NovelToon NovelToon
Rahimku Diangkat Suamiku Menikah Lagi

Rahimku Diangkat Suamiku Menikah Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Almesha

Tiga tahun Davira bertahan dalam pernikahan perjodohan yang dingin dengan Arka. Baginya, Arka adalah satu-satunya tempat bersandar setelah ayahnya meninggal karena bangkrut dan adik laki-lakinya hilang tanpa kabar di luar negeri. Davira terus bertahan, berharap kehadiran seorang anak kelak bisa melunakkan hati suaminya.

Namun, takdir justru merenggut segalanya dalam semalam. Di saat dokter memvonisnya menderita kanker rahim stadium 3 dan harus mengangkat rahimnya.

Bukannya mendapat perlindungan, Davira malah dihujat mandul oleh ibu mertua dan adik iparnya. Arka yang tega bahkan memberinya ultimatum: menerima Sheila sebagai istri kedua, atau pergi dari rumah tanpa membawa sepeser pun uang.

Di titik terendah hidupnya, hati Davira mati. Dia memilih pergi membawa luka dan penyakitnya. Davira bersumpah akan sembuh, bangkit, dan kembali untuk membuat Arka beserta keluarganya membayar mahal setiap tetes air mata dan penghianatan keji ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almesha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29: Perangkap di Rumah Sakit

Keheningan dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara terpecah oleh deru ambulans yang membawa Sheila dari sel tahanan. Dengan kawalan ketat dua petugas kepolisian wanita, Sheila dipindahkan ke bangsal perawatan di lantai tiga.

Malam itu, Sheila akhirnya bisa menghela napas lega. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur rumah sakit yang jauh lebih empuk dibanding dipan semen di sel tahanan. Di sampingnya, Pengacara Hotma berdiri sembari merapikan berkas-berkas permohonan penangguhan yang telah disetujui sementara oleh instansi kesehatan.

"Anda aman di sini untuk beberapa hari ke depan, Nyonya Sheila," bisik Hotma dengan senyum puas. "Dokter di klinik langganan saya sudah menerbitkan laporan medis bahwa Anda mengalami pendarahan halus dan membutuhkan bedrest total. Pihak kepolisian tidak akan berani memindahkan wanita hamil dalam kondisi kritis kembali ke sel."

Sheila mengulas senyum kemenangan yang amat licik. Ia mengusap perutnya yang buncit dengan tatapan penuh keangkuhan. "Davira pikir dia bisa mengurungku sampai melahirkan? Dia lupa bahwa aku selalu punya sejuta cara untuk menyelamatkan diriku sendiri. Biarkan Arka membusuk di dalam sana, yang penting aku dan anak ini tetap aman."

Namun, Sheila dan Hotma tidak pernah tahu bahwa kemenangan palsu mereka telah dihitung dengan sangat presisi oleh pihak lawan.

Keesokan paginya, tepat pukul sembilan, lorong lantai tiga Rumah Sakit Bhayangkara mendadak ramai oleh kedatangan belasan wartawan dan kru kamera televisi nasional.

Sheila yang sedang menikmati sarapan bubur rumah sakit kaget setengah mati saat pintu kamarnya didobrak terbuka. Bukan hanya media yang melangkah masuk, tetapi juga komite etik kedokteran, tim penyidik dari Markas Besar Kepolisian, serta Dokter Sarah yang hadir membawa jajaran tim medis independen dari Rumah Sakit Umum Daerah.

"Apa-apaan ini? Siapa yang mengizinkan kalian masuk?." jerit Sheila histeris, reflex menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Pengacara Hotma yang berada di ruangan itu berdiri dengan wajah pias. "Keberatan. Klien saya sedang dalam perawatan medis darurat. Anda semua melanggar privasi pasien."

Dokter Sarah melangkah maju dengan amplop dokumen tebal di tangannya. Tatapan mata dokter senior itu begitu tajam dan berwibawa.

"Privasi?" Dokter Sarah terkekeh dingin. "Kami datang membawa surat perintah resmi dari Pengadilan Negeri untuk melakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh atas laporan kehamilan berisiko tinggi yang Anda ajukan, Nyonya Sheila."

Dokter Sarah beralih menatap dua orang polisi yang mendampinginya. "Berdasarkan hasil investigasi mendadak terhadap klinik langganan Pak Hotma tadi subuh, dokter yang menandatangani surat rekomendasi tersebut telah mengakui bahwa ia menerima suap sebesar dua ratus juta rupiah untuk memalsukan rekam medis Sheila."

Deg

Wajah Sheila seketika sepucat mayat. Makanan di mulutnya terasa bagai duri. Kamera wartawan yang berada di belakang petugas kepolisian terus memancarkan kilatan lampu blitz, mengabadikan ekpresi panik Sheila dan Hotma secara langsung ke seluruh pelosok negeri.

