Saat ujian SMA, Rio menjadi bahan tertawaan satu sekolah karena mengontrak seekor monyet kurus dekil tingkat Warrior (Trash-Rank). Semua orang menganggap masa depannya hancur, namun sebuah panel gaib tiba-tiba muncul di hadapannya:
[Ding! Sistem Push Rank Immortal Aktif!][Target: Monyet Lumpur (Identitas Asli: Sun Wukong - Segel Dewa)][Status Pengguna: SSS-Rank Hidden Power]
Di saat murid lain sibuk pamer kekuatan di sekolah, Rio memilih "mabar" di Dungeon terlarang bersama lima hewan mitologi miliknya: Sun Wukong, Serigala Kegelapan, Qilin, Phoenix, dan Ratu Laba-laba. Ketika gerbang bencana dunia jebol, Rio melangkah maju membawa squad top globalnya yang sudah berada di tier MYTHICAL IMMORTAL!
Siapa bilang dia salah kontrak?
#System #SunWukong #Overpowered #HiddenPower #Evolution #Mythology
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Nge-Push Malam Hari
Angin malam berembus kencang, menusuk jaket hitam abu-abu khas SMA yang masih melekat di tubuh Rio. Di depannya, sebuah gang buntu di pinggiran kota tampak remang-remang. Namun, jika dilihat lebih jeli, udara di ujung gang itu tampak mendistorsi, membentuk pusaran energi keunguan seukuran pintu rumah.
Itu adalah Gerbang Dungeon Liar Tingkat 1. Tempat ilegal yang belum terdaftar di bawah pengawasan Asosiasi Hunter resmi. Tempat paling pas untuk akun smurf seperti dirinya.
"Cicit!"
Monyet kecil di bahu Rio menepuk-nepuk pipi majikannya dengan tangan berbulu kusamnya. Matanya yang bulat tampak berbinar menatap pusaran energi itu, seolah mencium bau makanan yang sangat lezat.
"Sabar, Wukong. Kita cari tempat yang sepi dulu biar gak ada hunter liar lain yang lihat wujud aslimu," bisik Rio sambil mengelus kepala kera batu tersebut.
Rio melangkah mantap, menembus pusaran energi ungu itu. Rasa pusing yang singkat menyergap kesadarannya sebelum pemandangan gang buntu berubah total menjadi sebuah koridor gua bawah tanah yang lembap dan berbatu tajam. Bau anyir darah dan tanah basah langsung menyengat indra penciumannya.
Begitu kakinya menapak di tanah dungeon, sebuah suara mekanis yang renyah dan santai mendadak bergema langsung di pusat kesadaran Rio, diikuti dengan hamparan layar hologram emas yang melayang di depan matanya.
[Ding! Memasuki Dungeon Liar: Gua Reptil Merangkak (Tingkat 1).]
[Mendeteksi Area Berburu. Apakah Anda ingin mengaktifkan Mode Pengganda EXP Smurf (500%) untuk Hewan Kontrak?]
"Aktifkan," jawab Rio dalam hati tanpa ragu. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis.
[Mode Smurf: AKTIF!]
[Target Push Rank Malam Ini: Menembus Tier Elite!]
Rio berjalan perlahan menyusuri koridor gua yang gelap. Baru berjalan sekitar lima puluh meter, telinga Rio menangkap suara desisan tajam dari arah kegelapan di depannya.
Sshhh... Ssshh...
Dari balik bayang-bayang batu stalagmit, muncul tiga ekor kadal raksasa setinggi paha manusia. Kulit mereka berwarna hijau lumut dengan duri-duri tajam di sepanjang punggungnya. Sepasang mata reptil itu menatap Rio dengan air liur beracun yang menetes dari taring mereka, siap menerkam mangsa empuk di depan mata.
[Spesies: Kadal Berduri Lumpur]
[Tier: Warrior II (Bintang 1)]
[Keterangan: Monster kelas bawah yang mengandalkan serangan kelompok. Sangat lemah terhadap hantaman fisik.]
"Tiga ekor kadal tier Warrior II, ya?" Rio bergumam pelan. Jika murid SMA biasa yang hanya memiliki bakat F-rank melihat ini, mereka pasti sudah kencing di celana dan lari terbirit-birit mencari bantuan guru pelindung.
