NovelToon NovelToon
Satu Arah

Satu Arah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Haiii, Ganteng. Lagi joging, ya?" sapa Agatha setelah berada di depan Elvano. Kepalanya mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Senyuman lebar tersungging di bibir manisnya.

Elvano berdecak malas. "Menurut lo? Udah tahu, masih aja nanya."

Selain dingin dan tidak pandai berekspresi, mulut Elvano juga sedikit tajam, membuat siapa pun yang mendengar ucapannya merasa sakit hati.

"Galak banget," cibir Agatha.

***

Ketika secercah cahaya datang menghangatkan hati yang telah lama membeku, akankah mereka dapat bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 - Tersiksa

Elvano berdiri di balkon kamarnya sembari menatap langit malam yang terlihat cerah. Jauh berbeda dengan suasana hatinya yang mendung. Pikirannya tidak berhenti memikirkan Agatha. Lama-lama kepalanya bisa pecah saking seringnya memikirkan gadis itu.

Tepukan di pundaknya membuat Elvano tersadar dari lamunan. Pemuda itu menoleh ke belakang, mendapati seorang gadis yang sedang tersenyum manis padanya.

"Hai, tumben gak keluar kamar sejak tadi?" tanya Elisa. Elvano memang mengurung dirinya di dalam kamar sejak pulang dari sekolah. Ia juga melewatkan makan malam.

"Males."

"Kamu kenapa?" Elisa tidak suka melihat Elvano yang seperti ini. Kadang melamun, kadang tidak fokus, dan lebih sering menyendiri.

"Kenapa apanya?"

"Kamu jangan bohong lagi, deh. Udah keliatan dari wajah kamu kalau kamu banyak beban," ujar Elisa dengan lelah.

Elvano mendengus pelan. Percuma berbohong pada Elisa yang jelas-jelas mengenalnya sejak kecil. Gadis itu pasti akan tahu jika dirinya sedang tidak baik-baik saja. Namun, Elvano tetap saja bungkam. Memilih untuk menyimpan sendiri masalahnya. Tapi sepertinya kali ini dia tidak bisa. Elvano butuh seseorang yang bisa memberikan solusi atas masalah yang sedang menimpanya.

"Agatha."

"Kenapa sama Agatha?" tanya Elisa dengan sabar. Sudah biasa kan Elvano menjawab pertanyaan dengan singkat?

"Dingin."

"Hah?" Elisa mengernyit bingung. Apa maksudnya?

Agatha? Dingin?

Agatha bersikap dingin, begitu?

"Kok bisa?" tanya Elisa lagi setelah berhasil memahami perkataan Elvano.

Elvano mengedikkan bahunya menjawab pertanyaan Elisa. Pemuda itu memang tidak mengerti dengan perubahan sikap Agatha padanya. Terlalu tiba-tiba dan mengejutkan.

"Ihh, kamu kalau ngomong yang bener dong! Jangan singkat-singkat gitu. Aku gak ngerti," ujar Elisa dengan gemas.

"Agatha menghindar." Kembali Elvano hanya menjawab seadanya. Dia terlalu malas berbicara panjang lebar.

"Kok bisa?" Pasti ada alasan mengapa Agatha menghindari Elvano.

Elisa sebenarnya penasaran seperti apa gadis bernama Agatha itu. Karena selama ini dia belum pernah bertemu dengan Agatha.

"Aku ajak dia pulang bareng tapi gak mau," jelas Elvano dengan wajah frustrasi yang tertangkap jelas di penglihatan Elisa.

Elisa tersenyum samar, lucu sekali melihat Elvano seperti ini. Ini juga pertama kalinya Elvano mengatakan isi hatinya. Sungguh perubahan yang luar biasa. Dan ini semua terjadi karena satu hal, Agatha.

"Kata kamu kemarin kalian pulang bareng?" tanya Elisa memastikan. Elvano memang mengatakannya pada Elisa, karena itu juga Elisa harus pulang bersama Lucky sebab Elvano harus mengantar Agatha.

"Iya."

"Terus kenapa tadi dia gak mau pulang bareng sama kamu?" tanya Elisa heran.

Elvano kembali mengedikkan bahunya tanda tidak mengerti.

"Pasti ada sebabnya. Gak mungkin kan dia tiba-tiba menghindar," ujar Elisa dengan yakin.

"Terus gimana?"

Elisa semakin tersenyum lebar melihat Elvano yang se-frustrasi ini hanya karena masalah perempuan.

"Besok kalian harus bicara. Selesaiin semua masalah diantara kalian," saran Elisa.

Tidak ada jalan lain. Jika mereka sama-sama diam, masalah tidak akan pernah selesai. Itulah gunanya mulut diciptakan.

"Tapi--" Belum selesai Elvano bicara, Elisa sudah memotongnya.