"Berdasarkan hasil USG independen dan pemeriksaan vital yang baru saja dilakukan oleh tim Kedokteran Kepolisian lima belas menit lalu," lanjut Dokter Sarah dengan nada mantap di hadapan para wartawan, "kondisi janin dan ibu dalam keadaan seratus persen sehat tanpa ada indikasi pendarahan sedikit pun. Tindakan memalsukan dokumen medis ini resmi merupakan pelanggaran hukum baru!"

Perwira kepolisian yang memimpin rombongan langsung melangkah ke depan tempat tidur Sheila. "Nyonya Sheila dan Saudara Hotma, Anda berdua resmi kami amankan atas tuduhan konspirasi pemalsuan dokumen publik, penyuapan, dan perintangan penyidikan. Bawa mereka."

"Nggak. Jangan sentuh aku. Mas Arka. Tolong aku." Sheila berteriak-teriak histeris, meronta-ronta saat tangan petugas kepolisian memegang kedua lengannya. Selimutnya terlempar, dan daster rumah sakitnya yang kusut terpapar jelas di depan kamera media.

Hotma sendiri hanya bisa tertunduk pasrah saat pergelangan tangannya langsung dipasangi borgol besi oleh petugas. Rencana licik mereka untuk meloloskan diri justru menjadi jebakan mematikan yang makin memperberat masa hukuman mereka di meja hijau.

***

Sementara itu, di lantai teratas gedung Atmadja Tower yang megah, Vira Mahendra duduk di sofa empuk ruang kerja Adrian, menyaksikan siaran langsung penangkapan Sheila di layar televisi besar yang menempel di dinding.

Reno yang berdiri di samping layar televisi mematikan siaran tersebut menggunakan remote control, lalu menoleh ke arah kakaknya dengan senyum penuh kemenangan.

"Semuanya berjalan sesuai skenario kita, Kak." ucap Reno puas. "Sheila dan Hotma tidak akan bisa keluar lagi dari sel penampungan. Kasus baru pemalsuan medis ini akan langsung digabungkan dengan berkas utama persidangan minggu depan."

Vira menyesap teh hangatnya perlahan. Tidak ada kejutan atau histeria di wajah anggunnya, hanya ada kedamaian dan kepuasan dingin atas keadilan yang kian mendekat.

"Terima kasih, Reno. Kamu bekerja dengan sangat luar biasa." ucap Vira lembut.

"Ini semua berkat dukungan penuh dari Tuan Adrian, Kak." sahut Reno sembari melirik ke arah pintu ruangan yang baru saja terbuka.

Adrian Atmadja melangkah masuk dengan setelan jas hitam yang memancarkan aura kepemimpinan yang mutlak. Pria itu menyuruh Yuda dan Reno untuk meninggalkan ruangan memberikan mereka privasi.

Setelah pintu tertutup rapat, Adrian melangkah mendekat dan duduk di samping Vira. Ia mengulurkan tangannya, merengkuh jemari Vira ke dalam genggamannya yang hangat.

"Apakah hatimu sudah merasa lebih lega, Vira?" tanya Adrian dengan suara baritonnya yang rendah dan memikat.

Vira menatap sepasang mata elang Adrian yang selalu memancarkan perlindungan tanpa batas. "Jauh lebih lega, Adrian. Melihat Sheila dan Arka hancur oleh kebohongan mereka sendiri... rasanya seperti belenggu di dadaku telah lepas sepenuhnya."

Adrian mengulas senyuman tipis yang teramat menawan. Ia mengangkat jemari Vira dan mendaratkan sebuah kecupan hangat di punggung tangannya.

"Kalau begitu, mari kita selesaikan sidang persidangan akhir minggu depan dengan cepat," pangkas Adrian tegas. "Setelah itu, aku tidak sabar untuk membawamu dan Elvano memulai hidup baru di tempat yang jauh dari semua kenangan buruk ini."

Vira mengangguk perlahan, menyandarkan kepalanya di bahu tegap Adrian. Di balik kehancuran dinasti Narendra, sebuah takdir baru yang penuh kebahagiaan kini benar-benar telah menantinya.

1
Yeni Wahyu Widiasih
kalo banyak uang bisa transplantasi rahim ke LN..
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Adrian dan Vira 😄😄🙏
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai arka dan Shella, jalani saja 🤣🤣😂😂 kan keinginan kamu sendiri membuang batu permata demi batu kerikil 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
hahaha mampus kalian berdua 😂😂🤣🤣 selamat menikmati hidup di penjara 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha kamu menyesal arka? itulah hukum tabur tuai, nikmati saja konsekuensinya. kain ini pilihan kamu dan pelacur murahan kesayangan kamu itu 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ayo Vira, coba buka hati kamu, laki-laki seperti Adrian dan elvano yang akan menyembuhkan luka di hati kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!