NovelToon NovelToon
Stalker Girl Dan Si Kembar Nakal

Stalker Girl Dan Si Kembar Nakal

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:437.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reni Juli

Bagaikan seorang Cinderella, Belinda Caleste yang memiliki tubuh gemuk dan penampilan tidak menarik tiba-tiba saja dilamar oleh sang idola yang dia puja selama ini. Semua itu berawal dari aksinya yang mengintip sang idola saat mendengar suara anak-anak. Belinda kepergok dan karena aksi nekatnya, dia justru dilamar oleh sang idola, Evan Barack. Belinda tentu saja menerima meski pernikahan mereka dilakukan dengan sebuah perjanjian sebab Evan mengajaknya menikah hanya untuk memanfaatkan Belinda agar publik tidak mengetahui keberadaan si kembar yang mengaku sebagai putranya. Dia tidak ingin ada scandal yang bisa mempengaruhi kariernya dan menikahi Belinda adalah pilihan tepat apalagi mereka sepakat untuk berpisah setelah dia menemukan ibu Oliver dan Xavier namun semua tidak berjalan sesuai dengan rencana dan ketika saatnya sudah tiba, di mana mereka harus berpisah setelah kebenaran akan Xavier dan Oliver terkuak, akankah Evan menceraikan Belinda seperti kesepakatan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit Pujian

Belinda melihat dirinya di depan cermin pagi itu sebelum dia mandi. Selama ini dia tidak pernah peduli dengan penampilannya lagi bahkan dia tidak peduli dengan lemak di perutnya yang rupanya terlihat begitu menjijikkan. Dia ingat dulu badannya tidak seperti itu karena dia memiliki berat badan 45 kg saja. Dia juga tidak memiliki tubuh yang terlalu tinggi dan karena hal itu pula yang membuatnya terlihat begitu gemuk dengan berat badan 95 kg saat ini.

Rupanya bentuk badannya berubah sangat drastis dan tanpa dia sadari karena dia terus makan tanpa menyadari jika dai sudah naik 50 kg. Mendadak Belinda terlihat jijik pada dirinya sendiri apalagi ketika dia menarik lemak perutnya yang begitu tebal, rasanya jadi merinding.

Pantas saja mantan sahabat menertawakan dirinya sedemikian rupa karena perubahan bentuk tubuhnya. Ternyata yang mereka katakan sangat benar jika dia terlihat begitu menakutkan dan memalukan.

“Kau gila, Belinda. Dulu kau tidak seperti ini dan kau lihat bentuk tubuhmu ini?” Belinda memutar tubuhnya di depan cermin.

“Pantas saja Daddy mengatakan aku seekor gorila. Apa yang Daddy ucapkan tidak salah karena aku telah melewati batasanku dan aku begitu bodoh telah menghancurkan diriku sendiri hanya karena perkataannya. Evan benar, seharusnya aku berubah menjadi lebih baik, bukannya menghancurkan diriku sendiri dengan cara seperti ini!” sambil mengucapkan perkataan itu Belinda pun tak henti melihat dirinya di cermin.

Mendadak dia memiliki tekad yang begitu besar untuk menurunkan berat badannya yang sudah melewati batas. Dia harus seperti dulu, memiliki bentuk badan yang ideal di mana berat badannya hanya 45 kg saja. Dia akan melakukannya bukan untuk Evan, bukan juga untuk membalas pria itu tapi dia ingin melakukannya untuk diri sendiri setidaknya untuk kesehatannya.

“Baiklah, Belinda. Waktu untuk diet dimulai. Semoga dalam waktu 2 atau 3 bulan aku bisa segera menurunkan berat badanku ini!” ucapnya pada diri sendiri mesti waktu dua atau tiga bulan tidak mungkin bisa membuatnya langsing seperti dulu.

Waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi, Belinda segera bersiap-siap karena dia akan pergi olahraga sendiri dan dia akan membuktikan pada Evan jika dia akan berubah.

Pagi itu Evan kembali sakit kepala karena teriakan si kembar yang membangunkan dirinya. Padahal sudah beberapa hari mereka tidak berteriak seperti itu sebab Belinda selalu datang untuk membuatkan sarapan tapi entah kenapa pagi ini mereka kembali berteriak untuk meminta sarapan padanya.

"Bangun Daddy, cepat buatkan sarapan untuk kami!” pinta Oliver sambil menarik tangan Evan agar Evan segera bangun untuk menuruti Keinginan mereka.

“Pergilah ke rumah Belinda dan minta dia yang melakukannya, jangan mengganggu aku karena aku masih ingin tidur!” ucap Evan. Dia kembali cukup malam semalam dan membicarakan banyak hal dengan Belinda jadi dia kurang istirahat.

