NovelToon NovelToon
Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Sejak kecil, Evelyn dipaksa hidup dengan identitas palsu sebagai Evan—seorang laki-laki. Demi menyelamatkan harta keluarga dari tangan anak haram ayahnya, ia dididik layaknya pria dan dikirim menyusup ke perusahaan musuh untuk menjadi mata-mata.

Namun takdir berkata lain. Di sebuah kapal pesiar, ia terjebak dalam satu malam panas bersama Damian, sang bos besar yang juga musuh bebuyutan keluarganya. Dalam kabut obat dan gairah, Damian tak pernah tahu siapa wanita yang menemaninya malam itu.

Evelyn pergi membawa rahasia besar: ia hamil. Ia menghilang ke luar negeri, dikucilkan oleh ibunya sendiri, hingga tiga tahun berlalu. Kini ia kembali bukan lagi sebagai Evan si pekerja keras, melainkan bersama buah hatinya yang bernama Axel.

Damian yang tak pernah berhenti mencari sosok wanita misterius itu, perlahan mulai menyambung benang merah. Dan saat ia melihat kemiripan yang tak terbantahkan antara si kecil Axel dengan dirinya sendiri, permainan baru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 ~ Cari Tau

Begitu keluar dari toko perhiasan, Damian langsung menuju ke basement bersama Haris. Haris membukakan pintu mobil untuknya. Damian masuk dan merapikan jasnya di dalam sana.

Begitu mobil melesat meninggalkan tempat itu, pikiran Damian kembali tertuju pada Evan. Wajah itu kembali mengganggunya. Sudah tiga tahun ia berusaha melupakan pria itu. Kepergian Evan membuat Damian berharap, jika ia bisa melupakannya, mungkin ia bisa menjadi pria pada umumnya.

Namun nyatanya tidak. Bahkan saat telah menjalin hubungan dengan Eliza, ia tak merasakan ketertarikan apa pun. Wanita itu juga tak mampu memberikan ketenangan seperti yang dulu ia dapatkan dari Evan.

Tapi... jika benar Evan adalah laki-laki, lalu siapa anak kecil dalam panggilan telepon itu? Anak yang memanggilnya "Mommy"?!

"Haris?"

Pria itu langsung menatapnya sekilas dari balik kaca pembatas, tangannya tetap memegang kemudi dengan mantap.

"Ya, Tuan."

Damian terdiam sesaat, jari-jarinya mengetuk pelan paha, menimbang kata-kata yang hendak diucapkan.

"Menurutmu... apa ada yang mencurigakan dari Evan?" tanyanya ragu, matanya menatap lurus ke depan. "Maksudku... selain ternyata dia putra keluarga Harley, apa mungkin... masih ada sesuatu yang lain yang dia sembunyikan?"

Haris terdiam sejenak. Ia tak langsung menjawab, lebih dulu menangkap maksud dan beban di balik pertanyaan itu.

"Untuk saat ini saya belum bisa memastikannya, Tuan," jawabnya tenang namun tegas. "Tapi jika Tuan meminta saya untuk menyelidikinya lebih dalam, saya siap melakukannya."

Damian terdiam. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Haris, dia harus melakukan penyelidikan terhadap Evan. Semakin cepat dia dapatkan, keraguannya tentang Evan selama ini juga akan hilang.

Damian mengangguk pelan, napasnya terhembus berat.

"Carilah tahu, Haris. Semua hal tentang Evan. Jangan ada satu pun yang terlewat."

"Baik, Tuan. Segera saya lakukan."

••

••

Malam ini, Axel tertidur begitu lelap di pelukan Evelyn, bahkan saat dicoba dipindahkan, anak itu justru memeluk erat kain baju Evelyn seakan tak mau dilepaskan. Mungkin karena seharian ini Evelyn harus pergi cukup lama, sehingga anak itu merasa takut ditinggalkan lagi.

Jari Evelyn mengusap lembut pipi gembil itu, menatap wajah mungilnya yang tidur begitu pulas dengan rasa sayang yang meluap. Namun saat matanya menatap wajah Axel, bayangan wajah pria itu kembali muncul, tatapan Damian yang ia lihat di acara pertemuan tadi pagi.

Jantung Evelyn seketika berdegup kencang lagi. Bertahun-tahun ia berusaha melupakannya, menyembunyikan perasaan itu sedalam-dalamnya. Namun ternyata, rasa itu belum hilang sedikit pun. Bahkan sekarang, pria itu jauh lebih dewasa, jauh lebih tampan dibandingkan terakhir kali ia tinggalkan. Tatapannya juga lebih tenang, lebih dalam dan justru itu yang membuatnya semakin sulit untuk dilupakan.

"Nona?"

Suara Bi Lusi tiba-tiba terdengar, membuat Evelyn tersentak kaget dari lamunannya.

"Biarkan saya yang membawa Tuan kecil ke kamarnya," ucap Lusi lembut.

Evelyn mengangguk pelan, berusaha menenangkan dirinya. "Baik."

Dengan perlahan dan hati-hati, keduanya memindahkan tubuh mungil Axel dari pelukan Evelyn ke gendongan Lusi. Anak itu sedikit merengek pelan, namun tak lama kemudian kembali tenang.

Bi Lusi bukan sekadar pelayan di rumah ini. Karena Bi Lusi-lah yang merawat Evelyn sejak ia masih bayi. Selama ini Nyonya Catrina tidak pernah membiarkan perawat lain menyentuhnya, kecuali Bi Lusi. Ia telah menjadi orang yang paling dipercaya oleh ibunya. Dia satu-satunya orang, selain ibunya yang tahu segala rahasia Evelyn. Termasuk fakta bahwa Evan, sosok yang dikira semua orang adalah laki-laki, sebenarnya adalah seorang wanita bernama Evelyn.

