NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Begitu bel istirahat berbunyi, siswa‑siswi berhamburan keluar kelas menuju tujuan masing‑masing. Sara berjalan santai setelah mengambil barang di koperasi, hendak menuju kantin. Namun langkahnya terhenti saat sosok Chelsea beserta rombongannya tiba‑tiba menghadang di hadapannya.

"Kenapa harus ketemu nenek lampir ini lagi sih! Aku curiga deh nih orang pasti saudaranya makhluk astral, datang tanpa di undang pulang pasti naik angkot!" gerutunya dalam hati sambil memutar matanya malas.

Chelsea yang melihat suasana sepi langsung memberi isyarat singkat pada dua siswa berbadan besar yang siap bertindak di sampingnya, keduanya langsung mencengkeram lengan Sara dengan kasar, menyeretnya paksa menuju gudang tua yang pengap dan tersembunyi di sudut paling belakang sekolah. tempat yang selama ini kerap dijadikan tempat melampiaskan amarah Chelsea pada korbannya.

Sara hanya mengerutkan kening sekilas. Tak berteriak, tak memberontak. Sebuah senyum miring dingin justru terukir di bibirnya, tenang sepenuhnya, seolah ia hanya ingin melihat sejauh mana keberanian mereka menampakkan wajah aslinya. Ia membiarkan dirinya diseret masuk ke ruangan berdebu itu. Begitu sampai di tengah, tubuhnya didorong kasar hingga jatuh ke kursi kayu tua, lalu kedua tangannya diikat erat pada sandaran kursi dengan tali kasar.

Chelsea melangkah maju perlahan, dagu terangkat tinggi, matanya menyala penuh kebencian yang tak terbendung.

“Ini akibat bagi orang yang berani menantangku!” suaranya melengking tajam membelah keheningan. “Kau pikir kau siapa hah?! Berani‑beraninya merebut Raven dariku?! Gadis tak tahu diri sepertimu memang pantas diberi pelajaran!”.

Tanpa aba‑aba ia menjambak rambut Sara dengan kuat hingga kepala gadis itu terangkat paksa. Namun Sara tetap menatapnya datar, tak ada sedikit pun rasa sakit ataupun takut di wajahnya. Tatapan tenang itu justru membuat Chelsea makin terbakar emosi. Para antek-anteknya yang mengelilingi mereka saling berpandangan, heran melihat ketenangan yang tak wajar dari Sara.

“Dengar baik‑baik! Ini peringatan terakhir dariku!” Chelsea melepaskan jambakannya, menunjuk wajah Sara dengan kasar. “Mulai sekarang jangan pernah kau mendekat lagi pada Raven! Jaga jarak sejauh mungkin darinya! Kalau kau masih ngeyel, aku tak segan‑segan membuatmu hancur tak bersisa!”

Alih‑alih ketakutan, Sara justru tersenyum tipis. “Emangnya kau siapa? Berani sekali mengatur hidup orang lain,” ucapnya santai seolah sedang mengobrol santai di taman sambil makan es krim.

"Hah! Kamu masih punya nyali ngelawan Chelsea?" tanya Rina sinis sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Anak baru, jangan sok berani! Di sini tak ada yang akan menolongmu! Lebih baik kamu banyak berdoa saja semoga besok masih bisa melihat matahari terbit!” timpal Mia tak kalah tajam.

“Benar! Memohonlah ampun pada Chelsea! Mungkin dia masih berbaik hati membiarkanmu pergi dari sekolah ini!”

“Oh begitu rupanya? Tapi aku tak suka memohon. Bagaimana kalau kalian saja yang memohon padaku?” tantang Sara dengan nada tenang yang justru terdengar meremehkan.

Kesabaran Chelsea habis seketika. “Hajar dia! Beri dia pelajaran sampai dia sadar siapa yang berkuasa di sini!” perintahnya tegas pada dua pemuda yang menyeret Sara tadi.

*

*

Di sisi lain, Dewi yang melihat kejadian itu dari kejauhan seketika menegang. Ia tahu ia tak akan mampu melawan gerombolan gang pembuly itu.

Hanya ada satu orang yang bisa menghentikan Chelsea yaitu Raven. Tanpa pikir panjang lagi Dewi segera memutar arah ia berlari dengan terburu-buru hingga tak menyadari ada sosok yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

BRUK!

“Aduh!” keluh Dewi yang kini sudah terduduk di lantai keramik, sambil memegangi pantatnya yang terasa nyeri akibat hantaman keras itu.

“Kamu, ok?” tanya sebuah suara tegas disusul sebuah tangan kekar terulur di hadapannya.

Dewi segera mendongak, dan napasnya seakan tertahan. Di hadapannya berdiri Leon dengan senyum tipis yang memikat.

"Astaga … Oppa Leon! jadi aku nabrak Pak Leon! Ternyata dari dekat gini dia benar‑benar sempurna!" gumamnya dalam hati penuh kagum.