Namun bagi Rio, tiga ekor monster ini tak ubahnya seperti minion di game yang siap menyumbangkan gold dan EXP gratis.
Rio menoleh ke pundaknya. "Wukong, giliranmu. Coba kita lihat apa yang bisa dilakukan oleh Kera Sakti tingkat dewa di level awal."
Wukong mencicit gembira. Makhluk kecil itu melompat turun dari pundak Rio, mendarat dengan santai di atas tanah berbatu. Tubuh kecilnya yang kurus sama sekali tidak terlihat meyakinkan. Bahkan, ketiga kadal berduri itu tampak mengeluarkan suara desisan yang terdengar seperti ejekan, mengira monyet sirkus ini adalah camilan pembuka yang renyah.
Satu kadal terbesar tiba-tiba melesat maju, membuka rahangnya lebar-lebar untuk menggigit kepala Wukong.
"Wukong, Doppelganger," perintah Rio santai dari belakang sambil bersedekap dada.
BZZZT!
Tepat sebelum taring kadal itu menyentuh bulu kusam Wukong, tubuh si monyet kecil mendadak berkedip. Dalam sekejap mata, tubuh kurus itu membelah menjadi dua wujud yang sama persis. Kadal raksasa itu menggigit angin kosong, kebingungan karena mangsanya mendadak berlipat ganda.
Kloning Wukong mendarat di atas kepala kadal tersebut, sementara Wukong yang asli sudah berada di sampingnya. Kedua monyet itu menyeringai tengil secara bersamaan. Tanpa perlu menggunakan tongkat sakti yang masih tersegel, Wukong asli mengumpulkan energi aura merah samar di telapak tangan kecilnya, lalu menghantamkannya tepat ke arah ubun-ubun si kadal.
BHUAAAKKK!
Suara hantaman keras yang menyerupai dentuman meriam bergema di dalam gua. Kepala kadal berduri itu langsung hancur menghantam tanah dungeon hingga retak. Monster itu tewas seketika dalam satu kali pukul (one-shot), tanpa sempat mengeluarkan suara lenguhan terakhir.
Dua kadal tersisa yang menyaksikan hal itu langsung menghentikan langkah mereka. Mata reptil mereka membelalak horizontal, diliputi rasa ngeri yang luar biasa. Insting mereka berteriak bahwa makhluk kecil di depan mereka ini bukan monyet biasa, melainkan seekor predator puncak yang mengenakan kulit binatang lemah.
Namun, Wukong tidak memberikan mereka kesempatan untuk kabur. Bersama kloningannya, kedua kera itu bergerak secepat kilat. Wukong asli melompat dan menendang dada kadal kedua hingga tulang rusuknya remuk, sementara kloningannya mencengkeram ekor kadal ketiga lalu membantingnya ke dinding gua hingga hancur berkeping-keping.
Seluruh pertarungan itu selesai dalam waktu kurang dari sepuluh detik. Tiga monster yang biasanya butuh satu tim berisi empat hunter pemula untuk dikalahkan, kini rata dengan tanah hanya oleh seekor monyet kurus.
Di saat yang sama, panel sistem di depan mata Rio langsung berkedip liar dengan rentetan notifikasi berwarna emas yang memuaskan.
[Ding! Hewan Kontrak Anda (Sun Wukong) berhasil membunuh Kadal Berduri Lumpur (Warrior II)!]
[Mendapatkan 20 EXP Base. Bonus Mode Smurf diaktifkan: +100 EXP!]
[Mendapatkan 20 EXP Base... Bonus Mode Smurf... +100 EXP!]
[Mendapatkan 20 EXP Base... Bonus Mode Smurf... +100 EXP!]
[Kemajuan Evolusi Memenuhi Syarat Terobosan!]
[Notifikasi: Sun Wukong berhasil naik level! Warrior I (Bintang 0) ➡️ Warrior II (Bintang 3)!]
Wushhh!
