Siapa yang bisa melawan takdir Tuhan?
Manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan-lah yang menentukan segalanya. Baik itu soal rezeki, umur, maupun jodoh.
Zayn dan Amira yang telah bersahabat sejak kecil, menerima perjodohan mereka karena memang saling mencinta. Satu minggu setelah bertunangan, Zayn dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. Amira terpuruk Tak lagi yakin ada cinta sejati untuknya.
Namun siapa sangka, di tengah keterpurukannya itu hadirlah sosok laki-laki yang mampu membangkitkan semangat hidupnya dan mampu membuatnya tersenyum kembali.
Siapakah sosok laki-laki itu? Apa Zayn benar-benar tewas ataukah ada lelaki lain yang hadir dalam hidup Amira?
WARNING!!
Banyak mengandung bawang.
Siapkan tisyu dulu yah sebelum membaca!
Budayakan tekan LIKE di tiap eps sbg bentuk dukunganmu utk penulis dan novel ini... TQ 🙏
Follow Ig Author @_anita.rai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengembalikan Dompet
Keesokan harinya ....
Pukul tujuh tiga puluh pagi, Yasmin tiba di butiknya. Kebetulan saat itu, Cindy sudah datang dan duduk di depan butik menunggu kedatangan bosnya.
"Pagi Mbak Yasmin," sapa Cindy dengan ramah begitu Yasmin turun dari mobilnya.
"Pagi Cin," sahut Yasmin sambil menyunggingkan senyumnya.
Yasmin mengambil kunci dari dalam tasnya lalu membuka pintu utama butik. Setelah itu, dia melangkah memasuki butik diikuti oleh Cindy.
"Cin, kamu tau nggak apa yang terjadi padaku semalam?" tanya Yasmin.
"Memangnya ada apa Mbak?" tanya Cindy dengan penasaran.
"Semalam setelah kamu pergi, ada tiga orang preman yang menggangguku."
"Preman?" Cindy tersentak kaget.
"Iya Cin. Sepertinya mereka mau merampok mobilku. Waktu itu aku sangat panik, Cin. Aku takut kalau mereka menyakitiku."
"Ya Allah Mbak, kasihan banget kamu Mbak. Terus apa yang terjadi Mbak?"
"Alhamdulillah ... Allah masih melindungiku, Cin. Ada laki-laki baik yang datang menolongku. Dia menghajar preman-preman itu sampai mereka babak belur dan akhirnya kabur."
"Alhamdulillah ... lalu siapa laki-laki baik itu, Mbak?"
"Semalam aku lupa menanyakan namanya, Cin. Tapi aku menemukan dompetnya." Yasmin mengeluarkan dompet Willy dari dalam tasnya dan menunjukkannya kepada Cindy.
"Mungkin dompet itu terjatuh saat dia bertarung melawan preman-preman itu, Cin. Di dalam dompet itu ada foto dan KTP laki-laki itu."
Cindy pun membuka dompet itu. Kedua matanya membulat sempurna begitu melihat foto dua cowok ganteng di dalam dompet itu.
"Masyaallah ... ganteng banget Mbak."
"Hayo, ingat pacar kamu, Cin!" Yasmin tertawa kecil.
"Sebentar sebentar ... sepertinya aku pernah lihat cowok ini deh Mbak. Tapi dimana ya?" Cindy menyipitkan mata sambil menatap foto itu.
"Dia adalah Zayn Bastian Anggara, tunangan Amira Safina yang meninggal dalam kecelakaan pesawat. Dan laki-laki di sebelahnya itu adalah laki-laki yang menolongku semalam. Di KTP-nya sih namanya Wildan Bastian Anggara. Mungkin mereka berdua itu kakak beradik," Yasmin menjelaskan.
"Oh, iya. Aku baru ingat sekarang," ujar Cindy.
"Aku harus mengembalikan dompet ini ke pemiliknya, Cin. Kamu tolong jaga butik sebentar ya! Aku akan segera kembali."
"Baik Mbak."
Yasmin pun beranjak keluar dari butik lalu menaiki mobilnya.
***
Setengah jam kemudian, Yasmin sampai di depan rumah Willy. Dia pun turun dari mobilnya lalu melangkah mendekati pintu. Yasmin menekan bel beberapa kali.
Tak lama kemudian Esha membukakan pintu. Dia terkejut saat melihat perempuan yang sangat cantik berdiri di depan rumahnya.
"Assalamu'alaikum ... maaf apa benar ini rumahnya Wildan Bastian Anggara?" tanya Yasmin dengan ramah.
"Wa'alaikumussalam ... benar ini rumah Wildan dan saya mamanya. Anda siapa ya?"
"Oh, perkenalkan nama saya Yasmin, Tante. Kebetulan semalam saya menemukan dompetnya Wildan jatuh di jalan dekat butik saya. Saya berniat untuk mengembalikannya." Yasmin mengeluarkan dompet Willy dari dalam tasnya lalu menyerahkannya kepada Esha.