“Kakak belum datang dan dia tidak ada di rumahnya padahal kami sudah memanggil tapi Kak tidak ada,” jawab Oliver karena mereka memang sudah pergi ke rumah Belinda untuk mencari Belinda namun Belinda tidak ada di rumahnya.

“Sepertinya Kakak pergi mencari madu. Jadi cepat bangun, Daddy. kami lapar,” teriak Xavier.

“ Apa maksud kalian dia tidak ada? Apa rumahnya dalam keadaan terkunci?”

“Kami tidak bohong. Daddy. Sepertinya Kakak sedang pergi jadi cepatlah bangun jika tidak kami yang akan membuat sarapan.”

“Oh, tidak. Tidak! Jangan melakukan apa pun dan jangan menyentuh apa pun yang ada di dapur!” kejadian waktu itu sudah cukup membuatnya malu luar biasa dan jangan sampai kedua anak nakal itu kembali membuatnya malu akibat asap yang mereka buat.

Lebih baik dia segera bangun dan menuruti permintaan mereka berdua dari pada dia mengulangi kejadian yang tak menyenangkan itu.

“Jika begitu bangunlah, Daddy. Buatkan kami sarapan!” pinta Si kembar lagi.

"Baiklah, jangan merengek seperti itu. Aku bangun sekarang!” ucap Evan.

“Hore!” si kembar bersorak dan melompat di atas ranjang.

“Kalian berdua benar-benar tak bisa diam. Padahal masih pagi tapi kenapa kalian sudah lapar saja?” gerutu Evan sambil beranjak dari atas ranjang.

“Kami anak-anak yang pintar dan cerdas jadi kami membutuhkan sumber energi yang banyak agar kami dapat bermain dengan maksimal hari ini!” teriak salah satu dari si kembar itu.

Evan menggeleng, mereka memang anak pintar dan cerdas tapi mereka memiliki kenakalan yang luar biasa. Entah ke mana Belinda pergi tapi dia akan mencarinya nanti setelah selesai membuatkan sarapan untuk kedua anak nakal itu. Isi perut mereka terlebih dahulu barulah mereka akan diam jika tidak mereka akan merengek sepanjang waktu yang akan membuatnya sakit kepala.

Segelas susu dan dua roti bakar sudah berasa di atas meja. Evan pun memanggil kedua anak itu yang membuat kekacauan di kamarnya. Si kembar segera menikmati makanan mereka karena mereka membutuhkan energi yang banyak untuk bermain.

Evan yang penasaran pun mulai mengintip ke arah rumah Belinda. Ke mana perginya si gemuk jelek itu? Apa Belinda tak mau datang lagi ke rumahnya gara-gara perkataannya semalam? Rasanya tidak mungkin Belinda marah hanya karena motivasi yang dia berikan.

Evan berpikir dia akan pergi mencari Belinda untuk tahu keadaannya namun kedatangannya secara tiba-tiba menjawab rasa penasaran namun ada satu hal yang berbeda hari ini dari Belinda yaitu dia tidak lagi menggunakan kacamata tebal yang semakin membuatnya jelek saja bahkan Evan cukup terkejut melihat wajah Belinda yang tak menggunakan kaca karena ini kali pertama dia melihatnya.

“Maaf aku datang terlambat!” ucap Belinda yang baru saja masuk ke rumah Evan.

"Kakak!” si kembar berteriak dan terlihat begitu girang akan kedatangannya.

"Maaf, aku jadi terlambat untuk membuatkan sarapan. Apa yang kalian makan?” tanya Belinda pada mereka berdua yang sedang menikmati roti bakar yang baru saja Evan buatkan.

"Daddy telah membuatkan roti bakar untuk, kakak. Ke mana Kakak pergi? Kenapa tidak ada di rumah saat kami mencari?” tanya Oliver padanya.

“Oh. Aku ketiduran. Maaf karena aku tidak mendengar panggilan dari kalian,” jawab Belinda beralasan.

“Wah, hari ini kakak tidak memakai kacamata!” teriak Xavier yang menyadarinya.

"Benar, Kakak lebih cantik seperti ini dan semakin lucu,” Puji Oliver pula.

“Benar… benar!” Xavier membenarkan apa yang adiknya katakan.

“Daddy, kakak lebih cantik bukan?” tanya si kembar pada Evan yang sedari tadi diam saja.

“Oh, hm,” Evan Jadi terlihat canggung karena Belinda memang terlihat lebih manis tanpa kacamata tebal itu.

“Maaf aku datang terlambat, Evan."

"Tidak apa-apa, aku tidak marah."

"Aku sudah memikirkan perkataanmu. Benar yang kau katakan, aku telah menghancurkan diriku sendiri hanya gara-gara penghinaan itu!"