"Gak ada tapi-tapian. Pokoknya besok kamu harus bilang soal perasaan kamu," ujar Elisa tegas.

"Kalau ditolak?" Belum apa-apa Elvano sudah pesimis. Teringat sikap dingin Agatha membuatnya ragu apakah gadis itu mau menerimanya kembali setelah semua yang dia lakukan padanya.

"Gak mungkin. Aku yakin dia masih sayang sama kamu," ujar Elisa dengan yakin. Gadis itu hanya mengikuti feeling-nya.

Elvano menghela napas panjang, mencoba mengeluarkan semua bebannya.

"Iya."

"Sekarang kita keluar, yuk. Refreshing biar kamu gak galau terus," ajak Elisa. Hari belum terlalu malam, masih pukul tujuh.

"Kemana?" tanya Elvano ketika mendengar nada antusias dari Elisa.

"Anterin ke toko buku, ya?"

"Gak bosen beli buku terus?" tanya Elvano heran, Elisa terlalu sering membeli buku. Entah itu novel, komik, atau buku resep masakan. Gadis itu selain hobi membaca buku juga pintar memasak.

"Enggak, kan hobi."

"Yaudah ayo, pamit dulu sama Mama."

...***...

Malam ini Agatha dan Chacha memutuskan untuk pergi ke salah satu mall yang ada di kota Jakarta. Sebenarnya, Chacha berniat pergi ke gramedia untuk mencari novel yang baru-baru ini terbit. Alhasil, Chacha merengek pada Agatha untuk menemaninya malam ini juga.

Chacha tidak suka pergi sendirian, karena itu apapun yang terjadi Agatha harus mau ikut dengannya. Sekalian menghabiskan waktu bersama sahabatnya itu. Sudah lama sejak terakhir kali mereka pergi bersama.

"Tha, bagus yang ini apa yang itu?" tanya Chacha. Setelah menemukan novel yang sudah dia incar, kini gadis itu masih ingin membeli satu novel lagi. Maklum, Chacha adalah pecinta novel romance garis keras.

Chacha mengangkat dua novel ke depan wajah Agatha. Meminta pendapat, mana yang harus dia beli.

"Itu tentang apa ceritanya?" tanya Agatha. Gadis itu tidak terlalu suka membaca novel, dia lebih suka belajar buku-buku pelajaran yang ada di perpustakaan sekolah. Memang begitu kalau mempunyai otak yang cerdas.

"Ini tentang perjodohan," tunjuk Chacha pada novel yang berada di tangan kanannya. "Kalau ini anak SMA. Geng motor gitulah," lanjut Chacha menunjuk novel di tangan kirinya.

"Yang anak SMA tuh kayaknya seru," ujar Agatha. Karena mereka juga masih anak SMA, mungkin akan lebih menyenangkan membaca kisah-kisah remaja seusianya, begitu pikir Agatha. Lagi pula Agatha juga pernah beberapa kali membaca novel, meski tidak sesering Chacha.

"Gak mau ah, kayaknya lebih seru yang perjodohan. Asyik gitu nikah muda," ujar Chacha bersemangat.

Agatha memutar bola matanya malas. Merasa gemas sekaligus kesal pada sahabatnya itu. Untuk apa meminta pendapatnya kalau ternyata dia sudah memutuskan pilihannya.

"Kalau lo mau yang itu, kenapa nanya pendapat gue? Bikin emosi aja," ujar Agatha kesal.

Chacha hanya tertawa tanpa beban melihat kekesalan Agatha. "Sorry."

Agatha berdehem membalasnya.

Chacha mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk melihat suasana gramedia di sela-sela dia memilih novel. Tidak terlalu ramai, tapi tidak juga sepi. Beberapa remaja terlihat sedang memilih-milih novel sama sepertinya.

Pandangan Chacha terhenti ketika melihat sepasang remaja berjalan memasuki gramedia. Sedikit terkejut karena Chacha sangat mengenal mereka. Cepat-cepat dia menarik lengan Agatha.

"Tha, liat tuh, ada siapa." Chacha menunjuk ke arah pintu gramedia.

Agatha mengikuti arah telunjuk Chacha. Seketika dadanya kembali sesak melihat pemandangan di depan matanya. Padahal sejak bersama Chacha, dia tidak mengingat rasa sakitnya. Kehadiran sahabatnya itu berhasil menghiburnya. Tetapi kenapa semesta seolah-olah ingin menghukumnya dengan terus-menerus membuatnya sakit.

Sakit di tubuh mungkin tidak apa bagi Agatha. Tetapi sakit dihatinya sangat sulit diobati. Di saat dia ingin menjauh dari Elvano, mengapa pemuda itu menjadi lebih sering muncul di depan matanya?

"Mereka ...."

Apa Tuhan ingin menyiksanya?

...***...