"Terima kasih, Bi," ucap Evelyn pelan, menatap wanita itu dengan tatapan penuh rasa syukur.

Lusi tersenyum lembut, mengangguk pelan. "Sama-sama, Nona. Istirahatlah, sudah larut malam."

Begitu Bi Lusi naik ke lantai atas, Evelyn yang hendak berdiri tiba-tiba mengurungkan niatnya — ponsel di saku celananya bergetar berkali-kali.

Drrt.

Drrt.

Drrt.

Sebuah panggilan masuk dari Arlos. Evelyn tak menunggu lama, ia langsung mengangkatnya.

"Ya, Arlos?"

["Evan... kamu belum tidur?"]

"Belum. Aku baru saja selesai menidurkan Axel. Dia seharian menangis karena aku pergi. Dan malam ini, dia bahkan tidak mau tidur di ranjangnya sendiri, terus menempel padaku."

["Astaga... kasihan sekali dia." Suara Arlos terdengar lembut di seberang sana, lalu terdengar helaan napas pelan. "Aku rasa... kamu butuh istri, Evan. Menikahlah dengan seorang wanita yang bisa mengurus putramu, menemani dia setiap hari, dan juga merawatmu."]

Evelyn terdiam seketika. Kata-kata itu begitu sederhana, namun justru itulah yang membuat dadanya terasa sesak. Ia menatap ke arah pintu kamar Axel yang tertutup, lalu perlahan menunduk.

"Menikah..." gumamnya pelan, penuh kepahitan yang tertahan. "Kau pikir aku tidak pernah memikirkannya, Arlos?"

["Lalu kenapa tidak dilakukan saja?"]

Evelyn terdiam seketika. Kata-kata itu begitu sederhana, namun justru itulah yang membuat dadanya terasa sesak. Ia menatap ke arah pintu kamar Axel yang tertutup, lalu perlahan menunduk.

"Menikah..." gumamnya pelan, penuh kepahitan yang tertahan. "Kau pikir aku tidak pernah memikirkannya, Arlos?"

["Lalu kenapa tidak dilakukan saja?"]

Evelyn menarik napas panjang, lalu mengucap pelan namun tegas.

"Karena aku menunggumu untuk menikah lebih dulu. Apa... sekarang kamu sudah memiliki calon mempelainya?"

["Belum. Sampai sekarang belum ada wanita yang benar-benar aku inginkan."]

"Arlos... jangan terlalu serius dengan hidupmu. Sesekali kamu juga harus memikirkan masa depanmu juga."

Arlos terkekeh pelan di seberang sana. ["Kamu berbicara seperti mamaku saja. Sudahlah... sebenarnya aku ingin berbicara sesuatu."]

"Hm. Katakan."

["Besok malam... akan ada acara penggalangan dana. Aku ingin kamu juga datang."]

"Sendiri?"

["Tidak. Bersama asistenku."]

Evelyn terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Baiklah. Aku akan datang. Kirimkan saja alamat dan waktunya."

["Hm."]

Panggilan terputus. Evelyn meletakkan ponselnya di meja, lalu menghela napas panjang. Acara itu... Apakah Damian juga akan datang?

❤️

1
Annida Annida
lanjut tor
Zhao_Xena: langsung klik saja ke karyanya kak...🤗🤗
total 1 replies
ina
nasib evan perempuan, kalau benar² pria .. hahahhaa🤣
You `ka
ayo ikutin Damian... semoga kali ini damian tau siapa evan
You `ka
ternyata Arlos dalangnya. dia nggak sadar karena perbuatannya Evelyn hamil dan harus pergi ke London...
You `ka
iya .. Daddy Axel sangat tampan 🤣🤣
gemess sama Axel
You `ka
sebenarnya Tuan Harley gengsi untuk mengakuinya kalau dia tidak rela jauh dari Axel
Zhao_Xena: mana iya, lagi...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
yakin kamu Damian.. kalau tau nanti Evan ternyata putra Harley dan wanita yang bersama kamu dikapal.. gimana reaksinya..😆😆
You `ka
opa maluu....ucukk.. ucukk.. gamesnya sama Axel..😆😆
You `ka
jantungan nggak tuh Tuan Harley..🤣🤣🤣
Zhao_Xena: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
You `ka
tetap semangat thor.... makin kesini makin buat penasaran ceritanya...💪💪
Zhao_Xena: terimakasih banyak
total 1 replies
You `ka
ayo cari mereka Damian 💪💪😆😆
You `ka
lanjut💪
You `ka
haduh.. dag-dig-dug aku yang baca. takut ketahuan...😭😭
You `ka
Damian akan sangat kecewa mungkin akan melakukan hal yang tidak bisa kamu bayangkan Evelyn, jika kamu benar-benar mengkhianatinya.

tapi jadi Evelyn juga pasti tidak akan mudah, dibawah tekanan keluarga,.dia harus melakukan semuanya
You `ka
mungkin lebih baik memang pergi Evelyn.. tinggalkan keluarga toksik itu
You `ka
hamil pasti..🫣🫣
You `ka
pasti sekarang Damian dan Haris merasa sama-sama merasa sudah gila 😆😆
You `ka
🤣🤣🤣🤣 Damian merasa tertarik pada Evan..
Cty Badria
satu kata untuk Evelyn ...bodoh mau di jadikan pion. kl ketauan jadi buronan. bpk dazal enak aja ongkang2 kaki...
You `ka
jangan-jangan Evelyn hamil yah??🫣🫣
Zhao_Xena: coba tebakkk...🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!