“Hy! Kamu gak apa-apa?” tanya Leon lagi karena Dewi masih mematung di tempatnya.

“Eh … tidak apa‑apa, Pak! Maafkan aku, aku sedang terburu-buru, gak lihat Bapak,” Dewi menerima uluran tangan itu dan bangkit dengan gugup sambil menggaruk kepala yang tak gatal.

“Hm! Lain kali hati-hati jangan lari-lari gitu, bahaya?" tegas Leon.

"Baik Pak! Lain kali aku pasti lebih hati-hati ini karena ... " ucapannya tiba-tiba menggantung di udara.

"Ah! Kenapa aku bisa lupa, aku kan sedang cari Raven!" batin Dewi kembali panik saat mengingat tujuannya berlari tadi.

"Maaf Pak! Aku harus mencari Raven! Teman aku dalam bahaya!" seru Dewi segera kembali berlari ke arah lapangan basket.

"Teman dalam bahaya? Apa yang dia maksud Nona Sara!" gumamnya pelan lalu ikut melangkah mengejar langkah Dewi.

“Raven!” panggil Dewi sambil mengatur napasnya saat sampai di pinggir lapangan.

Arga langsung menyenggol bahu Raven sambil menyeringai. “Wah Rav, ada yang nyariin tuh!”

Raven segera menoleh kearah Dewi. "Dia kan sahabatnya Sara? Kenapa dia terlihat panik gitu?" tanyanya dalam hati.

“Raven!” napas Dewi memburu. “Cepat … selamatkan Sara! Dia diseret Chelsea dan gangnya ke gudang belakang!”

Wajah Raven seketika berubah dingin, matanya memancarkan amarah yang mengerikan. Bola basket yang dipegangnya terlempar ke lantai dengan dentuman keras.

Tanpa membuang waktu Raven melesat secepat kilat. Amarah yang membara membuat kakinya melangkah lebih cepat dari biasanya. Andra, Alden, dan Arga yang melihat perubahan drastis sahabatnya langsung berlari menyusul.

“Hei! Tunggu aku! Jangan tinggalkan aku!” seru Arga berusaha mengejar langkah kaki mereka.

Di belakang mereka, Leon ikut bergerak cepat. Wajahnya tampak tegang, namun yang ia khawatirkan bukan keselamatan Sara, melainkan keselamatan Chelsea dan kelompoknya yang sepertinya tak sadar sedang membangunkan seekor singa yang sedang tidur.

Bersambung ....

 

1
Munas Tuti
awas lhooo Chelsea klo jatuh sakit ..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Ayo Mark selidiki /Determined/

Ayo Sara, kumpulkan semua bukti-bukti itu/Determined/, Ku menunggu pembalasanmu pada mereka, orang yang telah membunuh keluargamu, dan juga mengambil semua hak-hak yang seharusnya menjadi milikmu/Determined//Determined/
Munas Tuti
euleuhhh meuni dikit bacanya...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
yeayyy, akhirnya saling mengakui/Drool/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara takut Raven diambil Chelsea, dan Raven takut Sara dekat dengan Lucky🤭, sama-sama cemburu kalian🤭
Munas Tuti
nah looo ...sapa tuh Lucky, mau tau ajha apa mau tau banget he..he..
wo te
biasa nya up 2 sehari ko ini 1 doang udh 2 hri,,mna da libur lagi wkt tgl brpa yh lupa 🤣🤣🤣
Munas Tuti
ichh gumuz banget liat mereka berdua ....jangan pd gengsi laaah
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Sara cemburu nih, takut Raven diambil/Chuckle/
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
suka cerita nya thor, masalahnya satu demi satu di selesai kan jd nggak lama. nggak salah aq kasih bintang⭐⭐⭐⭐⭐
riniandara: Terima kasih banyak kak,
total 1 replies
Munas Tuti
weishh ketar ketir tu Sara...
Munas Tuti
lanjuuuut mbak'e...👍👍
Munas Tuti
kerennn... aku /Good/suka, banyak kejutan
Munas Tuti
ayoo siaps yaa rahasia besar akan terungkap hi..hi..
Munas Tuti
ok...cari teruss bukti2 yg nenguatkan siapa sebenarnya Sara....cmon Daven bantu Sara 💪💪
Munas Tuti
akhirnya jelas siapa Sara sebenarnya, beruntung yg merawatnya kakek kandungnya sendiri...
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
😭😭 akhirnya, ayo Sara kasih tau Kakek Don yang sesungguhnya, sebelum ia menyayangi cucu palsunya/Determined//Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tapi semoga aja Tuan Don gak ngajak tuh si benalu itu 😌, ayo Mark, kamu cari taulah lebih dalam, jangan hanya di awalnya saja /Scream/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah Raven akan terkejut melihat identitas asli Sara? 🤭
Munas Tuti
gimana yaa pas makan malam nanti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!