Bu, sini Sarah aja yang masak Bu.” Aku sudah berdiri di samping Ibu Aisyah dan membantunya menyiapkan sarapan. “Kamu gak sekolah Nak?” Tanya Ibu Aisyah setelah dia memberikan spatula wajan yang ada ditangannya kepadaku. “Sarah izin dulu ya Bu hari ini.” Ucapku tidak berani menatap Ibu Aisyah yang berada di belakangku.

“Iya gak pa-pa.” Setelah itu aku dan Ibu Aisyah sibuk mengurusi kesiapan adik-adikku untuk ke Sekolah dan sarapan mereka. Setelah semua adik-adikku pergi ke Sekolah, aku membersihkan tubuhku, membersihkan Panti dan membantu Ibu Aisyah berjualan nasi uduk di Kios depan Panti. Aku menyibukkan diriku dengan berbagai hal tersebut, agar dapat mengalihkan perhatian dan pikiranku akan Dave. “Kamu kenapa Nak?” Tanya Ibu Aisyah

“Eh gak pa-pa Bu.” Aku tersentak dari lamunanku setelah selesai membantu Ibu Aisyah di Kios nasi uduknya dimana hari sudah menunjukkan pukul dua siang. “Ehmm Bu.” Ucapku ragu-ragu ke Ibu Aisyah. “Iya Nak, kenapa?” Tanya Ibu Aisyah. “Sarah boleh izin keluar sebentar Bu, mau ke Rumah Dave.” Ibu Aisyah menghentikan aktifitasnya yang sedang mengeringkan piring yang sudah aku cuci. “Kamu mau ngapain lagi ke tempat dia Nak.” Tanya Ibu Aisyah yang sekarang sudah duduk didepanku. “Sarah mau menitipkan surat untuk Dave, Bu.” Aku tertunduk tidak berani menatap Ibu Aisyah, dan aku akan siap juga apabila Ibu Aisyah tidak mengizinkanku karena khawatir dengan keadaanku nanti.

“Ya sudah gak pa-pa, kamu hati-hati nanti ya, kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi Ibu.” Ucap Ibu Aisyah. “Iya Bu, makasih.” Aku memeluknya dengan hangat kepada wanita yang sudah sangat menyayangiku layaknya anaknya sendiri. Setelah itu aku bersiap-siap untuk menitipkan surat yang akan kuberikan kepada Dave, saat aku menunggu angkot ataupun taksi yang lewat di depan Gang Jalan Panti, tiba-tiba ada sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti pas didepanku. Kaca mobil tersebut pun terbuka dan menunjukkan sosok laki-laki yang kemarin menemaniku disaatku sedih. Kak Indra.

“Kamu mau kemana?” Masih dengan bicara to the pointnya tanpa ada basa-basi terlebih dahulu. “Ehmm aku.” Aku ragu-ragu untuk mengatakan kepadanya kemana tujuanku. “Masuk, aku antar.” Dia membuka pintu mobil penumpangnya, sehingga aku dengan terpaksa masuk ke dalam mobil tersebut. Di dalam mobil aku tidak banyak berbicara, hanya diam menatap keluar jendela mobil. “Kemana tujuan kita?” Tanya Indra yang masih melihat kearah jalan. “Ehmm ke Rumah Dave Kak.” Ucapku pelan. “Oke.” Itulah hal yang aku suka dari Indra, dia tidak pernah bertanya detil, karena dia tahu kapan seseorang mau bercerita kapan seseorang tidak mau bercerita.

Setelah satu jam perjalanan kami di mobil dengan suasana yang hening, dimana hanya terdengar celotehan dua penyiar radio dari dalam mobil Indra, akhirnya kami sampai di depan Gerbang Rumah Dave. “Kak Indra tunggu disini ya.” Ucapku. “Iya.” Aku melepaskan seat beltku dan membuka pintu mobil. Saat sudah berada di depan Gerbang Rumah Dave, aku menghembuskan napasku berat. Jangan menangis lagi Sarah, jangan menangis.

Aku membunyikan bel Gerbang Rumah Dave, tidak lama kemudian terlihatlah sosok Pak Aryo yang kemarin tidak mengizinkanku untuk bertemu dengan Dave. “Selamat siang Pak Aryo, maaf saya mengganggu, saya ingin bertemu dengan Bi Iyem.” Pak Aryo tersenyum ramah kepadaku. “Siang Mbak Sarah, Mbak Sarah tunggu sebentar ya dan soal kemarin saya minta maaf Mbak.” Pak Aryo menunjukkan ekspresi wajahnya yang tidak enak karena sikapnya kemarin hari.