"Alhamdulillah ... terima kasih ya, Nak Yasmin. Dari semalam Willy kebingungan mencari dompetnya yang hilang, nggak taunya jatuh di jalan ya?"
"Iya, Tante. Sebenarnya semalam Wildan sudah menolong saya dari gangguan preman-preman. Mungkin dompet itu terjatuh saat dia bertarung melawan mereka."
"Siapa sih, Ma?" tanya Willy yang tiba-tiba muncul dari dalam.
Willy terkejut begitu melihat perempuan yang semalam ditolongnya datang ke rumahnya. Yasmin tersenyum ke arah Willy.
"Kamu? Kenapa kamu bisa ada di sini? Dari mana kamu tau rumahku?" tanya Willy kepada Yasmin.
"Will, Nak Yasmin ini datang ke sini dengan niat baik. Dia mau mengembalikan dompetmu yang semalam jatuh di jalan dekat butiknya." Esha menyerahkan dompet itu kepada Willy, lalu Willy memeriksa semua isinya.
"Tenang aja, isinya masih utuh kok!" seru Yasmin.
"Makasih ya," ucap Willy kemudian.
"Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu karena kamu sudah menolongku dari preman-preman itu."
"Nak Yasmin, ayo silahkan masuk dulu!" ajak Esha.
"Eh nggak usah, Tante. Saya langsung pamit aja. Soalnya saya mau mengunjungi teman saya. Kebetulan rumahnya bersebelahan sama rumah Tante."
"Apa nama teman kamu itu Amira?" tanya Esha.
"Iya Tante. Amira dan tante Aulia adalah pelanggan tetap di butik saya."
"Oohh begitu. Nak Yasmin, apa Tante boleh minta tolong sama Nak Yasmin?"
"Minta tolong apa Tante?"
"Tolong hibur Mira! Tante kasihan sama dia. Sudah setahun sejak kepergian Zayn, Mira mengurung dirinya di rumah. Dia tidak mau menemui siapa pun. Mungkin Nak Yasmin bisa membujuknya."
"Insyaallah, Tante."
"Terima kasih ya, Nak Yasmin."
"Sama-sama Tante, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam," sahut Esha dan Willy.
Yasmin pun beranjak meninggalkan rumah Willy lalu menaiki mobilnya. Esha dan Willy memperhatikan kepergian Yasmin sampai mobilnya hilang dari pandangan mereka.
"Dia cantik sekali kan, Will?" tanya Esha tiba-tiba.
"Siapa Ma?" Willy balik bertanya.
"Yasmin."
"Maksud Mama perempuan yang tadi?"
"Iya. Dia cantik sekali kan? Baik, sopan lagi."
"Menurutku mama jauh lebih cantik dari dia." Willy pun melangkah masuk meninggalkan ibunya.
Yasmin ... seandainya saja aku punya menantu seperti dia, gumam Esha dalam hati.
***
Sejak kepergian Zayn, Amira tidak pernah datang lagi ke butik Yasmin. Yasmin pernah mencoba untuk menemui Amira di rumahnya, namun saat itu Amira enggan menemui siapa pun juga selain anggota keluarganya. Amira juga menutup semua akun sosial medianya. Gadis itu seolah ingin memutuskan hubungannya dengan dunia luar.
Yasmin menekan bel pintu rumah Amira beberapa kali. Tak lama kemudian, Aulia datang membukakan pintu.
"Yasmin," seru Aulia sambil tersenyum.
"Assalamu'alaikum, Tante," ucap Yasmin.
"Wa'alaikumussalam. Tante seneng kamu datang ke sini, Yasmin. Udah lama banget Tante sama Mira nggak datang ke butik kamu."
Aulia pun mengajak Yasmin masuk ke dalam dan mengantarnya ke kamar Amira.
Aulia mengetuk pintu kamar putrinya beberapa kali. "Miraaa ... coba lihat siapa yang datang!"
Mendengar teriakan ibunya, Amira pun bergegas membukakan pintu. Gadis itu tersenyum senang karena Yasmin datang mengunjunginya.
"Kak Yasmin." Amira langsung mendekap tubuh sahabatnya itu dengan erat. Yasmin pun membalas pekukan Amira. Yasmin senang karena akhirnya Amira mau menemuinya.
Aulia tersenyum melihat mereka berdua berpelukan. Lalu dia beranjak pergi meninggalkan mereka berdua, agar mereka bisa saling mengobrol.
"Mira, kamu apa kabar?" tanya Yasmin.
"Alhamdulillah ... aku sudah jauh lebih baik, Kak. Maafin aku ya, karena dulu aku nggak mau menemui Kak Yasmin."
"Nggak pa-pa, Mira. Aku ngerti kok keadaan kamu waktu itu."
Amira pun mengajak Yasmin masuk ke kamarnya. Mereka berdua duduk di tepi tempat tidur kemudian saling berbincang-bincang.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG .......................
Wajib tekan LIKE setelah membaca! Jangan lupa komen dan vote-nya ya..
Makasii 🙏