Jadi sebenernya Elisa itu siapa?

Gaes, jangan panggil aku Author. Panggil aja aku El, karena namaku juga El ಥ‿ಥ

Agak mirip sama namanya Elisa, cuma gak pakai i aja. Iya, aku kakaknya Ana. Jadi jangan macem-macem atau nanti ku sihir jadi es :)

1
Dey Desuka
Alhamdulillah luar biasa bahagiaaa😄
Dey Desuka
woyy thorrr umurku tahun ini 38 tahun, tapi malem ini berasa balik lagi jadi 17 tahun karenamu..... nostalgia ku bayangin aku SMA si hantan🤣 gile gak tuh🤣🤣🤣
Ulfa Monalisa
Sandi
Ulfa Monalisa
jadi keinget sama nenekku🥹🥹
Ulfa Monalisa
👍👍👍👍
Ulfa Monalisa
Aku juga pengen 🤭🤭
Ulfa Monalisa
Oke guys...
daripada panjang2 bosan bacanya 🙏
Ulfa Monalisa
Awal yang kerennnn👍👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
udah tamat si tapi kok ngak sampai nikah 🙂
Aegis: kenapa gak sekalian sampe meninggal aja🥴
total 1 replies
Anna Andriani
cewe Bego, udah d tolak d kasih harepan malah Nerima aja
Anna Andriani
terlalu bertele bertele, cewe nya bego juga
Paon Nini
tim belajar yang bener biar g bego
Paon Nini
ya g tau wkwkwkw
lagian kamu beluk jadi pacarnya mau gimana lagi selain berenti. kamu mau diganggu terus sama cowok yang ngak kamu suka? cegil boleh berkelas harus 🥴
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕡𝕖𝕣𝕒𝕤𝕒𝕒𝕟 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕖𝕝𝕦𝕒𝕣𝕘𝕒 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕔𝕦𝕞𝕒 𝕞𝕒𝕞𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜𝕟𝕪𝕒𝕟𝕕𝕠𝕒𝕟𝕘 𝕘𝕒 𝕡𝕖𝕣𝕟𝕒𝕙 𝕒𝕕𝕒 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕙 𝕡𝕒𝕡𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕨𝕒𝕒𝕙𝕙 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕓𝕒𝕝𝕚𝕜 𝕓𝕖𝕟𝕔𝕚 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕥𝕖𝕣𝕟𝕪𝕒𝕥𝕒 𝕘𝕒 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕚𝕜 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕕𝕖𝕜𝕖𝕥𝕚𝕟 𝕒𝕘𝕒𝕥𝕙𝕒 𝕡𝕒𝕕𝕒𝕙𝕒𝕝 𝕚𝕓𝕝𝕚𝕤 𝕓𝕖𝕣𝕞𝕦𝕜𝕒 𝕕𝕦𝕒.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕠𝕨𝕙 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚 𝕞𝕖𝕝𝕒𝕥𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕚𝕟𝕘𝕖𝕥𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕦𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒/𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒 𝕥𝕖𝕞𝕖𝕟 𝕤𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕪𝕘 𝕜𝕒𝕥𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕔𝕒𝕟𝕥𝕚𝕜 𝕚𝕥𝕦 𝕨𝕒𝕜𝕥𝕦 𝕘𝕖𝕟𝕘𝕤 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕟𝕘𝕠𝕓𝕣𝕠𝕝 𝕕𝕚 𝕜𝕒𝕟𝕥𝕚𝕟, 𝕞𝕒𝕦 𝕟𝕪𝕖𝕓𝕦𝕥 𝕟𝕒𝕞𝕒 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕕𝕚𝕒 𝕒𝕛𝕒 𝕝𝕦𝕡𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕞𝕡𝕦𝕦𝕟.🤣🤣
𝕞𝕒𝕒𝕗 𝕪𝕒 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕛𝕕 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕜𝕖𝕥𝕦𝕕𝕦𝕙 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕜𝕦.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕓𝕖𝕟𝕖𝕣 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕥𝕣𝕤 𝕪𝕘 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒 𝕪𝕒... 𝕘𝕒 𝕞𝕦𝕟𝕘𝕜𝕚𝕟 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕜𝕒𝕟.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕒𝕟𝕖𝕙 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕟 𝕦𝕥𝕒𝕞𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕜𝕠𝕜 𝕞𝕚𝕟 𝕓𝕒𝕟𝕘𝕖𝕥 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕓𝕒𝕔𝕒, 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕡𝕖𝕣𝕖𝕞𝕡𝕦𝕒𝕟𝕟𝕪𝕒 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕔𝕠𝕨𝕠𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕡𝕒𝕤𝕣𝕒𝕙 𝕤𝕒𝕛𝕒.👎👎
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙨𝙖𝙣𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝?🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙩𝙝𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙩𝙧𝙨𝙗𝙮𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙗𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙙𝙪𝙧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!