Bagaimana jika hubungan yang telah di jalin selama empat tahun terbentang oleh restu orangtua?
Apa harus terus bertahan hingga restu itu datang tanpa kepastian hubungan? atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan menjalani kehidupan masing-masing? Atau malah memilih bertahan dan memantapkan hubungan itu meski harus melawan restu?
Begitu lah dengan kisah Kriss dan Delia yang hubungannya harus terombang-ambing karena RESTU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Kini mobil Roy sudah tiba di depan rumah Mama Lastri.
"Ayo turun." Ajak Roy.
"Tapi Roy.."
"Gak usah takut, ada aku!!" Ucap Roy meyakinkan Delia.
Roy pun turun lebih dulu dari dalam mobil lalu berputar menuju pintu mobil penumpang, lalu membuka pintu mobil.
"Ayo." Ajak Roy.
Delia menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar sebelum ia turun dari dalam mobil.
Delia pun keluar dari dalam mobil dengan wajah tegangnya.
"Santai aja, gak usah tegang. Kamu harus memperjuangkan apa yang menjadi hak kamu dan anak kamu. Jangan lemah, paham kamu!!" Ucap Roy tegas.
Delia menganggukkan kepalanya.
Mereka pun berjalan menuju pintu gerbang.
Ting Tong Ting Tong. Delia menekan bel yang ada di dekat pagar.
Tak lama Pak Sarto, supir Mama Lastri datang mendekati pagar.
"Eh.. Neng Delia." Ucap Pak Sarto saat melihat sosok Delia yang berdiri di depan pagar.
Pak Sarto pun membuka pintu pagar.
"Pak Sarto, Mamanya Kriss ada dirumah gak?" Tanya Delia.
"Ada Neng." Jawab Pak Sarto.
"Ayo masuk dulu Neng." Ucap Pak Sarto lagi.
Delia dan Roy pun memasuki halaman rumah lalu berjalan menuju teras rumah. Sedangkan Pak Sarto setelah menutup kembali pagar, Pak Sarto pun menyusul Delia dan Roy yang sudah sampai di teras rumah.
"Ayo Neng masuk, kok malah berdiri disini." Ucap Pak Sarto.
Delia dan Roy pun masuk ke dalam.
"Duduk dulu Neng, saya panggilin Ibu dulu." Ucap Pak Sarto lagi.
Pak Sarto pun meninggalkan Delia dan Roy untuk memanggil majikannya itu.
Setelah Pak Sarto pergi, Delia dan Roy pun mendaratkan bokong mereka di sofa panjang.
Tidak sampai lima menit, Mama Lastri pun memasuki ruang tamu.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Mama Lastri dengan nada ketus dan lengan yang ia lipat di depan dadanya.
"Saya ingin meminta nomor yang bisa menghubungi Kriss, Tan." Jawab Delia.
"Cih... Masih ngarepin anak saya kamu, hah!!!" Decih Mama Lastri.
"Asal kamu tau yah, Kriss udah bosen sama kamu!! Dan sekarang dia sedang menjalin hubungan dengan Elena!!" Ucap Mama Lastri.
"Gak mungkin Tante!!! Saya tau Kriss, Kriss gak mungkin kayak gitu!!!"
"Tau apa kamu tentang anak saya!!! Kamu tuh kenal anak saya baru empat tahun, sedangkan Kriss dan Delia udah dari kecil saling kenal!!!" Bentak Mama Lastri.
"Udah sana pulang!!! Jangan ngarepin anak saya lagi dan jangan coba-coba kamu ganggu hubungan Kriss dengan Elena!!" Usir Mama Lastri.
"Gak!!! Saya gak percaya kalau Kriss menjalin hubungan dengan Elen!!!" Balas Delia, nada suaranya juga tak kalah meninggi dari Mama Lastri.
"Oh.. kamu mau bukti!!! Oke saya kasih buktinya!!" Mama Lastri pun membuka galeri foto yang ada di ponsel yang memang ia genggam sejak tadi.
Mama Lastri pun menunjukkan pada Delia foto-foto mesra Kriss dengan Elena yang sebenarnya tidak mesra, namun bagi orang yang hanya sekedar melihat tanpa tau bagaimana cara Elen mengambil gambar itu, pasti akan menilai kalau pose Elena dan Kriss sangat mesra dan mereka terlihat seperti pasangan kekasih.
"Ini kalau gak percaya!!!" Ucap Mama Lastri sambil menunjukkan layar ponselnya ke hadapan Delia.
NYEEEESS. Bagai lukq yang disiram cuka, begitulah perih dan sakit yang Delia rasakan dalam hatinya. Tanpa Delia sadari air matanya yang mati-matian ia tahan sedari tadi mengalir begitu saja dari pelupuk matanya.
Bersambung...