“Saya hanya menjalankan perintah.” Lanjutnya lagi. “Gak pa-pa Pak, saya maklum, saya juga salah kemarin karena terlalu memaksa.” Ucapku dengan tersenyum. “Terima kasih Mbak, kalau begitu saya ke dalam dulu panggilin Bi Iyemnya, Mbak Sarah tunggu disini dulu ya.” Aku menggangguk, setelah itu Pak Aryo masuk lagi ke dalam untuk memanggil Bi Iyem. Jangan menangis Sarah, tahan air matamu.

Tidak lama kemudian, wanita paruh baya yang aku tunggu sedari tadi akhirnya datang. “Bi Iyem.” Aku langsung memeluknya dengan erat. “Non Sarah, Non baik-baik aja?” Ucap Bi Iyem. “Sarah baik-baik aja Bi.” Aku melepaskan pelukanku dengan air mata yang sudah ada di pelupuk mataku. Bi Iyem hanya tersenyum melihatku. “Bi Iyem, Sarah mau nitip ini.” Aku mengeluarkan sepucuk surat dari dalam tasku. “Sarah, titip ini buat Dave ya Bi.” Aku berusaha tersenyum dengan menahan air mataku yang hampir terjatuh.

“Iya Non, akan Bi Iyem kasih langsung ke Aden Dave.” Bi Iyem mengambil surat yang aku berikan kepadanya. “Terima kasih Bi, Bi Iyem kapan balik ke Australianya?” Tanyaku mengalihkan pikiranku. “Besok Non, setelah semua urusan di Rumah ini selesai.” Ucap Bi Iyem. “Bi Iyem hati-hati ya besok, semoga nanti kita bisa bertemu lagi ya Bi.” Ucapku dan langsung memeluk erat Bi Iyem dengan perasaan sedihku.

“Iya Non, Non Sarah juga jaga diri baik-baik ya.” Ucap Bi Iyem dengan mengelus punggungku lembut. Setelah itu aku izin pamit dengan Bi Iyem dan masuk lagi ke dalam mobil Indra. “Maaf ya Kak lama.” Ucapku setelah berada di dalam mobil dan menggunakan seat beltku. “Gak pa-pa, kamu mau kemana lagi?” Tanya Indra. “Kak Indra mau anterin aku ke sebuah tempat Kak?” Tanyaku ragu-ragu. “Oke.” Jawab Indra dengan yakin. Setelah itu mobil berjalan lagi meninggalkan kenangan indahku dan Rumah yang dulu sering aku kunjungi selama enam bulan terakhir.

BERSAMBUNG.

Mohon vote, love, like dan komentarnya readers, terus ikuti kisahku ya.

Terima kasih supportnya!!!

1
aku tidak menemukan yg berjudul you😭
Reeriska
bagus banget Yukk baca yukk
D'dewz
😭😭😭
😜
halo bang SP.

knp gak di lanjutin bang ceritanya?

ku kira up ternyata bukan 🤧🤧🤧
ᵐᵗSang Penulis: Oyy hahaha cek lanjutanny di novel YOU yaa, jangab lupa dukungannya yg banyak hahha
total 1 replies
Sri Damayanti
lanjut
Anhi T
aku kecewa padamu Thor,, kenapa engkau pisahkan Sarah dengan Indra 😭😭😭
Fa Rel
aneh klo g mau di tawar ngapain di pamerin an3h si kasa
Emosi Di Ujung Pena
mampir ya jika berkenan 🙏
Sri Cntya
uhhuuuaaiii nasss pnsss
Sri Cntya
aahhaa ullerr kektnya sdh keluarrr..seru..lnjutt thorr
Sri Cntya
aahhaaa dulunys benci skrng ada rasa cinta dihati
Sri Cntya
😭😭😭😭
Sri Cntya
hahh.papahe dave ngsntukk thorr
Sri Cntya
indra mngkin kakak tirinya x y
Toriq Mubtadiin
trnyata babang kassa pny hati jg...
Toriq Mubtadiin
knp sar nasibmu dri kecil mlng skli,,,udh dung bang othor kasih yg seneng2 np,,, biar g nyesek trus bcx.🥺🥺🥺
Maulida
terlalu banyak hama😂😂😂
baru tau kalo novel ini lanjut
Nurul Imamah
Terharuuu aq bacanya.... kalah Dave dgn Indra yg br mengenal sarah tp cintanya luar biasaaaa
Aisyah Prasutio
aqu syuka ,syuka critanya thorrr,,,,💞💞💞
Liliput
sbnrnya sarah itu bnran sayang sama indra pa nggak sih?kok masih nemplok sana sini, walau lagi sedih kan gak harus gtu juga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!