Sebuah lingkaran energi hangat berwarna putih bersih mendadak keluar dari tubuh Wukong, membersihkan noda darah monster yang menempel di bulunya. Tubuh kera kecil itu tidak membesar, namun bulu kusamnya kini tampak sedikit lebih berkilau, dan otot-otot kecil di lengannya terlihat lebih padat dari sebelumnya. Kloningannya pun menghilang, menyatu kembali ke dalam bayangan tubuh aslinya.
"Gila... sekali bantai langsung naik tiga bintang?" Rio menggelengkan kepalanya, benar-benar takjub dengan kecepatan curang dari sistem miliknya. "Kalau begini caranya, sebelum subuh pun kita sudah bisa naik ke tier Master."
Wukong berjalan kembali ke arah Rio, melompat ringan untuk kembali bertengger di pundak remaja itu. Ia menepuk-nepuk dadanya dengan bangga, seolah pamer kalau dirinya baru saja melakukan pekerjaan yang sangat hebat.
"Iya, iya, kamu hebat," kekeh Rio sambil berjalan maju, melompati bangkai-bangkai kadal yang mulai memudar menjadi abu dungeon. "Tapi ini baru pemanasan. Ayo kita cari Bos Dungeon gua ini. Aku butuh Core monster tier tinggi untuk membuka segel senjata pertamamu."
Selama dua jam berikutnya, Gua Reptil Merangkak itu berubah menjadi ladang pembantaian yang sunyi. Setiap ada monster yang berani menampakkan diri—mulai dari ular berbisa bersayap hingga katak raksasa pengunyah batu—semuanya berakhir tragis di tangan Wukong.
Rio bahkan tidak perlu menggerakkan satu jari pun. Ia hanya berjalan santai di belakang layaknya seorang manajer tim yang sedang mengawasi atletnya bertanding, sambil terus memantau pergerakan poin bintang di layar statusnya yang terus meroket naik.
Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah aula gua yang sangat luas. Di tengah ruangan tersebut, sebuah kolam lumpur beracun tampak meletup-letup. Dari dalam lumpur hijau itu, sebuah bayangan raksasa perlahan-lahan bangkit, memicu getaran hebat yang meruntuhkan kerikil-kerikil dari langit-langit gua.
ROAAARRR!
Sesosok monster menyerupai buaya purba raksasa dengan panjang hampir sepuluh meter muncul ke permukaan. Seluruh tubuhnya dilapisi oleh sisik tebal berwarna hitam legam yang tampak sekeras zirah baja, dan di atas kepalanya bertengger sepasang tanduk melingkar yang dialiri energi petir ungu samar.
[Spesies: Raja Naga Komodo Lumpur (Bos Dungeon)]
[Tier: Master V (Bintang 2)]
[Keterangan: Penguasa Gua Reptil. Memiliki pertahanan fisik tingkat tinggi dan nafas asam yang bisa melelehkan pelindung baja dalam hitungan detik.]
Aura tekanan dari monster tier Master itu membuat udara di dalam gua terasa berat dan menyesakkan. Namun, Rio hanya menaikkan satu alisnya, sementara Wukong di pundaknya justru mendengus meremehkan, seolah merasa terhina karena buaya lumpur itu berani mengaum di depan wajahnya.
"Tier Master V, ya? Cocok banget buat jadi mangsa penutup malam ini," ujar Rio dengan senyum dingin yang merona di wajahnya. Ia menatap panel status Wukong yang sudah berada di ambang batas terobosan terakhir.
[Hewan Kontrak: Sun Wukong]
[Tier Saat Ini: Grandmaster I (Bintang 5) - Siap Melakukan Evolusi Terobosan Tier Epic!]
"Wukong," Rio melangkah satu kali ke depan, matanya berkilat emas menyala, merefleksikan aura tingkat dewa SSS miliknya yang tersembunyi jauh di dalam jiwanya. "Ayo kita selesaikan match ini. Tunjukkan wujud sejatimu yang sebenarnya."
Monyet kecil itu mencicit lantang, melompat tinggi ke udara tepat di atas kolam lumpur beracun, siap menghancurkan sang penguasa dungeon dalam satu hantaman mutlak.
semangat upnya thor
semangat dah tak krim kopinya👍
klo bsa up besok 2 chpter🤣