NovelToon NovelToon
Duniaku Menjadi Berbeda

Duniaku Menjadi Berbeda

Status: tamat
Genre:Petualangan / Misteri / Supernatural / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Mata Batin / Horor / Hantu / Tamat
Popularitas:282.2k
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Kia merupakan seorang gadis yang menjalani kehidupan dengan normal layaknya gadis biasa pada umumnya. Namun siapa sangka ketika pertambahan usianya yang ke 22 malah mengubah segala alur kehidupannya.

Secara misterius Kia menjadi gadis yang memiliki kemampuan khusus untuk melihat mereka yang tak kasat mata. Tidak hanya itu rentetan demi rentetan peristiwa yang ganjil satu persatu mulai berputar di sekelilingnya.

Bersama ketiga sahabatnya Kia berusaha memecahkan setiap masalah yang kian datang bertubi tubi, seiring mata batinnya yang terbuka tanpa sebab yang jelas.

Lalu mampukah Kia menerima takdirnya? misteri apa yang tersimpan di balik mata batin Kia yang tiba tiba terbuka? Bisakah Kia melewati setiap petualangan horor yang menghampirinya tanpa di duga?

Ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lentera penunjuk jalan ~ Lukisan berdarah#10

"Kita harus mencari Aditya, satu hal yang perlu kau ingat di sini, apapun yang kau lihat nanti jangan sampai mengeluarkan kegaduhan atau mereka akan menangkap mu dan tidak membiarkan jiwa mu kembali." ucap Waluyo memperingatkan Tazkia.

" Aku pasti bisa, derajat manusia lebih tinggi dari pada mereka, jangan takut Kia, kamu pasti bisa membawa Aditya dengan selamat." ucap Tazkia dalam hati mencoba meyakinkan dirinya sendiri sebelum memulai segalanya.

Waluyo dan Tazkia memulai perjalanan mereka, Waluyo mengangkat tangannya tinggi agar lentera yang ia bawa dapat menerangi jalan.

Mereka berdua melewati lorong lorong panjang yang bercabang di setiap jalannya dengan suasana sekitar yang sangat gelap dan mencekam.

" Hafalkan jalan ini! jangan sampai kau salah jalan karena jalan yang bercabang ini akan membawa mu ke alam mereka, sekali kau masuk maka kau tidak akan pernah bisa keluar dari sana." ucap Waluyo menjelaskan dengan nada berbisik.

" Lalu bagaimana aku bisa tahu mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah pak?" tanya Tazkia.

" Kuncinya adalah fokus dan arahkan pikiran mu pada apartment Aditya, jika kau berhasil akan ada cahaya terang yang menuntun mu ke arah jalan yang benar." ucap Waluyo.

" Bukankah kita akan pulang bersama pak? jadi untuk apa anda memberitahu saya semua ini." ucap Tazkia.

Mendengar hal itu Waluyo lantas tersenyum, yang tentu saja tidak bisa di lihat oleh Tazkia karena posisinya yang berada di belakang Waluyo.

" Pak apa anda mendengar saya?" ulang Tazkia lagi karena tidak mendapat jawaban apapun dari Waluyo kecuali keheningan.

" Kau akan tahu nanti." ucap Waluyo singkat yang membuat Tazkia semakin kebingungan mendengarnya.

Setelah melewati lorong lorong yang cukup panjang keduanya kemudian lantas keluar dari lorong tersebut, ketika mereka keluar suasana di luar begitu gelap dengan banyaknya pepohonan di kanan dan di kiri mereka seperti tengah berada di dalam hutan yang masih belum pernah di jamah manusia.

Suara lolongan serigala menggema memenuhi kawasan hutan tersebut membuat Tazkia agak sedikit ngeri berada di sana, Tazkia menoleh ke arah Waluyo ingin melihat bagaimana reaksinya.

" Keren nih dosen satu, tahan banting dan tidak pernah takut akan apapun." ucap Tazkia dalam hati sambil menatap ke arah Waluyo yang berada di depannya.

***********

Sementara itu apartment Golden Place

Prasetia dan juga Sinta menunggu kembalinya mereka bertiga dengan perasaan was-was antara percaya dan tidak percaya, antara yakin dan tidak yakin.

" Apa lo percaya pada pak Waluyo?" ucap Sinta tiba tiba memecah keheningan.

Prasetia yang mendengar hal itu lantas langsung menatap ke arah Sinta sekilas kemudian kembali menatap ke arah Aditya dan Tazkia yang sedang tertidur.

" Aku juga tidak tahu Sin, tapi ku harap pak Waluyo bukanlah orang jahat." ucap Prasetia.

" Ya semoga saja ucapan mu benar." ucap Sinta.

" Sin bisa minta tolong lap kan keringat Kia?" ucap Prasetia ketika melihat kening Tazkia sudah penuh dengan keringat.

Sinta lantas kemudian berdiri sambil mengambil beberapa tisu di tangannya dan mulai mengelap keringat di kening Tazkia.

" Kira kira apa yang sedang Kia lewati di sana ya Pras? sampai ia berkeringat seperti ini." ucap Sinta sambil mengusap keringat Tazkia.

" Entahlah semoga saja Kia berhasil membawa Aditya kembali." ucap Prasetia.

************

Kembali kepada Tazkia dan Waluyo yang tengah berjuang mencari keberadaan Aditya.

Setelah melewati hutan rimbun cukup lama pada akhirnya mereka berdua menemukan sebuah rumah dengan tampilan nuansa kuno persis sama seperti di lukisan yang di berikan kepada Aditya.

" Rumah itu." ucap Tazkia yang sedikit terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.

" Ssstttt kecilkan suaramu." ucap Waluyo mengingatkan kembali Tazkia.

" Iya maaf pak." ucap Tazkia sambil sedikit tersenyum.