"Bagus jika kau sudah sadar. Sekarang kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan, bukan?"

Tentu saja. Aku akan mulai berubah dan memperbaiki semuanya meski tidaklah mudah."

"Sudah aku katakan, aku akan membantumu. Asalkan kau mau, semua pasti akan menjadi lebih mudah."

"Kau benar," Belinda tersenyum dengan manis dan senyumannya membuat jantung Evan sedikit berdebar. Sial, apa yang sedang terjadi dengannya?

"Aku akan membuatkan kopi untukmu," ucap Belinda.

"Belinda," panggilan Evan menghentikan langkah Belinda.

"Ya, apa kau ingin sesuatu?" tanya Belinda seraya berbalik.

"Tidak, aku rasa kau lebih manis tanpa kaca mata tebal itu!"

"Apa?" wajah Belinda memerah sedangkan Evan jadi canggung setelah mengucapkan perkataan itu.

"Wah, Daddy sedang menggombal!" teriak si kembar.

“Apa, sembarangan!”

"Wajah kakak dan Daddy memerah! teriak mereka lagi.

"Tidak mungkin!" Evan buru-buru mengusap wajahnya sedangkan Belinda menutupi wajahnya.

“Tidak perlu malu, Daddy!" teriak mereka berdua.

"Berisik!" Evan melangkah pergi sedangkan si kembar tertawa.

Belinda memegangi dadanya. Itu hanya sedikit pujian tapi kenapa jantungnya tak bisa dia ajak kompromi? Semakin ke sini, hubungan mereka semakin dekat dan kedekatan yang terjadi di antara mereka justru semakin membuatnya tidak ingin berpisah.

1
Sylvia Violetta
sukaaaa ...
Sylvia Violetta
makanya buruan diet dan olganya bel
Sylvia Violetta
dengan masalah yg seabreg-abreg seperti itu ... belinda teteup ngga kurus-kurus ... klo aku udah pasti susah makan 🤔
Sylvia Violetta
lagian si belinda ngga fitnes2 buat nurunin berat badannya dari awal cuma wacana doang
Sylvia Violetta
belinda buruan atuch turunin berat badanmu
Sylvia Violetta
evan once klo nurutin keinginan sarah ...
Sylvia Violetta
ada perempuan murahan seperti sarah ini ... ngga punya harga diri ... 🤔
Nona_Bell
Cerita Othor Reni selalu menarik dan selalu aku tunggu, tapi aku kalau baca nunggu end karena aku tidak bisa sabar menunggu
Nona_Bell
Mudah²an Jimmy jatuh cinta sama cewek yang segede gorila
Sylvia Violetta: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nona_Bell
Nah loh 🤣
Nona_Bell
Nanti pasti ketemu kalau Belinda sudah kurus dan cantik, pasti Evan juga belum ngurus surat cerai nya
Nona_Bell
Apa mungkin ibunya kembar penggemar berat Evan, dan sudah meninggal. Terus kembar di asuh paman bibinya. Ibunya Pernah foto bareng Evan terus dikira kembar itu ayah nya..
Nona_Bell
Dari cerita yang lain, cerita ini yang paling lucu tapi aku tetap penggemar berat cerita keluarga Smiths 🥰
sinh
/Smile/
Aidul Putra
KOQ BODOH... SITU ARTIS NY KNP HRS TAKUT DGN MANAGER DOANK....!!??? HANCURKAN TUH MANAGER....!!??
Aidul Putra
KLO ANJING Y BGTU BISA NY GONGGONG DOANK... GAK PNY OTAK.... JIKA ORG PINTAR HRS NY MIKIR ANAK SEKECIL ITU KNP BISA LARI DR RUMAH..!!?? KARAKTER BODOH JANGAN D BUAT THOR..... INGAT ILMU PSIKOLOGIS ANAK..... DMN STIAP ANAK 2 ITU PASTI AKAN MENUNJUKAN EXPRESI NY YG SEBENAR NYA APA PUN ITU.. SO PLEASE JGN D BUAT BODOH....
Mboke Oco
gigiku sampe garing tor 😆😆
Aidul Putra
tcih KOQ BODOH ANDA BUAT THOR.... EMANK GAK DA CCTV Y DRMH YG BISA MEREKAM KEJADIAN ITU, ATAU DIA TDK PNY HP UNTUK MEREKAM PEMBICARA AN ITU..!!??? PASTI PNY DONK.... JIKA DIA MEMBEBERKAN TINGGAL SEBARKAN SAJA APA MAU WANITA ITU, LIAT SIAPA YG HANCUR..... GTU AJA KOQ BODOH....
Maimunah Anjarang
kasiiiaann bnget si evan /Grin//Grin//Grin//Grin/
im3ld4
ad rt🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!