" Gini nih kalau punya suara 8 oktaf gak bisa di kecil.in sama sekali." ucap Tazkia dalam hati.

Waluyo lantas perlahan membuka pintu rumah itu dan melangkahkan kakinya masuk dengan di susul Tazkia di belakangnya.

" Suasananya agak horor ya, bikin bulu kuduk berdiri semua." ucap Tazkia dalam hati.

" Kamu susuri setiap kamar di rumah ini kamu pasti akan menemui Aditya di salah satu kamar, satu hal yang perlu kamu ingat jangan berisik, kamu mengerti?" ucap Waluyo.

" Tapi pak, bukankah kita akan mencari Aditya bersama sama?" ucap Tazkia.

" Ada beberapa hal yang harus aku urus di sini." ucap Waluyo.

Mendengar hal itu Tazkia lantas menelan saliva nya dengan kasar, bagaimana mungkin ia harus mencari Aditya di setiap ruangan yang amat menyeramkan seperti ini seorang diri.

" Saya tidak punya lentera pak, mana mungkin saya mencari Aditya di tengah kegelapan seperti ini?" tanya Tazkia lagi dengan wajah yang memelas karena jujur saja Tazkia juga tidak mempunyai nyali sebesar itu untuk mencari Aditya seorang diri di alam yang berbeda ini.

" Selama ini kamu kemana aja, apakah kelebihan dalam dirimu tidak pernah kamu asah sedikitpun?" ucap Waluyo yang menatap Tazkia dengan heran.

Tazkia yang mendengar hal itu lantas hanya menggelengkan kepalanya karena memang ia benar benar tidak tahu apapun tentang kemampuan yang Tazkia miliki.

" Astaga." ucap Waluyo dengan nada sedikit kesal.

" Angkat tanganmu sekarang, kemudian bayangkan sebuah lentera di tangan mu, jangan bayangkan yang terlalu terang namun pusatkan pada sebuah lentera yang dapat menerangi dan membantu mu dalam gelap." ucap Waluyo yang memandu Tazkia untuk memperoleh lentera seperti miliknya.

Cukup lama Tazkia berusaha memusatkan pikirannya sampai kemudian sebuah cahaya yang tak begitu terang namun terpancar menembus ke dalam matanya yang sedang terpejam sedari tadi.

Perlahan Tazkia membuka matanya dan betapa terkejutnya ia ketika sebuah lentera yang cantik dengan cahaya berwarna oren kekuningan berada tepat di tangan yang ia angkat sedari tadi.

" Wah beneran bisa pak." ucap Tazkia dengan speechless melihat kemampuannya sendiri yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Tazkia bahwa ia bisa melakukannya.

" Kau sudah bisa kan? semoga sukses dan ingat satu hal jika sampai kau membuka kamar yang salah dan menemukan sesuatu yang lain di sana abaikan saja dan jangan berisik, usahakan agar mereka tidak mengetahui keberadaan mu." ucap Waluyo kemudian melangkah pergi meninggalkan Tazkia yang masih menatap kepergian Waluyo berharap Waluyo berubah pikiran dan mau mencari Aditya bersama.

Setelah kepergian Waluyo, Tazkia lantas mengangkat lentera nya agak ke atas dan mulai melihat keadaan sekitar, Tazkia menatap ke arah lorong panjang lurus yang terletak di hadapannya. Dari kejauhan Tazkia melihat terdapat banyak kamar di lorong tersebut dengan hawa suram yang menyelimuti setiap kamar tersebut.

" Perasaan dari luar nih rumah sempit, kenapa dari dalam banyak banget kamar, makin susah nih cari kamar yang tepat." ucap Tazkia sambil menatap masing masing pintu kamar di depannya dengan berbekal cahaya lentera di tangannya.

" Baiklah mari kita mulai, siap gak siap apapun yang terjadi gue harus bawa Aditya pulang." ucap Tazkia menyemangati dirinya sendiri.

Bersambung

1
Ricka Monika
satu kata *keren*
Ricka Monika
sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya😢
Ricka Monika
bisa jd tuh Faris dia lg jenguk ayahnya
Ricka Monika
nasib kau lah dit makanya jangan jail dan sembrono jd orang🤣 tuh minta sm author nya biar cpt di berikan jodoh😁🏃
Ricka Monika
cocoknya Melisa ini jodoh si Adit,sm sm jail
Ricka Monika
wah hebat kamu Pras,aku padamu💕🥰
Ricka Monika
Adit ngompol🤣🤣🤣🤭
Ricka Monika
Alhamdulillah Faris selamat
Ricka Monika
waduh kasihan Faris
Ricka Monika
wiiih jentelmen ah si Faris
Ricka Monika
genderuwo ya gampang menyerupai siapa saja
Ricka Monika
wah apakah nenek KIA sudah meninggal,yg bunuh si Rita,jd penasaran🤔
Ricka Monika
nih ortu yg aneh TDK jujur,egois dan tdk bs dibilang dngn katakat😞
Ricka Monika
ckckck dua dua nya sama sama baik dan ganteng dan sama sama perhatian,yg mana yg bakal jd jodoh taskia ya🤔😁🤭
Ricka Monika
wah Prasetya cemburu nih,makanya jangan diam aja,gas bos😁🤭
Ricka Monika
/Facepalm/emang ya Aditya ini perlu di geplak kepalanya ckckc
Ricka Monika
sungguh menyeramkan,dibuat film seruh nih
Ricka Monika
ha koma dln waktu yg cukup lama,berapa lama rupanya🤔
Ricka Monika
memanglah si Adit ini biang kerok dr segala masalah ckxkc
Ricka Monika
kemarin villa Aditya yg horor sekarang apertemen nya beh si Adit sial aja bawaannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!